Garis Imajinasi

Garis Imajinasi
Rasa Kesepian


__ADS_3

..."Kehampaan akan datang ke siapa saja yang kesepian"...


Bayang bayang ketakutan mulai menyelimuti Ria. Alam yang begitu tenang nyatanya sama menakutkan dengan alam yang memiliki suara bising. Pikiran - pikiran buruk mulai menyelimutinya, hatinya terasa seperti tak berisi lagi. Di dalamnya terdapat kekosongan dan kini diisi oleh perasaan penuh kehampaan.


Cinta yang perlahan tumbuh di hatinya, sekarang mulai pudar perlahan lahan. Ucapan sang penjaga kedamaian tentang pernikahannya, membuat apa yang ia pikirkan tentang cinta hanyalah karangan belaka kembali. Jika memikirkan itu semua kesedihan dihatinya muncul kembali. Tak disangka, dulu ia tak percaya sama sekali dengan adanya cinta. Kini ia harus menangisi hal yang berhubungan dengan cinta.


Hatinya seperti dipatahkan begitu saja. Luka sayatan dihasilkan tetapi taada pengobataan yang sesuai untuk menutupinnya. Kepercayaan dalam pernikahan yang sirna akibat adanya pengkhianatan. Ketakutan Ria adalah pikirannya yang terus berbicara di tempat yang tenang, padahal Ria diam dan tak berbicara sama sekali. Tetapi pikirannya terus berbicara hingga ketakuan Ria semakin menggada ngada.


Ria sudah berjalan sekian lama tetapi pikirannya tak kunjung reda. Ia tak menemukan apa - apa. Perjalanan yang ia tempuh seperti sia - sia, mencari jawaban yang tak pernah ada. Muncul perasaan lelah dan marah yang ingin diungkapkan oleh Ria. Ia sejenak pergi ke danau dan berteriak dengan keras.


"ADA APA DENGAN DUNIA, KENAPA AKU YANG MASIH MUDA KEHILANGAN DUNIA ASLIKU!!" Teriak Ria ke danau yang mengalir dengan tenang.


Suaranya bergema, namun tak ada satu orang pun yang mendengarnya. Ia terjebak ke dalam alam ketenangan, tetapi justru menjadi ancaman yang tak dapat di anggap biasa. Tetesan air jatuh dari mata Ria, akhirnya ungkapan kecewa Ria hanya bisa dikeluarkan melalui air mata.


"Kenapa aku mau menikah dengannya hanya karena takut akan kutukan."

__ADS_1


"kenapa aku menyukainnya..." Celoteh Ria sambil menangis


Tak lama kemudian muncul kembali sang penjaga kedamaian..


"Akhirnya kamu mengerti, bahwa tak ada cinta tanpa luka, cinta menjadi bahagia apabila kedua pihak saling mencintai satu sama lain, tetapi menjadi luka apabila satu pihak mencintai tetapi pihak lain tidak." jelas penjaga kedamaian


"karena kamu sudah menemukan jawaban mu akan pernikahan yang dipenuhi pengkhianatan ini, aku akan memberitahu kepadamu informasi yang sangat berguna kepadamu" ucap Penjaga kedamaian


"Apakah itu, penjaga kedamaian?" Tanya Ria


Ia adalah buah Kerd. Buah yang berbentuk apel dan rasanya sangat manis. Buah yang sangat dicari oleh roh yang ingin kembali keduniannya. Tetapi hingga kini tak ada yang sanggup menemukannya hingga dianggap sebagai dongeng belaka." Jelas penjaga perdamaian


"baiklah akan kumunculkan kembali pintu untuk melewati alam ketenangan ini, dan bawalah tetes air dalam botol ini dan gunakanlah dalam kondisi tertentu, aku memintamu agar memanfaatkannya dengan baik." Ucap sang penjaga kedamaian


"Terimakasih atas penjelasan dan segala bantuannya penjaga kedamaian, aku akan mengingat semua pesanmu" Balas Ria

__ADS_1


Pintu yang tadinya terbang menjauhi Ria, kini muncul dan terbang kearah Ria. Penjaga perdamaian lalu memberikan Ria sebuah botol berisi tetesan air yang mungkin akan digunakan Ria saat petualangannya nanti keluar dari dunia ini. Pintu itu lalu terbuka dengan lebar dan nampak dari luar di sana terdapat suasana yang mengerikan yaitu pegunungan dengan api yang keluar dari sana. dibawah pegunungan itu terdapat padang yang tandus dan tanahnya retak. Berbeda dari hawa di alam kedamaian yang sejuk sepi, disini panasnya sangat terasa sekali. Tetapi mau tak mau ia harus segera melanjutkan perjalanan.


