
Shine mengelus punggung ibunya yang masih bergetar karena menangis, dan saat itu Ricko juga baru kembali dari sekolahnya, dia heran melihat keadaan ibu dan adiknya saat ini
"Ibu kenapa"? Tanya Ricko
" Nenek tiba tiba menelpon, mungkin paman, mendengar bahwa ayah sudah memiliki perusahaan nya sendiri, karena itulah dia tiba tiba menelpon, tapi bukan nya menanyakan kabar ibu, nenek malah memaki ibu dengan sebutan menantu durhaka" ucap Shine
"Hem, aku masih ingat, dulu waktu ayah dan ibu susah, mereka bahkan sangat membenci kami ketika kami berkunjung kesana, kenapa sekarang tiba tiba menelpon" ucap Ricko
"Sudah bu, ayo masuk kedalam kamarmu" ajak Shine pada ibunya, Ana pun menyeka air mata nya, dia menyesal karena telah terlihat lemah di hadapan anak anak nya.
Dua hari kemudian, ibu mertua Ana, yaitu Amber benar benar datang ke kediaman mewah mereka, sepertinya paman Shine yang bernama Leo itu mencari tau tentang kehidupan Felix yang sekarang
"Wah, kau hebat sekali Felix, rumahmu sebesar ini, tapi kau sama sekali tidak pernah pulang dan menengok ibumu" ucap Amber sinis
"Apa ibu ingat, saat terakhir kali kami menengokmu, kamu mengusir kami dan mengatakan bahwa kami tidak pulang pun tidak akan berpengaruh pada kehidupan mu" ucap Felix
Mata Amber memicing, dia melihat ada Ana, Ricko dan Gadis bertopeng
"Cih, apakah ini putri bungsumu" ucap Amber seraya ingin menarik topeng Shine
"Jangan sentuh" ucap Shine dingin
"inikah hasil didikan kalian"? ucap Amber menatap nyalang ke arah Ana dan Felix
" Sudahlah bu, duduk saja dulu, shine memiliki bekas luka di wajahnya, karena itulah dia memakai penutup wajah" ucap Felix menjelaskan
"Oh, ternyata dia malu karena jelek" ucap Amber sinis
".... " Shine hanya diam dan tidak perduli lagi, dan memutuskan untuk pergi meninggalkan nenek nya sebelum dia merasa emosi kembali
"Ajari anakmu dengan benar Ana, dia sedikit kurang aj*r"
Ana hanya bisa mengangguk pasrah mendengar ucapan pedas ibu mertuanya, karena percuma saja dia membela diri pada akhirnya akan salah juga
...****************...
Shine pun memutuskan untuk keluar dari rumah dan mencari angin, dan secara kebetulan dia bertemu dengan Sean yang mengalami pecah ban di jalan raya sekitar rumah Shine
"Hei" sapa Sean
Shine melirik lalu berjalan mendekat ke arah Sean
__ADS_1
"Mau pergi kemana"? Tanya Sean berbasa basi, entah kenapa tiba tiba dia merasa grogi ketika berdekatan dengan Shine, padahal awalnya tidak
" Mencari angin, rumahku sendiri seperti neraka Huft" Shine membuang nafas kasar
"Tuan muda, mobil sudah selesai diperbaiki,dan sudah bisa di gunakan kembali" lapor Max
"Ayo ikut" ajak Sean
Max terkejut, ada angin apa hari ini, tuannya tiba tiba mau mengajak orang lain selain ibunya untuk menaiki mobil kesayangan nya
Shine tidak menolak, dia sendiri juga terlihat aneh hari ini, entah apa yang sedang mereka berdua pikirkan
"Kita sarapan di cafe biasa max" ucap Sean,
Beberapa menit kemudian, mereka sampai di sebuah cafe yang biasa Sean singgahi, lalu memesan menu yang akan mereka makan untuk sarapan,
Shine hanya memakan roti panggang selai coklat yang terkenal nikmat di cafe itu, lagipula coklat juga memang makanan favoritnya, lalu dia tidak sadar, selai coklat yang dia makan mengenai pipi nya, dan Sean juga reflek membersihkan pipi Shine hanya dengan menggunakan tangan nya, tanpa tisu
Mata tajam Shine menatap ke arah Sean,sejenak mereka saling pandang, sedangkan Max menatap tak percaya ke arah tuan muda nya yang berani bersentuhan langsung dengan seorang perempuan, dan lebih anehnya dia tidak menunjukan reaksi seperti biasanya,
"Ah maaf" ucap Sean kikuk
"Jantung sial4n" bathin Shine merutuki dirinya sendiri
"Max, sepertinya aku sembuh, ayo kita ke rumah sakit" ucap Sean bersemangat
Shine hanya diam dan tidak mengerti, apa maksud dari perkataan Sean
"Maaf nona, kami harus meninggalkan anda disini, makanannya sudah di bayarkan oleh tuan muda" ucap Maxim, dan Shine hanya mengangguk sebagai jawaban
...........
