
Shine saat ini sedang duduk dengan keluarganya, Ricko juga baru kembali dari tempat kerjanya, mereka sedang berbicara hal yang serius
"Sudah di tentukan karena Ayah menguasai bidang properti, maka aku akan mendirikan perusahaan untuk ayah kelola nanti" ucap Shine, Sementara ibu Shine akan membuka sebuah salon agar ibu tidak bosan di rumah" ucap Shine
"Dan kau kak, kau keluar dari tempat kerjamu, belajarlah dengan giat setelah lulus sekolah kau akan ku kirim ke luar negri untuk kuliah" ucap Shine
"Tidak, aku ingin disini bersama kalian" ucap Ricko
"Jangan membuatku kecewa kak, aku ingin yang terbaik setelah lulus kau bisa menjadi presdir menggantikan ayah di perusahaan mu sendiri, biar ayah dan ibu menghabiskan masa tua nya di rumah, kita anak anak nya harus menjadi sukses" ucap Shine bijak
"Yang di katakan adikmu benar adanya, kalian masih seorang pelajar, belajarlah dengan baik selama ayah dan ibu masih mampu, kalian raihlah cita cita kalian sendiri" ucap Felix
"Besok kita beli kendaraaan, satu mobil untuk ayah dan ibu, Dua motor untuk kita berdua kak, kita jual rumah ini dan beli rumah baru di kota, agar tidak jauh dari sekolah" ucap Shine, lalu mereka pun setuju, menolak pun tidak ada guna nya, Shine adalah Shine ,gadis cantik yang bersikap keras jadi mereka setuju saja atas usulan Shine.
Keesokan hari nya shine masih cuti sekolah, besok baru dia akan berangkat sekolah lagi, begitu juga Ricko, dia membantu ayah dan ibunya untuk pindah dulu ke apartemen sebelum mereka menemukan rumah yang cocok untuk mereka tinggali
"Dimana perumahan paling bagus di kota ini"? Tanya Shine pada kakak nya
" Setahuku di perumahan Star home lah yang paling bagus, tapi disana harga nya sangat mahal mungkin akan menghabiskan sampai milyaran dollar" ucap Ricko
Shine hanya tersenyum miring, dua puluh milyar pun dia pasti mampu membelinya
"Ayo kesana" ucap Shine singkat
"Apa, kau tidak bercanda kan Shine, mana mungkin kau mampu membeli rumah di daerah sana" ucap Ricko
"Jika tidak pergi, maka kau tidak akan tau' ucap Shine
" Shine dan Ricko pergi menggunakan taxi, karena mobil dan motor yang mereka pesan, baru akan sampai nanti sore, tiba tiba ponsel Shine berdering, dan di sana bertuliskan nama Devan, Shine pun langsung menerima telpon nya
"Hallo"
" Paman sudah mengirimkan uang lima ratus milyar ke dalam kartumu, itu adalah hasil penjualan dari bahan yang paman potong hari ini, sisa batu delima, sesuai keinginan mu, paman sudah menyuruh tukang untuk membuatkan empat set perhiasan"
"Baik terimakasih paman" ucap Shine menutup telpon nya, senyumnya semakin berkembang, uang yang baru saja masuk akan dia gunakan untuk membeli rumah beserta isinya
Satu jam kemudian mereka turun dari taksi dan memasuki sebuah gedung tempat di buatnya kesepakatan dalam pembelian
__ADS_1
"Ada pelanggan datang" ucap seorang Wanita
"Cih mereka masih anak anak, dan lihatlah penampilan nya yang kampungan" ucap yang lain nya
Shine mendengar itu namun dia tidak perduli dan terus masuk
"Selamat siang'' ucap nya ketus
" Aku mika ada yang bisa di bantu"
"Kami ingin membeli rumah di wilayah Star Home" ucap Ricko
"Hhahaha kalian bercanda ya, lihat penampilan kalian ini, dekil dan bau, jika kalian butuh rumah kalian tinggal saja di perumahan Low home" ucapnya menunjuk gambar salah satu perumahan paling murah
