Gairah Liar Istri Kedua

Gairah Liar Istri Kedua
Bab 29: Tragis


__ADS_3

Tatapan Ella menajam ketika melihat Ellena keluar dari sebuah butik bersama ibunya. Di tangan Ella menggenggam sebuah belati yang nantinya akan dia gunakan untuk menghabisi Ellena. Ya, benar sekali, Ella memang berniat untuk menghabisi senyawa Ellena. Dia ingin wanita itu mati di tangannya.


Dengan langkah tenang, Ella menghampiri Ellena dan Nyonya Marissa yang sedang memasukkan barang-barang mereka ke dalam bagasi. Genggaman Ella pada pisau ditangannya semakin menguat, matanya yang tajam menatap Ellena penuh kebencian.


"Ellena, kali ini kau akan mati di tanganku setelah itu semua milikmu akan menjadi milikku, termasuk Kevin!!" Ucap Ella menyeringai.


Tinnn... Tinnn... Tinnn...


"Yakk!! Wanita gila Apa kau sudah bosan hidup?!" Bentak seorang sopir taksi yang nyari saja menabrak Ella. Wanita itu menyeberang jalan tanpa melihat kanan kiri, bahkan Ella tidak peduli dengan keadaan jalan yang sangat ramai dan padat kendaraan.


"Berisik!!" Jawab Ella menimpali.


Jarak Ella dan Ellena semakin dekat, dan wanita itu masih terlihat sibuk dengan barang-barangnya yang menumpuk. Saking banyaknya barang yang ia beli dengan ibunya, sampai-sampai membuat barang-barang itu tidak muat di bagasi.


Hanya tinggal beberapa meter lagi, Ella mencapai tempat Ellena. Di saat bersamaan, sebuah truk besar tampak melaju kencang kearah Ella. Truk itu kehilangan keseimbangan akibat roda bagian belakangnya yang pecah tiba-tiba.


Truk itu banting kanan dan kiri guna menghindari kecelakaan dengan kendaraan lain. Namun naasnya, truk itu tidak bisa mengontrol lajunya lagi ketika dan banting kanan untuk menghindari kecelakaan dengan sebuah kendaraan umum. Akibatnya truk itu menabrak pohon dan terguling tepat di tempat Ella berjalan.


"NONA!! AWAS!!" Dan teriakan orang-orang yang ada di lokasi mengejutkan Ella dan juga menyita perhatian Ellena.


Mata keduanya sama-sama membelalak sempurna. Dengan refleks Ella mengangkat kedua tangannya dan berteriak keras, begitu pula dengan Ellena yang langsung histeris.


"ELLA....!!!"


"Aaaahhhhhhh....!!"


Tubuh Ella tertimpa truk bermuatan penuh tersebut. Membuat darah segar bercampur dengan cairan putih yang berasal dari ot*knya mengalir kejalanan. Kejadiannya begitu cepat, membuat orang-orang di sana termangu dan juga terkejut. Ellena dan Nyonya Marissa yang melihat langsung kejadian itu lemas seketika.

__ADS_1


Dengan mata kepala mereka sendiri, keduanya melihat takdir tragis yang menimpa Ella. Ella meninggal dengan cara yang sangat mengenaskan, tubuhnya tertimpa badan truk bermuatan penuh hingga membuat kepalanya pecah.


Tidak ada yang tahu bagaimana kondisi mayat Ella sebenarnya, karena tubuhnya masih berada di bawah badan truk. "Ma, Ella," ucap Ellena.


"Mau bagaimana lagi, mungkin saja itu adalah karma untuknya. Selama ini dia sudah banyak melakukan kejahatan dan membuat kita semua dalam masalah. Biar polisi saja yang mengurus mayatnya. Kita tidak ada hubungannya dengan kejadian ini, ayo pergi."


Ellena mengangguk. Memang benar apa yang ibunya katakan, untuk apa juga Dia peduli pada Ella, toh kematiannya juga tidak ada hubungannya dengan dirinya. Tetapi Ella meninggal murni karena kecelakaan.


"Mama benar, ya sudah ayo kita pulang."


-


-


Kevin mematikan sambungan televisinya, berbagai media menayangkan tentang kematian Ella yang begitu tragis. Dia kehilangan nyawa dalam sebuah kecelakaan maut.


Dan dengan kematian Ella, tak akan ada lagi yang mengganggu ketentraman rumah tangganya dengan Ellena. Ya meskipun akan muncul Ella-Ella yang lain, tapi tentu saja tidak akan semerepotkan dia.


Kevin Magelang. "Untuk apa, aku dan dia sudah tidak ada urusan apapun lagi. Karena sejak dari awal, hubungan kami terjadi karena kelicikannya. Biarkan polisi saja yang mengurusnya, aku tidak ingin terlibat apapun lagi dengan wanita gila itu!!" Ujar Kevin menimpali.


