Gairah Liar Istri Kedua

Gairah Liar Istri Kedua
Bab 21: Dalam Mimpimu!!


__ADS_3

Kevin melempar foto-foto itu keatas meja. Dia benar-benar tidak habis pikir dengan Ella. Apa dia pikir dengan melakukan operasi plastik dan merubah penampilannya, maka Kevin tidak akan mengenalinya lagi, sungguh salah jika Ella berpikir demikian. Karena sebenarnya Kevin memiliki banyak mata dimana-mana.


Pria itu mengangkat wajahnya dan menatap serius pria di depannya itu. "Untuk saat ini kau tidak perlu mengambil tindakan apapun. Biarkan saja dia memainkan permainannya, aku ingin melihat sampai mana dia bertindak. Jika dia memang melakukan operasi plastik karena tujuannya untuk mencelakai Ellena, langsung saja ambil tindakan!!" Ucap Kevin pada pria di depannya itu.


Alex kemudian mengangguk. "Baik, Tuan. Saya mengerti,"


Bisa saja Kevin bertindak saat ini juga, akan tetapi tidak dia lakukan. Kevin tak ingin bertindak terlalu ceroboh yang nantinya malah akan merepotkan dirinya sendiri. Untuk saat ini dia akan membiarkan Ella, dia hanya akan mengawasinya saja. Membiarkannya bukan berarti Kevin lepas tangan, tentu dia sudah memiliki rencana.


"Perketat penjagaan untuk Ellena. Panggil para anak buah terbaikmu untuk menjaganya dari bayangan, aku tidak ingin membuatnya tidak nyaman jika harus diikuti kemanapun dia pergi!!" Ucap Kevin.


Lagi-lagi Alex mengangguk. "Baik, Tuan." Kemudian dia membungkuk dan pergi begitu saja meninggalkan Kevin sendiri diruangannya.


Jika sudah menyangkut keselamatan Ellena, Kevin tidak mungkin tinggal diam. Dia akan melakukan apapun hanya untuk memastikan keselamatan wanita itu, tidak akan dia biarkan siapapun menyentuh apalagi menyakiti Ellena walaupun hanya seujung kuku saja, dan konsekuensinya adalah nyawanya.


Brakkk...


Perhatian Kevin teralihkan oleh bantingan keras pada pintu ruang kerjanya. Kevin memicingkan matanya melihat wajah kesal Ellena. "Ada apa? Kenapa kau cemberut begitu?" Tanya Kevin sambil mengulurkan sebelah tangannya pada Ellena.


Wanita itu mendesah berat. "Aku sedang kesal setengah mati. Apa kau tau, aku coba membuat telor mata sapi untukmu tapi hasilnya tak sesuai harapanku. Telornya gosong semua dan kali ini bahkan lebih parah!!" Ujar Ellena.


Kevin mendengus geli. Dia pikir karena masalah apa. Ternyata masalah telor gosong lagi. Padahal Kevin sudah memintanya untuk jangan memasak, tapi Ellena tetap memaksakan diri. Dan semua yang dia lakukan adalah demi bisa sebanding dengan Kevin. Ellena merasa jika dirinya tak berguna sama sekali karena tak bisa melakukan apapun.


"Kenapa masih memaksakan diri? Bukankah aku sudah bilang tidak usah, bagaimana kalau kau sampai membakar dapur atau melukai dirimu sendiri?"


Ellena menatap suaminya itu dengan sebal. Bagaimana bisa Kevin berkata begitu. "Kau seharusnya mendukungku bukannya malah mengomeliku. Aku juga ingin seperti istri-istri yang lain, yang berguna dan bisa melakukan berbagai pekerjaan rumah!!" Ucapnya menimpali.


Kevin mengusap kepala Ellena penuh sayang."Kalau begitu lain kali aku akan membawamu pergi ke kelas les memasak. Jika kau ingin mahir dalam urusan dapur, seharusnya kesana kau perginya."

__ADS_1


Mata Ellena langsung berbinar-binar. "Betul juga, kenapa aku tidak kepikiran pergilah memasak saja?!" Ucap Ellena sambil menepuk jidatnya sendiri. "Baiklah, lain kali bawa aku ke tempat les memasak. Dan aku jamin setelah lulus dari sana aku bisa menjadi koki yang handal." Kevin mengangguk.


Kruyukkk...


