
..."Jiwa dan raga kita memang terpisah jauh tetapi rasa yang ada di hati kita, tak akan pergi saling menjauh."...
Leo sampai di istana nya dan dengan bersemangat ia memasuki istana. Ia segera mencari istrinya yang lama tak bertemu dengannya. Setelag sekian lama mencari tak kunjung bertemu dengan istrinya. Leo bingung dan bertanya tanya apakah istrinya sudah menghilang sejak ia pergi keluar istana tersebut. Ia berlari dan pergi mencari pengawal, dan segera menanyakan keberadaan Ria. Tetapi sangat disayangkan tak ada yang mengetahui keberadaan Ria sama sekali. Ia seperti menghilang secara misterius.
Leo terus mencari dan ia bertemu dengan Zake, ia bertanya kepadanya tentang apakah ayahnya melihat istrinya yang sudah beberapa lama ini ia tak bertemu dengannya. Leo membuka percakapan kepada ayahandanya.
"Maaf ayah, aku ingin bertanya apakah anda melihat istri saya, belakangan ini aku tak bertemu dengannya wahai ayahanda." Ucap Leo
"Ku kira ia pergi bersamamu selama ini, kalau begitu saat itu aku terakhir melihatnya di perpustakaan dan meninggalkan ia sendirian, ia mungkin pergi ke perpustakaan untuk membaca sebuah buku. Setelah itu aku meninggalkannya dan tak tahu lagi ia pergi kemana. Semenjak saat itu aku tak pernah melihatnya lagi." Balas Zake
"Baiklah, terimakasih atas informasi yang diberikan ayahanda, Leo akan segera mencarinya di perpustakaan." Ucap Leo
"Semoga cepat bertemu dengannya nak, akan ku suruh pengawal pengawal lainnya untuk membantumu mencari nya." Ucap Zeke kembali
"Tak apa, Leo sendiri cukup untuk mencari Ria. Tolong jaga istana ini dengan baik ayahanda, jika Leo tak kembali beberapa waktu setelah mencari Ria" Ucap Leo yang menitipkan sesuatu.
__ADS_1
Zake tak berkata apa apa dan hanya membalasnya dengan senyuman. Leo pergi ke ruangan perpustakaan, tampak disana tak ada apa apa dan tak ada siapa siapa yang menunggu maupun menjaga ruangan tersebut. Yang ada disana hanyalah pemandangan kosong serta tumpukan tumpukan buku yang tersusun rapi di rak. Leo berjalan perlahan lahan dan melihat sebuah buku yang terlihat paling menarik diantara semua buku. Tiba tiba Leo teringat akan sesuatu.
"Buku ini.... Adalah buku petualangan yang membuat roh berpetualang di dalam sebuah labirin kehidupan, jangan jangan Ria tanpa sengaja pergi ke labirin kehidupan. Tapi apa yang menjadi alasannya untuk pergi berpetualang sendirian di sebuah labirin yang mematikan." Gumam Leo
Ia segera bersiap untuk melakukan petualangan demi menyusul Ria, Dan ia teringat bahwa telah memasangkan tanda kutukan kepada Ria dan bisa dipergunakan oleh roh biasa. Leo mengucapkan mantra sihir untuk melakukan sihir perpindahan ke tempat Ria berada. Saat Leo mengucapkan sihir, perlahan lahan gravitasi di ruangan perpustakaan tersebut seperti hilang. Buku buku berterbangan dan berjatuhan. Leo tetap konsentrasi untuk membaca sihir perpindahan. Dan cahaya terang sekali di area perpustakaan. Sinarnya menembus dinding penghalang.
Leo dalam sekejap menghilang dan cahaya yang terang akhirnya pudar perlahan lahan. Tampak sihir ini begitu luar biasa dan menghabiskan banyak energi dan usaha karena sihirnya membekas di perpustakaan itu walaupun penggunanya sudah tak ada. Leo seperti memasuki sebuah portal yang tak ada apa apa dan hanya ada jalan lurus. Leo segera berlari untuk segera keluar dari portal tersebut.
...----------------...
