
Shine berjalan menuju ruang keluarga dan ternyata disana ada Felix dan Ana, ricko belum kembali karena setiap hari dia akan pulang malam, Shine pun menghampiri kedua orang tua nya, untuk meminta izin
"Ayah, ibu aku izin keluar" ucap Shine
"kamu mau kemana Nak, hari sudah mulai petang" ucap Ana
"Sebentar saja bu, aku ingin pergi belanja keperluan sekolah" ucap Shine
"Oh baiklah, ini ibu ada uang sedikit untukmu, belilah apa yang kamu butuhkan" ucap Ana menyodorkan uang
"Tidak bu, uang ku cukup" ucap Shine menolak, tak ingin menjadi panjang Shine langsung saja pergi dari rumahnya, Ana dan felix hanya bisa mengelus dada saja melihat kelakuan putri mereka itu,
Seperti biasa Shine akan berjalan kaki kemanapun dia pergi, lalu tiba tiba dia melihat seorang pria paruh baya yang sepertinya sedang berputus asa, Ada energi Putih kekuningan di dalam dirinya, orang itu benar benar sedang dalam keadaan kacau dan putus asa, Shine datang dan menyodorkan sebotol air kepada Pria itu, dan reflek saja pria itu menadahkan wajahnya kepada Shine, nampak di hadapan nya seorang gadis cantik bertopeng,
"Terimakasih" ucap nya
Shine duduk di sebelahnya sambil memakan cemilan yang baru dia beli
Pria itu melirik ke arah Shine, lalu tiba tiba dia mencurahkan isi hatinya
"Dunia ini memang benar benar kejam, perusahaan batu permata yang ku rintis dari nol telah hancur dalam satu malam, dan pelakunya adalah sahabatku sendiri, dan setelah aku bangkrut istriku meninggalkan aku,bersama dengan sahabatku itu,sementara anak ku satu satunya telah meninggal karena sakit"ucap pria itu mulai bicara, air mata nya tumpah ketika dia ingat penghianatan istri dan sahabatnya itu
"Terkadang kita hidup untuk tidak mempercayai siapapun" ucap Shine datar
Pria itu terkesiap, jawaban lugas dari bibir gadis itu membuatnya menarik senyum
"Apa kau seorang pelajar"? Tanya nya
".... "
Shine hanya mengangguk sebagai jawaban
"Kau dingin sekali, bagaimana jika kau tidak punya pacar hahaha" gelaknya
"..... "
Shine hanya diam saja mendengar ucapan pria itu
"Kenalkan namaku Devan crush, maaf aku malah mencurahkan perasaan ku kepadamu gadis kecil" ucap Devan
"Berapa uang yang kau miliki sekarang"? Tanya Shine to the point
" Tidak banyak, hanya satu milyar dollar" sahut Devan
"Bagaimana jika kita berbisnis,"? Tanya Shine
"Apa yang kamu bisa gadis"?
" Judi batu permata" ucap Shine datar
__ADS_1
Devan terkesiap mendengar ucapan Shine lalu dia tertawa terbahak bahak
"Hahahahahhaa"
"Maaf kau lucu sekali, hahhaah"
"Kamu pikir berjudi batu sangat mudah, jika kamu tidak mendapatkan apapun di dalam batu, maka kau akan bangkrut, dan tidak akan mendapatkan apa apa" ucap Devan
"Ayo ikut" ucap Shine
Devan bangkit dari duduk nya dan langsung mengikuti Shine dari belakang, Tiba lah mereka dia sebuah warnet di dekat sana, dahi Devan mengernyit kenapa Shine membawanya ke sana
"Klik"
"Klik"
Coba lihat , yang mana menurut mu batu yang memiliki permata"? Tanya Shine
Devan melihat dengan teliti, lalu dia menunjuk salah satu gambar di komputer yang Shine gunakan
"Klik"
Devan tersenyum setelah melihat ada permata di dalam batu tersebut, dan di dalamnya adalah batu permata pink rose yang harganya lumayan mahal
"Jangan senang dulu, karena yang lebih berharga ada disini" ucap Shine menunjuk batu yang ukurannya paling kecil
"Klik"
Devan berteriak karena terkejut, lalu dia menatap Shine dengan tatapan ngeri
"K, kau bagaimana kau tau, gadis kecil"? Tanya Devan
Shine mematikan perangkatnya lalu mengajak Devan keluar setelah membayar tentunya
" Mataku ini istimewa" ucap Shine menunjuk mata kanan nya yang terluka
"Benarkah, lalu apakah kau orang kaya, karena kau pandai berjudi batu"? Tanya Devan
" Tidak"
"Justru keahlianku terhalang oleh materi, orang tua ku bukan orang kaya, dan aku juga hanyalah seorang pelajar, jadi tidak akan ada orang yang mengizinkan ku untuk masuk ke dalam wilayah orang kaya" ucap Shine
"Jadi apa mau mu"?
