
Manager gedung pembelian apartemen dan rumah tersebut mendadak mendapat panggilan dari costumer, dahinya berkeringat karena takut anak buahnya telah menyinggung orang kaya, karena walaupun ada kelas Low home tetap saja harga termurah sekitar milyaran dollar
Namun lebih terkejut lagi ketika dia melihat wakil presdir juga ada di sana, bersama dua orang remaja pria dan wanita
"Selamat datang tuan max, ternyata anda juga ada disini"? Ucap nya
Lalu matanya bertemu dengan mata shine, bulu kuduk nya merinding ketika gadis itu menatapnya dengan sangat tajam
" Ada apa ini"? Tanyanya tegas kepada para anak buahnya
"Ini manager kim, dua bocah ini sudah mempermainkan kami, dia bilang ingin membeli rumah, saya memberikan padanya gambar perumahan di low home tapi mereka menolak, dan malah membuat keributan" ucap Mika
"Apa kau sudah selesai membual" tanya Shine dingin
Mata Max menatap ke arah Mika, dan dia hanya menunduk takut
"Aku ingin membeli rumah termahal di Star Home, tapi dia malah merebut gambar yang kakak ini bawa" tunjuk Shine kepada Ricci
"Apakah benar ini Mika"? Bentak Max
" Be, benar tuan, tapi lihatlah pakaian mereka yang dekil tidak mungkin kan mereka mampu membeli" ucap Mika sinis
Shine geram, lalu dia menjambak rambut Mika dengan satu kali tarik, lalu melemparnya ke lantai
"Srettt"
"Brugggh"
"Argggghh"
Max dan yang lain nya menelan ludah kasar melihat kekuatan tangan kecil Shine yang kuat itu, sementara Mika langsung memasang wajah memelas yang sangat memprihatinkan
"Hiks, hiks, tolong saya tuan" ucap Mika menangis kesakitan
"Apa begini cara kalian bekerja hahh, apa begini"? Murka Shine dia berjalan dan meninju sebuah tiang bangunan
__ADS_1
" Brakkkkk"
"Dinding tiang itu retak seketika, kemarahan Shine benar benar sangat mengerikan
" Maafkan kami Nona, sebagai tanda permintaan maaf kami, saya sendiri yang akan melayani anda nona" ucap Maxim
"Dan kau Mika, urus surat pengunduran dirimu, kau di pecat" ucap Maxim murka
Sudah jatuh, tertimpa tangga pula, kini mika kehilangan pekerjaan nya, dan dia menyesal telah menyinggung Shine
"Mari duduk nona, manager kim, ambilkan kotak p3k untuk nona Shine" ucap maxim
Ricko duduk dan meniupi tangan Shine yang merah dan berdarah
"ini pasti sakit kan" ucap Ricko terus meniupi tangan Shine, sedangkan Dirinya hanya diam dan duduk dengan tenang, Max belum berani berkata apapun sebelum tangan Shine di obati, dan tiba tiba saja ponselnya berdering, ternyata tuan muda nya yang menelpon
"Kringg"
"Hallo"
"Apa kau sudah bosan bekerja sampai kau pergi selama itu"?
