
..."Kemana semua orang, dimana semua orang yang dapat membantuku, apakah sudah hilang sebuah kebaikan dimata seseorang."...
Leo dan Reka masih sedang dalam perjalanan menuju istana nya, sekitar beberapa kilo meter lagi Mereka sampai di kerajaaan mereka. Leo khawatir dengan Ria yang akan mencarinya di istana karena ia tak sempat berpamitan dengan istrinya. Wajah Leo murung saat berkendara untuk pulang, seperti tak bersemangat karena sudah beberapa waktu ia tak bertemu dengan sang istri. Walaupun dahulu ia menikahi Ria hanya karena untuk memenuhi perjaniian dengan roh perang, tapi perasaannya kian lama membuatnya jatuh hati kepada Ria. Ia tak bisa berbohong bahwa kini kekosongan hatinya telah diisi oleh wanita yang tak memiliki rasa cinta yaitu Ria.
Roh perang atau Kira yang dikalahkan saat perang dengan kerajaan Odomo membuat keuntungan bagi Leo akan perjanjiannya. Kini tak ada lagi janji yang harus di balaskan kepada roh roh lain. Di pikiran Leo kali ini yang hanya perlu di lakukan adalah membahagiakan istrinya dan menceritakan semua yang terjadi padanya agar tak akan ada lagi rahasia antara ikatan cinta. Dan demi berlangsungnya kontrak pernikahan yang suci. Tak boleh ada lagi hal yang disembunyikan oleh Leo.
Saat hampir sampai di kerajaannya, Leo terlebih dahulu ke perkampungan dekat wilayah kerajaannya untuk mencari suatu oleh oleh yang ingin diberikan kepada Ria sekaligus sebagai hadiah untuk pernikahannya. Leo meminta Reka untuk kembali kepada tugasnya dan meninggalkan ia sendirian. Leo meminta hal itu agar tak ada yang mengetahui sama sekali kejutan yang akan di berikan Leo kepada Ria. Reka yang mematuhi tuannya pun kembali dengan kudanya untuk bertugas kembali. Reka pun berpamitan dan meninggalkan tuannya sendirian.
Leo turun dari kuda yang ia tunggangi dan segera mencari suatu hadiah yang dapat diberikan oleh Ria, baru saja turun dari kuda, Leo sudah disambut hangat oleh warga warga rohnya. Leo menanggapi mereka dengan senyuman yang hangat. Ia melanjutkan perjalanannya dan berjalan menuju sebuah toko perhiasan dimana roh yang menjaganya adalah roh yang hebat dalam bidang batuan.
Leo masuk ke dalam toko tersebut dan ia langsung disambut hangat oleh pemilik toko perhiasan tersebut.
"Peemisi, maaf menganggu semuanya yang ada disini." Buka Leo
"WAH, Yang mulai Leo ada apakah paduka mengunjungi toko kami yang kecil ini." Balas sang penjual
__ADS_1
"Aku ingin mencari sebuah cincin perhiasan yang cocok untuk di pakaikan kepada istriku, aku mohon untuk merahasiakan kepada semuanya, cukup hanya kamu dan aku yang tahu." bisik Leo
"Baiklah Yang mulia, kami memiliki cincin yang terbuat dari batu berlian yang sangat langka, apakah paduka mau mengambilnya?." Tanya sang penjual
"Apakah kualitas ini sudah menjadi kualitas paling bagus di toko ini?." Tanya Leo kembali
"Sudah paduka, dan ini adalah cincin yang seharusnya sangat berkesan dan spesial bagi pasangan yang paduka berikan." Jelas Sang penjual
"Baiklah aku ambil, bagaimana cara ku membalasnya?." Tanya Leo kembali
"Tak perlu membayarnya paduka, karena cincin ini hanya rekayasa." Ucap sang penjual sambil tertawa
Penjual cincin itu segera menunjuk ke arah belakang Leo dan di sana ternyata ada roh yang sangat Leo kenali, dari bentuk badannya dan ekspresi wajahnya dia adalah adik dari Kira, Ternyata selama ini Leo tak membunuhnya, adik Kira masih hidup dan akar roh nya belum terputus hingga saat ini. Wajah Leo seperti kaget dan seakan akan tak percaya bahwa Adik dari sang roh perang masih hidup. Padahal dulu ia pernah membunuhnya sehingga ia membuat perjanjian dengan sang roh perang yaitu Kira.