Memang benar apa yang Kevin katakan, hubungannya dengan Ella terjadi akibat kecurangan wanita itu. Jika saja Ella tidak pernah menjebaknya, pernikahan di antara mereka juga tidak akan terjadi. "Baiklah Tuan, kalau begitu saya permisi dulu." Alex membungkuk dan meninggalkan Kevin begitu saja.


Tidak ada yang tau bagaimana nasib mayat Ella selanjutnya. Karena tak ada satu orang pun yang peduli padanya. Baik itu Nyonya Marissa selaku Ibu angkatnya, ataupun Kevin mantan suaminya. Keduanya tak peduli dan tak mau terlibat apapun lagi dengan wanita itu.


"Key, apa kau sudah melihat berita panas hari ini?" Tanya Ellena. Dia baru saja tiba di kantor suaminya.


Kevin mengangguk. "Tentang kematian Ella bukan? Ya, aku sudah melihatnya. Baguslah wanita itu akhirnya mati juga, dengan begitu tidak ada lagi benalu yang mengusik kehidupan kita berdua." Ujarnya.

__ADS_1


"Tapi, Key. Apa kau tau jika aku baru saja mengalami sebuah peristiwa yang sangat mengerikan? Benar-benar sangat mengerikan, saking mengerikannya, sampai-sampai membuatku ketakutan setengah mati."


Kevin mendekati Ellena dan mendapati istrinya itu yang sedang berkeringat dingin. Tubuhnya sedikit gemetar dan tangannya terasa dingin sekali. "Ada apa memangnya? Hal mengerikan apa yang kau alami sampai-sampai membuatmu setakut ini?" Tanya Kevin.


Ellena berhambur ke dalam pelukan suaminya dan memeluk Lucas dengan erat. "Aku melihat langsung dengan mata kepalaku sendiri saat Ella tertimpa badan truk. Darah segar bercampur cairan putih mengalir di aspal, aku juga mendengar suara ledakan keras. Menurut orang-orang itu adalah suara kepala yang pecah." Ujarnya.


Lelaki itu tak bisa berkata-kata lagi setelah mendengar apa yang Ellena katakan. Dan sekarang Kevin tau apa alasan Ellena sampai ketakutan seperti itu, itu karena dia menyaksikan kematian Ella secara langsung. Kevin pun semakin mengeratkan pelukannya dan menyakinkan pada Ellena jika semua akan baik-baik saja.


"Tidak apa-apa, itu bukanlah hal yang perlu kau takutkan. Lagipula ada aku disini, jadi jangan takut. Aku akan selalu berada di sisimu dan tidak akan meninggalkanmu sendirian, tidak akan!!"


Ellena semakin mengeratkan pelukannya sambil menutup rapat-rapat kedua matanya. Hatinya menghangat setelah mendengar apa yang Kevin katakan. Dan sungguh beruntung dia memiliki Kevin disisinya. "Ya, selama kau ada. Semua akan baik-baik saja." Ucapnya.


Kemudian Kevin melepaskan pelukannya. Sudut bibirnya tertarik keatas membentuk lengkungan indah di wajah tampannya. "Apa kau lapar? Kebetulan aku tadi beli cake kesukaanmu. Kau bilang mau datang siang ini."


Mendengar kata cake kesukaannya, seketika membuat mata Ellena berbinar-binar. Kebetulan dia memang sedang ingin memakan cake itu. Dan tujuannya datang menemui Kevin karena ada hal penting yang ingin dia sampaikan padanya. Sebuah kabar bahagia yang akan merubah segalanya.


"Oya, Key. Aku punya sesuatu untukmu." Ucap Ellena.


Kevin memicingkan matanya dan menatap Ellena penuh tanya. "Apa?" Tanya Kevin penasaran.


Ellena mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya yang kemudian dia berikan pada Kevin. Dengan tangan gemetar Kevin menerima benda itu. Sedangkan Ellena tampak berkaca-kaca. "Ellena, ini?" Ucap Kevin sembari menatap Ellena tak percaya.


Wanita itu mengangguk. "Ya, Key. Aku hamil. Sebentar lagi kita akan menjadi orang tua," ucapnya dengan suara gemetar. Ingin meledak rasanya dada Kevin ketika menerima benda tersebut dan mendengar pengakuan langsung dari Ellena. Sampai-sampai dia tidak bisa berkata-kata lagi saking bahagianya ketika tau dirinya akan menjadi orang tua.


Tubuh Ellena tertarik ke depan karena pelukan Kevin yang tiba-tiba. Detik berikutnya sudut bibir Ellena tertarik keatas, dia mengangkat kedua tangannya dan membalas pelukan suaminya. Dan mereka berdua tak bisa mengungkapkan kebahagiaannya dengan kata-kata.


-

__ADS_1


-


Bersambung.


__ADS_2