"Apa begini cara kalian melayani costumer"? Tanya Shine dingin
"Wow, prok, prok, prok, luar biasa sekali nada bicara mu ini anak kecil" ucap mika sinis
"Ricci, kau saja yang layani membuang waktu ku saja" ucap Mika pergi melayani pelanggan yang lain, terlihat di sana seorang pria yang memakai jas hitam langsung di layani dengan baik oleh mika
Ricko hanya bisa mengelus dada sabar melihat kelakuan resepsionis itu, sedangkan Ricci, dia datang dengan senyuman yang mengembang, dia adalah karyawan baru dan ini pertama kalinya dia melayani pelanggan jadi dia akan melakukan nya sebaik mungkin
Shine melihat Ricci menggunakan mata kanan nya, dia melihat aura yang penuh dengan hal positif pada diri Ricci, dan dia beruntung karena dia yang akan menjadi pemandu Shine dalam pembelian rumah ini
" Tunjukan pada kami rumah terbagus di wilayah Star home" ucap Shine
Tanpa ragu Ricci langsung menunjukan gambar rumah siap huni di daerah yang Shine tanyakan,
"Rumah bernuansa aestetic ini bernilai seratus milyar dollar" ucap Ricci
"Shine, kita beli yang murah saja" bisik Ricko
"Hahah, kita lihat apa yang akan di lakukan dua bocah ini setelah mengetahui harga rumah itu, masih berlagak kaya atau akan berlari ketakutan mendengar harganya" ucap Mika sinis
"Kalian lihat pelangganku tadi dalam sekejap dia sudah memberikan pembayaran separuh dari harga rumahnya, dan bonusku akan langsung cair " ucap Mika sombong
"Cih, belum lunas ternyata" ejek Shine
__ADS_1
Mata Mika melotot dia tidak percaya Shine bisa mengejek orang kaya yang baru saja dia layani
" Kak tunjukan rumah nomor satu di Star Home" ucap Shine
Ricci mengambil buku nya dan langsung memperlihatkan nya, dia benar benar baik dia tidak menganggap remeh kepada Shine dan Ricko dia bekerja benar benar dari hati
"Untuk apa kau melayani mereka, bod0h sekali" ucap Mika merebut gambar yang Ricci bawakan untuk Shine
"Hentikan" teriak Shine murka dia sudah tidak bisa mentolelir wanita itu lagi
"Panggilkan manager kalian, cepat" ucap Shine
Teriakan Shine membuat yang lainnya gemetaran, tatapan tajam nya seakan menguliti mereka hidup hidup
"Jangan mengelak ketika anda mendapat kemarahan adiku nona, anda sudah berani mengusiknya" ucap Ricko menyeringai
Mika tetap berpura pura tidak perduli walaupun hatinya sudah berfirasat buruk,
Kebetulan sekali, Maxim datang kesana, dia datang untuk mengambil data penjualan bulan ini, dia melihat kearah kerumunan, karena penasaran, dia pun datang untuk melihat
"Ada apa ini" tanya Max
"Selamat datang tuan wakil direktur" sapa mereka kecuali Shine dan Ricko
Mata Max melirik ke arah Shine dan ricko, dia ingat gadis remaja itu adalah orang yang pernah ditabrak oleh Tuan mudanya
"Ada apa nona"? Tanya Max
" Apa kau pemilik gedung ini"? Tanya Shine dingin
Bulu kuduk Maxim berdiri, nada bicara Shine lebih menusuk ke tulang di banding tuan muda nya, sehingga membuat Max menelan ludah nya kasar
"Saya wakil direktur, gedung ini milik tuan muda Sean Jorgh Jordy" ucap Max
"Ah ternyata disini juga ada tuan maxim, selamat datang tuan" sapa manager gedung penjualan itu
Mata Shine melirik tajam kearah sang manager, dan membuat pria gendut itu terdiam kaku, melihat tatapan mata Shine yang tajam.
__ADS_1
Bersambung~🌻