Gairah Liar Istri Kedua

Gairah Liar Istri Kedua
Bab 24: Bunga Aprikot


__ADS_3

Semerbak harum dari bunga-bunga aprikot menandakan bahwa musim semi telah tiba.Sejumlah negara di berbagai belahan dunia tengah menikmati musim semi. Begitu juga dengan negeri tirai bambu yang memiliki 4 musim. Pada saat seperti ini, memandang bunga mekar adalah salah satu hal yang paling dinanti-nantikan di musim ini.


Di antara sekian banyaknya objek wisata musim semi yang dimiliki oleh China, Yili merupakan salah satu yang paling dicari. Selama bertahun-tahun, Apricot Valley telah menarik wisatawan dari berbagai penjuru China bahkan dunia. Dan tujuan utama mereka tentu saja adalah menyaksikan indahnya bunga aprikot.


Saat musim semi tiba, lembah dengan rerumputan bak permadani itu dipenuhi warna merah muda dan putih. Bunga-bunga aprikot bermekaran, menampilkan keindahan yang tak kalah dari sakura.


Fenomena lautan bunga di Apricot Valley telah berlangsung sejak bulan April lalu. Aprikot yang tumbuh di lahan yang memiliki luas 2000 hektar itu mengalihkan seluruh perhatian dan dunia Ellena, apalagi di setiap cabang dan rantingnya dipenuhi bunga mekar.


"Bagaimana? Apa kau menyukainya?" Tegur Kevin yang entah sejak kapan sudah berdiri di belakang wanita itu.


Serra menoleh kebelakang dan mengangguk. Awalnya Ellena bingung kenapa Kevin lebih membawanya terbang ke China daripada pergi ke Busan untuk melihat Canola, ternyata ini adalah alasannya. Dan ini sebuah kejutan yang sangat luar biasa bagi Ellena tentunya. Apalagi ini pertama kalinya dia melihat hamparan lautan bunga Aprikot


"Aku sangat menyukainya. Apalagi ini pertama kalinya aku melihat hamparan bunga Aprikot yang tumbuh dilahan seluas ini." Jawabnya.


Kevin menepuk kepala coklat Ellena. "Ayo kita jalan-jalan ke sebelah sana." Kevin menunjuk area yang lebih banyak ditumbuhi oleh bunga-bunga cantik itu. Ellena mengangguk dengan semangat.


Tak ingin menyia-nyiakan momen seindah ini. Ellena pun segera mengabadikannya dan meng-uploadnya di media sosial miliknya. Tujuannya tentu hanya satu, yakni membuat Ella panas dan kebakaran jenggot.


"Kevin, ayo kita berfoto." Seru Ellena lalu menarik Kevin untuk mendekat padanya. Karena sulit untuk berfoto sendiri, Ellena meminta bantuan pada orang lain supaya mengambil foto dirinya dengan Kevin.


Wanita itu tersenyum lebar setelah mendapatkan hasil yang dia inginkan. Foto itu bagus dan sempurna. "Kalau begitu aku akan meng-uploadnya ke media sosial milikku. Supaya ada yang kebakaran jenggot." Ucap Ellena lalu mengirim foto-foto itu ke media sosial miliknya.


Pandangan Ellena lalu bergulir pada Kevin. Dia ingin memastikan sesuatu. "Oya, Key. Kita sudah disini, apa sebaiknya kita mengunjungi mama sekalian?" Usul Ellena.


Kevin menggeleng. "Lain kali saja. Masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan di Korea, jadi kita langsung kembali saja. Ayo lanjut jalan lagi, sebaiknya kau puas-puaskan melihat bunga-bunga cantik itu."


"Tanpa kau minta pun aku pasti melakukannya. Apalagi ini adalah sesuatu yang sangat langkah."


Dan disaat Kevin dan Ellena sedang asik menikmati keindahan bunga-bunga cantik itu. Beberapa pria menghampiri mereka berdua. Mungkin Ellena merasa asing tapi tidak dengan Kevin, Kevin mengenal betul siapa orang-orang itu setelah melihat tatto kalajengking di leher kanannya.

__ADS_1


Pria itu menyeringai dingin. Kevin berbicara sebentar pada Ellena lalu menghampiri mereka berdua. Tatapannya berubah dingin, tajam dan tak bersahabat. Karena yang ada dihadapan Kevin adalah para musuh lamanya, lebih tepatnya anak buah dari pemimpin geng yang selama ini berseteru dengannya.


"Xi Kevin, akhirnya kami menemukanmu disini. Sekarang kami akan menuntut balas atas kematian Bos kecil yang kau habisi dua tahun yang lalu!!" Ucap salah satu dari ketujuh pria itu.


