Gadis Yatim Bermata Dewa

Gadis Yatim Bermata Dewa
Pertemuan


__ADS_3

Sean dan Max melajukan mobil dengan kecepatan tinggi, menuju arah rumah sakit, Sean bahkan melupakan bahwa dia sudah membuat janji bersama para sahabatnya yang lain,


"Tak, tak, tak"


"Dia kenapa"? Tanya Sean langsung


Mata Tony berkedip bagaikan Flash Sean dan Max tiba tiba sudah berada di hadapan nya


" Wey tuan muda, apakah kau ini sebuah Wifi, cepat sekali haha" ucap Tony tergelak, dia tau bahwa Sean menyukai Shine dan dia senang menggoda pemuda itu


"Ayolah, jangan bercanda" ucap Sean dan Tony pun akhirnya menceritakan bagaimana Shine bisa di rawat,


"Ceklek"


Shine menoleh ke arah pintu saat mendengar seseorang membuka nya, dia terkejut, Sean tiba tiba datang menjenguk nya,


"Hai Nona, bagaimana keadaan mu"? Tanya Sean malu malu


Shine terkekeh melihat Ekspresi Sean seperti kucing saja


" Baik " sahut Shine singkat


"Ehm, boleh masuk"?


" Silahkan"!


Sean pun masuk, Sementara Max dan Tony membiarkan Sean masuk sendiri dan berjuang untuk mendekati Shine


"ini untukmu, Jane bilang buah buahan akan membuat luka cepat kering" ucap Sean memberikan bingkisan buah


Shine mengingat wanita bernama Jane yang tak lain adalah ibu kandung Sean, unik sekali keluarga ini pikir Shine,


"Ehm, buka mulutmu"


Sean mengupas jeruk untuk Shine dan menyuapi dengan tangan nya sendiri


"Deggg"!!


" Aiss jantung si4lan, kenapa setiap aku dekat dengan pria ini jantungku berdebar debar" bathin Shine merutuki dirinya sendiri


Dengan ragu Shine membuka mulutnya dan mulai merasakan manisnya buah jeruk yang Sean berikan, sedangkan pemuda itu hatinya berbunga bunga karena Shine mau menerima suapan dari tangan nya,


"Cepat sembuh, dan jangan terluka lagi" ucap Sean tersenyum


Shine mematung seketika, dia melihat wajah Sean yang biasanya dingin, terlihat tampan saat tersenyum, lalu dia memalingkan wajahnya, akhirnya gadis kaku itu bisa salting juga : D


"Habiskan buahmu, ada apa, apa ada yang sakit, aku bisa memanggilkan Tony" ucap Sean dengan nada khawatir


"Tidak apa"! ucap Shine


Sean merasa kaku, dia tidak bisa bicara apa apa lagi, Shine sangat susah di ajak bicara, lalu diapun mendapatkan ide


" Nona"


"panggil aku Shine" ucap Shine


"Ehm, boleh kah aku meminta nomor ponsel mu"? Tanya Sean


" untuk"?


"Mencoba mengenal lebih dekat" ucap Sean to the point, ucapan nya itu lagi lagi membuat Shine merinding disko


Shine memberikan ponselnya dan dengan semangat Sean menerima dan langsung mencatat, dia menamai nomor gadis itu dengan nama My SunShine


"Terimakasih, " ucap Sean senang,


"Ceklek"


Sean keluar dari ruangan Shine, wajahnya sangat berseri seri dan hal itu membuat Tony ingin sekali menggoda nya

__ADS_1


"Ciee, tuan muda kita ini nampak sedang bahagia rupa nya" ucap Tony


"Aku mendapatkan nomornya" ucap Sean senyum senyum


"Weyhh Weyhh Max, matahari akan muncul dari timur, karena tuan muda kita tersenyum hahaha"


"Hentikan, Max ayo kembali, Rudolf terus menelpon ku, mereka sudah menunggu" ucap Sean, Max mengangguk dan mengikuti langkah Sean dengan cepat, sedangkan Tony menggelengkan kepala saja melihat tingkah Sean,


...****************...


"Darimana Se, kenapa kau lama sekali" ucap Waise mendekati Sean,


"Menjauh dariku" ucap Sean dingin


Waise terkejut, kenapa Sean semakin dingin terhadap nya


"Apa ada yang salah Se, dulu kau tak begini"? Tanya Waise


Rudolf menelan ludah, dia takut Waise tau bahwa dia membocorkan rahasi nya,


" Tidak apa apa, ayo minum" ucap Sean singkat


"Kau menjauhiku Sean, gadis mana sebenarnya yang telah mengacaukan mu" Batin Waise,


...****************...


Keesokan harinya nyonya Clarissa dan tuan John memutuskan untuk kembali ke luar negri, mereka berpikir tidak ada guna nya lagi mereka berada di kota jersey, hanya akan menyakiti hati setiap mereka ingat pada perbuatan Joanan dan putrinya namun saat mereka berada di depan pintu tiba tiba ada seseorang yang menargetkan mereka


"Dorrrrr"


"Ughhhh"


"Tuan"


"Paaa tidaaakkk,, Jack ayo kerumah sakit" ucap Clarissa dengan tubuh yang bergetar


"Drap Drapp, drapp"


Para perawat berlarian, begitu juga Tony dia baru saja mendengar kabar bahwa tuan John telah di t3mbak orang tak di kenal, dia langsung membawa orang nomor satu itu masuk kedalam ruangan operasi,


"Darah pasien sangat langka dokter, sedangkan stok resus negatif tidak ada" ucap salah satu perawat,


"tanyakan cepat pada nyonya Clarisa, hanya saudara sedarah yang bisa mendonorkan nya" ucap Tony