Hiu dan paus itu masih berada dalam pertarungan yang sengit. Gempa semakin membesar akibat pertarungan mereka berdua dibawah daratan yang beku, sehingga membuat daratan es itu perlahan lahan pecah dan air bercucuran dari bawah memancar keatas. Es-es disana mulai retak semua, Ria panik dan berlari ke arah dimana terdapat daratan yang lebih tinggi. Ia terus berlari dengan secepat mungkin, retakan es itu mengejarnya hingga tepat di bawahnya, es itu semakin retak.
Suara es yang dibawah kaki Ria hancur dan membuatnya tenggelam di dalam lautan es. Ria semakin masuk ke dalam lautan yang terdalam, disana tak ada suara apapun lagi. Yang terdengar hanyalah suara pertarungan dan gema paus yang sedang bertarung dengan hiu itu. Tubuh Ria sudah seperti sedingin es ditambah lagi dengan menyatunya ia dengan air lautan es yang dalam.
Ria terlelap seperti pasrah di dalam lautan yang sangat dalam dan dingin itu. Hati dan jantung semakin berdetuk kencang, air memenuhi seluruh bagian badannya hingga kepalanya. Tekanan air yang semakin dalam dan semakin besar, tak ada seseorang yang dapat menyelamatkan. Hanya Ria seorang yang hanya bisa pasrah akan adanya kekuatan tiba tiba yang dapat menyelamatkannya.
__ADS_1
Pertarungan hiu dan paus itu masih belum berhenti, gempa yang terasa hingga di dasar lautan itu saking dahsyatnya kekuatan antara dua makhluk penghuni daratan ini. Mereka saling menggigit satu sama lain dan salimg menembakan sihir kepada satu sama lain. Saat satu terpental satu lagi menyerang dan begitu seterusnya. Pertarungan sengit ini seperti tak ada habisnya.
"Sepertinya begini saja... Terimakasih telah membuatku terlahir kembali." ucap Ria.
Setelah mengucapkan itu Ria terlelap dan matanya sekarang sudah sepenuhnya tertutup. Tak ada lagi satu pun kata yang dikeluarkan oleh Ria, ia benar benar seperti jatuh kedalam lembah kematian dan seperti berada di ujung takdirnya. Berharap ada keajaiban dari sang penjaga prinsip dan keajaiban dari dunia ini. Dan juga berharap semua ini hanyalah ilusi ilusi yang akan sirna saat matanya terlelap.
Leo muncul di suatu alam yang dingin, dan benar saja itu adalah alam yang kini Ria datangi. Leo segera melihat ke segala arah dan berteriak memanggil namanya.
"RIAAAAAA!!!." Teriak Leo
Tapi tak ada satupun yang menjawabnya, Leo melihat ke segala arah dan mengamati dengan hati hati setiap hal yang kemungkinan terjadi. Leo merasakan getaran getaran di dataran yang dipijakinnya. Ia merasa sepertinya getaran itu berhubungan dengan Ria.
"Aku harus cepat mencari sumber getaran ini.." Ucap Leo
Ia segera mencari sumber getaran yang menurutnya getaran itu berhubungan dengan Ria, bagaimanapun caranya ia harus menemukan Ria sebelum bahaya terjadi kepadanya. Leo terus berlari dan berlari hingga pada akhirnya ia menemuka sebuah lautan yang sangat luas, tetapi getaran itu berasal dari dasar lautan. Leo mengucapkan sihir dan segera merasakanya sinyal Ria.
__ADS_1
"Aku menemukannya, mungkin karena adanya ikatan yang mengikat antara kami, jadi aku dengan cepat menemukannya." Dalam hati leo
Leo dengan cepat dan tanpa ragu melompat ke arah lautan yang saat itu ombaknya terombang ambing akibat getaran dari pertarungan dua maklhuk besar itu. Dengan cepat Leo menuju dasar lautan dan disana tekanan semakin kuat tetapi sinyal Ria juga semakin kuat. Akhirnya tepat di depan matanya ia melihat istrinya yang sekian lama tak berjumpa dengannya.