GARAKJI

GARAKJI
9


__ADS_3

“apa salahku seol..?


apa dosa yang harus aku tebus..?


apa aku salah jadi anaknya..?


apa aku salah hidup bersaudara dengan laki-laki itu..?


kami hanya dari ayah yang berbeda tapi punya wadah yang sama apa itu pilihanku sendiri seol-ah..?


apa aku salah pilih..?


kenapa eomoniku harus direbut..?


kenapa abeojiku tak mau mencariku..?


kenapa keluargaku tak sadar kehilangan diriku..?


kenapa tuan Heo mengambilku jika untuk disiksa..?


kematian mungkin lebih indah dari inikan seol-ah..?”



“anda berbicara tak tau aku menanggapi apa. Nona Heo Ni kuatkan batin anda, ku mohon”


********



waktu yang sama di tempat lain sosok laki-laki di penjara bawah tanah. Rambutnya terurai memutih tak terawat. Jenggotnya memanjang tak beraturan. Matanya sayu tapi berkilat amarah terpendam. Jarinya yang rapuh hanya tulang berlapis kulit menggoreskan hitungan di tanah penjara.



“musim dingin akhir tahun ketiga. Tujuh bulan lagi kau akan tau cheona. Ha..ha..ha” gumamnya tersenyum penuh maksud.



Tap...tap... kriek.... nampak langkah kaki yang berat menghampiri tahanan itu.



“Mu Yeon hyungnim kapan anda berdamai. Terimalah aku, aku akan menjanjikan kesejahteraan untuk dirimu.”



“cih. Anda repot-repot datang kesini hanya untuk membual cheona.” Ucap sang tahanan jengah.

__ADS_1



“aku tau pemaksaan menjadi sesuatu yang menyakitimu. Tapi kau tau sendiri aku sangat menyukai dirinya aku ingin menghabiskan waktu dan hidupku hanya untuknya kenapa kau tak paham ketulusanku..?”



“tulus..? kau memaksa anak jauh dari keluarganya. Kau memisahkan saudari dari saudaranya. Kau masih berani berbicara ketulusan..? berapa harga yang harus kau bayar untuk ini..?”



“aku menjadikannya ratu negeri ini. hanya ratu tanpa selir maupun yang lain. dia akan jadi wanita terhormat nomor satu di negeri ini. apa ini kurang hanya dengan syarat mendampingiku....?”



“ha..ha..ha... kau menganggap ini penghargaan baginya..? kau hanya perebut dua hati yang mencinta cheona.”



“cukup! Aku tak akan percaya! Hyungnim kau bisa meminta apapun padaku tapi cukup! Dia hanya untukku”



“kau hanya ingin mendengar apa yang kau ingin dengar. Tapi pikirkan... dia yang sudah tak punya keluarga, dia yang keluarganya entah dimana, dia yang tak tau bagaimana masa lalunya, dia yang kau paksa jadi kertas putih dan kau hiasi penuh warna, pikirkan tentang apa dirinya dan seharusnya”



“dia cukup menerima cintaku dan akan aku buat dunia menghormatinya. Hyungnim aku tau dulu kau berjasa mengirimkan mantra agar kehidupan lalunya tak tersingkap. Tapi jika kau masih tamak menginginkan aku terpisah dengannya walaupun atas kehendak langit aku tak terima.”





“Hyungnim, kau masih kakak yang aku hormati.. walau ibu selir Hui sudah tiada aku masih memberimu kehormatan di istana ini. jadi... ku harap pertemuan kita selanjutnya kau sudah tak menentangku lagi”



Brak...... prang... terdengar suara cawan pecah dibanting.



Ditatapnya sosok yang mengenakan jubah merah milik pemimpin negeri ini yang berjalan menjauh. Sang tahanan yang hampir menggila hanya terseyum kecut, pandangan matanya yang bercampur air mata menatap langit-langit penjara yang gelap gulita. ‘ini hukuman langitkan dewa ..? atau ini kekeliruan takdirmu..? aku.....aku mohon penebusan padamu’.


*************


__ADS_1


Splash..byur


“dasar budak tak tau diuntung!” ucap seorang wanita parubaya menyiram muka seorang gadis kecil yang mengenakan pakaian bertambal.



“saya..saya meminta ampun nyonya. Mohon maafkan keteledoran saya”



“ampun..? hanya permohonan maaf apa membuat barang-barangku ini kembali utuh? Piranti menjahit, porselen antik ini juga tak sebanding dengan nyawamu bekerja padaku seumur hidup”



Plak...


Hiks..hiks....



“cukup! Nyonya Yoon anda istri tuan menteri Yoon pengurus pajak kan..? tapi sikapmu seperti orang kekurangan uang saja” ucap seorang gadis yang mengenakan jang ot diikuti pelayannya dari belakang.



“cih... perempuan tak tau sopan santun. Di tengah pasar ini berani menantangku..? kau ingin mengakhiri nyawamu ya”



“justru anda yang kurang beradab. Bagaimana mungkin istri seorang petinggi tidak punya welas asih”



“kau!! Dasar perempuan yang tak tau di didik... akan aku didik kau” teriak nyonya Yoon menganggak tangan



“cepattttt lari. Harimau betina akan mengaum” ucap gadis kecil menggandeng perempuan yang megenakan jang ot.



Waktu yang sama di sisi lain pasar....


Drap...drap...drap....



“beri hormat kalian... rombongan wang seja choha akan datang” umum pasukan berkuda sepanjang jalan utama pasar.

__ADS_1



Semua yang lalu lalang membungkung, mundur dengan teratur.


__ADS_2