"Ceklek"


"Nyonya Clarisa, pasien mengalami pendarahan hebat, kami tidak mempunyai stok darah langka, apakah ada saudara anda yang memiliki darah A resus negatif"? Tanya perawat


" Tidakk" ucap Clarisa terduduk lemah, mereka tidak mempunyai anak selain Ryan dan saudara mereka juga tidak ada, pikiran nyonya Clarisa melayang entah kemana, lalu dia terjatuh pingsan karena tidak sanggup menghadapi kenyataan,


Sedangkan Paul saat ini masuk ke ruangan Shine menggantikan Tony untuk mengganti perban di tangan Shine,


"Ceklek"


"Selamat siang Shine" sapa Paul


Dahi Shine mengernyit kenapa paul yang datang kemana perginya Tony pikirnya,


"Dokter Tony sedang melakukan 0perasi besar, tuan John tiba tiba di t3mbak orang tak di kenal" ucap Paul mengerti arti tatapan Shine


Mata Shine langsung melotot, kakeknya telah tert3mbak, lalu dengan cepat dia turun dari tempat pembaringan dan mencabut jarum infusnya dengan paksa


"Hey, Shine apa yang kau lakukan, kau mau kemana"?? Tanya Paul Terkejut


Shine tidak mendengarkan teriakan Paul, dia terus berlari mencari ruang dimana Kakek nya di Operasi,


" Apakah tuan John diruangan ini"? Tanya Shine pada seorang perawat yang lewat


"Hey bagaimana apakah sudah dapat kenapa kau lama sekali, dokter Tony menunggu mu" teriak seorang suster yang berteriak dari ruang operasi

__ADS_1


"Ada apa"? Tanya Shine


" Tuan Besar kehilangan banyak darah, dan golongan darahnya A resus negatif" ucap Suster itu kalang kabut,


Shine masuk menerobos ke dalam dan membuat para perawat terkejut setengah mati,


"Nona apa yang anda lakukan, anda di larang masuk kedalam ruangan ini" teriaknya,


Tony yang sedang bertugas pun menoleh ke arah pintu, disana Shine berdiri dengan air mata mengalir dan membuat Tony heran


"Ambil darahku dokter selamatkan kakek" ucap nya gemetar


Tony terkejut, apa maksud ucapan gadis itu pikirnya,


"Percayalah padaku, kakek akan selamat" ucap Shine


"Periksa darahnya" teriak Tony yang mencoba untuk percaya pada Shine, karena saat ini dia sendiri dalam keadaan bingung, Tuan John tidak memiliki sanak saudara, sedangkan keadaan nya dalam keadaan kritis,


"Darahnya cocok Dokter" ucap Perawat


Meskipun terkejut, namun Tony tau ini bukan saat nya bertanya, Tony memilih untuk langsung bertindak dan menancapkan jarum ke tangan Shine untuk melakukan transfusi darah


"Ini akan sangat menyakitkan Shine, apa kau siap"? Tanya Tony


Shine mengangguk dan mulai merasakan sakit yang luar biasa,


*****


Tuan John selamat, Dia mendapatkan darah yang tepat sedangkan Shine dalam keadaan pingsan, wajahnya sangat pucat, luka di tangan nya belum mengering dan kini ada luka lain yang harus dia terima,


" Aku tidak menyangka kau akan menyembunyikan rahasia sebesar ini"! Gumam Tony, dia melihat rekap medis milik Shine, disana tertulis bahwa tuan John dan Shine memiliki Hubungan Darah, mereka adalah kakek dan seorang cucu,


"Ughhhh"


Perlahan Shine membuka mata nya, dan dia melihat Tony sedang berdiri menatap dirinya,


"Kenapa kau bersembunyi Shine"? Tanya Tony


" Aku ingin membalas orang yang telah memisahkan aku dengan keluarga ku" ucap Shine dingin,


"Lalu setelah ini, apa kau akan mengaku, biarkan aku membantu mu" ucap Tony


Shine mengangguk, dia berpikir sudah saatnya dia mengakui bahwa dirinya masih hidup,.


*****


Clarisa sudah sadar, dia mendapat kabar baik perawat mengatakan ada seorang gadis yang mendonorkan darahnya untuk tuan John, hatinya bertanya tanya, siapakah gadis itu, dan dia sangat ingin berterima kasih kepadanya


"Ceklek"


Clarisa menoleh ke arah pintu,terlihat Shine dan Tony masuk kedalam ruangannya,


"Apakah, kau gadis yang telah memberikan darah untuk suami ku"? Tanya nyonya Clarissa


" ya" sahut Shine datar


"Kemari lah nak, untuk yang kesekian kalinya kau membantu orang yang sedang dalam kesusahan, aku sangat berterimakasih padamu" ucap Clarissa menangis


Tony maju dan memberikan selembar kertas dan hal itu membuat clarisa kebingungan,


"Saya rasa anda akan sangat terkejut sama seperti saya" ucap Tony, dengan tangan gemetar Clarisa membaca isi dari kertas itu, disana bertuliskan akte nama Hyuna Shine Vallery cucu kandung dari John Vallery dengan golongan darah A resus negatif,


Clarisa memandang Shine, air mata nya terus berjatuhan, ternyata cucu semata wayang nya masih hidup


"Kemari lah sayang, kemari cucu ku" ucap Clarisa mengulurkan tangan


Shine masuk kedalam pelukan Clarissa dan tangis mereka berdua pun akhirnya pecah, Tony pun ikut terharu karena telah menjadi saksi pertemuan mereka berdua,.


Bersambung🌻

__ADS_1


__ADS_2