"HAHAHAHHA Akhirnya kamu terperangkap dasar tikus kecil, kamu kira kamu dahulu berhasil membunuhku? Jelas tak mungkin seorang tikus bisa membunuh pemangsanya, HAHAHAHAH." Ucap adik Kira dengan nada sombong
__ADS_1
"Penjual cincin yang singgah di perkampunganku, kenapa kamu mengkhianati kerajaan mu sendiri?." Tanya Leo kepada sang penjual dan menghiraukan Adik Kira.
"Kamu salah, aku adalah patner dari Kaze atau yang lebih kamu kenal sebagai adik Kira, namaku adalah Ezel, atau di kerajaan ku dikenal sebagai pembunuh roh bayaran. aku dan Kaze sengaja singgah di perkampungan mu karena aku tahu bahwa Kira sudah meratakan desa ini, tetapi karena permintaan mu desa ini di perbaiki lagi. Aku dan Kaze datang untuk kembali menghancurkan apa yang seharusnya dihancurkan sejak dahulu." Ucap Ezel
"Hahaha posisi yang tidak menguntungkan bukan tikus kecil? Dua pembunuh roh bayaran melawan seorang tikus kecil yang tak berguna." Tambah Kaze
Pintu toko itu segera ditutup oleh Kaze agar tak ada yang mengetahui bahwa salah satu petinggi kerajaannya ada disana untuk dibunuh. Pertarungan antara Leo dengan kedua pembunuh bayaran itu terjadi. Leo tak membalas sedikit pun kata kata yang di ucapkan oleh Kaze dan Ezel. Ia hanya terdiam dan mendengarkan celotehan mereka yang sepertinya tak dihiraukan oleh Leo.
Ezel dan Kaze yang mulai kesal melihat Leo karena yak membalas perkataan mereka, segera memasang posisi bertarung, Kaze memerintahkan Ezel untuk menyerangnya duluan. Ezel menatap Leo dengan tatapan tajam dan posisi yang siap untuk bergerak. Ia langsung melesat dengan cepat berdiri tepat di depan Leo dan langsung memukulnya dengan tinju penuh kekuatan sehingga Leo terpental dan menabrak dinding toko tersebut. Ia terjatuh dan segera berdiri lagi, tetapi saat ia berdiri Ezel kembali melesat tepat didepannya dan memukulnya hingga berulang kali terpental.
"Hahahah tikus kecil, pertarungan baru dimulai tetapi badan mu sudah seperti meringkuk lemah akibat benturan dinding, memang mustahil kamu bisa membunuhku, oh iya dengar dengar kakaku sudah terbunuh ya. Dasar kakak bodoh bisa bisa nya terbunuh oleh Odomo yang bodoh itu." Ucap Kaze dengan sombong.
Kaze berjalan menuju Leo yang saat itu masih dalam kondisi bersandar karena dipukul berkali kali hingga terbentur di dinding toko itu. dinding di toko seperti tampak hancur karena tabrakan antara dinding dengan badan leo yang terjadi berulang kali. Kaze menendang kepala Leo bedkali kali hingga Leo menundukan kepala.
Leo masih terdiam dan tidak mengeluarkan sepatah kata maupun reaksi apapun. Ia seperti terlihat pasrah dengan apa yang terjadi. Saat Kaze dan Ezel sudah mulai bosan melihat Leo yang tak ada perlawanan, mereka segera menjalankan rencana untuk membunuh Leo.
__ADS_1
"Ezel, biar aku saja yang mengakhiri dan menghancurkan akar kehidupan roh tikus kecil ini." Ucap Kaze
Ezel segera mundur dan Kaze mengeluarkan sebilah pisau yang sangat tajam dan dengan cepat mengayunkan pisaunya ke arah leher Leo tanpa ragu.