Gadis Yatim Bermata Dewa

Gadis Yatim Bermata Dewa
Dingin


__ADS_3

Sean, waise dan Rudolf terus mencari Marko mereka mengandalkan Max untuk meretas cctv yang ada di jalan raya seluruh kota Jersey, namun nihil mobil itu memang terlihat ketika di jalan raya, namun mereka memotong ke arah jalanan yang sepi tanpa kamera lalu lintas, namun mereka sudah mengantongi Plat nomor mobil tersebut


"Tuan di kabarkan mobil itu mengalami kecelakaan, mereka menabrak pembatas jalan, dua orang yang duduk di depan tewas,sedangkan tiga orang luka luka, mereka masih di rumah sakit" ucap Max


"Ayo kita datangi mereka" ucap Sean tajam


Selain itu di kediaman Gustavo, ayah dan ibu marko juga mengerahkan seluruh kekuatan nya untuk mencari putra nya, dan tak terduga mereka akan bertemu dengan Sean dan dua orang sahabatnya


"Ada apa kau kesini, Hah, aku menyesal membawa putraku kembali ke jersey, kupikir kau akan selamanya berada di new york, kenapa kau harus kembali dan menimbulkan masalah baru, marko hilang karena mencarimu" ucap Nyonya gustavo berteriak dan menangis marah


"Maaf" hanya satu kata yang bisa Sean ucapkan, dia tau bagaimana perasaan ayah dan ibu marko itu,


"Kalian, kemana Marko"? Tanya Sean tajam


"Di, dia dibawa oleh gadis bertopeng" ucap salah satu penculik


"Kenapa bisa begitu"? Tanya Rudolf


" Gadis itu mencurigai kami, karena pria yang kami culik menangis, lalu gadis itu menancapkan gas motornya ke arah mobil kami, hingga akhirnya mobil kami mengalami kecelakaan" sambungnya


Sean berpikir keras, siapa gadis ini, bagaimana mungkin ada seorang gadis bertopeng di Zaman sekarang


"Tuan muda, saya rasa itu adalah nona Shine" ucap Maxim


"Dia hanya anak kecil Max" ucap Sean


"Di, dia memang gadis kecil" ucap penculik gugup


Mata Sean pun membola sempurna,


"Ayo kita kesana, aku tau rumahnya" ucap Sean


Mereka semua pun lekas pergi menuju kediaman Shine yang baru


"Woah, hebat sekali kau Sean, perumahan disini benar benar luar biasa, sisakan satu untuk ku, aku ingin tinggal disini, siapa tau banyak gadis cantik tinggal disini" ucap Rudolfa


"Ting tong"


"ceklek"


"Maaf tuan tuan memcari siapa"? Tanya maid bernama lin


" Apakah ini kediaman nona Shine"? Tanya Maxim


"Benar tuan, kebetulan nona sedang ada di dalam" ucapnya

__ADS_1


"Boleh kami masuk"?


" Silahkan"


Mereka pun masuk kedalam, sedangkan Lina langsung memanggil Shine ke kamarnya


"ckk selera keluarga gadis ini benar benar bagus, rumah ini bergaya eropa klasik" ucap Rudolf


"Kling"


Shine berjalan keluar dari lift rumahnya, dia baru saja membuatkan susu untuk marko, dan pemuda itu sedang tidur siang, Shine juga baru pulang sekolah, mata shine memicing ke arah para pria yang sedang duduk di sofa, dan satunya adalah pasangan suami istri


"Selamat siang nona, apakah anda yang menyelamatkan putraku marko" tanya Seorang pria paruh baya


".... "


Shine hanya mengangguk sebagai jawaban


"Dia ada dimana, kami datang untuk menjemputnya" ucap tuan gustavo


"Tidur"


Mereka saling tatap, gadis yang ada di hadapan nya benar benar sangat dingin, lalu Shine duduk bergabung, tapi tidak ada satupun yang memulai pembicaraan, mereka hanya sibuk sendiri dengan pikiran masing masing


"Kakak, kenapa kau meninggalkanku Hiks, hiks" Marko berjalan sambil menangis


"Momy" teriaknya


Sang ibu langsung memeluk dan mencium marko, begitu juga ayahnya, mereka sangat menyayangi marko sebenarnya mereka memiliki dua anak dia adalah Vares gustavo, berita ini tidak terdengar di telinga nya karena dia sedang berada di luar kota,


