
Dokter Tony sedang dapat Shift malam begitu juga Paul sahabatnya, bagaikan tak terpisahkan kedua dokter tampan itu selalu terlihat jaga bersama,
"Tak, Tak, Tak"
Shine dan Mery berjalan dengan cepat, darah di tangan Shine tidak berhenti dan membuat kepalanya mulai sedikit pusing
"Kak ton"! Teriak Shine karena kebetulan Tony sedang berjalan menuju tempat penebusan obat,
Mata Tony terbelalak ketika melihat lengan gadis itu terluka parah,
" Hey, ada apa dengan mu, perawat ikuti saya ke ruang operasi" teriak Tony, dia langsung membawa sebuah kursi roda dan mendudukkan Shine di sana
"Kepalaku pusing" desis Shine,
"Bertahan lah" ucap Tony berlari membawa Shine, sedangkan Mery, gadis itu menangis, dia takut terjadi sesuatu kepada sahabatnya itu,
"Ceklek"
"Apa kalian melihat dokter Tony"? Tanya Paul
" Baru saja beliau masuk kedalam ruang operasi, ada seorang gadis datang dengan tangan terluka, dan dia adalah teman nya" tunjuk recepsionis itu menunjuk Mery,
"Hey gadis teman mu kenapa"? Tanya Paul penasaran, lalu mery pun menceritakan kronologi yang terjadi pada dia dan sahabatnya,
"Apa kau bilang nama nya Shine, apakah gadis kaku bertopeng itu"? Tanya Paul
"Benar dok" ucap Mery
Paul langsung berlari menyusul Tony ke ruang 0perasi,
"Ceklek"
Paul masuk dan melihat Shine yang sedang tak sadarkan diri, tangan nya terluka parah, dan harus di jahit luar dan dalam, paul tidak bertanya karena tidak ingin menganggu konsentrasi Tony dan memilih untuk membantu nya saja,
"Trekkk"
"Selesai"
"Hemm gadis ini, dia bahkan melawan empat pria sekaligus" ucap Paul, tony meliriknya, dia bahkan belum tau penyebab Shine terluka, Paul yang melihat kebingungan Tony pun langsung menceritakan kejadian yang menimpa gadis tersebut,
"Entah ada kekuatan apa dalam diri gadis malang ini, " ucap Tony tak habis pikir,
...****************...
"Tedy bear, kau pulang"? Tanya Jane kepada Sean, tiba tiba saja pemuda itu datang bersama Maxim,
" Mungkin dia ingin makan gratis di mansion kita sayang" sahut tuan Alex
Sean melirik ayahnya, dia selalu saja membuatnya jengkel pikirnya,
"Ayah benar, aku ingin makan masakan mu jane" ucap Sean
"Ahhh duduklah kalian berdua, dan kau Max, cukur kumis mu itu menggelikan sekali" ucap Jane memperhatikan penampilan putra sulung nya
__ADS_1
"Saya belum sempat mengurus diri nyonya" sahut Maxim tersenyum
"Ada apa, apakah perusahaan mu ada cecurut yang mengacau"? Tanya Alex menatap kedua putranya
" Benar, dan ini membuatku sedikit pusing" sahut Sean
"Setelah makan kalian menginaplah disini, aku akan membantumu memijit kepala" ucap Jane
"Tidak usah Jane, malam ini kami lembur, " ucap Sean menolak
"Nanti kau sakit Tedy bear, jangan paksakan dirimu "
"Aku bisa meminum obat nanti juga sembuh" ucap Sean lagi, lalu suasana pun hening, hanya ada suara sendok dan garpu di meja makan itu,
Setelah selesai, Sean pergi duduk di ruang keluarga dahulu karena Jane terus memaksa untuk tetap memijit kepala Sean dulu baru mereka boleh pergi,
"Tedy bear, apa kabar calon menantuku"? Tanya Jane
" Hahh siapa"? Tanya Sean heran
"Aissshh tentu saja Shine" ucap Jane tertawa
"Gadis itu sangat dingin Jane, aku sulit mendekati nya" keluh Sean
"Kau tiduri dia, dia pasti akan takluk padamu"
Ucapan Jane membuat Maxim menyemburkan kopi yang sedang di minumnya
"Idemu sungguh gila Jane , ckkk" sahut Sean berdecak kesal
"Sayang, apakah ideku salah"? Tanya Jane pada suaminya
" Tidak sayang kau selalu benar" sahut tuan Alex
Sean memutar bola malas, lagi lagi kedua orang tuanya itu memberikan ide Absurd dan di luar nalar,
"Hanya gadis itu saja yang bisa kau sentuh, gadis lain malah membuatmu sakit kan"? Ucap Jane lagi
Tak mau mendengarkan perkataan yang lebih absurd lagi Sean dan maxim memutuskan untuk segera pergi berkerja, jika tidak mereka akan merasa semakin gila pikir nya,.
