Generation 7 Elemen

Generation 7 Elemen
(7) Rencana Zae


__ADS_3

Shaining___


Zae pergi tanpa mengucapkan salam terlebih dahulu pada yang lebih tua, kurang sopan memang dia.


Tapi aku sedikit merasa aneh dengan sikap Zae setelah mendengar kabar hilangnya pangeran Han di hutan ilusi, entahlah aku tidak tahu tapi insting ku mengatakan akan ada sesuatu yang terjadi nanti.


Aku menatap kakek guru, lalu menatap Alex secara bergantian. Alex menganggukkan kepalanya, mengisyaratkan jika memang akan terjadi sesuatu nanti.


Sedangkan kakek guru hanya tersenyum sendiri, ada apa yah ?, apa yang akan terjadi nanti ?.


"Kakek tahu, apa yang akan terjadi nanti." Tanyaku masih memandang raut wajah kakek yang tak henti-hentinya tersenyum.


"Mutiara akan segera keluar dari kubangan." Jawabnya ambigu.


Aku melirik ke arah Alex, dan Alex pun sama-sama melirik ke arahku. Dia mengedikan bahunya tanda dia tidak terlalu paham dengan yang di katakan kakek.


Aku baru ingat jika Alex tidak menyukai seseorang yang berkata ambigu, dan menggantung. Sudah pasti ia tidak paham dengan yang kakek katakan.


"Maksud kakek." Ucapku memperjelas kembali.


"Cahaya yang berkilau akan datang, dan mutiara akan keluar dari kubangannya." Ucap kakek masih ambigu.


Kenapa harus kata-kata ambigu yang kakek ucapkan, pasti kakek memang sengaja menyembunyikannya pada kami. Karena mungkin saja ini adalah kejutan, dan kabar bahagia.


"Aku ijin kembali kedalam kek." Ucapku undur diri dan diikuti oleh Alex di belakang.


Setelah sedikit jauh dari kakek, aku memulai pembicaraan dengan Alex.


"Kau tahu artinya." Ucapku to the poin.


"Aku merasa, ada seseorang dari keluarga kerajaan yang akan pergi." Ucapnya lirih.


"Apakah mungkin...."


____________


Azaela___


Bruk


Aku menjatuhkan diriku di atas kasur yang empuk di kamarku, sungguh sangat nikmat. Rasanya seperti sedang tidur di atas awan.


Beberapa menit aku tiduran di kasur, hingga kurasa sudah cukup aku berdiri dan memilih mandi, dan berendam di bathtub kerajaan. Bisa di lihat jika bathub kerajaan matahari memiliki ukiran dari seniman yang sangat luar biasa.


Harum bunga melati memenuhi tempat pemandian ku, sungguh ini adalah wangi yang sangat menyenangkan. Setelah di rasa cukup dengan berendam, dan mandi aku langsung keluar dan memakai dres warna putih sepanjang mata kaki tanpa lengan. Tak lupa aku menggunakan Bros berlogo matahari dengan warna emas putih di bagian kanan rambut ku.

__ADS_1


Aku benar-benar merasa sangat fresh. Aku teringat jika aku belum selesai membaca buku tentang hutan ilusi, dengan langkah cepat aku langsung mengambil buku itu, dan aku mulai membacanya kembali di atas kasur.


..."*Hutan ilusi......


hutan ilusi adalah hutan yang di sangat di larang untuk di lewati, bahkan di tempati oleh manusia. Bahkan hutan ilusi sering kali sebagai tempat berkumpulnya sebangsa monster di dalamnya, di katakan bahwa seseorang yang telah masuk kedalam hutan ilusi tak akan pernah kembali. Bisa saja orang yang telah masuk kedalam hutan itu sudah mati, atau bahkan masih hidup hanya saja dia tidak tahu dimana arah jalan keluarnya.


Namanya adalah hutan ilusi, yang tentu saja akan memberikan efek halusinasi pada orang agar orang itu tersesat, bahkan lupa jalan pulang. Dan yang paling menakutkan jika di hutan itu sangatlah gelap, bahkan sinar matahari pun tak dapat menembus kedalam, walaupun hanya lewat celah*."


Itulah yang ku baca dari bagian ringkasan buku setebal ini. Aku mulai berpikir kembali, apakah pangeran Han masih hidup.


Tuk


Tuk


Tuk


Aku mendengar suara langkah kaki seseorang yang berjalan mendekat ke arah kamarku, dengan cepat aku langsung menyembunyikan buku tentang hutan ilusi di bawah bantal ku.


"Zae." Ucap seseorang dari arah pintu.


Dengan susah payah aku menelan saliva ku yang tiba-tiba berubah menjadi bongkahan batu di dalam sana.


Aku tersenyum kikuk kepada 2 orang laki-laki yang tengah memandang ke arahku dengan tatapan bertanya-tanya.


"Ada apa." Tanyaku dengan nada suara yang ku usahakan se normal mungkin.


Sungguh aku merasa seperti sedang ketahuan mencuri roti di toko milik Kong huan, yang belum di temukan siapa ayah mereka.


"Hahaha...tentu saja silahkan." Ucapku sambil tertawa garing.


"Hah." Aku reflek terkejut ketika kak Shaining tiba-tiba saja memelukku, dan menyembunyikan kepalanya ke leherku.


"Ada apa kak." Tanyaku keheranan, sedangkan Alex hanya menatapnya datar lalu mengedikan bahunya.


"Aku ingin memeluk mu. Wangi mu seperti ibu, aku jadi merindukannya." Ucap kak Shaining lirih.


Aku pun membalas pelukan kak Shaining lalu melepaskannya.


"Jangan pergi. Apapun yang terjadi jangan pergi." Ucapnya memaksa.


Aku sedikit takut jika kak Shaining ini mengerti rencana ku.


"Tidak kak, tenang saja." Ucapku sambil tersenyum manis ke arahnya.


Aku tahu, insting seorang kakak pada adiknya sangatlah peka. Jadi jika ada sesuatu yang akan terjadi, entah itu kakak, atau adik mereka pasti akan merasakan hal itu.

__ADS_1


"Baiklah, sekarang lebih baik jika kau istirahat." Ucapnya lembut.


Cup


Kak Shaining mencium keningku lembut dan hangat, aku merasakan rasa tenang dan damai dalam seketika.


"Istirahatlah." Ucapnya dan aku hanya menganggukkan kepalaku.


Setelah mereka pergi.


"Huufftt...hampir saja."


________


Author___


Setelah keluar dari kamar Zae, Shaining nampak masih merasa tidak tenang. Di hatinya selalu saja merasakan bahwa akan terjadi sesuatu pada Zae.


Sedangkan Alex yang melihat kegelisahan Shaining merasa sangat kasihan, dia juga bisa merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang kakak yang sedang khawatir pada adiknya.


"Tenang lah Shai, Zae pasti akan baik-baik saja." Ucapnya mencoba menenangkan Shaining.


"Kau benar, Zae pasti akan baik-baik saja." Ucap Shaining yang mulai tenang, walaupun ketenangan itu masih di hantui rasa takut oleh Shaining.


Semoga tidak akan terjadi apa-apa pada Zae...


_


_


_


Bersambung...


___________


Cuap-cuap author...


Hai readers


....


semoga kita selalu di beri kesehatan oleh Allah SWT. Amin.


author minta ya like, vote, sama komen dari kalian.

__ADS_1


Karena 1 like, 1 vote, dan 1 komen begitu sangat berharga bagi author.


Thanks semua...


__ADS_2