Garis Imajinasi

Garis Imajinasi
Labirin Kehidupan


__ADS_3

..."Kehidupan adalah sebuah petualangan"...


Ria terbangun dari kamarnya dan ini dia melihat ke arah kanannya seperti terdapat aroma yang wangi tepat berada di sampingnya. Saat Ria menoleh ia melihat Leo yang masih tertidur dengan lelap. Ria membiarkan Leo yang tertidur pulas lalu berjalan ke arah jendela yang tertutup. Dari jendela terlihat sebuah perkampungan yang berada di bawah naungan kerajaan yang Leo. Hembusan angin pagi yang segar pada saat sang mentari belum menyapa.


Hari ini Ria akan memutuskan memberitahukan Leo tentang buah kerd yang dibacanya dari buku di perpustakaan yang diberitahukan oleh ayahanda Leo. Ria pergi berjalan keluar dari kamarnya, Ia segera turun dan ternyata tampak ayahanda Leo sedang berjalan memasuki perpustakaan. Ria memutuskan untuk menyusulnya dan masuk ke dalam perpustakaan untuk menyapanya. Pada saat ia memasuki perpustakaan, ayahanda Leo ternyata tau bahwa Ria mengikutinya dan segera mulai membuka percakapan.


"Hai nak Ria,, rajin sekali pagi pagi begini sudah bangun" ucap Ayahanda Leo


"Hehe iya nih yah, tadi ga sengaja kebangun" Balas Ria


"Apakah nak Leo sudah bangun" tanya Ayahanda Leo Kembali


"Belum yah" Balas Ria


"Yasudah, kamu ke perpustakaan selain mengikuti ayah pasti mau baca buku kan haha"


"Eh iya yah" Jawab Ria malu malu

__ADS_1


Percakapaan itu segera berakhir dan Ayahanda Leo yang sudah mengambil buku langsung pergi keluar. Ria kembali mencari buku yang berisi pengetahuan tentang alam Sazer karena masih banyak misteri misteri di alam ini yang belum terpecahkan dan menjadi ribuan pertanyaan di kepala Ria. Saat sedang sibuk mencari buku tentang alam Sazer, terdapat buku yang menarik perhatian Ria, yaitu buku bewarna merah mengkilap. Ria segera mengambilnya dan saat ia meraihnya perpustakaan itu membuka sebuah pintu yang sangat besar.


"I i ini seperti sebuah ruangan rahasia" Heran Ria


Ria penasaran dan mulai melangkah perlahan lahan karena ada suatu perasaan dan panggilan yang menarik Ria bagaikan magnet. Saat berada di depan pintu rahasia tampak terdapat suatu belokan belokan dalam ruangan itu. Ria memasuki pintu itu dan.... BOOM. Ruangan itu tertutup, Ria panik karena ruangan itu tidak bisa dibuka kembali. Ia masuk ke sebuah labirin besar yang terdapat banyak sekali rintangan rintangan yang harus diselesaikan. Ria terdiam dan menangis karena hatinya takut sekali berada disebuah labirin seorang diri. Tetapi dengan pemikirannya ia memutuskan untuk memulai petualangan dan memberanikan diri untuk melawan rasa takutnya.


"Tak ku sangka di perpustakaan terdapat ruangan rahasia, namun aku terjebak di dalamnya" Gumam Ria sambil menangis.


