Gairah Dosen Introvert

Gairah Dosen Introvert
Pregnant


__ADS_3

Happy Reading.


Sudah seminggu James masih berbaring koma di ruang ICU. Alexander dan Devina setiap hari selalu menjenguk ke rumah sakit untuk mengetahui kondisi pria malang itu.


Seperti saat ini, Devina datang bersama Alexander membawakan sebuket bunga mawar putih ke rumah sakit.


"Alex, sampai kapan James akan terus tertidur seperti ini? semua ini salahku, seandainya bukan karena menolongku dia tidak akan mengalami koma seperti ini," ucap Devina sendu.


"Kita doakan saja agar James bisa lekas sadar dari komanya, kamu jangan merasa bersalah terus sayang," ucap Alexander memeluk istrinya.


Tuan Fredy datang keruangan itu, terlihat gurat kelelahan diwajahnya.


"Sepertinya anak ini masih ingin tetap tidur saja, padahal aku sudah sering membangunkan nya," ucap tuan Fredy dengan gurat wajah yang lelah.


"Aku akan mendatangkan lagi dokter spesialis terbaik di seluruh Amerika ini, tuan" ucap Alexander.


"Tidak perlu, dokter yang anda kirimkan kemarin juga sudah cukup baik dalam menangani putraku ini, tuan Alexander."


Devina menatap James dan berjalan mendekat, wanita itu selalu menitikkan air matanya ketika dia melihat kondisi James yang masih tidak menunjukan kemajuannya itu.


Perlahan Devina menyentuh tangan James, memberi semangat dan terus mengajaknya bicara.


Sebenarnya Alexander tidak rela melihat Devina melakukan itu, tapi dia tahu kalau istrinya itu hanya memberikan support untuk James, karena bagaimanpun pria itu sudah mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan istrinya.


Tiba-tiba Devina merasa kepalanya sangat pusing, dan tubuhnya terasa lemas. Alexander yang melihat istrinya itu langsung mendekati dan memeluknya.

__ADS_1


"Kamu kenapa sayang?" Alexander panik.


"Entahlah, tiba-tiba aku merasa sangat pusing." Jawab Devina.


"Sebaiknya kita pulang saja, kamu terlihat sangat pucat sekali," ucap Alexander.


Devina mengangguk lemah, kemudian Alexander menuntun istrinya itu untuk keluar dari ruang rawat James, tapi sebelum itu Alex berpamitan pada tuan Fredy.


"Tuan Fredy, kami permisi dulu. Mudah-mudahan James segera cepat sadar," ucap Alexander.


"Baiklah tuan, doakan saja mudah-mudah putraku cepat bangun dari tidurnya" jawab tuan Fredy tersenyum.


Pada saat Devina akan membuka pintu ruang itu, tiba-tiba Devina merasa pandangannya menggelap dan ambruk di pelukan suaminya tidak sadarkan diri.


Bruukk!!!


Tuan Fredy yang melihat Devina pingsan segera memanggil dokter dengan memencet tombol yang ada diruang itu.


"Apa yang terjadi dengan istri anda?" tanya tuan Fredy.


Alexander yang saat itu telah menggendong istrinya terlihat sangat panik karena tiba-tiba istrinya pingsan.


Tidak lama kemudian dokter pun datang keruang itu.


"Dokter tolong periksa istri saya!" seru Alexander.

__ADS_1


"Baiklah, saya akan periksa istri anda, silahkan baringkan ke sofa," ucap sang dokter


Kemudian Alexander menggendong Devina dan membaringkannya di atas sofa yang berada di ruang rawat James.


Dokter pun terlihat memeriksa kondisi Devina, Alexander sangat khawatir dengan kondisi istrinya yang sangat lemah setelah kejadian kecelakaan itu.


Devina jarang tidur dan makan tidak teratur, karena itu bisa saja kondisi tubuhnya drop dan membuatnya pinsan.


"Tuan Alexander, selamat ya sepertinya anda akan menjadi seorang ayah," ucap dokter setelah memeriksa kondisi Devina.


"Apa dok? maksud dokter istri saya saat ini telah .... !" seru Alexander tidak meneruskan kata-katanya.


Dokter itu mengangguk.


"Betul tuan, istri anda saat ini telah hamil" jawab sang dokter.


Bersambung.


*


*


*


Hai semuanya, aku ada rekomendasi karya keren nih 🥰

__ADS_1



__ADS_2