
..."Sesuatu akan lebih dicari saat berada dalam posisi kehilangan, dan sesuatu akan menjadi tak dianggap saat keberadaan nya yang masih hinggap."...
Bilah pisau yang di arahkan Kaze ke leher Leo, dengan cepat di tahan oleh Leo.
"apakah kamu sudah ingin menerima ajalmu kembali." Ucap Leo
"Haa??.. Apasih maksudmu tikus kecil, kamu sedang dalam posisi ingin mati tetapi bisa bilang begitu ke padaku? Dasar tikus sampah." Balas Kaze
Kaze geram dengan perkataan Leo itu lalu ia mendorong pisau yang ditahan oleh Leo dengan sekuat tenaga. Tetapi ternyata kekuatan sekuat tenaga Kaze tak sebanding dengan Leo. Ia tetap berhasil menahan pisau yang diarahkan kepadanya. Senyumannya menghilang, wajahnya menjadi kecewa.
"Kamu menggangguku untuk membelikan hadiah pernikahanku, Bersiaplah untuk menerima ajalmu." Ucap Leo sambil menahan pisau.
Ia berdiri dengan perlahan dan menatap Kaze dengan amarah, kini Leo benar benar serius menghadapi mereka berdua. Ia dengan cekatan memukul wajah Kaze. Kaze mempunyai reflek yang bagus, ia menepis pukulan yang diberikan oleh Leo tapi sayangnya pukulan itu terlalu kuat bagi tubuhnya. Kaze terpental hingga menabrak dan merusak dinding toko itu.
__ADS_1
Ezel melihat rekannya terpental, ia segera mengambil posisi bertarung dan siap untuk melancarkan serangan kembali. Leo berjalan perlahan menuju arah Ezel dengan memasang Eskpresi yang sama kesalnya. Ezel melakukan hal sama seperti sebelumnya, dengan cekatan ia berlari ke arah depan Leo dan menonjoknya. Tetapi kali ini tonjokan itu berhasil di tangkis. Leo mengangkat tangannya dan memukul Ezel dengan keras sehingga hal serupa terjadi yaitu dinding dinding toko hancur.
Pertarungan kian memanas, Kaze dan Ezel emosinya semakin menjadi jadi, tak terima bahwa mereka dikalahkan dengan sekali serang oleh Leo. Kini mereka berdiri bersama dan dengan cepat menyerang Leo secara bersamaan. Leo berlari ke arah mereka lalu mengangkat kedua tangannya dan memukul Ezel dan Kaze yang berlari tepat di depannya. Mereka kembali terpental dan merobohkan toko yang ditutup ini.
Bangunan toko perhiasan ini hancur berantakan yang tersisa hanyalah puing puing bangunan. Ezel dan Kaze terpental hingga keluar, mereka masih belum kalah tetapi kondisi mereka seperti sudah kesakitan. Pertarungan kian memanas yang sebelumnya terjadi di dalam toko, kini terjadi di perkampungan yang ramai roh roh berkeliaran. Emosi yang meningkat dari Leo membuat aura di sekitar menjadi lebih menyeramkan. Warga warga disana melihat roh leo yang keluar dengan aura menyeramkan langsung lari keluar dari perkampungan, seakan menunjukan bahwa Leo baru saja akan mengeluarkan kekuatannya yang sebenarnya.
Leo menyusul Ezel dan Kaze yang sedang tergeletak di tanah. Ia mendekat kepada mereka berdua.
"Sudahi saja celotahanmu karena aku sudah sangat membencimu maka aku akan membunuhmu." Ucap Leo
"Bagaimana, apakah kamu sudah lupakan tikus kecil ini... Pemangsa..?" ucap Leo
Kaze tak menganggap ucapan Leo sedikitpun, dan tetap memegangi lehernya yang sedang dalam kondisi sakit dan sesak.
__ADS_1
"Kali ini akan ku akhiri kehidupanmu yang sangat angkuh wahai roh yang sombong."
