Garis Imajinasi

Garis Imajinasi
Dunia Fana


__ADS_3

..."Kegelapan menyelimuti, tanpa ada cahaya yang datang menerangi"...


Kaki mereka melangkah memasuki pintu, terlihat sebuah dunia yang sangat gelap dan pohon pohon yang banyak tetapi tak satupun tumbuh daunnya diantara mereka. Sayup sayup gemerlap tak ada penerang menambah suasana menjadi semakin mencekam. Burung gagak berterbangan dan mengeluarkan suara suara yang menjadi ciri khas tersendiri.


Sepertinya akan menjadi perjalanan yang lebih panjang dari pada alam sebelumnya. Karena alam disini terlihat seperti lebih sulit dan akan banyak yang menjadi penghalang untuk mencari jalan keluar. Tetapi dengan adanya Leo disisi Ria membuat semua itu tak ada apa apanya. Dan rasa takut di dalam hati telah ditutupi oleh adanya dia. Tumbuh perasaan di dalam hati Ria tentang Leo.


Baru saja mereka memasuki alam yang sangat mencekam ini, mereka sudah dihadapi dengan masalah, tiba tiba di depan mereka ada Roh rak sasa yang sangat besar. Leo mengambil posisi siap bertarung tetapi sepertinya kekuatan raksasa itu jauh di atas Leo, Ria meminta Leo untuk lari bersamanya dan memilih melawannya dengan cara lain, Leo tentu saja menolak karena itu adalah hal yang sama seperti di lakukan pengecut. Tetapi karena Ria terus memaksa, pada akhirnya Leo mengikuti permintaan yang diminta oleh Ria.


Mereka berlari secara bersamaan, Leo mengimbangi lari Ria karena ia tak mau meninggalkan Ria begitu saja. Raksasa itu menggerakan kepalanya dan melihat mereka berdua lari. Seperti melihat sebuah santapan, raksasa itu mengejar mereka sambil tertawa terbahak bahak karena senang sekali melihat mangsa. Terjadilah sebuah kejar kejaran antara seorang raksasa dengan Leo dan Ria. Yang mereka lakukan hanyalah terus berlari dan tak tahu ke arah manakah mereka menuju.


Pemandangan disekitar seperti tampak semua dan tak ada yang berbeda. Semuanya sama sama terlihat mencekam dan sepertinya makin banyak musuh musuh yang mengejar selain raksasa yang memiliki nafsu besar karena melihat santapannya tersebut. Tentu saja sebagai suami Leo tak mau jika Ria sampai tertangkap, ia menghentikan langkahnya dan berkata ke pada Ria.


"Larilah jangan sampai kamu tertangkap oleh mereka!!" Ucap Leo yang menyiapkan posisi bertarung


"Tak akan, aku tak mau ditinggal oleh suami ku lagi. Teruslah bersamaku hingga tekad kita tercapai hingga tiba saat nya kita mencapai pertarungan akhir. Aku akan membantumu melawan mereka semua." Ungkap Ria yang ingin terus bersama dengan suaminya

__ADS_1


"Memangnya kamu bisa sihir? Aku tak pernah mengajarimu untuk melakukan sihir, apakah kamu ingin melawan mereka semua dengan tangan kosong? Hentikan hal konyol itu." Balas Leo


Monster monster yang memperhatikan mereka berlari kini mengejar mereka dan berdiri tepat di depan mereka. Leo maju dan melawan monster monster yang cukup banyak jumlahnya itu dengan menggunakan sihirnya. Sihir sihir Leo berhasil membunuh mereka, tetapi jumlah mereka cukup banyak sehingga terus bermunculan tak ada henti hentinya. Leo terus berjuang sekuat mungkin demi menghabisi mereka yang ingin menyerang Ria.


Tiba tiba raksasa yang mengejar mereka berdiri tepat di belakang Leo yang saat itu ia sedang sibuk menghabisi monster monster di depannya. Raksasa itu mengayunkan sebuah tiang besar yang di bawanya sebagai sebuah senjata. Tiang itu diarahkan ke belakang pundak Leo dan Ria dengan sigap mengeluarkan tongkat sihirnya yaitu pemberian dari sang penjaga keberanian.


