Gairah Dosen Introvert

Gairah Dosen Introvert
Gudeg


__ADS_3

Happy Reading.


Zoey menyuapi Aaron dengan begitu telaten, suaminya itu memang benar-benar hilang ingatan. Pandangan nya kosong ke depan dan dia hanya diam saja.


Memang Aaron menjadi lebih pendiam, dia hanya menurut saja dengan apa yang dilakukan orang-orang padanya.


"Aaron, kalau suatu saat nanti ingatan mu kembali, aku akan menyerah, aku akan membebaskannya mu atas diriku, atas pernikahan ini, aku sedih jika kamu tidak bahagia bersama ku, maka dari itu aku akan melayangkan gugatan cerai," ujar Zoey sambil mengaduk bubur untuk suaminya.


Retina coklat itu bergerak, melirik wanita yang duduk di sampingnya. Entah apa yang dipikirkan Aaron, tetapi dia merasa tidak suka dengan ucapan wanita disampingnya itu.


******


Alexander benar-benar menepati janjinya kepada sang istri bahwa dia akan mengadakan baby moon. Saat ini usia kandungan Devina sudah memasuki bulan ke-4 dan dia juga sudah tidak mengalami morning sickness lagi.


Jadi Alexander sudah bebas untuk membawa Devina pergi kemanapun istrinya itu mau dan kali ini Alexander membawa Devina ke Asia tepatnya di negara Indonesia.


Entah kenapa tiba-tiba Devina menginginkan pergi ke negara tersebut, karena dia ingin melihat sesuatu yang ada di negara itu tepatnya di kota Yogyakarta.


Devina pernah mendengar cerita tentang kisah yang sangat melegenda di kota itu dan hal itu membuat wanita cantik yang tengah hamil itu pun menjadi sangat penasaran.


"Bagaimana sayang, apa kamu menikmati suasana di kota Ini?" tanya Alexander mereka saat ini sedang berada di atas andong.


Kendaraan khas daerah situ, Devina pun tersenyum dan mengangguk, mereka berkeliling kota Malioboro dengan memakai andong. Kemudian Alexander membawa Devina pergi ke wisata candi Prambanan di mana dikisahkan tentang kisah Bandung Bondowoso dan juga Roro Jonggrang.


Karena kisah itulah Devina menjadi sangat ingin pergi untuk melihat sendiri bagaimana candi-candi itu.


"Setelah melihat candi aku jadi ingin pergi ke Jepang untuk melihat menara Tokyo," ujar Devina.

__ADS_1


Alexander tersenyum dan mengelus rambut sang istri, "tapi jarak dari sini ke Jepang itu berjam-jam sayang, 7 jam lebih, kamu pasti akan kecapean kalau langsung pergi ke Jepang," ucap Alexander membuat bibir Devina mengerucut.


"Oke deh kita akan beristirahat disini dua hari kemudian aku langsung ingin pergi ke Jepang," jawaban Devina mutlak dan Alexander harus memenuhinya.


Setelah bersenang-senang seharian, keduanya kemudian kembali ke hotel untuk membersihkan diri.


Alexander menggosok punggung sang istri dengan lembut. Selama trimester pertama kemarin keadaan Devina memang lemah, tapi menginjak usia bulan ke-4 Devina sudah mulai sehat bahkan mulai bisa makan banyak.


Tentu saja hormon kehamilan juga berpengaruh terhadap hubungan intim mereka.


Jika awal-awal kehamilan Devina selalu menghindari Alexander, tidak suka dengan bau sang suami, tetapi sekarang bawaannya nempel terus.


Bahkan sekarang hasrat nya semakin besar saja, tentu saja hal itu membuat Alexander senang bukan kepalang.


Seakan telah berbuka dari puasa lamanya karena sang istri yang tidak mau di sentuh, tapi terbayar sudah akhir-akhir ini.


"Alex, apakah Aaron akan bisa ingat dengan semuanya? Aku kasihan pada Zoey!" ujar Devina.


"Aku rasa pasti bisa, dia hanya membutuhkan waktu untuk mengingat semuanya!" jawab Alexander sambil menggosok punggung sang istri.


Devina melarang Zoey pergi meninggalkan Aaron disaat seperti ini, Aaron sudah diperbolehkannya pulang, tetapi masih belum mengingat apapun.


Hanya terkadang dia sedikit ingat dengan hal-hal yang dia sukai, seperti bermain basket dan berenang. Makanan kesukaan nya juga dia ingat dengan jelas.


Namun, Aaron masih belum mengingat kedua orang tuanya dan juga istrinya.


"Lalu bagaimana dengan keadaan Celine?" Alexander membalikkan tubuh Devina menghadap ke arahnya.

__ADS_1


Menatap wajah cantik yang semakin terlihat chubby itu. Mencium ujung hidung Devina karena merasa gemas dengan kecantikan sang istri.


"Setelah kehilangan bayinya, Celine menjadi lebih tenang dan tidak pernah mengamuk lagi, itulah informasi yang ku dapat dari anak buahku."


Ya, Celine mengalami keguguran, wanita itu menjadi stres dan tidak mau makan teratur, sehingga membuat keadaan janinnya menjadi tidak sehat.


"Mudah-mudahan dia bisa sembuh dan sadar dengan kesalahannya, sebenarnya wanita itu hanya terobsesi padamu, sayang," ujar Devina mengalungkan tangannya ke leher sang suami.


Memajukan wajahnya dan mencium bibir Alexander sekilas.


"Oh, Dev sayang, jangan memancing, ya?" suara Alexander semakin berat kala Devina memainkan milik sang suami.


Padahal keduanya tadi sudah melakukan nya sebelum mandi, tetapi sepertinya Devina memang sekarang jadi semakin buas.


"Tapi aku ingin lagi, gimana donk!" Devina mengerucutkan bibirnya.


"Siap sayang, aku pasti akan memenuhi semua keinginan mu!" Alexander langsung mencium bibir Devina.


Memagut lembut dan menuntut, membuat Devina melayang. Kedua sejoli itu melakukan penyatuan kembali setelah tadi saat akan mulai mandi.


****


"Nanti kita makan malam di restoran hotel ini, ada menu andalan yang sangat fenomenal," ucap Alexander menyisir rambut sang istri.


Devina mendongak, "apa? Aku tidak sabar ingin merasakan menu spesial itu.


"Aku lupa namanya, tapi kalau tidak salah namanya itu gudeg."

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2