Garis Imajinasi

Garis Imajinasi
Pelukan Kehangatan


__ADS_3

..."Hatiku akan selalu bersamamu meskipun engkau terus selalu menyakitiku."...


Leo terjun bebas ke dalam lautan beku yang sangat dalam dan mendekap Ria yang terlelap dalam bayang bayang ketakutannya. Dekapan Leo ke Ria begitu erat dan memberi sinyal ke hangatan ke tubuh Ria. Mata Ria terbuka sedikit dan mulut Ria sedikit terangkat, seperti menandakan ia sedang tersenyum dan bahagia dengan apa yang terjadi. Tapi Ria masih menduga bahwa ini semua hanylah mimpi sebelum akar kehidupan rohnya dicabut.


Leo manatap Ria yang senyum lalu membalasnya dengan senyuman yang biasa menjadi ciri khasnya yaitu senyum dengan anggun walaupun saat ini kondisinya sedang genting, Leo melakukannya demi Ria agar ia tak gelisah dan tenang di dalam lautan yang dingin ini. Leo menggendong Ria dan berenang ke arah ketepian daratan es yang sudah hancur menjadi lautan itu akibat dua makhluk besar yang saling bertarung. Dengan cepat Leo berusaha berenang sebelum makhluk makhluk itu mengganggu Leo yang sedang membawa Ria.


Akhirnya setelah berenang dari dasar lautan sampai juga di tepian daratan. Tetapi Ria belum tersadar dan masih dalam kondisi terlelap. Leo mencoba membacakan sebuah sihir penyembuhan tetapi tampaknya tak berdampak apa apa, ia mencoba sihir yang lain tetapi hasilnya tetap saja sama. Leo mencoba mencari cara lain selain menggunakan sihir, ia menggunakan tumbuhan yang ada di sekitar, sepertinya yang ia ambil adalah tumbuhan obat obatan. Lalu Leo mengubah tanaman itu dengan sihir menjadi sebuah obat obatan yang siap untuk di minum. Leo memaksa mulut Ria dengan membukannya lalu ia memasukan obat obatan itu dan berharap Ria segera membuka matanya dan melihat Leo kembali.


Sepertinya ia terlelap lama karena badannya tak sanggup menahan lamanya tenggelam dan tekanan air di lautan yang dingin itu. Daratan masih saja bergetar dan getaran gempa itu semakin kuat. Getaran yang semakin kuat itu membuat Leo geram dan ingin segera menghentikan getaran itu karena sangat menganggu mereka dan akibat ulah mereka lautan beku itu yang tadinya beku oleh bongkahan es, kini hancur menjadi lautan yang penuh dengan air bersuhu dingin. Leo meninggalkan Ria di tepian sembari mengangkat tangannya.

__ADS_1


Dari tangannya munculah sebuah pedang kegelapan yang saat itu diberikan oleh raja Odomo karena berhasil membantu mengalahkan Kira dan sebagai hadiah pernikahannya. Pedang kegelapan itu adalah pedang legenda yang dikenal sebagai pedang milik Clori Dark. Saat Leo sedang beranjak untuk pergi melawan kedua makhluk yang membuat daratan di alam es ini hancur berantakan, Ria terbangun dan berkata kepadanya.


"Terimakasih telah menyelamatkan ku Leo, Kamu datang di saat yang tepat, ku kira hidupku akan berakhir, tolong selamatkan paus itu dan hanya menyerang hiu itu saja. Sepertinya saat itu paus itu memberi kode kepadaku untuk menyelamatkannya dengan menggunakan gelombang suaranya tetapi aku malah berlari ketakukan melihat hiu yang datang dan tiba tiba menyerang paus itu." Ucap Ria dengan lemas


"Baiklah sayang ku, aku mematuhi perintahmu. Istirahatlah dengan tenang aku akan mengalahkan hiu dan menyelamatkan paus itu untuk mu karena semua di dunia ku hanya tentang mu, jadi bertahanlah sebentar." Balas Leo sambil ternyum kepada Ria