" Aku ingin bekerja sama dengan mu, kau pinjamkan uangmu padaku, lalu keuntungan yang akan kau dapatkan adalah perusahaan mu akan kembali dan kau akan kembali kaya, kau yang akan berjudi sementara aku hanya menunjuk saja,tapi hasilnya aku ingin empat puluh persen saja,setelah aku punya banyak uang,aku akan memiliki usahaku sendiri" ucap Shine
"Baiklah"sahut Devan
"Besok sekolah ku libur, aku akan meminta izin untuk cuti selama tiga hari kita akan pergi ke kota grande" ucap Shine
__ADS_1
Devan mengangguk lalu mereka pun bertukar nomor ponsel, lalu berpisah
Shine membeli perlengkapan sekolahnya terlebih dahulu, kemudian dia pun berjalan kembali pulang ke rumah,
Sesampainya di rumah Shine langsung pergi menghampiri keluarganya, disana juga sudah ada Ricko yang baru pulang kerja
"Bu, aku ingin izin untuk cuti selama tiga hari dari sekolah, aku akan pergi ke kota Grande" ucap Shine
"Jauh sekali, kamu mau apa kesana"? Tanya Felix
" Ada sssuatu yang harus ku urus" ucap Shine datar
"Selama ini kamu selalu bersama ibu, bagaimana ibu bisa merasa tenang melepaskanmu pergi sayang" ucap Ana halus
"Aku ingin mencari keluarga ku yang lain bu" ucap Shine
Ana terkejut, darimana Shine tau bahwa dia masih punya saudara yang lain
"Aku mengingat sesuatu, izinkan aku pergi bu" ucap Shine
"Pergilah, jaga dirimu baik baik sayang" ucap Ana
Ricko, felix dan Ana hanya bisa pasrah, karena mereka juga tidak bisa terlalu mengekang shine
...****************...
Keesokan harinya, Shine dan Devan telah bertemu di bandar internasioan kota Jersey, mereka melakukan penerbangan Pagi, jarak kota jersey ke grande setidaknya membutuhkan waktu empat jam, dan mereka harus duduk tenang menunggu pesawat mereka mendarat
"Devan sudah menyewa apartemen untuk mereka tinggal, dan dia juga sudah daftar keanggotaan dalam toko bahan baku batu permata, karena tidak semua orang bisa melakukan perjudian seperti itu,
Setelah selesai beristirahat, Shine dan Devan pun pergi ke tempat bahan baku yang akan mereka beli, nampak di sana ada berbagai bahan baku yang tersedia, Shine dan Devan tidak akan memotong bahan disana, karena mereka tidak ingin membuat kehebohan, karena setiap ada orang yang beruntung, maka mereka akan masuk kedalam berita sosial media
"Ambil yang itu" ucap Shine menunjuk salah satu bahan yang berukuran sedang
"Apa kau yakin ini ada isinya"? Bisik Devan
" Yellow jade" ucap Shine
"Apa??
Teriakan Devan membuat orang orang memandang nya, dan Devan merasa kikuk, karena dia reflek berteriak, dengan cepat dia mengambil bahan yang Shine tunjuk, mata shine melihat sebuah delima merah dalam salah satu bahan lalu diapun mengambilnya
"Aku ingin ini, untuk ibuku" ucap Shine
"Apa ini"? Tanya Devan
"Delima"
"Uhuk uhuk uhuk" Devan tersedak liurnya sendiri, mendengar apa yang ada di dalam bahan baku itu,Shine ini benar benar mengerikan, andai dari awal dia punya uang, sudah di pastikan dialah yang akan menjadi orang nomor satu di dunia, dan sepertinya pikirannya itu sebentar lagi akan menjadi nyata.
__ADS_1
Bersambung~🌻
Maaf ya, author sibuk jadi baru bisa up, hari ini author pembagian raport allhamdulilah dapat peringkat 3, jadi keluarga ngajakin makan makan diluar hehe... 🥰