Gairah Liar Istri Kedua

Gairah Liar Istri Kedua
Bab 22: Keyakinan Ella


__ADS_3

Ella menatap pantulan dirinya di cermin, dia benar-benar merasa puas dengan hasil akhir dari operasi plastik yang ia jalani. Seperti yang Ella harapkan, wajahnya benar-benar berubah total. Dengan begini tidak akan ada lagi yang mengenalinya, bahkan itu Kevin dan Ellena sekalipun.


Ella membuka laci meja riasnya lalu mengeluarkan sebuah gunting, dengan erat Ella memegang rambutnya lalu memotongnya sangat pendek. Bukan hanya wajahnya yang berubah, tetapi penampilannya yang lain juga.


Setelah berganti pakaian dan bermake-up. Ella melenggang pergi meninggalkan kamarnya, hari ini juga ia akan pergi menemui Kevin dan melancarkan rencananya. Ella yakin, dengan penampilannya yang sekarang Kevin tidak mungkin bisa menolaknya. Karena dia sangat menarik.


"Xi Kevin, tunggu aku Sayang!!!"


-


-


Kabar tentang Ella yang telah melakukan operasi plastik tak hanya sampai ke telinga Kevin saja, tetapi Ellena juga.


Meskipun ia sudah mengetahuinya, tetapi Ellena bersikap seolah dia tidak mengerti dan mengetahui apa-apa. Tidak hanya Kevin yang memiliki mata di mana-mana, tetapi Ellena juga. Pertahanan dan kekuatan Ellena tentu tidaklah selemah yang orang pikirkan.Dia tidaklah selemah itu.


Sebenarnya Ellena bukanlah perempuan lemah seperti yang terlihat selama ini, yang tidak bisa apa-apa dan hanya mengandalkan Kevin untuk melindunginya. Bersikap bar-bar seolah-olah dia adalah wanita yang kuat dan hebat.


Karena bagi Ellena, apalah arti sebuah kekuatan toh pada akhirnya dia tetap membutuhkan seseorang untuk menjadi melindungnya.


Dengan langkah tenang, Ellena meliukkan tubuhnya memasuki sebuah restoran mewah yang terletak dipusat kota. Dia berjanji untuk bertemu seseorang di sana. Ya, orang yang akan memberinya informasi tentang Ella.


"Nona, ini beberapa potret yang berhasil saya dapatkan. Operasi plastiknya berhasil dan wanita itu telah merubah total penampilannya," lapor seorang pria berpakaian formal yang duduk berhadapan dengan Ellena.


Wanita itu menyeringai sinis. "Apa dia pikir dengan merubah total penampilannya, maka bisa mengelabuhiku. Ella, kau tidak mengenalku dengan baik. Baiklah, akan aku ikuti permainanmu. Dan kita lihat saja, sampai kapan kau mampu bertahan dengan kebohonganmu itu!!"

__ADS_1


Ellena akan mengikuti permainan Ella. Dia akan menemani wanita itu bermain seperti yang diinginkan oleh Ella. Jika Ella bisa, maka kenapa Ellena tidak. Dan kali ini Ellena tak akan membiarkan Ella bertindak sesuka hatinya lagi, dia akan memberi pelajaran yang setimpal pada wanita itu.


"Cepat pergi dari sini, sebentar lagi suamiku datang. Aku tidak ingin pertemuan kita ini diketahui oleh siapa pun termasuk Kevin!!"


Pria itu mengangguk. Ia kemudian bangkit dari duduknya dan pergi begitu saja, meninggalkan Ellena sendiri di restoran tersebut.


Bukan maksud Ellena ingin menyembunyikan apapun dari Kevin. Tapi Ellena pikir tidak ada gunanya juga dia memberitahu suaminya itu tentang sisi kehidupannya yang lain, karena semua sudah berlalu dan menjadi masa lalu.


"Maaf, aku datang terlambat." Ellena mengangkat wajahnya dan mendapati Kevin berjalan menghampirinya. Wanita itu tersenyum lebar.


Ellena menggeleng. "Tidak apa-apa kok, aku juga baru tiba." Ucapnya. "Oya, aku sudah memesan beberapa menu untukmu. Bagaimana kalau aku minta pelayan untuk mengeluarkannya sekarang?" Usul Ellena yang kemudian dibalas anggukan oleh Kevin.


