
Kevin dan Ellena tiba di mansion keluarga Xi. Dan setibanya di sana, mereka melihat sedikitnya tiga Van hitam terparkir di halaman bangunan megah tersebut. Keduanya pun segera turun dan masuk ke dalam, keduanya benar-benar terkejut melihat keadaan di dalam yang begitu mencekam.
Mayat-mayat bergelimpangan bersimbah darah. Mereka adalah para pelayan dan sedikitnya ada 7 orang yang menjadi korban. Sedangkan ibu dan kakak perempuan Kevin berada di tangan orang-orang itu. Mereka berdua dalam keadaan tak sadarkan diri.
Kris tak bisa berbuat apapun, dia berada dalam tekanan, salah bertindak sedikit saja nyawa ibu dan adiknya bisa-bisa melayang di tangan mereka.
"Apa-apaan ini?! Kris, siapa sebenarnya mereka dan kenapa orang-orang ini membuat keributan disini?" Tanya Kevin meminta penjelasan. Karena Kevin sendiri tidak mengenal mereka semua.
"Me..Mereka adalah kelompok gangster yang pernah bermasalah denganku. Mereka datang untuk menuntut balas padaku, aku pernah terlibat masalah dengan orang-orang ini dan menyebabkan salah satu dari mereka meregang nyawa." Ujarnya menjelaskan.
"Cari penyakit!!" Ucap Kevin menimpali. Dia menatap Kris dari ekor matanya.
Ini bukan pertama kalinya Kris terlibat masalah namun tidak bisa menyelesaikannya. Dan selalu Kevin yang harus turun tangan menyelesaikannya, itu juga yang terjadi hari ini.
Kevin menghampiri beberapa pria itu dan menatap mereka satu persatu. Tatapannya dingin, berbahaya dan penuh intimidasi. Membuat beberapa dari mereka sampai menelan ludah dan berkeringat dingin.
"Lalu apa yang kalian inginkan? Membalas dendam? Bukankah dia yang terlibat masalah dengan kalian?! Lalu kenapa kalian malah libatkan ibu dan kakak perempuanku? Apa kalian semua sudah bosan hidup?!"
"Diam!! Urusanku bukan denganmu tapi dengan kakakmu. Sebaiknya kau tidak usah ikut campur jika tidak ingin istri cantikmu itu bernasib sama seperti mereka berdua!!" Salah satu dari mereka menimpali ucapan Kevin sambil menunjuk nyonya Xi dan Kyra yang sedang tak sadarkan diri. Mereka berdua sama-sama terluka, seperti yang Kris katakan ditelepon tadi.
Lalu pandangan Kevin bergulir pada Ellena. Wanita itu terlihat tenang-tenang saja meskipun ujung senjata api menempel pada kepalanya. Wajah cantiknya tak menunjukkan ekspresi ketakutan sedikit pun. Kevin benar-benar tidak tahu apa yang sedang Ellena pikirkan saat ini.
"Jauhkan senjata kalian darinya!!" Pinta Kevin menuntut.
"Bagaimana jika Aku menolaknya?! Istrimu ini sangat cantik, pasti sangat menyenangkan jika aku berhasil mencicipinya." Pria itu menyeringai.
Ellena melirik pria itu dari ekor matanya. Tatapannya dingin dan penuh intimidasi. "Kau sudah membuat kesalahan yang sangat besar. Lepaskan aku sekarang atau kau akan menyesal!!" Ucap Ellena memperingatkan.
__ADS_1
"Cantik, sebaiknya kau jangan macam-macam. Dan lagipula ancamanmu tidak berlaku untukku!! Memangnya apa yang bisa dilakukan oleh perempuan lemah sepertimu?!"
Ellena menyeringai dingin. "Heh, kau salah meremehkan orang, Bung!!!" Ucapnya lalu menarik lengan pria yang menjadikannya sandera lalu membantingnya ke lantai.
Dan apa yang Ellena lakukan membuat semua yang ada di ruangan itu tercengang, termasuk Kevin dan Kris. Dan bertahun-tahun mengenal Ellena, ini pertama kalinya Kevin melihat dia menunjukkan seni bela diri di depannya. Tak pernah terpikirkan oleh Kevin jika Ellena memiliki kemampuan bela diri yang sangat baik.
"Makanya jangan main-main dengan perempuan. Jangan hanya karena terlihat lemah, maka kau bisa bersikap kurang ajar dan meremehkannya!!" Ucap Ellena dengan seringai yang sama.
