
Happy Reading.
Zoey menatap punggung Aaron dengan mata berkaca-kaca, suaminya itu tengah berada di taman belakang rumah duduk termenung sambil menatap layar ponselnya.
Tidak ada hal yang menarik dari Aaron selain duduk termenung menatap ke satu pusat, semilir angin membuat rambut pria itu yang sudah semakin panjang bergerak mengikuti arah angin.
Namun ada hal yang menyesakkan dada Zoey ketika memperhatikan apa yang dilakukan oleh Aaron.
'Ternyata kamu sudah ingat semuanya Aaron, tapi kamu masih berpura-pura amnesia, buktinya saat ini kamu memandang foto Devina begitu lama!'
Ya, Zoey sudah berada ditempat nya hampir tiga puluh menit yang lalu. Dia memergoki Aaron yang saat ini tengah memandangi foto Devina di ponselnya.
Niat hati ingin mengajak suaminya itu masuk ke dalam rumah karena langit sudah mulai mendung, ternyata dia tidak sengaja melihat sang suami yang tengah tenggelam dalam lamunannya sambil menatap masa lalu.
"Aaron," panggil Zoey.
Seketika pria itu menoleh dan menyembunyikan ponselnya di saku. Tingkah Aaron saat ini benar-benar membuat Zoey semakin sesak.
Nyatanya sudah setahun berlalu, sudah setahun semenjak mereka menikah dan Devina juga menikah dengan Alexander.
Namun, sepertinya hal itu tidak membuat Aaron bisa meluluhkan Devina begitu saja.
"Aku sudah melihat," ujar Zoey disertai senyuman tipis dibibir nya.
Aaron menunduk dan menghela nafas, sepertinya sudah saatnya dia berbicara jujur pada Zoey tentang ingatan nya yang sudah kembali sejak beberapa Minggu lalu.
"Zoey, maafkan aku, sebenarnya aku sudah mengingat semuanya, bahkan aku mengingat kamu dan juga calon anak kita yang telah pergi," ujar Aaron kini menatap mata Zoey yang sudah basah.
"Lalu? apakah kau akan menceraikan ku?" tanya Zoey disertai isak tangis yang tidak bisa dia tahan.
Aaron berdiri dari duduknya dan berjalan mendekat ke arah istrinya itu. Pria itu memegang kedua bahu Zoey dan meminta istrinya untuk menatap.
"Aku tidak akan menceraikan mu, mungkin dulu aku memang selalu mempermainkanmu dan hanya memanfaatkan dirimu, tetapi setelah mengalami segala banyak hal yang ku lalui dengan sangat berat dan di situ kamu selalu setia menemaniku, akhirnya ku putuskan kalau aku ingin tetap bersamamu aku ingin memulai semuanya dari awal, aku benar-benar ingin membangun kehidupan baru bersamamu, Zoey!" ujar pria itu bersungguh-sungguh.
"Tapi bagaimana dengan perasaan mu, kamu masih memikirkan Devina?" ada rasa cemburu yang menyeruak di hatinya.
__ADS_1
Namun, Zoey kali ini tidak bisa menyalakan Aaron, karena berawal dari sebuah kesalahannya yang membuat Aaron kehilangan wanita yang dia cintai.
"Devina sudah memiliki keluarga kecilnya yang bahagia, tadi aku hanya mengingat tentang masa lalu kami dan aku hanya berdoa semoga kita juga bisa membuat keluarga kecil kita bahagia seperti mereka, aku sudah melupakan Devina karena memang hal itu harus kulakukan. Dia sudah menjadi Bibiku dan tidak sepantasnya aku mencintainya!" kali ini senyum manis tersenyum di bibir Zoey.
Merasa lega karena sepertinya Aaron memang benar-benar sudah bisa melepaskan masa lalunya dan kini saatnya
Zoey menggandeng Aaron untuk melanjutkan langkah mereka ke depan untuk memulai lembaran baru.
"Baiklah, ayo kita mulai lembaran baru, aku juga menginginkan kehidupan keluarga yang bahagia bersamamu Aaron, aku mencintaimu," ujar Zoey dan langsung mendapatkan pelukan dari sang suami.
"Aku juga mencintaimu Zoey!"
Tidak dipungkiri jika Aaron sudah mulai mencintai istrinya itu, ketulusannya membuat hati Aaron bergetar dan dari itu dia menginginkannya untuk melepaskan semua masa lalunya dan juga cinta pertamanya.
