Garis Imajinasi

Garis Imajinasi
Sebuah Senjata Keberanian


__ADS_3

..."Jangan pergi agar hidupku tetap berarti."...


Leo dan Reka pulang dari kerajaan Odomo, mereka menempuh perjalanan yang sangat lama kembali. Disisi lain Ria terjebak di alam yang dipenuhi monster menyeramkan dan di padang tandus yang dialiri oleh kobaran api api. Saat monster yang menyeramkan itu ingin menebas Ria, Ria kelelahan dan tidak bisa menghindar. Ia hanya bisa pasrah, lalu memejamkan matanya. Tak disangka ketika matanya dibuka kembali, Monster monster yang menyeramkan itu sudah tidak ada lagi. Ria berpikir dan langsung mulai menyadari bahwa yang selama ini mengejarnya adalah sebuah ilusi.


Ilusi itu seperti tampak nyata tetapi siapa yang berulah menciptakan ilusi untuk menakut nakuti roh pendatang. Lelah Ria setelah beberapa waktu mulai hilang dan ia melanjutkan perjalanan kemanapun perasaan menuntunnya. Ia sudah melewati dua alam yang di jaga oleh berbeda beda penjaga, misalnya alam kehidupan yang dijaga oleh penjaga kehidupan lalu setelah itu ia masuk ke dalam alam ketenangan yang dijaga oleh penjaga kedamaian. Di alam yang baru ia masuki ini pasti ada seorang penjaga yang menjaga alam ini.


Untuk pergi meninggalkan alam yang tandus ini, Ria harus mencari pintu keluar dengan menemukannya atau bertanya kepada sang penjaga alam. Tetapi tiap ia memasuki alam baru, pasti tantangan yang ia tempuh akan begitu sulit. Ria terus berjalan tak menemukan apa apa disana, dan hanya membuang buang tenaganya, tak ada jawaban mengenai pintu keluar. Ketika ia sampai di padang yang tandus tetapi tak dialiri oleh api, muncul kembali monster yang menyeramkan. Tetapi ia ragu itu adalah ilusi atau bukan.


Ia berpikir kembali dengan kritis, jika ia berhasil melawan monster itu, tak tahu apa yang akan terjadi. Jika ia kalah yang pasti Roh nya tak akan hidup kembali di alam ini. Untuk melawannya hanya diperlukan sebuah rasa kepercayaan diri. Tetapi ke beruntungan lah yang menentukan tentang nasib yang akan berjalan ini.


Keberanian perlahan lahan memenuhi perasaan yang ada di hati Ria. Kini ia semakin bersemangat untuk melawan monster monster itu dan mulai mengesampingkan efek yang terjadi jika ia menang ataupun kalah. Jika ia lari maka ia akan bertemu dengan monster seperti itu lagi. Jalan satu satunya untuk menghadapi adalah melawannya dengan penuh keberanian.


Ria mengangkat tangannya ke arah monster itu seperti pose petarung petarung yang siap menghadapi musuhnya.

__ADS_1


Dengan sigap dan penuh percayaan diri yang sudah menumpuk di hati nya, ia melancarkan serangan dengan memukul monster itu, dan yang terjadi adalah ........ Tangan Ria menembus badan monster tersebut. Ternyata monster yang ia temui selama ini di alam yang tandus adalah sebuah ilusi semata. Ia berlari untuk menghindari ilusi yang percuma dan menghabiskan tenaganya hanya untuk hal yang harusnya tak dilakukan.


Tetapi karena peristiwa ilusi itu Ria mulai mempelajari suatu hal, yaitu "memiliki rasa keberanian di dalam jiwa seseorang akan menjadi sebuah senjata yang menakutkan bagi lawannya sekalipun." Ia perlahan lahan mulai tumbuh di alam roh sebagai gadis yang kuat. Petualangan yang terus ia lakukan demi mendapatkan buah Kerd akankah sekalian menjadi sebuah tumpuan untuk mencari jawaban tentang sebuah cinta.


Beberapa hal yang selama ini Ria lalui membuat nya berpikir


"Kutukan ini diawali oleh cinta, lalu pelarian yang kulakukan juga karena cinta, dan saat ini Leo mengkhianati itu pun karena perasaan cinta. Ternyata memang benar bahwa cinta hanya melahirkan sebuah luka yang mendalam."