" Maaf tuan muda, ada sedikit masalah, saya akan menyelesaikan nya dulu, nanti akan saya ceritakan secara detail" ucap Maxim
Sean tidak berkata apapun lagi lalu dia menutup telpon nya secara sepihak
Ricko mengoleskan salep ke tangan Shine dan membungkus tangan nya dengan Perban, setelah selesai barulah Max memulai pembicaraan mereka
"Nona ingin membeli rumah di Star home, tapi perlu nona ketahui biaya untuk pembelian rumah di lahan itu sangatlah mahal, kelas satu yang anda ingin kan memiliki harga lima ratus milyar dollar, harga itu sudah berikut dengan isinya, rumah kelas elit ini memiliki kolam renang dan ada sebuah minibar di lantai tiga, sementara lantai empat adalah tempat bersantai, ada lift didalam setiap lantai dan view dari lantai empat adalah bukit Darwis dan taman bunga edelwise" ucap Max
"Kak Ricci, urus penyerahan kunci rumahnya, semua ku serahkan padamu" ucap Shine memberikan Black card miliknya
Mata Ricci berbinar Max, manager dan juga para karyawan yang awalnya merasa ragu pada Shine tiba tiba berubah takjub, gadis itu bahkan membayar rumah tersebut secara Cash,
Dengan tangan gemetar, Ricci mengambil black card milik Shine dan langsung menggesekan nya ke mesin pembayaran, dan benar saja, Shine membayar nya secara Cash, keuntungan yang Ricci dapatkan senilai seratus juta dollar karena dia bisa memberikan pelayanan terbaik kepada costumernya
__ADS_1
"Selamat ya Ricci, penjualan pertamamu berhasil" ucap karyawan yang lain memberi selamat
"Terimakasih nona, berkat anda saya bisa memberikan pengobatan untuk ibu saya" ucap Ricci menangis
Maxim merasa iba kepada karyawan baru itu, dan dia rasa karyawan itu tadi telah melayani Shine dengan baik, sehingga Shine menginginkan nya untuk mengurus kunci rumah nya
"Posisi kepala karyawan kosong, aku serahkan padamu, dan bekerjalah dengan baik" ucap Maxim
Lagi lagi Ricci di timpa keberuntungan, selain mendapatkan bonus yang sangat besar, dia juga mendapatkan jabatan tinggi di gedung penjualan tersebut, lagi lagi Shine telah menebarkan kebaikan,
Setelah semua selesai Shine dan Ricko pun pamit untuk pulang, karena dua hari lagi mereka akan pindah ke perumahan elit di star Home, begitu juga dengan Maxim dia langsung melesat kembali menuju perusahaan tempat tuan muda nya bekerja
"Ceklek"
"Akhirnya kau kembali juga" ucap Sean singkat
"Ada yang ingin saya sampaikan tuan muda" ucap Maxim duduk dan mulai bercerita tentang apa yang telah terjadi, sehingga membuatnya terlambat untuk kembali bekerja
Sean terkejut dan hampir tak percaya dengan apa yang Max ceritakan, lalu dia melihat rekaman cctv yang ada di gedung tempat penjualan itu, dan benar saja Shine murka dan memukul tiang penyangga sampai retak
"Ckkk, Menarik" ucap Sean menyeringai
"Yang jadi pertanyaan nya dari mana dia punya uang sebanyak itu, bukankah Dokter Tony pernah mengatakan bahwa gadis itu tinggal bersama keluarga tak mampu" ucap maxim
"itu adalah privasi pelanggan, jangan menganggu nya,tugas kita hanyalah membuatnya puas, pecat semua karyawan kurang aj*r itu,jika terus di biarkan kita akan kehilangan banyak costumer karna pelayanan mereka yang tidak baik" ucap Sean.
...****************...
Ricko dan Shine kembali ke apartemen yang mereka tinggali, mereka sampai bersamaan dengan datangnya kendaraan yang mereka pesan, tidak tanggung tanggung Shine membelikan ayah dan ibu mereka sebuah mobil lamborgini keluaran terbaru, sedangkan untuknya dan Ricko, dia juga membeli motor sport keluaran terbaru,
Ayah dan ibu Shine tentu sangat bahagia melihat keberhasilan Shine, dalam sekejap dia mampu membuat ayah dan ibunya berani untuk menatap dunia,
Shine duduk di hadapan cermin, dia membuka penutup wajahnya, kemudian dia menyentuh luka yang ada di wajahnya secara perlahan, lalu tiba tiba ingatan masa lalu nya melintas di pikirannya, sangat sakit dan menusuk
gigi nya terdengar gemelatuk karena menahan amarah nya
__ADS_1
Mata kanan nya meneteskan air mata darah, dendam dan kebencian bersatu jadi satu, hari ini Shine mengingat peristiwa di mana ada seorang wanita dan seorang gadis kecil yang sengaja mengurungnya di dalam sebuah kamar, sehingga membuatnya kejatuhan kayu yang terbakar sehingga wajahnya menjadi rusak parah seperti sekarang, Shine mengepalkan tangan nya erat, dia pasti akan membalaskan dendam nya dua kali lipat lebih sakit dari apa yang saat ini dia rasakan,
"Aku memang belum ingat siapa kalian, tapi cepat atau lambat, kalian akan merasakan kemarahan ku" gumam Shine.