"Kalian ingin menghabisi ku? Apa kalian sudah memiliki kemampuan untuk itu?" Ia menatap dingin dan remeh pada pria yang baru saja berbicara.


"Jangan mengatakan omong kosong!! Kau hanya sendiri dan kami bertujuh. Meskipun kau hebat dan tangguh dalam bela diri, selama kau hanya sendiri tidak mungkin bisa mengalahkan kami!!"


Kevin menyeringai sinis. "Benarkah? Kau yakin jika aku hanya sendiri, lalu siapa yang ada di sekeliling kalian itu?!"


Beberapa pria bersenjata terlihat menghampiri mereka bertujuh dan mengelilingi mereka semua yang tampak panik. "Bereskan mereka!!"


"Baik, Bos!!"


"Ellena, ayo pergi!!" Ucapnya lalu merangkul bahu Ellena. Wanita itu menganggukkan kepala dan melenggang pergi.


Kevin adalah seorang pemimpin Gangster, jika hanya untuk menghadapi para cecungguk seperti mereka saja ia tidak perlu turun tangan sendiri, cukup anak buahnya untuk membereskan mereka.


-


-


Foto-foto Ellena dan Kevin yang sedang berada di China telah beredar di media sosial milik wanita itu. Dan Ella sudah melihatnya, dia langsung kebakaran jenggot setelah melihat semua foto-foto kebersamaan Kevin dan Ellena di media sosial.


Kata-kata serasi yang ada di komentar membuat Ella ingin sekali membanting ponselnya. Tapi dia tak melakukannya, itu adalah ponsel barunya, yang dia beli dari sisa uang yang dia miliki. Ella sudah kehabisan uang, karena semua uangnya sudah dia pakai untuk operasi plastik.


"Aarrkkhhh...!!! Sial!! Kenapa mereka semakin mesra saja?! Tidak bisa, ini tidak bisa dibiarkan, aku harus melakukan sesuatu!!"


Ella bangkit dari kursinya dan pergi begitu saja. Dan ketika hendak meninggalkan cafe, tanpa sengaja dia bertabrakan dengan seseorang hingga nyaris terjatuh. Beruntung orang itu segera menangkapnya. Ella terkejut melihat siapa yang baru saja bertabrakan dengannya.

__ADS_1


"Leo," ucapnya membatin.


Berbeda dengan Ella yang langsung mengenali Leo. Pria itu justru merasa asing dengan wanita yang ia tabrak ini karena wajah Ella sudah berubah menjadi orang lain. "Nona, kau tidak apa-apa kan?" Tanya Leo memastikan.


"Dimana matamu saat berjalan sampai-sampai tidak melihat aku yang sebesar ini berjalan di depanmu. Minggir, jangan halangi jalanku!!" Ella mendorong tubuh Leo dan pergi begitu saja.


Pria itu memiringkan kepalanya dan menatap kepergian Ella dengan tatapan tak terbaca. Ia seperti mengenal wanita itu. Dia terlihat tidak asing, tapi Leo tidak ingat kapan mereka pernah bertemu sebelumnya. "Ah, tidak mungkin. Mungkin hanya perasaanku saja," Leo mengangkat bahunya acuh dan melanjutkan langkahnya.


-


-


Brakkk...


Ponsel dalam genggaman Kevin terlepas begitu saja setelah dia mendapatkan kabar dari Kris jika sang ibu mengalami kecelakaan dan saat ini sedang koma di rumah sakit. Tanpa membuang waktu, Kevin pun segera putar balik mobilnya dan mengurungkan niatnya untuk pergi ke bandara.


Tidak tau apa yang terjadi karena semua terjadi begitu saja. Bahkan Kris pun tidak tau apa yang sebenarnya menimpa ibunya, dia mendapatkan kabar jika sang ibu sedang kritis di rumah sakit setelah mengalami kecelakaan tunggal. Namun semua terasa begitu aneh dan janggal.


"Ada apa, Key?" Tanya Ellena melihat kepanikan Kevin.


"Kris menghubungiku dan memberitahu jika saat ini Mama sedang kritis di rumah sakit. Dia mengalami kecelakaan dan sekarang di rawat di rumah sakit."


Mata Ellena membulat sempurna. "Apa? Bagaimana bisa, baru beberapa menit yang lalu aku betukar pesan dengannya. Dan rasanya ini mustahil. Key, sepertinya ada yang tidak beres. Sebaiknya ayo kita pergi dan memastikannya."


Kevin mengangguk. Ia pun segera tancap gas, Kevin tidak bisa percaya dengan apa yang baru saja dia dengar sebelum memastikannya sendiri. Apalagi suara Kris seperti berada dibawah tekanan seseorang, Kevin merasa ada yang tidak beres sedang terjadi.


-


-

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2