Sean dan Max, telah sampai di rumah sakit, mereka langsung berjalan masuk menuju ruangan Tony Sahabatnya
"Ton, periksa aku, sepertinya aku telah sembuh dari alergi wanita" ucap Sean
Tony terkejut, penyakit langka itu sangat sulit untuk di sembuhkan, dia merasa heran kenapa Sean tiba tiba datang dan mengatakan bahwa dia telah sembuh
"Baiklah Suster masuk lah'' ucap Tony
Seorang suster masuk, dan matanya langsung berbinar ketika melihat ada seorang pembisnis besar disana
__ADS_1
" Ada apa dok"? Tanya nya malu malu
"Coba sentuh tangan nya" ucap Tony menunjuk tangan Sean yang putih
Suster itu gemetar tidak berani, karena dia sering mendengar tentang Sean yang alergi terhadap perempuan
"Saya tidak berani" ucap suster tersebut menolak
"Sentuh saja" ucap Sean menyodorkan tangan nya
Dengan pelan Suster itu mengulurkan tangan nya, dan menyentuh tangan Sean yang halus dan dingin itu
Awalnya Sean biasa saja, namun tiba tiba kepalanya sakit, kulitnya terasa panas dan wajahnya berubah panas karena sesak nafas
"Suster, panggilkan dokter paul" ucap Tony langsung memberikan pertolongan pertama kepada Sean, Paul yang di panggilpun segera berlari ke ruangan Tony, dan langsung membantunya memasang beberapa alat media di tubuh Sean
"Apakah dia bersentuhan lagi dengan wanita"? Tanya Paul
" Iya, tuan muda kira, dia sudah sembuh, karena tidak merasakan reaksi apapun saat menyentuh nona Shine" ucap Maxim
"APA"!! Teriak Tony dan Paul bersamaan
" iya, tadi kami sarapan bersama di sebuah cafe lalu, tuan menyeka noda di wajah nona Shine, lalu dia tidak mengalami gejala apapun, lalu tiba tiba, tuan muda mengajak saya untuk kemari melakukan pemeriksaan, karena beliau pikir bahwa beliau sudah sembuh, namun ternyata tidak" ucap maxim menjelaskan
mendengar penjelasan Maxim, Tony pun langsung merogoh ponselnya untuk menghubungi Shine
"Hallo, Shine, datanglah ke rumah sakit, kakak tunggu" ucap Tony menelpon Shine
Tak lama kemudian Shine datang menghampiri Tony, dan disana dia melihat Sean yang terbaring dengan alat bantu oksigen, keningnya mengernyit, pasalnya tadi dia baik baik saja, lalu kenapa tiba tiba dia menjadi seperti itu
"Shine, sepertinya hanya bersentuhan dengan mu saja Sean tidak merasakan apa apa, dia seperti itu karena dia bersentuhan dengan seorang suster" ucap Tony
Shine menatap tak percaya, tapi memang itulah kenyataan nya, ketika dia mencari tau tentang Sean pun, di sana memang sudah tertulis bahwa Sean, alergi terhadap perempuan selain ibunya sendiri Jane jorgh Jordy, dan kini bertambah dirinya yang tidak akan memberikan efek ketika bersentuhan dengan Sean
"Huft,lalu kenapa kau memanggilku"? Tanya Shine datar
" Bisakah kau membuatnya sembuh, biar ku ceritakan sedikit tentang Sean" ucap Tony,
Lalu dia pun menceritakan masa lalu Sean,tak lupa juga Tony mengatakan bahwa Sean juga sempat terpuruk karena dikira lelaki yang tidak normal, tanpa mereka sadari, dari tadi Sean mendengarkan pembicaraan mereka, keadaannya sudah lebih baik, apalagi saat melihat gadis itu berada di sana, dan baru kali ini Sean setuju, Tony menceritakan masalalu nya kepada orang lain.
Bersambung~🌻
__ADS_1