Gadis Yatim Bermata Dewa

Gadis Yatim Bermata Dewa
Gadis es


__ADS_3

Semua mata menatap aneh kearah Shine yang hanya mengucapkan satu ucapan saja, tanpa ada nama belakang ataupun marga dan yang paling menakjubkan adalah tidak ada expresi yang dia tunjukan ketika sedang mengenalkan diri


"Ehemm, baiklah Shine kamu boleh duduk di dekat Mery di sebelah sana ya" ucap pak Ryno menetralkan suasana


Shine pun berjalan menuju bangku baris ke empat, disana duduk gadis polos berkacamata bulat, Shine melihat ada energi berwarna pink pada diri gadis itu, yang artinya gadis itu sangat pemalu dan berhati baik


"Hai, bo, boleh kah kita ber, berkenalan"? Tanya mery gugup


Shine mengulurkan tangan nya dan memperkenalkan diri


" Shine santana" ucapnya lembut namun masih tanpa ekspresi


Mata merry berbinar, ternyata Shine tidak seburuk yang dia kira


"Namaku Merry clare, senang berkenalan denganmu Shine, namamu bagus sekali" ucap Mery senang


Seperti biasa Shine hanya akan tersenyum tipis, karena menurutnya manusia yang polos dan baik hati sudah jarang ada di dunia ini


Shine pun mulai Fokus belajar dan terus memperhatikan pelajaran nya,


Dua jam telah berlalu, sudah waktunya para siswa beristirahat untuk makan siang, konon katanya pemilik sekolah tidak membedakan kantin untuk siswa, jadi yang umum maupun jalur beasiswa tetap bisa menikmati makanan di kantin yang sama, namun bedanya ada yang bayar dan juga ada yang gratis, anak anak orang kaya biasanya akan gengsi untuk makan siang gratis jadi mereka lebih memilih untuk membeli makanan yang berbayar


Shine berjalan menuju kantin gratis, meskipun Felix memberikannya uang jajan namun Shine lebih memilih untuk menabung, daripada menghamburkan uang


"Hey, jangan kesana, kalau kau tak punya uang, aku akan mentraktirmu" ucap Mery menarik tangan Shine


"Ishh Lihatlah teman teman, sudah datang lagi manusia aneh di kelas rendah , lihat lah mereka berdua memang cocok untuk berteman, yang satu Nerd dan yang satunya lagi monster, masa di zaman seperti ini masih memakai topeng kampungan sekali" ucap salah satu siswa yang rambutnya merah menyala


"...... "


Shine hanya diam dan menatapnya datar, energi gadis dihadapannya sangat hitam, sudah dipastikan dia adalah seorang gadis yang sangat jahat


Sedangkan Merry, dia menunduk takut dia sudah terbiasa di bully karena penampilannya yang norak


Shine tidak perduli dan menarik tangan Mery untuk masuk kedalam kantin


"Woaah selain aneh, dia juga tuli rupanya hahaha" ucap Sevia tertawa hambar dia kikuk karena baru kali ini ada seseorang yang di bully namun wajahnya hanya datar dan dingin


"Kamu hebat Shine, kamu tidak gugup saat dia membullymu, aku suka" ucap Mery, Shine dan mery sudah selesai membayar dan mencari kursi yang kosong, dan mereka mendapatkan meja paling ujung


Seperti biasa, banyak siswa yang melihat Shine dan merry ketika mereka melewati lautan siswa disana

__ADS_1


"Aaargghhhh lihat itu mereka tampan sekali"


Suara ricuh terdengar ketika ada enam siswa Famous yang masuk kedalam ruang kantin


"Wahh, kak bilie semakin hari semakin tampan saja" ucap merry menatap gerombolan para pria tampan


Shine melirik sedikit, ada berbagai energi di dalam tubuh para pemuda itu, namun mereka tidak pernah pandang orang dan lumayan baik, jadi shine tidak perduli selama tidak ada yang mengganggu dia dan teman nya merry


"Ayo makan yang banyak Shine lihat lah tubuhmu itu mungil sekali, kau harus tumbuh dengan baik" ucap Merry memberikan beberapa makanan nya untuk shine


Shine hanya diam saja dia melihat betapa tulus nya merry dalam berteman,dan sepertinya yang menjadi teman merry hanya dirinya saja karena dilihat dari segi penampilan merry memang sedikit cupu dengan kacamata nya yang kotak


