Gadis Yatim Bermata Dewa

Gadis Yatim Bermata Dewa
Bangga


__ADS_3

Semua orang terdiam ketika Shine mengatakan bahwa dia memiliki Nomor seorang Sean Jorgh, namun Stone tidak percaya dan dia malah tersenyum mengejek gadis itu


"Ckk, kau pikir aku percaya dengan bualan mu itu, pembisnis besar sekelas tuan Sean tidak mungkin mengenal gadis sederhana sepertimu" ucap Stone


"Tuuuuuutt"


Shine benar benar menelpon Sean, jika kalian bertanya darimana Shine tau nomor Sean, maka jawaban nya adalah dia mer3tas d*ta Sean, karena penasaran dengan ucapan Devan yang mengatakan bahwa dia tidak pernah membawa satu gadis pun ke keluarganya dan itu adalah benar,


"Hmmm"


Sean sedang duduk di kantornya, dan tiba tiba saja dia mendapatkan video call dari orang yang dia kenal tapi betapa terkejutnya dia ketika tau, bahwa yang menghubungi nya adalah Shine, namun dia berpura pura saja untuk tidak perduli dan berlagak biasa saja


"Hallo tuan Sean" sapa Shine


"Hai, ada apa"? Tanya Sean dengan suara tegasnya


Stone terkejut,Itu benar adalah suara Sean, dia mulai gemetar sekarang


" Tuan Sean, coba anda lihat apakah jawaban saya semuanya benar"? Ucap Shine


"Benar, kenapa sampai bertanya seperti ini, bukankah ada gurumu di sana"? Tanya Sean datar


" Pak guru yang terhormat mengatakan bahwa jawaban saya di nomor tiga, lima, dan tujuh semua salah, tentu saja saya berpikir bahwa tuan Sean yang hebat tidak akan pernah membohongi seorang siswa seperti saya" ucap Shine


Hati Sean berbunga bunga, ketika dia di puji oleh Shine, dia langsung menetralkan lagi ekspresinya yang sempat tidak bisa di kontrol tadi


"Tuan stone, saya tunggu surat pengunduran diri anda" ucap Sean dingin


Shine menyeringai melihat guru killer itu menghapus keringat di keningnya


"Terimakasih tuan Sean" ucap Shine menutup telpon nya


Di seberang sana Sean tersenyum, ternyata Shine gadis yang cukup menyenangkan, mereka memiliki sifat yang sama, yaitu menyerang mental lawan secara langsung, dan dia juga merasa bangga karena Shine mau mengandalkannya, kakeknya benar, Shine adalah gadis yang berbeda dari gadis yang pernah dia temui sebelumnya


"Yow tuan muda anda sedang apa"? Sapa Rudolf, ternyata dia datang membawa Waise dan juga Marko

__ADS_1


" Wah, bukankah itu wajah kakak baik ya, ternyata kaka Sean menyimpan foto kakak baik" celetuk marko


Sean langsung menurunkan ponselnya, dia lupa bahwa dia sedang memandangi foto Shine ketika menjadi lili,


"Wah, apakah mungkin tuan muda kita sedang jatuh cinta, bersiaplah mark, kita akan memiliki kakak ipar" sambung Rudolf


Waise menatap mata Sean, dan Sean hanya acuh tak acuh kepadanya


"Siapa dia"? Tanya Waise datar


" Bukan urusan mu" ucap Sean


"Hemm sudahlah, kami kesini hanya ingin mengajak mu untuk makan siang bersama, bagaimana"? Tanya Rudolf mencairkan suasana, karena jika terus di biarkan keadaan akan semakin tegang, Rudolf memegang satu rahasia yang Waise miliki, dan Sean tidak mengetahui nya, dan kejadian itu sudah bertahun tahun lama nya


" Aku harus mencari tau, gadis mana yang dia sukai"


...****************...


