
Sean telah dinyatakan sembuh dan dia kini bekerja kembali di perusahaan nya, sedangkan Maxim pria itu sedang sibuk mengurus sedikit masalah yang terjadi selama Sean dan dia tidak berada di perusahaan,
"Tok, tok"
"Masuk" ucap Sean
"Hai tampan"?
Sean mengernyit, menggelikan sekali sahabat nya itu, ya yang datang adalah sahabatnya Rudolf, dia datang untuk menjalin kerjasama dengan Perusahaan Sean,
" Ada apa kau kemari"? Tanya Sean datar
"Ayolah bro, aku ingin bekerja sama denganmu, kudengar proyek batu bara mu sangat maju, " ucap Rudolf menyodorkan kertas kontrak miliknya,
Sean membaca proposal milik Rudolf dan melihat kinerja Rudolf selama memimpin
"Wah, tak kusangka kau pandai dalam hal ini" puji Sean
"Oh ya, apa kau ada waktu"? tanya Rudolf serius
" Waktuku banyak" ucap Sean singkat
"Tentang Waise"!? Ucap rudolf ragu
" Ada apa,katakan"?
"Dia, dia menyelidiki gadis yang kau suka" ucap Rudolf
"Apa, "??
" Ya, dia tergila gila padamu Se"!
"Gila, aku masih normal" ucap Sean tak habis pikir
"Sudah lama dia mengejarmu, kurasa dia akan menggila jika kau punya pacar" ucap Rudolf khawatir,
Sean menekan kepalanya yang tak sakit, pantas saja pemuda itu sangat posesif kepadanya, ternyata dia itu tidak normal, pikir Sean mengingat masa masa dia kuliah,
"Berhati hatilah Se, aku khawatir pada orang yang sedang kau kejar" ucap Rudolf lagi
"Terimakasih kau sudah memberitahuku, baiklah ini imbalan nya" ucap Sean menandatangani kontrak yang Rudolf ajukan padanya,
"Thanks Bro, aku akan berkerja dengan baik padamu" ucap Rudolf meninggalkan ruangan Sean, sementara Sean itu terus mengumpati kekonyolan Waise yang memiliki perasaan lebih padanya,
Lain hal dengan Shine, dia sedang meregangkan otot dan duduk di depan layar komputer, dia memutuskan untuk mengikuti kelas online, dia terlalu malas untuk pergi ke sekolah, karena otaknya sudah cerdas dan tidak butuh lagi materi materi pelajaran itu, yang sedang dia pikirkan sekarang adalah untuk terus mengembangkan usaha nya,
Devan membangun sebuah perusahaan perhiasan yang di beri nama Beauty Shine jewelry, tempat batu batu permata langka dan indah buruan para wanita sosialita, perlahan namun pasti dia terus mengembangkan perusahaan tersebut,
"Bosan"! Gumam Shine, lalu diapun memutuskan untuk pergi ke tempat joana dan jesi di tahan, dia ingin mengejutkan kedua orang itu,
" Kau mau kemana gadis kecil"? Tanya salah satu petugas
"Menemui ibu tiriku Joana" ucap nya dingin
Petugas itu pun mengantarkan Shine kedalam, jesi dan joana mengernyit, kenapa gadis bertopeng itu datang menemui mereka pikirnya,
"Hai, ibu tiri" sapa Shine
"APA MAKSUDMU BOCAH ANEH"? Bentak Joana
" Kuharap kalian menikmati hidup mewah kalian di hotel bintang sembilan ini haha" ejek Shine
"Awas kau, tunggu kami keluar dari sini akan ku b*nuh kau" maki Jesica
"Apa kalian tidak penasaran siapa aku"?
" Kami tau, kau gadis buruk rupa yang hidup melarat dan meminta belas kasihan dari orang lain puiiihhh" ucap Joana meludahi Shine
__ADS_1
"AKU, HYUNA SHINE VALLERY" ucap Shine dingin
Tubuh joana dan Jesica bergetar mendengar nama itu, dan nada mencekam yang di ucapkan Shine terasa menguliti mereka hidup hidup
"Ka, kau, masih hi, hidup"? Tanya joana terbata bata,
"Ya, lalu kalian pikir siapa yang membuat kalian masuk kedalam sini, hahah"!
" SIAL4N KAU ANAK KUR4NG AJAR KENAPA KAU TIDAK MAT1 SAJA DALAM KEBAKARAN ITU HAHH"!! Teriak Joana meledak ledak
Shine merekam semua pembicaraan mereka untuk memberatkan hukuman Joana dan Jesica
"Oh jadi kau mengakui nya, kau membiarkan aku terkunci di dalam kamar dan terbakar bersama api, tapi sayang kejahatan tidak akan pernah menang" tekan Shine
"hahahahaha, Ya, aku membenci kau dan ibumu, aku sangat mencintai Ryan, tapi ibumu telah merebutnya dariku, dia pantas mat*"!!! Ucap joana tertawa seperti orang gil4, sepertinya dia mulai tak waras, lalu dia menyiks4 jesica,menjambak nya dan menamparnya karena marah,
" HEY ADA APA RIBUT RIBUT"! Tegur petugas, lalu dia pun memisahkan Joana dan Jesica
"Ehmm Apa kau sudah puas membuatku haancur Shine, kenapa kau tidak mat* saja si4l" teriak Jesica
Shine tersenyum dan pergi dengan santai, dia sangat puas melihat Joana yang sudah mulai mengalami gangguan jiwa,
...****************...