****
Alexander tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya saat ini. Walaupun wajahnya yang terlihat khusus dan lingkaran hitam di sekitar mata tidak membuat pancaran bahagia itu sederhana di wajahnya.
"Aduh, cucunya Oma, sini Oma gendong!" Fraya mengambil Baby Keanu dari tangan Alexander.
"Alex, beristirahatlah biar kami sekarang yang menjaga Keanu," ujar Stella ketika melihat menantunya itu yang sepertinya begadang malam-malam tiap hari.
Tidak dipungkiri bagaimana rewelnya Baby Keanu itu, Devina terkadang sampai ikut menangis jika harus menidurkan nya tetapi Keanu tidak mau tidak dan terus menangis.
Tetapi anehnya ketika Baby Keanu sudah digendong Papanya, pasti langsung diam dan alhasil, Alexander pasti yang akan menidurkan Baby Keanu kalau malam-malam terbangun.
Dan hal itu tidak luput dari perhatian duo Oma yang saat ini tengah mengurus Keanu yang akan mandi.
"Sayang, istirahat lah, kamu butuh tidur, aku nggak mau Papa Keanu sakit," ujar Devina mengelus pipi sang suami.
Sebenarnya Devina juga merasa kasihan melihat Alexander yang bahkan lebih banyak terlibat mengurus Keanu, meskipun sudah dibantu oleh Baby sitter tetap saja Alexander tidak bisa melepaskan pengasuhan Keanu begitu saja.
"Kamu juga istirahat sayang, mumpung Keanu ada yang ngasuh, sebaiknya kita berdua istirahat dulu," Alexander merangkul bahu Devina dan berpamitan kepada Mama Fraya dan Mommy Stella.
"Kalian bisa puas-puasin tidur, serahkan baby Keanu pada kami!" seru Mama Fraya sambil mengedipkan matanya ke arah sang putra dan menantunya itu.
__ADS_1
"Oke Oma, kami pamit dulu," Alexander langsung mengajak Devina masuk ke dalam kamarnya yang kini sudah pindah di lantai bawah, karena Alexander tidak ingin menyulitkan Devina jika harus naik turun tangga ketika menyusui Keanu.
"Sayang, kapan-kapan nanti kita liburan, sepertinya kita butuh refreshing," ujar Alexander yang kini sudah mendekap tubuh sang istri.
"Kalau Keanu sudah besar tentunya kita libur bareng-bareng, terima kasih sayang, sudah mau jadi Papa yang baik untuk Keanu, aku sangat bersyukur bisa mendapatkan pria sepertimu, yang mampu berjuang dan berkorban demi keluarga kecilnya," ujar Devina menatap Alexander penuh haru.
"Sama-sama sayang, aku juga berterima kasih karena kamu mau menjadi istriku, ibu dari anak-anakku, aku sangat mencintaimu Devina!"
"Aku juga mencintaimu, Alexander!"
Baby Keanu baru berumur sebulan, dan biasanya bayi seumur ini jadwal tidurnya masih belum menentu.
Alexander dan Devina banyak belajar tentang bagaimana cara mengasuh anak, belajar parenting agar bisa mendidik Baby mereka menjadi Baby yang cerdas dan sehat.
Baby Keanu adalah kebahagiaan terbesar untuk seluruh keluarga besar Alvares dan William. Alasan mereka untuk tetap sehat dan bahagia, motivasi Devina dan Alexander untuk menjadi yang terbaik yang mereka bisa.
Hal-hal sederhana seperti senyum Baby Keanu, yang dapat membuat semangat Alexander di waktu lelah terbayarkan sudah ketika melihat sang putra.
Begitu juga Devina, yang harus belajar sabar bagaimana cara menjadi Ibu yang baik dan bisa membuat seluruh keluarganya bahagia.
Selesai.
Terima kasih buat yang udah baca Gairah Dosen Introvert 😘😘😘
Maaf ya, othor udah kecapean untuk nulis kisah ini, karena jujur awalnya othor udah pengen buat cerita yang panjang, tetapi karena kendala banyak sekali, dan harus ikut beberapa event di Noveltoon, membuat othor terpaksa harus menyelesaikan cerita ini dengan ending sebaik mungkin.
Jangan lupa untuk mampir di karya Navizaa yang lain.
❤️ Casandra
❤️ Mengejar Cinta Ciara
❤️ Cinta Sendiri
Nggak kalah seru pokoknya, terima kasih 🙏🙏🥰🥰🥰
__ADS_1