Gairah Dosen Introvert

Gairah Dosen Introvert
Kepergian James


__ADS_3

Happy Reading.


Dua hari setelah kejadian dimana Devina pingsan dan di nyatakan hamil, tentu saja membuat keluarga besar sangat bahagia. Apalagi Mama Fraya yang sudah lama menginginkan cucu dari Alexander.


Namun, sepertinya kebahagiaan itu harus mereka tunda karena saat ini mereka tengah berada di sebuah Makam yang bertuliskan nama James.


Devina sangat shock saat tahu orang yang menyelamatkannya sekaligus sahabatnya itu meninggal dengan cara seperti ini. Devina bahkan belum bisa menyampaikan segala permintaan maafnya secara langsung pada pemuda itu.


Setelah koma selama 10 hari, akhirnya James menghembuskan nafas terakhir dan dinyatakan meninggal dunia.


Tabrakan itu benar-benar disengaja dan mengenai tubuh James hingga terpental beberapa meter.


Devina hanya bisa menangis sesegukan dan matanya terlihat membengkak sejak mendengar berita meninggalnya James. Padahal saat itu Devina masih berbaring lemah dirumah Mama Fraya.


Mertuanya itu ingin mengurus sang menantu yang sedang hamil muda, rasa bahagia menelusup dihatinya. Namun, sekarang Mama Fraya merasa prihatin dengan kondisi Devina yang kacau karena rasa bersalah pada James.


Tidak kalah sedihnya dengan Alexander, pria itu tidak tahu harus berkata apa lagi untuk menenangkan sang istri.


Tentu saja Alexander seperti berhutang nyawa pada James yang jenazahnya sudah terbujur kaku di dalam peti dan segera dimasukan ke liang lahat.


Berbeda dengan Alexander dan Devina, tuan Fredy sepertinya sudah bisa menerima kepergian sang putra untuk selamanya. Pria paruh baya itu begitu tabah dan sabar, padahal James adalah anak satu-satunya. Istrinya juga sudah meninggal beberapa tahun yang lalu.


Hanya satu yang masih mengganjal di hati tuan Fredy, yaitu belum tertangkapnya pelaku utama dalang dari penabrak putranya itu.

__ADS_1


Polisi sudah menangkap seorang pria suruhan yang menjadi eksekusi untuk menabrak Devina, itu pun berkat para anak buah Alexander. Namun, dalang utamanya yang diketahui adalah seorang wanita yang tidak lain adalah Celine masih dalam pengejaran.


"Tuan Fredy, aku sudah menyuruh semua anak buahku untuk mencari keberadaan Celine," ucap Alexander.


"Terima kasih tuan Alexander, meskipun wanita itu tidak tertangkap, tapi aku yakin dia pasti akan mendapatkan karmanya!" Tuan Fredy sudah pasrah, karena biar bagaimanapun sang putra telah meninggal.


Beliau serahkan semuanya pada polisi dan Alexander.


"Aku tidak menyangka wanita itu bisa berubah menjadi wanita jahat dan pendendam sampai nekat melakukah hal itu, aku juga belum bisa tidur dengan nyenyak apabila Celine belum tertangkap," ucap Alexander gelisah.


Pria itu tahu jika sebenarnya yang di incar Celine adalah istrinya, sungguh Celine sahabatnya dulu benar-benar berubah karena obsesi padanya.


Wanita yang selama ini begitu baik, ternyata memiliki perasaan kepada Alexander dan membahayakan wanita yang dicintainya.


"Halo, kerahkan semua pasukan mu!! Kalian ini lemot sekali, menangkap satu wanita saya, tidak becus!!" seru Alexander di telepon.


Ditempat lain.


Seorang wanita terlihat memegang sebuah gelas yang berisi wine sedang tertawa, dengan sekali tegukan dia meminum wine tersebut hingga tandas.


Namun, sesaat kemudian tiba-tiba dia menangis sangat keras, sampai terdengar jeritan pilu yang menyayat siapa saja yang mendengarnya.


"Apa sebaiknya aku bawa kamu ke kantor polisi saja, Celine!!" ucap seorang pria yang duduk tidak jauh dari wanita tersebut.

__ADS_1


"Tidak, jangan serahkan aku Aaron, aku tidak ingin di penjara, aku juga takut bertemu dengan orang-orang itu. Aku disini saja bersamamu, jangan tinggalkan aku!" jawab wanita yang ternyata adalah Celine.


"Sungguh merepotkan saja, seharusnya kamu bisa berpikir jernih sebelum melakukan tindakan nekat seperti itu, sebenarnya aku sangat ingin mencekik lehermu saat ini karena berusaha mencelakai Devina, tapi aku masih punya hati nurani, tidak seperti dirimu yang sudah dipenuhi dendam yang tidak jelas!!!" seru Aaron.


Ya, Aaron sudah mengenal Celine saat dia masih SMA, dulu pamannya biasa mengajak Celine ke rumah Oma nya, Aaron pun menjadi akrab dengan Celine karena wanita itu begitu perhatian terhadapnya.


Aaron menarik botol wine yang akan di minum oleh Celine kembali, membuat wanita itu tidak menggila karena salah sasaran dalam melenyapkan nyawa seseorang.


Aaron tahu jika pamannya mengetahui kalau dirinya saat ini bersama Celine, pasti akan sangat marah besar.


Aaron saat ini sedang menyembunyikan seorang buronan, bukan bermaksud untuk melindungi Celine, tapi dia sudah berencana untuk membawa Celine kepada Alexander setelah semua urusan selesai.


Wanita itu hampir melenyapkan nyawa wanita yang masih dicintainya, tentu dia juga harus membalaskan dendam secara langsung.


Celine, wanita yang usianya 8 tahun lebih tua darinya, tetapi wanita itu masih seperti ana kecil di mata Aaron, karena kontur wajahnya yang imut dan tingkah lakunya yang jauh dari umurnya.


Jelas saja Aaron sebenarnya sangat geram dengan wanita itu, tapi Aaron harus bersabar karena kalau saat ini dirinya membawa Celine pada Alexander, sangat ditakutkan apabila Devina menjadi shock kembali.


Aaron tahu jika Devina merasa trauma dan merasa sangat bersalah.


Apalagi setelah dia tahu dengan kehamilan Devina, Aaron tidak ingin kondisi Devina dan bayinya terguncang ketika melihat wajah Celine yang telah menyuruh seseorang untuk membunuhnya.


Dalang dibalik peristiwa berdarah yang disaksikan Devina secara langsung dengan mata kepalanya sendiri.

__ADS_1


Tunggu saja Celine, saat ini kamu boleh bersenang-senang disini, tapi kalau sudah saatnya aku akan mengantarkanmu ke tempat yang semestinya. Batin Aaron.


Bersambung.


__ADS_2