Beralih pada Ricko pemuda itu sangat giat bekerja, dia mulai melakukan percobaan untuk meracik obat penghilang bekas luka, dia benar benar ingin menyembuhkan luka di wajah adik nya, dia ingin melihat Shine hidup normal tanpa menggunakan topeng lagi,
"Wussshhhh"
Asap mengepul ketika Ricko mencampurkan satu bahan ke bahan yang lainnya,
"Krakkkk"
"Yaaa, gagal lagi"! Ucap nya lesu
" Sabar kawan, kau pasti bisa" ucap Teman satu tim Ricko, namanya Keanu
"Aku sudah beberapa kali mencoba tapi selalu gagal, kadang aku ingin menyerah" keluh Ricko
"Kau benar, baiklah akan kucoba lagi" ucap Ricko kembali bersemangat,lalu tiba tiba ponselnya berdering, dan itu adalah telpon dari Ana ibu nya
"Hallo bu"? Ricko
" Hallo nak, cepatlah pulang, ibu kesepian, Shine tidak pulang malam ini dia ada keperluan dengan paman nya, jadi dia menginap disana" Ana
"Oh, baiklah bu, aku akan segera pulang" ucap Ricko dan memutuskan panggilan
"Ada apa bro"? Tanya Keanu
" Ibuku menyuruhku untuk cepat pulang, aku duluan ya bro"! ucap Ricko pamit, lalu diapun berjalan menuju tempat mobilnya parkir,
...****************...
Shine pergi ke mansion Devan, dia ingin mendiskusi kan sesuatu dengan nya, dan kebetulan Devan sedang berada di rumahnya
"Hai, gadis kaku tumben kemari malam malam"? Tanya Devan
" Hemm"
"..... "?
Devan kikuk, seperti biasa gadis itu duduk tanpa ekspresi dan juga suara
" Apakah bahan masih ada"?
"Sudah habis terpakai, baru saja paman ingin menelpon mu, ternyata Ceo kita sudah datang duluan" goda Devan
"..... "?
__ADS_1
Shine masih duduk diam dan tak bersuara
" Aissshh, gadis ini" ! Desis Devan
"Besok kita cari ke kota Rise, disana banyak bahan baku mentah, tapi harga nya sedikit mahal dari yang lain" ucap Devan memulai pembahasan
"Oke"!! Ucap shine singkat dan pergi begitu saja
Devan memijat kepalanya, kenapa dia bisa mengenal gadis yang sedingin es seperti Shine pikirnya, sangat menjengkelkan dan sangat menguji kesabaran,
Shine kembali melajukan motor nya, saat di perjalanan dia melihat seorang gadis sedang di paksa untuk masuk kedalam sebuah mobil dan Shine seperti mengenal gadis tersebut,
Matanya langsung menajam, ternyata itu adalah sahabatnya Mery, dia sedang di culik oleh seseorang,
Shine terus melajukan motor sportnya dan mengikuti kemana arah mobil itu pergi,
" SI4L ADA YANG MENGEJAR KITA" ucap si pengendara
"Brummmmm"
"Brakkkkk"
"Brakkkkk"
Shine menabrak body mobil itu sampai menepi dan membuat para penculik itu turun, ada sekitar empat pria di sana,
"Hey siapa kau"! Tanya nya
Shine membuka Helm nya dan menatap mereka tajam,
" BANYAK BICARA" desis Shine dan melompat menendang mereka berempat
"Bugghhhh"
"Buggghhhh"
"Srettt"
"Sraakkkkkk"
Salah satu penc*lik itu membawa senjata tajam dan berhasil melukai tangan Shine
"Ssstt" Shine mendesis luka nya lumayan menyakitkan, dan darah mulai bercucuran
Matanya tajam dan berkobar bagaikan ada sebuah bara api di dalam nya, dia benci luka dan dia benci kejahatan,
"Tak, tak, tak"
"Syuutttt"
"Brakkkkkkkkk"
Shine melesat tanpa jeda, dia merebut pisau itu dan membuat urat leher mereka berempat putus dalam hitungan menit,
"Brukkkk"
"Bruuukkkk"
Keempat pria itu pun meregang nyawa dengan cepat Shine melepaskan tali ikatan Mery
"S, Shine, hiksss hiksss, terima kasih kau sudah menyelamatkan ku,aku takut Shine" ucap mery menangis dan memeluk Shine
"Jangan menangis, ayo bawa aku ke rumah sakit, tanganku terluka" ucap Shine datar
Mata Mery membola, lalu dengan cepat mery membawa motor sport Shine dan membawa sahabatnya itu ke arah rumah sakit,.
...****************...
__ADS_1
Happy Reading 😍
Terima kasih buat kalian yang sabar menunggu, love you 🥰🥰