Shine sudah selesai dengan pelajaran nya, dan dia sudah bersiap untuk pulang, hari ini dia ada janji temu dengan Devan, mereka akan memotong beberapa bahan mentah yang berisi batu permata, karna Shine harus sekolah, jadi Devan mengirimkan semua Foto bahan mana yang harus di beli dan Shine yang memilihnya, dan tidak tanggung tanggung, kali ini mereka menemukan batu berisi permata dalam jumlah yang sangat banyak,


"Kurasa aku akan kalah saing, dengan lugas dia bisa menjawab semua pertanyaan pak Stone" ucap Bilie


"Tidak, pantang bagiku untuk melakukan hal serendah itu" ucap Bilie tak setuju, dia tidak bisa melakukan hal itu, karena memang tak baik


Sementara itu Shine sudah masuk kedalam mobil Devan, pertama mereka pergi menuju Bank terdekat untuk menyuntikan D4na untuk perusahaan Felix yang baru, perusahaan itu semakin lama, semakin berkembang di tangan Felix, salon milik ana Juga sudah mulai ramai pengunjung,


"Felix" panggil seorang pria paruh baya, ketika melihat adiknya Felix


"Ya, selamat datang" ucap Felix


"Kau direkturnya"? Tanya nya tak percaya


" Benar kak, kenapa aku harus berbohong, bukankah karyawan ku sudah memberitahu mu" ucap Felix tersenyum


Dia adalah kakak kandung Felix, yang pertama, namanya leo, sedangkan kakak keduanya adalah wanita yang bernama Sima, mereka selalu mengucilkan Felix dan Ana, karena mereka hidup di desa

__ADS_1


Adapun orang tua Felix tinggal ibunya yang bernama Amrita, dia juga sama sekali tidak pernah menanyakan kabar Felix dan Ana, dia hanya menyayangi kedua anak nya yang sukses saja, Ricko kecil pun tidak pernah di sayangi oleh nenek nya seperti para sepupunya yang lain,


"Lama tak jumpa kau sudah sukses ternyata, pulanglah Fel, ibu sudah sakit sakitan sekarang" ucap Leo


"Dulu waktu aku masih susah, kalian kemana saja, kalian tidak perduli pada kami" sindir Felix


Leo merasa kikuk, mendengar jawaban Felix yang ambigu


"Ah, mari lupakan masa lalu, aku yakin ibu merasa senang ketika melihatmu sukses" ucap Leo lagi, sedangkan Felix sudah malas untuk menyahut lagi karena dia tau kakak nya sedang merencanakan sesuatu.


...****************...


Shine dan Devan sudah selesai memotong semua bahan, separuh permata di simpan untuk dijual dan yang separuh akan di gunakan untuk dijadikan perhiasan, setelah selesai, Shine pun kembali ke rumah nya


Ketika dia sampai di rumah, Shine di suguhkan pemandangan yang tidak mengenakan, ibu nya Ana sedang menangis sambil mendengarkan telpon dari seseorang, Shine paling tidak senang melihat ibunya yang baik itu bersedih, dengan cepat dia merebut telpon dari tangan ibunya


"Kamu dasar menantu durhaka, sudah sukses tidak pernah mendatangi aku yang sudah tua ini, tanpa ku suami mu itu bukan lah apa apa" ucap ibu mertua Ana yang bernama amber


"Lalu ketika orang tuaku miskin, kalian kemana saja, bahkan kalian tidak ada walaupun sekedar untuk menanyakan kabar" ucap Shine dingin


"Kau siapa hah" bentak Amber


"Aku putri bungsu ibuku, kenapa"? Tanya Shine


" dasar anak kurang Aj*r ternyata begini didikan yang"


"tuuutttt"


Shine langsung menutup telpob nya sebelah pihak, karena jika dia terus mendengarkan dia takut mereka akan bertengkar


"Ada apa bu, kenapa ibu marah marah"? Tanya Amrita,


" istri Felix, si Ana itu benar benar menantu kurang aj*r, dan anaknya juga yang bungsu sama sama menyebalkan" ucap Amber


"Sabar bu, jangan marah, nanti darahmu naik, Ana memang seperti itu, dia lupa bahwa dia menikahi Felix adikku, harta mereka tentu saja adalah milik ibu juga" ucap Amrita menghasut ibu nya

__ADS_1


Usaha dia dan suaminya sedang merosot, karena itu dia tidak mau menerima kenyataan bahwa, adiknya dan iparnya dalam keadaan lebih baik dari pada dirinya, belum lagi ibunya yang sakit sakitan, mereka harus mengeluarkan uang untuk mengobati penyakit tua ibunya itu, belum lagi biaya Anak anak nya yang lain, Amrita dan Leo sudah hampir menyerah dengan biaya yang harus di keluarkan untuk ibunya itu, dan ketika mendengar bahwa Felix memiliki perusahaan yang sukses, dia langsung terkejut dan mulai mencari cara agar bisa menyerahkan ibunya kepada Felix.


Bersambung~🌻


__ADS_2