Ria tak mau melanjutkan pemikiran yang menurutnya tidak berguna itu. Ia melihat, tiba tiba sebuah bulatan hitam muncul dihadapannya. Ria kaget tak disangka sangka ternyata bulatan hitam itu mengeluarkan seorang penjaga. Saat penjaga itu keluar dari bulatan hitam itu dengan sempurna dan berdiri di hadapan Ria, Ria segera membuka percakapan.


"Kamu benar, pasti kamu telah melewati beberapa alam yang memiliki penjaganya masing masing sehingga kamu mengetahui bahwa aku adalah seorang penjaga dunia yang tandus ini." Ucap seorang penjaga itu


"Penjaga yang selama ini kutemui adalah penjaga yang mempunyai prinsip, jadi prinsip kali ini apa yang kamu jaga?."

__ADS_1


"Aku adalah penjaga Keberanian, petualangan mu semenjak memasuki labirin kehidupan telah di lihat oleh penjaga penjaga sebelumnya. Tetapi perjalanan mu masih panjang, saat di alam terakhir nanti kamu akan mendapatkan sebuah pilihan. Pilihan ini, kamu akan mengetahuinya nanti saat sudah sampai diujung perjalanan." Balas sang penjaga Keberanian


"Emm wahai penjaga keberanian apakah aku boleh bertanya sesuatu?" Tanya Ria


"Silahkan."


"Apakah kamu mengetahui tentang buah Kerd?, dan mengapa kamu muncul dihadapanku tepat setelah keberanian ku berkumpul untuk melwan monster monster yang menyeramkan itu." Tanya Ria kembali.


"Maaf aku tidak tahu sama sekali mengenai buah Kerd, tetapi mungkin perjalanan mu selanjutnya akan menjawabnya. Alasanku muncul di hadapanmu adalah karena kamu adalah roh yang berhasil membangkitkan keberaniaan saat berada di posisi yang genting, tanpa memikirkan resiko. Aku sangat mengapresiasi itu, monster monster itu adalah ilusi yang aku ciptakan untuk melihat seberapa tinggi nyali roh yang datang ke alam yang tangguh ini. Dan selamat kamu telah melewati ujian yang ku beri, sebagai hadiah aku akan membuka pintu untuk pergi ke alam selanjutnya. Ingatlah bahwa keberanian adalah senjata yang mengerikan seperti gumaman mu. Ini ku hadiahkan sebuah tongkat sihir api kepadamu dan segeralah pergi melanjutkan perjalan mu."


Sebuah tongkat sihir muncul ditangan Ria dan kali ini ia memiliki sebuah senjata untuk menghadapi musuh musuh yang akan dihadapinnya. Setelah mendapatkan tongkat itu munculah sebuah pintu yang membuka gerbang perjalanan menuju alam selanjutnya. Saat pintu dibuka, terasa dingin dari luar pintu.


Alam selanjutnya yang harus di lewati Ria adalah sebuah alam yang daratanjya terbentuk dari es dan suhu disana seperti sangat ekstrim untuk dilewati oleh roh roh. Perjalanan Ria harus dilanjutkan, bagaimanapun caranya dan kondisinya. Rintangan rintangan yang ada di depannya kini hanya perlu dihadapi dengan senjata terkuat yang baru saja Ia dapati yaitu Keberanian.

__ADS_1


Sang penjaga keberanian menatap Ria dengan tatapan penuh kepercayaan, seakan memberikan harapan kepada Ria bahwa ia akan berhasil menemukan jawaban dari berbagai pertanyaannya dan berhasil melewati rintangan rintangan yang ada di depannya. Tatapan yang penuh keyakinan itu membuat Ria bersemangat untuk melangkah dan menuju alam yang baru.


Petualangan di suhu yang sangat ekstrim dimulai. Pintu yang dilewati Ria kini menghilang, Bentangan daratan salju yang begitu luas membuat Ria terpana sementara tetapi ia ingat bahwa di alam ini tak ada yang bisa dianggap aman, yang hanya ia perlu lakukan adalah mencari sang penjaga alam yang dingin ini.


__ADS_2