Setelah mengucapkan itu Leo mencekiknya lagi dan mengangkat nya kearah dinding perumahan. Lalu secara berulang kali ia membenturkan kepala Kaze hingga ia tewas dan hidup untuk terakhir kalinya. Setelah membunuh mereka berdua, perasaan Leo kembali tenang dan ia meminta bantuan kepada seluruh rohnya untuk membantu menyimpan Roh Roh itu secara terhormat. Setelah mengurus kedua roh tersebut ia memutuskan untuk kembali ke toko perhiasan itu dan mengambil kembali cincin yang tadi diberikan oleh Ezel sebelum pertarungan hebat mereka.
Leo menyingkirkan semua puing puing bangunan toko perhiasan yang sudah roboh itu, dan setelah pencarian beberapa lama ia menemukan cincin berlian yang indah itu. Dan memutuskan untuk segera pulang ke kerajaan dan memberitahukan istrinya bahwa alasan pernikahannya selama ini dan semua yang terjadi lalu memberikan cincin ini sebagai permintaan maaf sekaligus sebagai hadiah pernikahan mereka. Leo pun memanggil kudanya dan segera kembali ke kerajaannya
...----------------...
Ria terbangun dari tidurnya, kali ini tak ada siapa siapa lagi yang menganggu mimpinya. Ia dapat tidur nyenyak di tengah cuaca ekstrim yang melanda. Perjalanan ntah masih seberapa panjang lagi, sang penjaga prinsip di alam itu belum sama sekali terlihat memberikan sebuah ujian maupun menampakan dirinya. Ria melanjutkan perjalanannya menuju tempat semakin dalam hingga ia berada diatas daratan yang kosong sama sekali pemandangannya. Dan hanya ada es dan salju yang menutupi daratan tersebut. Daratan itu hanya berbentuk tanah saja tanpa adanya pepohonan.
Badan Ria tiba tiba bergetar, seakan terjadi sesuatu yang mengakibatkan peristiwa seperti gempa. Sumber kekuatan getaran itu berada tepat di bawah Ria. ia segera mengalihkan pandangannya yang menatap ke arah depan menjadi ke arah sumber getaran berada. Dan Ria sangat terkejut melihat apa yang dia lihat, ia mundur perlahan lahan dan dengan ketakutan yang luar biasa. Tak disangka sangka ternyata dibawahnya terdapat sebuah makhluk yang sangat besar yang terjebak di bawah daratan es itu. Itu adalah paus yang sangat besar dan daratan yang kini di hinggapi oleh Ria adalah sebuah lautan yang membeku dan dibawahnya terdapat makhluk makhluk besar yang terjebak di dalamnya.
Paus itu berteriak karena melihat Ria dan suaranya memekan telinga serta menciptakan getaran getaran yang membuat daratan itu seperti gempa. Entah pesan apa yang ingin di sampaikan oleh paus itu. Ria tak berani mendekati paus itu dan ia memundurkan dirinya lebih jauh lagi dari paus itu. Tetapi paus itu tetap berteriak dan menciptakan suara suara seperti insyarat untuk menyampaikan sesuatu kepada Ria.
__ADS_1
Posisi ini membuat Ria bingung harus melakukan apa, ia kasihan terhadap paus itu tetapi ia tak mau mengambil bahaya jika menyelamatkan paus itu. Bisa saja sang paus langsung memakannya saat ia berhasil menolongnya, atau paus itu langsung menghancurkan daratan itu sehingga Ria tenggelam ke dalam lautan. Banyak muncul pikiran pikiran yang seram di kepala Ria tentang apa yang terjadi jika ia menyelamatkan paus itu.
Gempa yang di sebabkan oleh paus itu kian menjadi jadi dan nampak di bawah paus itu terdapat sebuah monster besar yang juga ingin menyerangnya. Monster itu berwujud hiu dan mereka saling beradu dibawah daratan yang beku itu.