
"Pedang dan Dual sword." Ucapku tertegun.
"Wah...mereka seperti saudara kembar." Ucapku sambil melihat ke arah mereka.
Aku sempat terkagum-kagum dengan 2 benda yang mereka pegang. Shaining dengan pedang peraknya, dan Alex dengan Dual sword nya. Sungguh wow...
Setelah mereka selesai bertanding, mereka berdua langsung duduk bersama ku dan kakek guru. Tiba saat mereka ingin menenggak air putih, aktivitas mereka langsung terhentikan ketika kakek mengambilnya. Sungguh tidak sopan memang.
Jika kakek merampas sesuatu setelah kita bertanding, tandanya akan ada sesuatu yang di sampaikan oleh kakek guru. Entah itu dari materi yang telah selesai kita pelajari, atau bahkan memberikan penjelasan yang tak masuk akal sekalipun.
"Ada apa kek." Ucap kak Shaining masih ngos-ngosan.
Sedangkan kakek hanya menatapnya datar. Tanpa menjawab pertanyaan kak Shaining, kakek lantas mengembalikan kembali air minum itu.
Ya bagaimanapun juga, kakek ada seorang manusia yang sama-sama memiliki rasa lelah, dan haus. Jadi jika ada orang yang tengah kehausan karena bertanding, tak akan mungkinlah kakek guru tega untuk membiarkannya tidak minum.
"Apa kalian tahu apa itu Indra ke 7." Ucap kakek melempar pertanyaan itu pada kami. Sedangkan aku hanya mengernyitkan alis ku, tanda jika aku tidak paham.
"Indra ke 7 adalah...." Ucapku sengaja menggantung kalimat.
"Urutan panca indra setelah Indra ke 6...Hahahaha." Ucapku yang lantas tertawa renyah.
Tidak lucu.
"Benar." Ucap sang kakek.
"Lalu apa penjelasannya..." Tanya kakek yang sekarang bertanya padaku. Sial ! seharusnya aku tidak menjawab saja jika begitu.
Aku nampak berpikir keras untuk menemukan jawabannya, tapi tetap saja aku tidak bisa menjawabnya karena otakku sekarang blank !.
"Tak tahu." Ucap kakek sambil melirik ke arahku dan ke arah kak Shaining, dan Alex.
"Ada tujuh macam warna pokok bisa di dapati pada alam semesta dan manusia. Tujuh warna pokok tersebut adalah merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila (indigo), dan ungu. Tujuh warna pokok itu pun terdapat pada 7 Cakra yang ada di dalam diri manusia....
Beberapa tahun lalu kakek telah mengajarkannya pada kalian bertiga, dan membantu kalian agar bisa membuka ke 7 Cakra itu, dan kalian baru bisa membuka Cakra ke 6 yaitu indigo.
Seperti yang kalian semua tahu selama ini, kalian selalu beejuang mati-matian demi mencapai Cakra ke 7. Padahal kalian tidak tahu, seberapa beratnya membuka Cakra ke 7 itu.
Cakra ke 7 atau yang biasa di panggil dengan Cakra Mahkota, Cakra ini berada di bagian atas kepala kalian. Cakra ini berkaitan dengan pencapaian tingkat kerohanian seseorang, hubungan dengan yang ilahi, pemahaman mistik, serta kesadaran kosmis.
Jadi jika kalian masih belum berhasil dalam membuka Cakra atau Indra ke 7 kalian, itu adalah hal yang wajar saja. Karena satu, kalian belum sepenuhnya bisa dalam pemahaman mistik, yang kedua kesadaran kosmis kalian masih kurang." Jelas kakek guru panjang lebar.
Aku sempat berpikir beberapa saat untuk mencerna setiap kalimat dan kata-kata yang keluar dari mulut kakek guru, hingga ada satu kalimat yang paling aku ingin katakan.
__ADS_1
"Kenapa kita harus mencapai, dan harus berhasil membuka Indra ke 7." Tanyaku to the poin.
Ku lihat raut wajah kakek begitu datar, sesekali dia pun memandang ke arah langit. Karena penasaran aku pun mengikuti jejak kakek guru untuk melihat ke atas sana, dan blank ! tidak ada apa-apa disana.
Aku pun kembali menatap ke arah kakek, sedangkan kakek hanya menatap ku datar.
"Hehe..." Ucapku sambil nyengir kuda.
"Karena indra ke 7 memiliki kekuatan yang sangat kuat, dan sangat besar. Bahkan kekuatan ini bisa di samakan dengan kekuatan dewa." Ucapnya terdengar mulus tanpa kendala.
"Andai saja kalian bisa sekolah di bumi seperti generasi elemen yang lainnya, kalian akan tahu dimana posisi kalian sekarang." Ucap kakek datar. Sedangkan kami hanya bisa nyengir kuda mendengarnya.
"Kakek apakah..." Ucapku yang langsung terpotong ketika pelayan kerajaan memanggil kami semua untuk makan siang.
Menyebalkan memang dayang ini.
_
_
_
Alexander___
Hahaha...
Sungguh sangat lucu ketika melihat raut wajah kesalnya Zae, ingin rasanya ku cubit pipinya chubby nya itu.
Tapi mungkin aku tak bisa melakukannya karena ada sang singa posesif yang selalu mengawasi ku.
_
_
_
Setelah makan siang selesai...
____
Setelah makan siang selesai kami berempat memilih duduk di taman yang rindang, dan sejuk di sebelah Utara kerajaan matahari.
Disini sangat sejuk, bahkan aku merasa sangat nyaman dan tenang ketika berada di taman ini. Sedangkan Zae...hmmm kebiasaan dia yang duduk di dahan pohon apel. Ya lebih tepatnya Zae ada diatas ku persis, dia tengah menikmati apelnya itu.
__ADS_1
"Turun Zae, tidak sopan rasanya jika yang lebih tua duduk di bangku sedangkan kau malah duduk di atas dahan apel." Teriak Shaining kesal.
Ya aku bisa merasakannya. Malu memang jika melihat tingkah adiknya seperti itu, apalagi dia adalah seorang tuan putri dari kerajaan matahari. Bahkan tingkahnya saja bisa di samakan dengan tingkah anak kecil.
Dengan terpaksa Zae pun turun dari atas pohon apel dengan wajah mematut-nya, sungguh lucu memang dia. Dengan langkah gontai dia pun duduk di sebelah ku.
"Kakek jika aku sudah membuka Indra ke 6 ku, berarti aku bisa melihat hantu kan." Ucapnya dengan mulut yang penuh dengan apel.
"Kau bisa melihatnya." Jawab kakek singkat.
Sedangkan Shaining hanya menahan malu melihat tingkah konyol, dan tidak sopannya Zae. Kasihan.
"Lalu, kenapa aku masih belum bisa melihatnya."
"Kau akan melihatnya, ketika waktu itu tiba."
"Bersiaplah, 1 minggu lagi kalian akan melakukan tes alam." Ucap kakek santai sambil sesekali menyeruput teh hijaunya.
Zae nampak begitu senang ketika mendengar bahwa kakek guru akan melakukan tes alam.
"Lalu, dimana kita akan memulai tes alam itu kek."
"Hutan ilusi..."
Deg
_
_
_
Bersambung...
Cuap-cuap author...
Hai readers...
Author bisa minta tolong kan dari reader..
jangan lupa kasih like, komen, dan vote yaa...
karena 1 like, 1 komen, dan 1 vote dari kalian begitu sangat berarti bagiku...
__ADS_1
Salam manis dari author..