Gairah Dosen Introvert

Gairah Dosen Introvert
Aaron Menggila


__ADS_3

Happy Reading.


Zoey menatap ponselnya berkali-kali, sudah beberapa hari ini Aaron tidak ada kabar dan tidak pulang ke rumah.


Sejak kejadian di mana dia kehilangan janinnya sejak saat itu pula Aaron menjadi semakin tidak peduli terhadapnya.


Rasanya dia ingin sekali menangis, menjerit dan menangisi nasibnya yang seperti ini. Zoey mengira jika dia bisa mendapatkan Aaron dan menikah dengan pria itu, maka dia akan bisa dengan mudah mendapatkan cinta dari pria tersebut.


Tetapi kenyataannya tidak sesuai ekspektasinya, Aaron malah semakin membencinya dan sekarang dia tidak pulang.


Zoey sudah menghubungi beberapa sahabat Aaron, tetapi tidak ada kejelasan sama sekali. semua orang tidak tahu di mana Aaron berada.


'Aaron, dimana kamu?'


Sedangkan disisi lain.


Celine meringkuk di bawah selimut dengan keadaan yang menggigil.


Aaron yang baru saja masuk kedalam kamar itu menatap dengan tatapan sinis.


"Bangun dan makanlah ini!" seru Aaron membuka selimut yang dipakai wanita itu.


"Tidak, aku merasa tidak enak badan, udara disini sangat dingin sekali," ucap Celine.


Wanita itu memeluk tubuhnya yang sudah terasa sangat sakit. Aaron menarik tangan Celine dan menyuruhnya untuk duduk.


"Makan lah dulu, aku tidak mau kamu mati kelaparan dan kesakitan di tempat ini!!" seru Aaron.


Celine mendongak dan menatap pria yang usianya lebih muda darinya itu.


Tiba-tiba wanita itu memeluk Aaron erat, mendekapnya dan menelusupkan wajahnya di dada pria tersebut.


"Aaron!! aku tidak mau mati, aku tidak mau masuk penjara!!"


"Lepaskan, makan dulu kalau begitu!"


"Tidak, aku tidak mau makan, aku ingin pergi dari sini, aku tidak mau ditangkap polisi!!" lirih Celine.


Aaron menghela napas, sebenarnya dia sudah cukup muak melihat Celine dan ingin wanita itu segera mendapatkan pelajaran karena kelakuannya yang telah menyakiti Devina.

__ADS_1


Tiba-tiba terlintas dipikirannya sebuah ide jahat. Aaron tersenyum sinis, kemudian pria itu mengangkat wajah Celine mendongak ke arahnya.


"Celine, tenang saja kamu tidak akan di penjara!" ucap Aaron yang kemudian mencium kasar bibir wanita dewasa itu.


"Akan ku buat kamu menderita sebelum mengirimu ke tempat yang semestinya!" batin Aaron menyeringai.


Kemudian pria itu dengan kasar membating tubuh Celine yang sudah terlihat lemah itu.


"Aaron, apa yang akan kamu lakukan!" seru wanita itu tidak berdaya.


"Aku akan membuatmu nikmat, sayang!"


Sedetik kemudian Aaron telah melepaskan semua pakaian Celine, wanita itu sempat memberontak.


"Apa yang akan kamu lakukan padaku?? dasar bocah tengik!!"


Aaron tidak mendengarkan ucapan Celine. Dengan cepat dia juga membuka semua pakaiannya.


"Hahaha, ternyata tubuhmu itu sangat menawan!"


"Jangan Aaron, kumohon!!" seru Celine ketakutan.


Wanita itu hanya bisa menangis tanpa melakukan perlawanan karena badannya yang sudah sangat lemah.


Aaron mencium setiap inci tubuh Celine sambil membayang wajah Devina, dia juga melakukan hal yang sama terhadap Zoey. Membayangkan tubuh Devina saat bercinta dengannya.


Aaron sangat ingin membalaskan rasa sakit Devina dengan melakukan hal itu pada Celine yang telah berusaha membunuh wanita yang sangat dicintainya itu.


"Aaggrrk!" Celine berteriak saat Aaron memasukinya dengan sangat kasar tanpa kelembutan sama sekali.


"Kenapa kamu melakukan hal ini padaku!!!" teriak Celine di sela aktifitas yang Aaron lakukan.


Pria itu terus saja menggerakan tubuhnya dengan tempo cepat diatas tubuh Celine. Wanita itu menahan sakit di area sensitifnya karena perlakuan kasar Aaron yang sama sekali tidak ada lembut-lembutnya.


"Bagaimana sayang, nikmat kan tubuhku ini, aku akan membuatmu semakin melayang," bisik Aaron ditelinga Celine kemudian menciumnya.


Malam itu menjadi saksi bagaimana Aaron memperkoss* Celine dengan sangat brutal, seolah menjadikan tubuh Celine untuk membalas kesakitan Devina.


Sudah hampir 3 jam Aaron melakukan itu, dan pada akhirnya dia mengeluarkan cairan nya didalam tubuh Celine.

__ADS_1


Celine sudah terlihat tidak berdaya, diapun menutup matanya sambil menahan sakit diseluruh tubuhnya itu.


Kemudian Aaron segera memakai pakainnya kembali setelah menyelimuti tubuh polos Celine.


Aaron tersenyum miring tidak merasa bersalah sama sekali.


"Semua itu untuk Devina!" Batin Aaron kemudian meninggalkan Celine keluar dari kamar itu.


Aaron mengambil sebatang rokok dan menghisapnya. Dia memang pernah menginginkan Devina untuk menjadi miliknya.


Melihat wanita itu sudah bahagia bersama suaminya itu sudah cukup untuk menyerah. Aaron sadar jika apa yang telah ia lakukan kepada Devina sudah pasti sangat menyakitinya.


Aaron ingin Devina dan Alexander memaafkannya.


Pria itu merogoh saku dan mengambil ponselnya. Terlihat dia mendial sebuah nomer.


Ponsel Alexander di nakas berdering, dia melihat sebuah nama tertera di layar itu.


"Aaron!" gumam Alexander.


Ada apa keponakannya itu malam-malam begini menghubunginya.


Padahal saat ini dia sudah hampir terlelap memeluk istrinya. Dengan terpaksa Alexander menggeser tanda hijau di ponselnya.


"Halo, ada perlu apa?"


"Aku ingin kita bertemu, Paman?"


Alexander menaikan sebelah alisnya.


"Kita bisa bertemu di kampus!"


"Sebenarnya ini soal orang yang telah membuat Devina hampir celaka!"


"Apa maksudmu Celine? apa kamu tahu dia dimana sekarang!"


"Ya, kita bertemu besok di alamat yang akan aku berikan Paman, tenang saja saat ini Celine bersamaku, dia tidak akan bisa kabur lagi!"


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2