Generation 7 Elemen

Generation 7 Elemen
(11) Kembalinya Seiya


__ADS_3

Azaela___


"Aaaaaa." Teriakku kesakitan.


Sungguh ini sangat menyakitkan, aku tidak kuat untuk menyerap semua aura dari cosmo ku sendiri. Darahku seakan-akan mendidih saat aura yang ku rasakan nyaris tak terbendung besarnya.


De Javu aku mengingat kembali dimana terakhir kali aku berlatih bersama kakek, aku pernah melakukan ini sebelumnya saat aku hendak membuka Indra ke 6 milikku.


Ya ini adalah jagad raya, kini jiwaku tengah melayang merasakan ruang hampa yang tak di aliri oleh oksigen sama sekali. Lagi dan lagi aku berhadapan dengan konstelasi bintang ini, sebenarnya apa nama rasi ini ?, dan kenapa setiap aku membuka Indra 6 selalu di suguhi hamparan jagad raya yang begitu luas.


Aku masih tak paham dengan semua ini !.


"Kau tak akan pernah bisa sampai Indra ke 7 jika, kau tak pernah paham dengan dirimu sendiri." Ucap seseorang.


Aku kian mengernyitkan alisku saat ia mengatakan itu, apa maksudnya. Aku pikir aku sudah tahu siapa diriku sebenarnya.


"Kau belum tahu." Ucap suara itu lagi.


Sungguh dia seperti seorang cenayang yang begitu luar biasa, sebenarnya siapa gerangan itu ?. Aku ingin sekali mengetahui apa maksud dari perkataannya.


"Aku adalah armor milikmu."


"Namun kau masih belum bisa mengambilku, karena kau belum mengenal dirimu sendiri." Ucapnya, setelah itu semua kembali normal.


Lagi dan lagi aku hanya bisa menggunakan busur panah dari Indra ke 6 ku, yang jelas lumayanlah untuk melawan monster-monster ini.


Kini aku telah kembali ke alam sadar ku. Ku lihat di sekeliling yang begitu banyak monster yang sedang mengepungku dan juga Han.


Jika lama di biarkan maka monster itu akan semakin menjadi. Ku arahkan sasaran ku ke atas langit, dan ku tarik tali busur panah ku hingga keluarlah dengan sendirinya anak panah. Ku kumpulkan kembali semua kekuatan Cosmo milikku, hingga kekuatan Cosmo itu bertambah begitu besar. Dan...


Ctak


Ku lepas anak panah itu dari tali busur, dan ku lihat anak panah itu melesat dengan sangat cepat memecah kegelapan di hutan ilusi.


Boom


Suara ledakan yang begitu besar membentuk sebuah dinding cahaya yang begitu menyilaukan mata. Ku perhatikan para monster-monster itu kesakitan saat merasakan silaunya dinding yang ku buat di atas. Tak segan-segan juga aku memanah kembali para monster itu satu persatu, hingga tak ada satupun yang tersisa.


Darah hitam pekat dari para monster itu berceceran kemana-kemana dan aku tersenyum senang karena itu.


Ternyata tembakan panahku ini tak hanya dapat menghabisi para monster, tapi juga merubah seluruh isi hutan ilusi. Kini hutan ilusi telah menjadi hutan yang sangat cantik dengan Cosmo yang begitu silau dan bercahaya.


Pohon-pohon yang tandus dan tidak memiliki daun, kini telah berubah menjadi tanaman yang subur. Dan lahan yang tadinya tandus tanpa adanya rumput sekarang telah di penuhi dengan rumput hijau, dan berbagai jenis bunga-bunga yang sangat indah.


Tanpa terasa aku meneteskan air mata karena melihat semua ini, Cosmo hutan ilusi ini merasa sangat senang, dan mereka berterimakasih padaku.


Bagaimana aku tahu jika mereka berterimakasih kepada ku ?..


Karena aku merasakannya dengan kekuatan batinku, dan pikiran alam bawah sadar ku yang menangkap pancaran aura dari hutan ilusi ini.


Hutan yang dulu memiliki aura hitam pekat, kini telah terganti dengan aura yang bercahaya dan menenangkan. Aku terus tersenyum. Dan darah serta mayat para monster itu telah hangus terbakar dengan adanya dinding cahaya yang telah ku buat di atas awan tadi.


Bersamaan dengan itu juga busur panah Indra ke 6 ku hilang, dan badanku terasa sangat lemas. Kakiku tidak kuat lagi menopang berat tubuhku, hingga bayangan yang ku lihat kian memudar. Dan saat itulah aku tak dapat mengingat apapun lagi.


__________


Angel (Raja es)___


"Seiya." Ucapku terkejut.


"Apakah ini benar-benar Seiya, apakah kau telah kembali." Ucapku meyakinkan diri.


"Apakah kau telah kembali kawan, aku sangat merindukanmu." Ucapku kembali sambil meneteskan air mata.


Aku terharu dan itu pasti, sahabat yang telah lama meninggalkan ke 5 temannya telah datang.


"Karena kepergian mu lah, kami mulai menjalani hidup kami berpisah." Ucapku lirih sambil terus meneteskan air mata keharuan.


"Prajurit..." Teriakku keras.

__ADS_1


" Hamba yang mulia." Ucap para prajurit melapor.


"Persiapkan beberapa pasukan prajurit, dan kita pergi ke hutan ilusi." Titah ku tegas pada mereka. Sedangkan mereka merasa bingung dengan yang ku ucapkan, apakah aku masih kurang jelas.


"Cepatlah kita berangkat sekarang." Titah ku lalu pergi meninggalkan mereka yang masih termenung.


