
..."Ketenangan bukan berarti melahirkan kebahagiaan, ketenangan bisa menjadi kunci dari kematian"...
Ria terjebak di dalam teka teki yang ada di depannya. Banyak misteri yang berbagai pemecahannya muncul di kepala Ria. Tetapi semua yang dilakukannya tidak lah ada yang berhasil sama sekali. Berbagai cara di coba oleh Ria namun hasilnya tetap sama dan tak jauh berbeda dengan sebelumnya.
Penghalang roh ini, tak menerima roh untuk melewatinya dan hanya mengizinkan benda benda memasuki ke dalamnya. Ria lalu teringat kepada sang pohon raksasa. Ia pun kembali ke jalan yang tadi ia telusuri, hal yang mencekam terjadi kembali. Banyak suara suara yang samar samar terdengar di hutan yang lebat ini. Tanpa pikir panjang Ria segera berlari tanpa melihat ke arah kanan kiri karena ia takut akan kemungkinan terjadi. Hingga akhirnya ia sampai ketempat dimana tadi bertemu dengan sang penjaga kehidupan.
Sang pohon tampak tak ada di tempat yang sebelumnya dia temui. Bayangan besar pun tak nampak sedikit pun di naungan hutan yang lebat ini. Ria berhasil memecahkan bahwa penghalang itu hanya menghalangi masuk roh tetapi tidak berhasil menemukan cara untuk membuka penghalang itu. Ia memutuskan untuk beristirahat sejenak di batu besar yang ada di daerah itu. Ria bersandar dan dengan tenang memikirkan solusi untuk memecahkan teka teki yang sangat sulit ini.
"penghalang itu menghalangi roh, dan kini aku adalah seorang roh, benda dapat menembusnya tetapi roh tidak... Hmm bagaimana ya cara ku menembus penghalang itu." gumam Ria
lalu ia pun mengeluarkan daun yang diberikan oleh sang pohon penjaga kehidupan yang dia temui beberapa waktu lalu. Ia memutar mutar daun itu dan sambil berpikir apakah daun ini bisa membantuku.
"Penghalang itu menghalangi roh, daun ini adalah daun dari sang penjaga kehidupan, Berarti... AH IYA AKU TAHU, Aku harus segera kembali kesana."
Ucap Ria dengan bahagia seperti menemukan sebuah kunci untuk membuka penghalangnya.
__ADS_1
Ia segera berlari kembali kesana dan kini ia tak lagi mendengar suara mencekam yang ada di kanan kirinya, mungkin karena ia terlalu bersemangat dalam menyelesaikan teka teki sehingga dia tak telalu lagi memikirkan suara suara aneh disana. Akhirnya ia sampai kembali dimana terdapat penghalang roh yang sangat menyebalkan. Ia mengeluarkan daun yang tadi dia pegang dan mulai menancapkannya ke penghalang roh tersebut dan benar saja penghalang itu langsung seperti hancur kaca yang pecah. Setelah penghalang itu hancur di dalamnya terdapat sebuah kota dengan nuansa air dan danau mengaliri kota tersebut.
Suasana di kota itu terlihat benar benar tenang seperti tidak ada masalah sama sekali. Bahkan suara buih air yang jatuh sangat terdengar karena suara disini sangat tenang sekali. Suara jatuh air membuat telinga Ria merasa nyaman dan membuat ia agak terlelap. Tetapi Ria berusaha untuk tidak tertidur dan selalu waspada, karena bisa jadi di alam yang cukup tenang ini justru menjadi bahaya tersendiri bagi Ria.
Ria berjalan dengan sangat berhati hati dan dibawahnya terdapat sebuah tangga yang menuju ke arah bawah, dimana terdapat danau danau yang indah. Ria segera menuruni tangga dengan perlahan, tangga ini sepertinya dibuat dengan kilauan air yang di kristalkan dan hebatnya tangga ini tidak licin sama sekali, sehingga aman bagi Ria untuk melintasi tangga ini.