"Lihat di ujung sana, ada gadis mungil yang memakai topeng, menarik sekali, selama ini tidak ada yang berteman dengan gadis kacamata itu kan, tapi dia duduk bersama disana" ucap siswa bernama Bern


"Kurasa itu karena mereka berdua sama sama aneh" ucap josep


"Kalian tidak boleh seperti itu, walaupun kalian tak suka, juga jangan menghinanya" ucap Bilie


"Sip Bos, maafkan aku hehe"


Mereka pun tidak lagi berbincang dan memakan kembali makan siang nya


Bel istirahat selesai pun telah berbunyi, para siswa kembali bubar dari kantin menuju kelasnya masing masing


"Shine kau pergi duluan ya, aku mau ke toilet dulu" ucap Merry


Shine mengangguk mengiyakan, lalu merry pun berlari sambil menahan sesuatu


Ketika di lorong sekolah, Shine melewati enam most wanted yang masih santai, mereka tidak ada kelas hari ini karena guru mereka sakit


"Hai boleh kenalan"? Tanya Mike


"....... "


"Krik, krik"ku


"Ehmm namaku mike, siapa nama mu"?


"....... "


Shine hanya melewatinya saja tanpa ekspresi dan tanpa mengatakan apapun

__ADS_1


Leher mereka berenam sampai terus melintir melihat kepergian Shine yang sama sekali tidak perduli pada Mike


"Hahahahhahahahaha" Kelima teman Mike menertawakan wajah bod0h mike yang sangat menggelikan


"Sepertinya aura ketampanan si playboy telah pudar, hahahhaa" ucap Tora mengejek


"Ehmm menarik sekali, akan ku cari tahu siapa gadis itu" ucap Mike menyeringai


"Jangan terlalu suka mencampuri privasi orang" tegur Bilie


"Aku tidak terima bos, masa wajahku setampan ini sama sekali tidak diliriknya" ucap Mike cemberut seperti bocah yang di ambil permen nya


"Buang wajah konyol mu itu, sepertinya dia memang berbeda" ucap Bilie meninggalkan teman teman nya


"Bos tunggu kami" yang lain nya pun berlari mengejar Bilie yang mereka panggil bos itu


...****************...


Waktu belajar telah habis Shine dan Mery bersiap untuk pulang


"Shine kau pulang naik apa"? Tanya Merry


" Jalan kaki"


"Hahhhh, yang benar saja, kalau kau mau aku bisa mengantarkanmu, aku dijemput supirku" ucap Merry


"Tidak" ucap Shine singkat, dan terus berjalan kaki


"Aiihhhh, kenapa sih ada gadis es seperti dia, jarang bicara, tidak pernah senyum, dan tanpa ekspresi, apakah dia bukan manusia ya, iihhhh" ucap Merry konyol, dia malah berpikir yang tidak tidak tentang Shine.


...****************...


Shine keluar dari koridor sekolah, lalu matanya melirik ke arah kafe sebelah sekolah nya, terlihat Ricko dan teman nya masuk ke dalam kafe tersebut dan mengganti pakaian mereka dan memakai apron khusus untuk pelayan, terlihat jelas raut lelah di wajah ricko, dia menyeka keringat di wajahnya yang tampan


Shine mengepalkan tangan nya, kasihan sekali kakak nya itu, dia akan mencari cara agar kakak nya mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, bukan nya pulang, Shine malah singgah di sebuah warnet di dekat sekolah nya, dia mulai menghidupkan perangkat nya dan mulai mencari pekerjaan yang cocok untuk kakak nya, dia teringat dengan perkataan kakak nya saat mereka masih kecil Saat mereka sedang bermain dengan teman teman nya


"Jika aku besar nanti, aku ingin menjadi seorang apoteker, sambil bekerja aku akan kuliah dan beralih menjadi seorang perawat, setelah itu aku kuliah lagi dan menjadi dokter, aku ingin menjadi seorang ahli bedah, agar bisa mengembalikan Wajah cantik adikku" ucap Ricko


Kata kata itu terngiang sampai saat ini, lalu Shine menekan tombol Enter dan dia pun tersenyum puas.


Bersambung~🌻

__ADS_1


__ADS_2