Ria berpamitan dengan penjaga kedamaian dan segera melangkahkan kakinya masuk ke dalam pintu dimana terdapat alam yang mengerikan itu. Banyak kehidupan aneh di alam sana salah satunya monster yang menyeramkan. Setelah melangkah, pintu yang di masuki oleh Ria segera menutup dan menghilang dari padangannnya. Kini ia berada di alam yang tandus tanpa seorang patner atau rekan untuk menemaninya.


Ia masih berharap bahwa perkataan penjaga perdamaian itu adalah kebohongan. Dan berharap Leo ada disana untuk menemaninya menjelajahi alam alam yang mengerikan. Baginya Leo adalah seorang roh yang sangat anggun, baik, bahkan penggoda, tetapi ia pernah berbicara bahwa ia akan menaati kontrak pernikahan. Memang ada yang aneh dengan pernikahaan yang Leo rencanakan, pasalnya ia tidak mau memiliki keturunan. Tetapi Ria tetap berpikiran positif untuk menghilangkan kekhawatirannya dan kesedihannya terhadap pernikahan itu.


baru saja ia masuk dari alam sebelumnya, di depannya ada monster tinggi yang besar, Ia membawa sebuah kapak yang terdapat sebuah tulisan, tanpa rasa ragu monster itu berteriak dan mengarahkan kapaknya tepat ke arah kepala Ria. Ria memiliki reflek yang bagus dan segera menunduk, Tetapi setelah menghindari kapak tersebut, ia panik dan segera berlari ntah ke mana arah ia berlari. Saat ini yang ada dipikirannya hanya terus berlari.


Monster itu dengan cekatan mengejar Ria, jarak antara Monster itu dengannya mungkin hanya 4 langkah. Ria terus berlari dan berteriak minta tolong. Sialnya ia semakin berlari ke arah dalam padang itu dan disana makin banyak monster menyeramkan. Mereka yang melihat Ria langsung ikut mengejarnya. Ria semakin panik dan ia terus berlari semakin dalam, Entah kenapa mereka mengejar roh Ria, mungkin mereka tidak menyukai pendatang dari alam yang berbeda dengan mereka.


Akhirnya setelah berlari beberapa waktu, ia dihentikan oleh hal yang tak diduga duga, yaitu dibawahnya terdapat sebuah jurang yang dialiri oleh api yang melahar lahar. Ria tekejut dengan apa yang ada di bawahnya, kini ia harus berpikir secara cepat untuk menghentikan monster monster yang banyak jumlahnya itu. Tak lama kemudian monster itu berhasil mendekati Ria. Ria kali ini membuat dirinya percaya diri dan menghilangkan segala rasa takutnya. Ia dengan cekatan menghindari semua pukulan - pukulan yang diarahkan oleh monster - monster tersebut.


Setelah melewati serangan - serangan tersebut, Ria mendapat kesempatan untuk kabur kembali dan mendapatkan waktu untuk mencari jalan keluar. Saat ini yang menjadi prioritas Ria adalah mencari sumber bantuan. Walaupun hal itu sangat mustahil tapi satu keyakinan Ria, bahwa ia semakin berusaha, kemungkinan mustahil akan menjadi kemungkinan yang kecil, dan kemungkinan yang kecil akan tercipta dengan adanya sikap berusaha.


Setelah berlarian cukup lama Ria merasa kelelahan, tetapi monster - monster menyeramkan yang ada dibelakangnya tak kelelahan untuk mengejar. Mereka mengejar Ria sampai titik batas Ria berlari, kembali Ria dipojokan oleh monster - monster yang mengerjarnya. Kini Ria tidak dapat untuk menghindari semua pukulan monster itu, karena energinya memiliki batas. Entah bagaimana kini ia harus melewati monster monster itu...

__ADS_1


__ADS_2