Tangga yang ia lintasi ternyata sangat panjang, setiap kali Ria sampai di ujung tangga, tangga itu akan bertambah dan tak ada habisnya. Ria yang kesal memutuskan untuk berlari dengan cepat dan saat ia berlari, tak disangka sangka ternyata tangga yang ia lintasi runtuh perlahan lahan dan Ria kini berada di posisi panik. Pada saat berlari sekuat tenaga, kaki nya terprosok hingga terjatuh dari tangga yang ia lintasi tersebut.
Ia terjatuh dari tangga itu dan tercebur ke danau yang sangat tenang. Hobi Ria selain membaca adalah berenang. Dahulu ia pernah menjuarai kejuaraan renang. Ria mendayuh badannya hingga ke tepian danau, Beruntunglah Ria karena di danau itu tidak memiliki hewan buas sama sekali. Disana juga tak terdapat tanda tanda makhluk hidup yang menempati perairan yang tenang tersebut.
"Pasti itu adalah pintu yang menunjukan jalan keluar menuju alam lainnya, aku harus segera pergi ke sana." Ujar Ria
Ria berjalan ke arah sana dengan hati hati, karena bisa saja hal serupa akan terjadi seperti di tangga tadi. Tenang tetapi menghanyutkan, saat ia mendekati pintu itu ternyata pintu itu terbang menjauhi Ria. Ia segera mengejar pintu itu, tetapi kecepatannya tak bisa di seimbangkan oleh Ria. Ria kelelahan dan jatuh terlelap di alam yang sunyi itu.
"Percintaan di dalam ketenangan, tetapi pengkhianatan menghapus rasa kebahagiaan." Suara misterius muncul di bawah alam sadar Ria.
__ADS_1
"Siapa kamu, kenapa kamu bisa disini. Kenapa disini hanya ada suaramu dan ruangan kosong." Ucap Ria
"Disini adalah Alam mimpimu dan aku adalah penjaga kedamaian, kamu tak perlu tahu siapa aku, yang jelas aku adalah penjaga alam yang sangat tenang ini. Walaupun tenang tapi kuharap kamu berhati hati, karena banyak sekali tantangan yang akan kamu hadapi untuk melewati alam kedamaian yang tenang ini hahahaha...." Jelas Sang penjaga perdamaian
"Apa maksudmu, tantangan yang akan kuhadapi?." Balas Ria
"Kehidupan roh mu sangatlah dipenuhi oleh rasa pengkhianatan. Tetapi cintamu murni akan hancur karena kepercayaan dirimu sendiri." Ucap sang penjaga kedamaian
"Maksudmu... Pernikahan ku dengan Leo?." Ucap Ria
"Hahahah sampai jumpa."
Sang penjaga kedamaian itu menghilang dan Ria terbangun dari mimpinya. Ternyata ia terlelap di alam mimpi karena kelelahan. Rasa lelah yang ia tanggung kini menghilang. Ria berpikir tentang apa yang dikatakan oleh penjaga alam perdamaian sebelumnya. Bahwa pernikahannya akan hancur karena sebuah kepercayaan.
Ria teringat akan kutukan yang diberikan oleh Leo. Hanya ia yang dapat melepasnya, saat ia berhasil mendapatkan buah kerd, ia akan memakannya dan melepaskan kutukan itu. Buah kerd selain memberi kehidupan di alam sebelumnnya, buah ini dipercaya dapat melepaskan segala bentuk kutukan maupun kesalahan yang ada di alam roh. Buah ini menjadi pencarian roh roh yang ingin hidup kembali ke dunia asalnya, tetapi karena banyak rumor yang beredar, kini banyak yang menganggap buah kerd hanyalah dongeng alam roh semata.
__ADS_1
Ria melanjutkan perjalanan dengan berjalan menusuri tepi danau yang sangat tenang. Tak ada suara mencekam, yang ada hanyalah suara tetesan air yang terus berjatuhan. Mata air di alam ini sangat lah jernih, pohon pohon bewarna hijau kebiruan. Tak nampak sekilas pun roh yang berjalan.