Kevin memicingkan matanya sambil menatap Ellena penuh tanya. Baru saja dia mendengar perut Ellena berbunyi yang menandakan jika dia sedang lapar. "Kau lapar?" Ellena mengangguk. "Ayo, aku buatkan Ramyun untukmu."


"Oke,"


-


-


Perban belum mau beranjak dari wajah Ella padahal ini sudah hari ke lima pasca operasi plastik yang ia jalani. Ella sungguh sudah tidak sabar untuk melihat perubahan pada wajahnya. Dan dengan wajah itu, akan masuk kembali ke dalam kehidupan Kevin.


"Suster, kira-kira kapan perbannya boleh dibuka?" Tanya Ella memastikan.


"Besok atau lusa, Anda sudah bisa membukanya," jawab suster itu menimpali.


"Hm, begitu ya. Kau boleh keluar. Aku ingin sendirian." Pinta Ella pada suster itu.


"Baik, Nona."


Suster itu menghentikan langkahnya di depan pintu dan menatap sinis pada Ella. Dia berlagak begitu sombong dan arogan padahal tidak cantik-cantik amat, cantik pun karena oplas sudah tidak ada gunanya. Dan sering kali sikap Ella membuatnya muak dan ingin langsung mencakar wajahnya yang bengkak.


"Kevin, Sayang. Tunggulah aku dengan sabar ya My Love. Aku pasti akan segera kembali untukmu,"


-

__ADS_1


-


"Ellena!!"


Langkah kaki Ellena terhenti ketika ia mendengar seseorang memanggil namanya. Suaranya terdengar tidak asing, dengan cepat ia menoleh dan mendapati sang mantan calon suami berjalan menghampirinya. Bukannya menyambut Leo dengan baik, Ellena malah menatapnya sinis.


Leo tersenyum. Dia memperhatikan penampilan Ellena dari ujung rambut sampai ujung kaki. Banyak yang berubah pada penampilannya dan dia menjadi jauh lebih cantik dari yang terakhir Leo ingat. Karena sebelum mereka berpisah, Ellena tak secantik saat ini.


Bukan berarti dia jelek, karena Ellena pernah menjadi primadona di kampusnya ketika masih kuliah dulu. Hanya saja aura yang dia pancarkan sungguh sangat berbeda dengan yang dulu. Mungkin karena dia sudah sering bercocok tanam dengan Kevin sejak mereka memutuskan untuk menikah.


"Kau!! Bukankah kau ini adalah tukang kebun yang bekerja ditaman kota!" Ucap Ellena sambil menunjuk Leo tepat di depan mukanya.


Mata Leo lantas membulat sempurna. "Apa kau bilang?! Tukang kebun, Ellena kenapa kau malah menyamakan ku dengan tukang kebun?! Jangan keterlaluan kau, Ell. Aku tau diriku memang bersalah padamu, tapi tidak sampai segitunya juga kau menghinaku. Begini-begini aku masih memiliki nurani dan harga diri!!"


Ellena menyeringai. "Oh, aku pikir harga dirimu sudah kau jual pada wanita murahan itu. Ada perlu apa kau memanggilku? Jika tidak ada sesuatu yang penting, sebaiknya pergi saja. Aku muak melihat muka jelekmu itu!!"


"Ellena, kenapa kau semakin keterlaluan saja?!" Teriak Leo frustasi. Dia benar-benar kena mental mendengar ucapan Ellena.


Wanita itu tersenyum tiga jari. "Masa bodoh." Ucapnya dan pergi begitu saja.


Ellena tak mau berurusan lagi dengan masa lalunya. Apalagi orang itu yang pernah mengkhianatinya dan membuatnya hampir dipermalukan di hari pernikahannya sendiri. Beruntung dia memiliki jurus yang sangat ampuh untuk mengatasinya. Yakni dengan mengajak nikah kakak iparnya. Yang tak lain dan tak bukan adalah Kevin.


"Ellena, kenapa kau begitu jahat padaku. Padahal aku memiliki niat baik untuk meminta maaf padamu. Ellena, beri aku kesempatan sekali lagi untuk memperbaiki semuanya. Aku berjanji akan menjagamu dan lebih menyayangimu. Aku tidak akan mengkhianatimu lagi, jadi ayo kita balikan saja!!"


Ellena menghentikan langkahnya lalu menoleh kebelakang. Bibirnya mengukir seringai meremehkan, bibirnya terbuka dan membentuk sebuah kata. "Dalam mimpimu!!"


-

__ADS_1


-


Bersambung.


__ADS_2