"Adazio esferato." Ucap Ria mengarahkan tongkat sihir nya ke arah raksasa yang membawa tiang besar.


Seketika tiang itu terbakar dan Leo langsung memutar badannya dan melihat raksasa yang ada di belakangnya sedang lengah. Leo mengeluarkan sihir angin yang pernah ia keluarkan untuk melawan hiu di dunia beku. Ia mengarahkan angin itu ke kepala raksasa tersebut. Dengan cepat angin itu melesat dan mengenai kepala raksasa itu, dan ia terjatuh seketika. Leo pun mengalihkan pandangannya dan menatap ke arah Ria.


"Tidak aku tak terluka sama sekali, justru seharusnya aku yang bertanya padamu tentang itu semua, kamu terlalu berlebihan dalam melindungiku sehingga tak memikirkan bahaya disekitarmu."


Ria sangat khawatir dengan kondisi Leo, yang terus menerus melindunginnya. Monster monster itu datang kembali dan mereka melihat ke arah Leo dan Ria. Leo segera mengajak Ria untuk berlari kembali dan meninggalkan Raksasa dan monster monster itu. Mereka kembali berlari larian untuk menghindari monster itu, tetapi hal yang tak terduga terjadi. Ternyata raksasa yang di jatuhkan oleh Leo bangkit kembali. Padahal harusnya raksasa itu sudah dikalahkan dan tewas.


Saat mereka berlari, tanpa sengaja kaki Ria bertabrakan dengan akar akar pepohonan yang sangat besar. Ria terjatuh dan terperosok ke tanah di alam yang menakutkan itu. Leo menghentikan larinya dan melihat ke arah Ria, dengan sigap ia menolongnnya.

__ADS_1


"Kamu masih kuat untuk berlari sayang?." Tanya Leo


"Masih" Balas Ria


Mereka kembali berlari lari lagi hingga sampai di suatu tempat yang sepertinya di rasa sangat aman. Dan monster monster itu sepertinya tak lagi mengejar mereka. Tempat ini masih sama seramnya dengan sebelumnya yang membedakan, di tempat ini tak ada pepohonan kering yang banyak. Hanya terdapat hamparan daratan dan pegunungan pegunungan di sekitarnya.


Leo meminta Ria untuk beristirahat sejenak, agar Ria tidak kelelahan. Ria menuruti pinta suaminya, Leo segera menyiapkan tempat istirahat dan Ria pun beristirahat disana. Walaupun alam tampak mencekam sepertinya menjadi daya tarik sendiri bagi mereka. Ria yang sedang bersiap untuk beristirahat berbicara Kepada Leo.


"Alam ini terlihat sangat menyeramkan, tetapi dengan adanya kamu seperti sangat meminimalisir keseraman yang terjadi di alam ini." Ucap Ria tersenyum ke arah Leo


"Sekarang sudah bisa menggoda ya, haha dasar istriku yang manis, beristirahatlah aku akan menjaga mu di sepanjang istirahat mu, jadi bermimpilah dengan baik." Ucap Leo


Ria tersenyum dan langsung beristirahat, matanya perlahan lahan mulai tertutup dan dalam beberapa detik ia sudah terlelap. Leo juga beristirahat namun ia hanya duduk tak sampai terlelap. Ia harus mengawasi keadaan sekitar agar saat istrinya dapat beristirahat dengan lebih nyaman dan tenang. Leo memantau dan memperkirakan berbagai situasi yang akan terjadi jika dirinya sampai terlelap. Untuk itu ia harus dapat mengontrol dirinya agar tak terlelap juga.


Pengawasan berlangsung cukup panjang, Ria sepertinya dapat tertidur dengan tenang. Bahaya seperti tak ada sama sekali di sekitar. Leo bangun dan ia berjalan pelan dan baru beberapa langkah, ia menghentikan langkahnya, dan melihat ke arah pegunungan menarik yang terdapat di sana.

__ADS_1


__ADS_2