Wanita itu berbalik dan mendapati Kevin menatapnya dengan tatapan yang sulit dijelaskan. Ellena tersenyum tiga jari sambil mengangkat jarinya membentuk huruf 'V'."Kau berhutang sebuah penjelasan padaku, Nona!!" Ucap Kevin dengan tatapan dinginnya.
"Nanti saja kita bahas soal ini. Sebaiknya kita singkirkan dulu saja para sampah-sampah ini!!" Ucap Ellena, Kevin mengangguk.
Lalu pandangan Kevin bergulir pada Kris. Menatap sang kakak dari ekor mata dinginnya. "Biar aku dan Ellena yang menyebalkan mereka, segera bawa Mama dan jiejie ke rumah sakit!!" Kris mengangguk.
Dengan bantuan beberapa anak buahnya, Kris pun segera melarikan mereka berdua ke rumah sakit. Keadaan ibu dan adiknya sedang kritis akibat racun yang mereka teguk secara paksa. Kris tidak ingin sampai terlambat dan kehilangan mereka berdua.
Dan kurang dari lima menit, Kevin dan Ellena berhasil mengatasi mereka semua. Tak satupun dari mereka yang Kevin biarkan tetap hidup, dia menghabisi mereka semua dengan sadis dan brutal.
Sudah kelar masalahnya, Kevin dan Ellena pun memutuskan untuk segera menyusul Kris ke rumah sakit. Mereka benar-benar mencemaskan keadaan nyonya Xi dan Kyra.
.
.
"Bagaimana keadaan Mama dan Jiejie?" Tanya Kevin pada Kris.
Kris menggelengkan kepala. "Aku sendiri belum tahu bagaimana keadaan mereka berdua. Racun yang masuk ke dalam tubuh mereka berdua terlalu berbahaya, semoga saja dokter belum terlambat menanganinya."
__ADS_1
Kevin terduduk lemas setelah mendengar penjelasan Kris. "Tapi, Key. Bagaimana kau bisa langsung menebak jika tadi aku sedang membohongimu dengan mengatakan jika Mama sedang kritis karena kecelakaan dan sekarang di rumah sakit?" Kris menatap Kevin penasaran.
"Ellena memberitahuku jika beberapa menit sebelum kau menghubungiku dia masih bertukar pesan dengan Mama. Aku merasa ada yang tidak beres apalagi kau berbicara seperti berada dibawah sebuah tekanan. Makanya aku memutuskan untuk pulang ke rumah." Jelasnya.
Kris akui jika Kevin lebih peka daripada dirinya. Pengalaman lah yang telah mengajari sang adik segalanya, kejadian di masa lalu membuat Kevin merasa trauma, hingga dia mengambil sebuah sumpah untuk menghabisi siapapun yang berani mengusik ketenangan dan ketentraman keluarganya.
"Dan kau, Kris. Kenapa kau begitu bodoh sampai-sampai terlibat masalah dengan mereka. Jika tidak bisa menyelesaikannya, sebaiknya jangan mencari masalah!!" Kevin menatap Kris dengan sinis dan dingin.
Sedangkan Kris yang ditatap sedingin itu oleh adiknya sendiri memilih diam dan menundukkan kepalanya.
Melihat tatapan Kevin membuat nyali Kris langsung menciut. Dan daripada berhadapan dengan tatapan dingin Kevin yang lebih menyeramkan dari tatapan iblis, ditatap sedingin itu oleh Kevin membuat Kris seperti sedang uji nyali.
"Dan jika sampai ada apa-apa dengan mereka berdua. Kau yang akan menanggung akibatnya!!"
Cklekkk..
Suara pintu dibuka mengalihkan perhatian mereka bertiga. Seorang dokter keluar dari UGD dan menghampiri ketiganya. "Bagaimana keadaan mereka?" Tanya Kevin tanpa basa-basi.
"Beruntung kalian membawanya kemari dengan tepat waktu. Terlambat sedikit saja, nyawa mereka bisa berada dalam bahaya. Dan kalian bisa menemui mereka setelah dipindahkan ke ruang inap."
Mendengar apa yang disampikan oleh dokter membuat mereka bertiga bisa menghela napas lega. Kevin sempat berpikir jika mereka tidak akan selamat akibat racun yang masuk ke dalam tubuhnya. Tapi ternyata Tuhan berkehendak lain. Mereka selamat dan baik-baik saja.
-
-
Bersambung.
__ADS_1