"Seiya, akhirnya kita bertemu kembali teman."


___________


Sedangkan di kerajaan kipas besi...


Denise (Raja di Kerajaan kipas besi)


"Seiya !." Sentak ku saat ku rasakan elemen cahaya Indra 6 yang begitu kuat.


"Apakah kau telah kembali." Ucapku meyakinkan diri.


Aku pun tersenyum penuh kesenangan jika memang benar ini adalah Seiya, tapi aku yakin jika ini adalah Seiya. Pasalnya hanya Seiya lah yang memiliki elemen cahaya, dan dia adalah satu-satunya klan cahaya yang masih ada. Tapi... bukankah Seiya telah tiada saat pertempuran melawan Darkness !. Lalu siapa ini, yang menggunakan elemen cahaya.


______________


Di dasar air terjun


Dari klan air


Louis____


"Seiya..."


"Apakah benar ini kau, tapi bukankah kau telah tiada saat melawan Darkness.." Ucapnya tak percaya.


____________


Back ke Azaela____


Zae masih enggan membuka matanya, walaupun Han telah melakukan semua upaya untuk menyadarkan Zae dari pingsannya namun dia enggan untuk membuka matanya.


Sedangkan di alam bawah sadar, Zae terlihat sedang tidur di atas lahan bunga yang begitu luas, dan indah. Ketenangan dari aura Cosmo yang terpancar membuat Zae enggan membuka matanya.


"Bangunlah." Ucap suara bariton khas laki-laki.


Zae yang mendengar itu pun langsung terbangun, dan di dapati nya seorang pria tampan dengan aura Cosmo putih bercahaya persis dengan dirinya. Pria itu memiliki alis yang tebal dan hitam, dengan rambut berwarna coklat gelap yang mengkilat.


"Siapa kau." Tanya Zae bingung.


"Aku adalah dirimu." Ucapnya lagi, yang tentu saja membuat Zae kebingungan.


"Kau seorang pria, dan aku wanita..." Ucap Zae menggantung.


"Bagaimana bisa kau ini adalah diriku." Ucap Zae melanjutkan kalimatnya.


"Hahahaha..."


"Kenali lah dirimu dulu." Ucapnya lantas tersenyum manis, yang jelasnya membuat setiap wanita yang melihatnya akan luluh.


Kenali lah dirimu...


kata-kata ini seperti pernah mendengarnya.


Apakah dia yang mengatakannya..


Ehh bukan-bukan, yang mengatakannya waktu itu dia mengaku sebagai armor milikku. Batin Zae bingung.


"Yang mengatakan itu sebelumnya memang armor, tapi sekarang adalah aku." Ucapnya sambil tersenyum.


"Bagaimana kau bisa tahu, jika aku sedang..."


"Karena aku adalah dirimu." Ucapnya memotong ucapan Zae.

__ADS_1


"Lakukanlah kultivasi ." Ucapnya lalu pergi.


"Tapi...."


Emmpphh...


Sedangkan di dunia alam sadar.


"Bangunlah Zae." Ucap Han sambil menepuk pipi Zae. Namun Zae masih tak kunjung membuka matanya.


"Baiklah, aku akan menggunakan cara ini saja."


Cup


Dan saat itulah Han memberikan nafas buatannya untuk Zae. Setelah 1 menit di beri nafas buatan oleh Han, Zae mulai memberikan reaksi spontan dan langsung mendorong tubuh Han.


"Maaf." Ucap Han sambil tersenyum sangat tipis.


"Hem."


Sebal, dan itu pasti. Siapa yang tidak akan sebal jika ciuman pertamanya di renggut oleh orang yang baru ia kenal.


Dasar menyebalkan, sudah 2 kali ia mengambil ciuman pertama milikku. Dan sekarang bibir ku sudah tidak perawan lagi. Ucap Zae yang masih menggerutu tidak jelas.


Sedangkan Han yang bisa mendengar isi hati Zae hanya tersenyum tipis, lucu memang rasanya melihat wajah kesal Zae yang sudah merah menahan malu, dan kesal.


Jadi aku yang mengambil ciuman pertamanya..


Sungguh sangat manis. Batin Han senang.


Di tengah-tengah keheningan mereka terdengar suara kaki kuda yang begitu ramai di sekitaran mereka. Sedangkan Zae yang mendengar itu pun langsung pergi meninggalkan Han.


Sedangkan Han yang melihat pergerakan Zae, dia lantas menarik tangan Zae hingga Zae kehilangan keseimbangannya, dan jatuh tersungkur di pelukan Han.


"Apa yang kau lakukan." Ucap Zae kesal, sedangkan Han masih memeluk Zae agar tidak pergi.


"Jangan pergi." Ucapnya lirih.


Sedangkan Zae yang tidak mengindahkan kata-kata Han, dia langsung mengigit leher Han hingga mengeluarkan darah. Karena merasa kesakitan akhirnya Han pun dengan terpaksa melepas pelukannya dengan Zae.


Kau berani mengigit ku...


Aku yakin, kita pasti akan bertemu lagi. Batin Han saat melihat Zae yang sudah berlalu pergi.


Saat Han masih dengan pikirannya, tiba-tiba saja ada seseorang yang memeluknya dari belakang.


"Akhirnya kau ku temukan..."


"Han..."


_


_


_


Bersambung...


______________


Cuap-cuap author...


Hai reader...


Nggak bosen-bosennya author ingetin.


jangan lupa kasih like, vote, komen, and rate 5 yaa..


biar author tambah semangat nulisnya.

__ADS_1


__ADS_2