GARAKJI

GARAKJI
13


__ADS_3

“sudah berapa lama dia tidak sadarkan diri..?”



“sejak kepergian nona Choi Yu Na ke istana, tuan menteri Choi”



“baiklah. Kau boleh pergi. Siapkan teh herbal untukku”



“baik tuan, saya undur diri” hormat pelayan Gong keluar paviliun utama



Cip...cip...cip....


Srak...srak....



“uh.. kepalaku berat sekali”



“rupanya kau sudah sadar Ra”



“oh. Tuan Choi anda menyelamatkan aku lagi?”



“tidak kau hanya pingsan. Kenapa sekian tahun kini kau kambuh lagi Ra” keluh tuan Choi iba.



“hanya kekhawatiran seorang ibu pada anaknya saja tuan” balasnya tersenyum



“Ra..? apa aku boleh mendengar ceritamu..?”



“anda sudah tau semuanya tuan Choi”



“Yu Na apa dia putri tunggalmu..?”

__ADS_1



“ye... bagaimana mungkin ada yang lain sejak kejadian itu”



“tapi kau tidak membenci Yu Na. Walau ayahnya telah membuatmu kehilangan segalanya”



“tuan Choi terima kasih atas kepedulian anda. Dosaku tidak ada hubungannya dengan Yu Na. Selain aku mengingat bahwa darah dalam diri Yu Na dari laki-laki sial itu, tapi setiap degupan nafas Yu Na selalu memberi harapan bagiku..... bahwa dalam diriku ada makhluk hidup yang perlu aku jaga.”



“kau sungguh mulia Ra”



“bagian mana dari diriku yang masih mulia..? tuan Choi..?”




“pemikiranmu.. kesungguhanmu.. kemurnianmu”




“kau masih tak percaya padaku..? aku menikahimu bukan semata-mata hanya karena kasihan. Tapi karena ku melihatmu sebagai wanita”



“justru itulah tuan Choi rasa bersalahku padamu tak mampu ku tebus walau dengan nyawaku. Anda laki-laki, bagaimana mungkin saya tidak tertarik. Tapi sebagai penghormatan, sesuatu yang masih tersisa di diriku aku memandang anda sebagai tuan Yanban yang dermawan dan terhormat. Aku walau berstatus istri anda, tapi tubuhku sudah tak mungkin kupersembahkan pada anda. Oleh karenanya demi kelangsungan keturunan Choi anda segeralah mengambil istri dari kalangan yanban lainnya.... aku tidak keberatan”



“selama aku hidup. Jangan kau memerintahku seperti itu. Jika hanya persoalan darah dalam tubuh, apa bedanya kau dengan adikmu Ri..? kalian sedarah tak searah”



“cukup tuan. Dia sekarang permaisuri negeri ini. mohon hormatilah. Saya permisi undur diri” hormat ibu Yu Na keluar dari ruangan yang membuatnya merasa pengap.



Di depan kuil rumah, dia menyalakan lilin dan dupa doa. Meratap mengingat sang ayah. “ayah keputusanku mengirim putriku masuk istana apakah salah..? ayah ku mohon berkatilah cucumu Yu Na.”



Bagi ibu Yu Na diri Yu Na harapan terakhir baginya untuk hidup di dunia ini. sejak kejadian itu hubungannya dengan sang adik tak tau disebut apa. Apapun hasilnya demi Yu Na adalah prioritas utama.

__ADS_1


***************



Di sisi lain istana Bulan milik ratu



Sang ratu yang tengah duduk di bilik kamarnya menatap lilin yang menyinari aksesoris miliknya.



“bahkan sinar yang terpancar dari binyeo ini tak sebanding dengan kilauan bintang di langit sana.



Aku sudah menjadi wanita yang mulia raja tapi kenapa aku tidak bahagia..?


aku sudah jadi ibu dari pangeran penerus tahta, kenapa hatiku tetap gelisah...?


bukankah wanita tercantik dan terbaik adalah yang memiliki segalanya ?


aku punya suami yang mencintaiku dan anak yang menyayangiku. Bahkan harta seluruh daratan milik kerajaan ada dibawah kakiku. Lantas kenapa aku hanya merasakan kekosongan” gumam sang ratu menggenggam erat binyeonya.



Hari semakin malam... sang ratupun merebahkan diri terlelap dari angan.



(‘Chia Ri apa kau akan mencintaiku..?’ , ‘aku akan berbuat semaumu asal kau mau mencintaiku’. Ucap seorang laki-laki berjubah putih dengan senyum mengembang. ‘permainanmu sungguh hebat Chia Ri tak salah lagi kau primadona rumah musim semi ini, kau bunga yang paling harum daripada wanita penghibur lainnya.’ ‘aku bukan gadis penghibur, kau sendiri yang membutuhkan uangku tuan Rim aku hanya butuh kau puaskan saja dan bayaran berapapun akan ku berikan’ ucap Chia Ri. ‘eomoni... kenapa kau tinggalkan ayah dan aku..? ‘kau hanya gadis yang aku lahirkan. Tuan heo bersamamu itu sudah cukup jangan minta aku mengurusmu juga’, ‘kenapa kau hanya membawa kakak..? apa dia lebih berarti, apa karena kakak laki-laki..?’ ‘ya’ jawab Chia Ri berlalu pergi bersama seorang anak laki-laki milik cinta pertamanya tuan rim)



“jung jeong mama...” tok..tok..tok



“hari sudah pagi. Genderang sudah ditabuh. Apa saya boleh masuk”



Deg... hoss.....hosss... sang ratu pun terbangun wajahnya penuh dengan keringan dingin



“jung jeong mama..? apa anda baik-baik saja..?” teriak para dayang kuatir



“ya masuklah” ucap sang ratu memperbaiki posisi duduknya. bagi sang ratu mimpi yang menghantuinya tidak boleh menggusarkan diri, semua akan baik-baik saja. hibur dirinya.

__ADS_1


__ADS_2