Ria berjalan ke arah depan dan terdapat sebuah tulisan yang bertuliskan "Labirin Kehidupan" lalu terdapat dua jalan ke arah kiri atau ke arah kanan. Ria memutuskan untuk pergi ke arah kanan yang bertuliskan "Kehidupan"


Pada saat berjalan kurang lebih 50 langkah terdapat suara yang menuntunnya


"Roh Asing kenapa kamu memaksa untuk memasuki Labirin kehidupan. Dunia mu sudah tiada kini tersisa kehidupan mu di sini yang lebih fana."


ucap suara misterius


"KAMU SIAPA?!! MUNCUL KALAU BERANI" Tantang Ria

__ADS_1


Sebuah bayangan muncul sangat besar dan tampak sesosok pohon besar yang memiliki kaki dan berjalan menuju Ria sambil berkata. "Akulah sang pohon penjaga kehidupan, wahai roh yang fana kamu telah memasuki dunia perbatasaan antara alam roh dengan alam penghukuman, apa yang kamu lakukan, kamu akan merasa tersiksa disana" ucap sang pohon


"aku tersesat wahai sang penjaga kehidupan" Jawab Ria


"Celaka, Tak ada lagi jalan keluar selain melintasi alam penghukuman. Baiklah wahai roh yang fana, aku hanya dapat membantu dengan memberikan satu daunku" Balas Sang pohon


Pohon itu segera memetik daun yang ada di kepalanya dan memberikannya kepada Ria, Ria tak tau untuk apa daun itu tetapi ia tidak banyak bertanya dan segera mengambil tanpa ragu dan mulai mengucapkan terimakasih kepada pohon.


"Terimakasih Sang Penjaga Kehidupan. Akan kubawa ini dalam perjalanan ku menuju alam penghukuman untuk keluar dari sini." Ucap Ria


Ria segera pergi meninggalkan sang pohon dan pergi berjalan lurus. Semakin dalam hutan semakin mencekam, banyak sekali suara suara menggeram yang terus menerus bersahutan. Tak ada orang sama sekali dan Atmosfir disini seperti tampak lebih panas dari keadaan normalnya. Harusnya hutan lebat dipenuhi rasa sejuk tetapi kenyataan ini membuat hutan ini terlihat berbeda dari pada hutan hutan yang lainnya.


Pada saat bergumam tentang keanehan hutan lebat itu. Ternyata ada penghalang yang membuat Ria tak dapat melanjutkan perjalanan disana. Pembatas itu tak terlihat dan untuk membukanya sepertinya terdapat suatu teka teki yang harus diselesaikan oleh Ria. Ia mulai berpikir bahwa disekitar mungkin terdapat suatu benda benda tersembunyi atau barang yang dapat dipakai untuk membuka penghalang seperti kunci. Tanpa pikir panjang Ria mulai mencari ke segala arah.


Disana terdapat batu besar yang menurut Ria aneh dan mungkin itu adalah batu yang bisa digunakan untuk membuka penghalang yang ada di depannya saat itu. Ia mengangkat batu sekuat tenaga tetapi batu itu tidak bergerak sama sekali. Ia pun memilih untuk mendorong batu, batu itu pun bergerak dan Ria menggerakannya ke arah pengahalang, saat mendorongnya, batu itu berhasil menembus penghalang tetapi tangan ria tidak dapat menembusnya. Ria terkejut dengan kejadian itu dan kebingungan pun makik membuat Ria terasa pusing.


Di sisi lain terdapat sebuah ranting yang tergeletak di dekat Ria. Ia pun memiliki ide untuk membuat akar itu berbentuk kunci. Setelah memotongnya dengan sangat rapi dan persis seperti bentuk sebuah kunci. Ia segera menancapkan ranting berbentuk kunci itu ke tanah tetapi tidak terjadi apa apa pada penghalangan, lalu ia mengarahkan kunci ranting itu ke dalam penghalang, dan yang terjadi adalah kunci itu sama seperti batu yang ia dorong. Masuk ke dalam pengahalang dan tidak dapat diambil kembali. Tangan ria yang masuk kedalam penghalang pun tiba tiba terdorong keluar. Ria berpikir dan perlahan lahan menemukan sesuatu, bahwa ternyata penghalang itu bukan penghalang biasa, namun penghalang yang ada di depannya tersebut adalah sebuah penghalang roh yang dibuat dengan sebuah sihir kehidupan.

__ADS_1


__ADS_2