Wajah Ria nampak memerah tetapi badannya yang lemas membuat ia terlelap kembali dan ia mematuhi ucapan suaminya untuk beristirahat hingga ia selesai menyelamatkan paus dan membunuh hiu itu. Senyuman Leo sangat manis. Ia juga pria yang serius dalam suatu hal dan tak pernah egois. tetapi di hati Ria dan pikirannya mengatakan


Leo dengan cepat merubah ekspresi wajahnya menjadi serius dan langsung mengangkat tangannya yang sedang memegang pedang Clori Dark atau pedang kegelapan. Ia melempar pedang itu ke arah hiu yang sedang menyerang paus. Ombak ombak besar semakin tinggi dan hiu itu melihat Leo mengarahkan pedang ke arahnya. Ia mengeluarkan sihir yang dapat memanipulasi air di lautan itu dan menjadikan ombak ombak tersebut sebagai penghalang untuk menghentikan pedang ke arahnya tersebut.

__ADS_1


Ombak ombak tersebut seperti menerima perintah dari tuannya dan langsung membentuk ribuan lapis ombak yang cukup besar. Tetapi kekuatan pedang kegelapan ini sangatlah berbahaya, bahkan Great Peter terbunuh karena pedang ini dan yang satu satunya dapat melawan kekuatan pedang ini adalah pedang yang sekarang dimiliki oleh raja Odomo yaitu pedang Great Peter atau pedang suci. Pedang itu menembus ribuan lapis ombak dengan cepat, tiap ombak membuat penghalang pasti akan hancur karena bertabrakan dengan kekuatan pedang yang dahsyat itu.


Hingga akhirnya pedang itu menembus lapisan terakhir dari sihir penghalang ombak ombak. pedang itu dengan cepat seperti membelah angin dan membawa angin mengikutinya. Arah pedang itu tepat dan berhasil tertancap di badan hiu itu.


Hiu yang bisa mengimbangi paus itu sekarang seperti kalah jauh dari sisi kekuatan. Seperti halnya seekor semut melawan jutaan semut lainnya, karena pedang itu sangat besar efeknya terhadap lawannya. Kini hiu itu bukan lagi masalah besar bagi paus. Paus yang melihat kondisi hiu seperti itu, langsung menggigit hiu dengan erat. Hiu itu mengeram kesakitan dan seperti tak sanggup melawan lagi.


Leo berlari dan menyelam ke lautan itu untuk mengikuti pertarung paus melawan hiu tersebut. Ia mengeluarkan sebuah sihir dan membacakan mantra yang cukup panjang. Rambut nya berterbangan dan ia mengarahkan tangannya ke arah hiu yang sedang melemah itu. Seluruh angin berkumpul di tangan Leo dan dengan kuat ia melepaskan angin yang berkumpul di tangannya.


Serangan angin yang dikeluarkan jangkauannya dari lebar menjadi kecil tetapi kecepatan angin yang mengecil semakin besar. Kecepatan angin yang begitu luar biasa hingga tekanan air yang sangat besar kalah jauh. Tembakan angin itu terus melaju dan terus menerus membelah air yang menahan dengan tekanannya. Pada akhirnya angin itu berhasil mengenai perut hiu dan melubangkan bagian perutnya. Walaupun seperti bulatan kecil, namun tembakan itu ternyata sudah di prediksi Leo.

__ADS_1


Saat pedang tertancapkan di hiu itu, sebuah aliran sihir sepertinya berkumpul di jantung hiu itu. Akibat pedang tersebut Leo tau posisi vital hiu yang melemah itu. Jantung hiu yang tertembak oleh Angin yang sangat cepat itu, berlubang. Hiu tersebut langsung terjatuh dan tak berdaya apa apa, ia tenggelam ke dasar lautan dan hanya tersisa seekor paus disana.


Leo menyusul hiu yang sudah mati tersebut untuk mengambil kembali pedang Clori Dark yang tertancap padanya. Daratan kini tak bergetar lagi dan semuanya sudah tenang seperti sedia kala. Leo kembali ke permukaan air laut dan paus itu berubah menjadi seorang roh, wujudnya seperti seorang roh penjaga prinsip.


__ADS_2