Selang beberapa saat para pelayan datang membawa pesanan Ellena, sedikitnya ada 7-8 menu berbeda. Entah apa yang membuat dia memesan begitu banyak menu padahal yang makan siang hanya ia dan Lucas saja.


"Kenapa pesan banyak sekali? Apa kau yakin bisa menghabiskan semuanya?"


"Heh, kita bukan orang yang kekurangan makanan, Ell. Jadi untuk apa dibungkus. Kalau mau bawa pulang tinggal pesan lagi kan beres."


Ellena menggeleng. "Itu akan membuang-buang uang saja. Jadi lebih baik bungkus makanan yang tersisa. Lebih menghemat uang dan makanannya juga tidak sampai terbuang sia-sia." Jawabnya.


Kevin mendengus berat. Dia benar-benar tidak paham dan tidak mengerti dengan jalan pikiran Ellena yang begitu sulit di tebak. "Aish, jangan menatapku seperti itu. Bukan aku saja, hampir semua ibu rumah tangga pasti memiliki pemikiran yang sama!!" Tegasnya.


Pria itu menghela napas berat. Tidak ada gunanya di teruskan lagi. Akan panjang ceritanya. "Terserah kau saja!!" Mengalah lebih baik, karena jika dilanjutkan malah akan semakin panjang dan Ellena semakin ngotot jika dirinya yang paling benar.


Dan selanjutnya makan siang mereka lewati dengan tenang. Tak ada lagi ocehan yang keluar dari bibir Ellena, wanita itu diam dan menikmati makan siangnya. Begitu pula dengan Kevin, dan hanya terdengar suara denting piring, garpu dan sendok yang saling bersentuhan.

__ADS_1


-


-


Nyonya Marissa memicingkan matanya melihat sosok wanita asing yang berdiri di depannya. Wajahnya memang terlihat asing namun tidak dengan postur tubuh dan suaranya. Nyonya Marissa sangat mengenalinya dengan baik.


Wanita asing itu menyeringai tipis. "Nyonya, aku tau jika aku ini memang cantik. Jadi kau tidak perlu menatapku sampai seperti itu, dan bisakah kau menyingkir sekarang juga?! Karena kau itu sudah menghalangi jalanku!!" Ucapnya.


Nyonya Marissa menahan pergelangan wanita itu. Membuat dia mau tidak mau harus menghentikan langkahnya. Keduanya saling menatap selama beberapa saat.


"Ella, wow sekarang kau sangat luar biasa ya. Wajahmu sudah berubah dan terlihat jauh lebih cantik dari sebelumnya. Mungkin kau bisa mengelabui semua orang, tapi tidak untukku. Karena aku mengenalmu dengan baik, lebih dari siapapun!!"


Wanita itu yang ternyata adalah Ella menyentak tangan Nyonya Marissa dan menatapnya tidak suka. "Ella, siapa dia? Kenapa Anda memanggilku dengan nama asing yang bukan namaku? Namaku itu Miska, bukan Ella!!"


"Benarkah? Oh, sepertinya aku sudah salah mengenali orang. Maaf ya, Miska." Nyonya Marissa tersenyum misterius. Dia menepuk lengan Ella dan pergi begitu saja.


Semua orang mungkin akan terkecoh oleh penampilan baru Ella. Tapi tidak dengan Nyonya Marissa, karena bagaimana pun juga dialah yang sudah merawat Ella dari kecil. Jadi Nyonya Marissa mengenalnya lebih baik dari siapa pun.


"Nyonya, Tunggu!!" Seru Ella menghentikan langkah Nyonya Marissa. Wanita itu lantas menoleh dan menatap Ella penuh tanya. "Aku baru datang ke kota ini. Dan belum tau menahu tentang tempat ini. Bisakah Anda membantuku, itu juga jika anda tidak keberatan."


Nyonya Marissa menatapnya penuh tanya. Ia sungguh tidak tau rencana apa yang sebenarnya dimiliki oleh Ella. Tapi Nyonya Marissa yakin jika wanita ini memiliki rencana yang buruk untuk keluarganya. Dan Nyonya Marissa harus tau apa rencananya.


"Tentu saja bisa, aku akan membantumu!!"


-

__ADS_1


-


Bersambung.


__ADS_2