
Shine kini telah menjabat sebagai ceo muda di perusahaan Valery, meski begitu dia tetap melanjutkan pendidikan nya meskipun hanya lewat kelas online, setidaknya dia masih bisa mendapatkan sertifikat kelulusan, dia tidak mau bergantung pada kekayaan keluarga, perusahaan jewelry yang di pimpin Devan juga semakin berjaya, perhiasan yang Shine buat,kini telah menjadi rebutan para keluarga kaya, bagaimana tidak batu permata yang shine gunakan selalu menggunakan bahan baku berkualitas, ketika dia sedang serius didepan layar tiba tiba dia kedatangan tamu tak di undang, dia adalah Sean, si pria dingin itu datang dengan senyum yang mengembang, dan hal itu membuat Shine merasa aneh,
"Selamat siang Shine, apa kau sibuk, aku ingin mengajakmu makan siang" ucap Sean,Shine berpikir sebentar lalu mengangguk tanda setuju, melihat hal itu Sean kembali bersemangat, setelah beberapa hari dia pergi keluar kota, baru hari ini dia bisa bertemu dengan Shine kembali, sementara Maxim tersenyum melihat sinar kebahagiaan di wajah tampan adik sekaligus tuan muda nya itu,
****
Sean membawa Shine ke sebuah restoran mewah milik nya, semua pelayan menatap kagum ke arah Sean dan Shine yang berjalan melewati mereka, kedua anak muda itu nampak serasi dengan wajah mereka yang rupawan,
"Selamat datang tuan muda, dan nona, silahkan masuk" sapa seorang pelayan, Shine menatap nya datar, sementara Sean hanya mengganggukan kepala
"Astaga , kedua orang besar ini dingin sekali" bathin pelayan itu, ketika Sean dan Shine baru duduk mereka di kejutkan oleh sebuah suara yang sangat mereka kenali
"Kakak Cantikkk"!!
Sean dan Shine menoleh, terlihat disana seorang pemuda memakai celana over all sambil memakan permen lolipop, dia adalah Marko, pemuda istimewa sahabat dari Sean,
" Mark, kamu disini? Dengan siapa"? Tanya Sean
"Kami membawanya kemari nak, dia ingin makan siang di resto mu, kebetulan sekali kalian ada disini" ucap Ayah Marko, ternyata ayah dan ibu marko yang membawa Marko kesana,
"Duduklah" ucap shine memerintahkan Marko untuk duduk bergabung sedangkan kedua orang tua marko memilih untuk duduk di tempat lain dan membiarkan para anak muda itu duduk bersama,
"Kakak, kemana topengmu, kamu cantik sekali kalau begini" ucap marko menyentuh kedua pipi Shine dengan lembut, bagaikan terbakar jenggot wajah Sean memerah, meskipun Marko tidak normal, dia tetaplah seorang pria dewasa pikir Sean, Shine dan Maxim melirik pemuda itu, rasanya ingin sekali mereka tertawa melihat ekspresi beruang besar tersebut,
"Makan yang benar Mark,nanti aku belikan kau mainan baru" bujuk Sean, dia benar benar tidak ingin Shine di sentuh oleh orang lain rupanya,
Setelah semua selesai, Marko kembali pulang bersama kedua orang tuanya, Sedangkan Sean, max dan Shine akan kembali ke kantor mereka masing, masing, namun Ada sesuatu hal yang mengganjal dalam pikiran Shine, dia yakin sebentar lagi akan bahaya yang datang pada mereka bertiga, dan benar saja, Dari arah samping sebuah mobil jeep berwarna hitam melaju dengan kencang, Shine yang memang sudah tau akan ada hal menghampiri nya sudah bersiap dengan segala kemungkinan yang akan terjadi,
"TIARAP" teriak Shine,
Sean dan Maxim segera tiarap dan mengeluarkan senjata dari saku mereka,
"Dorrrrr"
"PRANGGGGGGG"
Kaca restoran Milik Sean terkena tembakan dan pecah, seluruh karyawan terkejut dan berkumpul di suatu ruangan untuk menyelamatkan diri,
"Dorrrrrr"
__ADS_1
Shine merebut senjata milik Maxim dan menembaki ban mobil Jeep tersebut,
"Duaaarrrrr"
Berhasil, ban nya pecah, dan membuat mobil para penjahat itu oleng dan menabrak sebuah bangunan, empat orang pria berbaju hitam keluar dari dalam mobil tersebut, dan dalam sekejap Shine sudah berada di hadapan mereka dengan mata yang tajam dan sangat membara,
