Gairah Dosen Introvert

Gairah Dosen Introvert
Beneran Nikah


__ADS_3

Happy Reading.


Alexander tidak bisa menghilangkan senyuman dari wajahnya sejak tadi, hatinya begitu membuncah, bisa mengucapkan janji suci setia sampai mati untuk Devina, gadis yang telah mencuri hatinya.


Meskipun dia merasa lelah, tapi tidak menyurutkan perasaan bahagia yang menghinggapi hatinya. Alexander telah jatuh cinta, jatuh sedalam-dalamnya kepada wanita yang mengajaknya one night stand waktu itu.


Devina Alvares, merupakan mahasiswanya sendiri, sudah cukup lama Alexander mengamati wanita itu, tetapi perasaan cinta muncul ketika Alexander mendapatkan pengalaman pertamanya bersama dengan Devina.


Pria itu melirik ke arah samping, menatap wajah cantik Devina yang juga tersenyum lebar. Sudah berapa jam mereka berdiri disini menyambut para tamu yang mengucapkan selamat kepada mereka.


Dengan sedikit drama agar wanita itu mau menikah dengan cepat, akhirnya Devina lah yang ngebet ingin cepat-cepat dinikahi olehnya.


Padahal awalnya Alexander merasa sedikit khawatir jika Devina masih tetap tidak ingin menikah dengannya cepat, tapi nyatanya sekarang Devina yang terlihat sangat antusias.


"Sayang, kamu gak capek?" bisik Alexander pada Devina yang sudah resmi menjadi istrinya beberapa jam yang lalu.


Devina menggeleng, dia terlihat sangat bahagia dan sepertinya tidak merasa lelah. "Tidak, aku tidak lelah sama sekali, aku merasa sangat bahagia, terima kasih, sayang," ucap Devina memberikan ciuman di pipi Alexander.


"Sama-sama, aku juga berterima kasih karena kamu tidak menolakku," jawab Alexander.

__ADS_1


"Sama-sama,"


Istrinya itu sangat bersemangat, bahkan dia langsung berdiri untuk menyambut para sahabatnya yang datang memberikan selamat.


"Selamat ya Dev akhirnya kamu nikah juga sama Mister, dosen kita," ujar Laura.


"Padahal dulu kamu benci banget kan sama mister Alexander, tapi sekarang nyatanya dia malah jadi jodoh kamu, ups!" Devina melotot ketika mendengar ucapan dari Gigy, salah satu teman satu fakultas yang terkenal suka nyinyirin orang.


Alexander langsung menoleh menatap sang istri, kedua alisnya terangkat seakan meminta penjelasan dengan yang dikatakan oleh Gigy tadi.


"Hehehe, iya sih dulu aku emang nggak suka sama kamu, Alex, kamu itu dosen yang galak terus juga dingin banget, nggak ada ramah-tamahnya sama mahasiswanya, jadi dulu aku nyebut kamu itu dosen killer dan seluruh mahasiswa 1 fakultasku tahu hal itu," jelas Devina.


"Oke, julukan dosen killer tidak terlalu buruk, bahkan aku lebih killer jika di atas ranjang," bisik Alexander yang membuat bulu kuduk Devina merinding.


Seluruh sahabat Devina melihat interaksi itu dengan pandangan takjub, di mata mereka semua, Alexander adalah pria yang sangat dingin dan wajahnya tergolong datar tidak memiliki ekspresi.


Dia juga sangat tegas dengan mahasiswanya, suka memberikan setumpuk tugas harus diselesaikan tepat waktu, makanya dia memiliki julukan dosen killer.


"Ternyata mister bisa menggoda Devina ya, pantas saja sahabat ku ini jadi klepek-klepek," kagum Amy.

__ADS_1


"Kalau sama Devina, saya bisa menjadi pria yang tidak masuk akal, karena hanya dia yang bisa membuat saya jatuh cinta dan merasakan perasaan kebahagiaan ini," ucap Alexander.


Semua orang tidak terkejut jika memang Alexander sebucin itu terhadap Devina, karena sosok Devina adalah gadis yang baik, ratu dikampus, cantik, cerdas, kaya, semuanya dia miliki.


"Happy wedding ya, oke kalau gitu kita semua mau nikmati hidangan yang tersedia dulu, kasihan loh kalau makannya nggak dimakan, padahal wedding organizernya udah nyiapin susah payah," celetuk Laura.


"Oke, selamat menikmati," ucap Devina melambai kearah sahabatnya.


Di sudut lain, ada seorang pria yang tengah menahan amarahnya, tangannya mengepal sampai urat-urat nya kelihatan.


Aaron menatap kedua mempelai dengan wajah yang penuh emosi.


"Jadi benar yang dikatakan orang-orang kalau kamu udah selingkuh sama Pamanku sendiri! Tega kamu, Dev!" tiba-tiba Aaron mendatangi Devina dan meneriakinya.


Beberapa orang langsung melihat ke arah mereka, tetapi Alexander langsung menarik Aaron, merangkul pundak keponakannya itu dan membawanya sedikit menjauh.


"Dengar baik-baik, jangan dekati istriku lagi, dan asal kamu tahu, kami tidak pernah berselingkuh!"


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2