****
Shine menginap di rumah sakit, sedangkan Mery langsung pulang ke rumahnya untuk melapor kepada Ayah dan ibunya,
Pagi pagi Shine sudah sadar, dan disana ada tuan dan Nyonya Clare yang datang untuk berterimakasih karena sudah menyelamatkan putri mereka Merry
" Shine, terimakasih lagi lagi kamu membantu keluarga kami" ucap Noora
"Hemm, tidak apa" sahut Shine singkat
Noora dan ayah Mery tidak bisa berkata apa apa lagi setelah mendengar jawaban singkat dari sahabat putrinya itu, Shine tidak pernah berubah, dia tetap pendiam dan irit bicara pikir mereka,.
"Sssttt" Shine berdesis dan memijit kepala nya yang berdenyut,
__ADS_1
"Ada apa dengan mu Shine, " tanya Mery khawatir
Lintasan lintasan ingatan lagi lagi menusuk kepala Shine gadis itu mulai mengingat masa kecilnya dulu saat masih bersama Ryan dan Anette,
"Aku akan panggilkan dokter Tony, ucap Mery berlari
Dilain sisi nyonya Clarisa dan tuan John juga sedang mengunjungi Tony, mereka ingin memeriksakan kesehatan jantung mereka karena akhir akhir ini dia dan tuan John banyak pikiran, mereka masih sangat bersedih atas apa yang di lakukan Joana dan Jesica terhadap hidup Ryan, anette dan juga cucunya , sehingga membuat kesehatan nya sedikit menurun,
"Selamat siang tuan John" sapa Paul
"Selamat siang nak, akhir akhir ini kesehatan kami sedikit menurun, bisakah kau membantu kami memeriksa kesehatan kami"? ucap tuan John bertanya pada Paul
" Tentu tuan, mari tuan dan nyonya mengganti pakaian dulu kita akan melakukan pemeriksaan menyeluruh, agar mengetahui penyakit apa yang ada dalam tubuh tuan dan nyonya" ucap Paul mempersilahkan kedua orang ternama tersebut,
Saat mereka berjalan, kebetulah Tony sedang berjalan menuju ruang rawat Shine
"Selamat siang tuan dan nyonya vallery" sapa Tony
"Ah selamat siang dokter Tony, "
"Dokter, tolong Shine dia kesakitan" ucap Mery, mengejutkan semua orang, Tony pun langsung berlari menuju ruang rawat Shine
"Shine"? Gumam tuan John seperti mengenal nama itu
" Shine gadis penyelamat tuan Jorgh" bisik Clarissa
"Ah kenapa dia"? Tanya tuan John pada Paul, dan Paul pun menceritakan kejadian yang menimpa Shine semalam,
" Astaga gadis se muda itu sudah memiliki kekuatan yang luar biasa, andai para mafia mencium kehadiran nya sudah di pastikan gadis itu akan banjir tawaran pekerjaan" ucap Tuan John salut
"Mari kita lanjutkan pemeriksaan kita tuan" ucap Paul mengingatkan tuan John dan nyonya Clarisa,lalu mereka pun pergi ke ruang pemeriksaan,
Sementara Tony dia langsung memberikan obat bius kepada Shine yang terus mengerang kesakitan, Tony paham dengan apa yang terjadi Shine pasti mendapatkan ingatan masa lalu nya kembali, setelah di bius perlahan Shine merasa tenang dan langsung tertidur
"Ada apa dengan nya dokter"? Tanya ayah dan ibu Mery khawatir
"Tidak ini hanya efek luka saja, dan jam besuk sudah habis silahkan untuk meninggalkan ruangan ini" ucap Tony berbohong,lalu keluarga Clare itu pun memutuskan untuk meninggalkan ruang rawat Shine, dan tiba tiba ponsel Tony berdering, terlihat disana nama Maxim yang tertera
"Kringgg"
"Hallo"
"Ton, tuan muda mengundang kalian untuk ke klub malam ini, ada tuan Rudolf dan tuan Waise juga" ucap Maxim diseberang sana
"Sepertinya aku tidak bisa Max, shine di rawat dan aku harus merawatnya" ucap Tony
Diseberang sana Maxim terkejut, dan langsung melapor kepada Sean
"Tuan muda, Tony tidak bisa pergi katanya nona Shine sedang di rawat" ucap Max,dan berhasil membuat Sean terkejut dan langsung berdiri,
"Ayo kita kesana" ucap nya berjalan dengan cepat, menuju arah rumah sakit,.
BERSAMBUNG🌻
__ADS_1