Empat pria itu kikuk, mereka saling lirik dan bulu kuduk mereka meremang seketika, saat menatap mata Shine yang begitu tajam,
"Hiaaaa"
"Bughhhhhhh"
Dalam satu kali tarikan nafas, salah satu pria itu dibanting ketanah bersamaan dengan suara tulang yang patah
"Krakkk"
"Arghhhhhh"
"Bughhhhhhhhhhh"
"Dorrrrr"
"Dorrrrr"
"Siapa Kalian"!! tanya Shine dengan nada yang Tajam,
" Pantang bagi kami untuk membocorkan rahasia klien" sahut salah satu dari mereka,
"Baiklah, Tangkap Mereka" ucap Shine melirik ke arah Sean, dan Maxim,
Dengan cepat Maxim menelpon P0lisi dan dalam hitungan menit, para aparat pun tiba di lokasi kejadian
"Plukkk, Plukkk" Shine menepuk nepuk tangan nya yang terkena debu,
"Nona, apa anda tidak ikut untuk mengintrogasi mereka"? Tanya Maxim
" Tidak, ini urusan kalian" ucap Shine berjalan menghindari Sean dan Maxim, sepertinya ada sesuatu yang sedang gadis itu sembunyikan, entahlah,
*******
__ADS_1
"Bughhhhhhhh"
"Bughhhhhhhhhh"
"KATAKAN BAJ*NGAN" teriak Maxim dengan amarah yang menggebu gebu, saat ini dia dan Sean sedang berada di kantor polisi dan mencoba untuk mengorek keterangan dari para penjahat itu, namun nihil, tidak ada satupun dari mereka menyerah dan memberitahu siapa tuan mereka, keempat penjahat itu terkapar dengan keadaan yang tragis, Sean benar benar tanpa ampun, dia memerintahkan Maxim untuk melakukan penyiksaan terhadap empat pria tersebut, begitulah kekejaman Sean dan Bawahan nya, mereka akan menjadi singa yang Buas ketika ketenangan mereka diusik oleh seseorang,
Sedangkan Shine dia sedang mengetuk ngetuk meja Ceo miliknya, dia melamun dan memikirkan sesuatu, lalu tiba tiba sebuah seringai kejam terbit dari bibir manisnya,
"Ternyata, kau ingin bermain main dengan ku tuan Waise"! Gumam Shine,
******
Malam telah tiba,Shine kembali ke kediaman vallery dengan badan yang terasa remuk, perkelahian tadi siang lumayan menguras tenaga nya, terlihat tuan John berjalan menghampiri cucu semata wayangnya itu,
" Sayang, kamu nampak lelah sekali hari ini"?
"Benar opa, banyak sekali hal yang harus aku selesaikan di kantor hari ini," sahut Shine tersenyum manis, senyuman nya itu hanya akan terbit di hadapan orang orang yang dia sayang saja, sudah lumayan lama semenjak dia menjadi seorang ceo muda Shine jarang pulang bertemu dengan Anna dan Felix, saat ini Ricko juga telah lulus dan menjadi seorang dokter ahli bedah seperti cita cita yang dia impikan selama ini, Kakak Angkat nya itu tidak ingin membuat sang adik kecewa, karena semua hal yang dia capai saat ini tidak pernah luput dari bantuan adik angkatnya yaitu Shine,
"Istirahatlah sayang, mandi air hangat dan turunlah untuk makan malam, hari ini oma memasak untuk mu" ucap nyonya Clarisa yang tiba tiba datang dari arah dapur,
"Hemm pasti enak seperti biasanya oma, baiklah, Aku naik dulu" ucap Shine berlalu pergi,
"Dia sangat mirip dengan Putra kita Ryan sayang" ucap Nyonya Clarisa memeluk suami nya,
******
"SIAL" umpat Waise di seberang sana,
"Kenapa selalu saja gagal"
"Brakkkkkkkkk"!!
Waise membalikkan meja kerjanya, semua barang berharga miliknya pun berhamburan di lantai, para pelayan yang mendengar keributan itupun langsung masuk untuk melihat apa yang terjadi,
"Tuan muda ada apa"? Tanya nya
" KALIAN BERESKAN SEMUA INI, JANGAN ADA SATUPUN YANG TERSISA" teriak Waise Frustasi, ternyata dia lah dalang dibalik penyerangan Sean, Shine dan Maxim hari ini, dia sangat mencintai Sean, dan dia tidak rela melihat Shine bisa begitu dekat dengan pria kesayangan nya,
Bersambung❣️
__ADS_1