"Kak Sean" ucap Marko bersiap untuk memeluk Sean, tapi tangan nya langsung di cekal oleh ibunya


"Kita pulang ya"? Ucap nyonya Moly


"Tidak mom, aku suka disini, kakak itu baik" tunjuk marko pada Shine


Semua orang menatap Shine, gadis dingin itu malah terlihat baik di mata polos marko berarti gadis itu sudah menjaga Marko dengan baik


"Nona, kami mengucapkan banyak terima kasih karena sudah merawat dan menyelamatkan putra bungsu kami" ucap tuan Ronal


"Sama sama" ucap Shine, dia melihat energi yang bermacam macam dan ada kabut ke salah pahaman di antara mereka semua, hanya aura Marko saja yang putih itu artinya pria itu memang kembali menjadi seorang bocah yang polos dan lugu


"Kami permisi" ucap yang lain membungkuk hormat, Shine hanya menatap datar saja kepergian mereka


"Dadah kakak cantik, nanti mark akan datang lagi kesini untuk menemui mu, ya kan mom"? Ucap mark

__ADS_1


Nyonya moly, dan tuan Ronal hanya bisa mengangguk setuju dan tersenyum saja mendengar perkataan marko


" Jaga dirimu" ucap Shine mengelus punggung Mark


"Kak Sean" ucap marko langsung menggelayuti tangan Sean, lalu sean mengelus kepala Marko, dia sangat merindukan sahabat nya itu, namun apalah daya, kedua orang tua Marko tidak mengizinkan mereka untuk bertemu, nampak raut kesedihan di wajah Sean, dia hanya bisa menjaga Marko dari kejauhan saja


"Ingat ya, kuharap kita tidak akan bertemu lagi, putraku selalu Si*l setiap bertemu dengan mu" ucap nyonya Moly


"Cukup"


"Sudah bertahun tahun kita berseteru hanya karena hal yang itu itu saja, apakah dengan cara saling menghakimi akan bisa mengembalikan Marko seperti semula, " ucap Sean marah, dia sudah tidak tahan dengan setiap ucapan yang keluar dari mulut ibu marko yang pedas itu


"Kalian jangan bertengkar, Marko hanya ingin kakak Sean, kalo tidak, marko ingin kakak baik saja" ucap marko menunjuk Shine yang berdiri didepan pintu nya


"Apa begini cara orang ternama bersikap, kalian berisik sekali, dan ini adalah kediamanku" ucap Shine tajam


Dengan cepat mereka keluar dari halaman rumah Shine, mereka lupa bahwa mereka masih berada di depan halaman rumah keluarga Santana


"Fuhhh, gadis itu dingin sekali sih" ucap Rudolf


"Sepertinya hebat kalau di jadikan Aktris" ucap Waise


"Kalian gila, dia masih pelajar Sma" ucap Sean


"Wihhh, tuan Sean ternyata sudah mengenalnya dengan baik ya" ejek Rudolf


Mata Sean memicing ke arah nya dan membuat bibir nya terkatup seketika, dia takut Sean marah, karena kemarahan nya bisa membuat nyawa orang melayang


Sedangkan di kediaman Shine, Ricko yang baru saja pulang langsung mencari keberadaan Mark, satu malam berada di kediaman santana Marko langsung bisa mencuri hati mereka


"Mark, kakak pulang" teriak Ricko


"Dia sudah pulang kak, tadi keluarganya datang menjemput" ucap Shine


Ricko langsung terduduk lesu, baru saja dia merasakan bagaimana rasanya mempunyai adik laki laki,kini dia harus merasa kesepian lagi


"Dia punya keluarga, lain kali kita pasti akan bertemu lagi" ucap Shine


"Hmm baiklah" jawabnya lesu


"Kringg"


Ponsel Shine berbunyi, lalu dia pun melihat ponselnya yang bertuliskan Devan memanggil


"Hallo paman"

__ADS_1


"Hallo Shine, ada pameran batu permata di kota jersey, tuan Sean jordy mengundangku untuk datang, kurasa ini adalah satu langkah yang baik"ucap Devan di seberang sana


" Baik paman, datang dan jalinlah kerja sama dengan pria itu" ucap Shine lalu memutuskan panggilan nya.


__ADS_2