
Author___
Zae cepat-cepat pergi dari tempat itu, bukan tanpa alasan tapi entah mengapa dirinya tidak ingin bertemu dengan rombongan dari kerajaan es. Zae terus berlari hingga ia sampai kepada kudanya.
"Maaf ya aku lama." Ucapnya lirih sambil mengelus lembut kepala kuda putih itu.
Tanpa basa-basi lagi Zae langsung menaiki kudanya, dan segera meninggalkan hutan ilusi ini. Hutan yang menjadi kenangan bersama seseorang yang baru ia kenal disini.
Sedangkan di sisi lain...
"Dimana Seiya?." Tanya Angel pada putranya.
Dia paham betul jika di hutan ilusi inilah dia merasakan keberadaan Seiya, karena memang hanya Seiya lah yang memiliki elemen cahaya. Walaupun elemen cahaya yang di keluarkan tidak terlalu kuat seperti milik Seiya sungguhan, tapi kekuatan batin elemen tadi telah menjadi pertanda bahwa Seiya telah kembali.
"Apakah ada orang lain disini?." Tanyanya lagi ingin memastikan.
"Ada." Ucapnya spontan.
"Dia yang telah datang, dan memberikan luka ini." Ucapnya tersenyum sambil menunjuk lehernya yang berdarah karena gigitan Zae.
"Siapa dia."
"Zae..."
Deg
......Deg......
Deg
Zae!!!!
Siapa Zae. Batin Angel bingung.
"Dia perempuan?." Tanyanya memastikan.
"Hm, dia juga sangat cantik dan bercahaya." Ucap Han tanpa sadar.
"Lalu dia seperti apa?." Tanya Angel lagi yang ingin mengungkit tentang Zae.
"Matanya tajam tapi teduh, kulitnya putih bercahaya, dan ayah tahu dia memiliki elemen cahaya legendaris. Dia begitu dingin, namun sebenarnya dia sangat hangat dan memiliki rasa peduli yang tinggi." Ucap Han tanpa sadar menceritakan ciri-ciri Zae.
Sungguh sekarang Han telah sepenuhnya terpesona dengan kecantikan, dan kebaikan hati Zae. Entah sadar atau tidak Han sedari tadi tersenyum-senyum manis sendiri, sedangkan angel yang melihat putranya seperti itu hanya bisa tersenyum.
Aku senang akhirnya kau kembali Han...
Dan untuk kau Zae, kau masih menjadi tanda tanya terbesar ku...
"Sebaiknya kita pulang, Ibu pasti sudah sangat merindukanmu." Ucap Angel mengajak putranya pulang, dan di balas anggukan oleh Han.
Zae...
__ADS_1
Kau sudah membuat tanda ini di leherku, ku pastikan cepat atau lambat kita akan segera bertemu..
______________
Sudah hampir 3 jam Zae menempuh perjalanan kembali ke kerajaan matahari, dirinya begitu sangat lelah. Belum lagi dengan rasa lapar yang menganggu konsentrasinya.
"PUTRI ZAE TELAH KEMBALI....." Teriak salah satu penjaga gerbang kerajaan.
Mendengar jika Zae telah kembali alangkah senangnya Shaining, karena saking bahagianya bahkan Shaining tak memperdulikan berapa banyak orang yang di tabrak olehnya, dan belum lagi lalu lalang para dayang di dalam istana yang sedang membawa beberapa barang hingga jatuh karena ulah Shaining.
"Maaf." Ucap Shaining singkat pada para dayang, dan prajurit yang tidak sengaja ia tabrak.
Sedangkan di luar kerajaan...
Zae sudah sangat lemas, bahkan dirinya yang terkenal ceria dan suka bertingkah seperti anak kecil telah tidak ada lagi. Dirinya kini telah di kuasai oleh rasa lapar, karena hampir satu hari penuh dia tidak makan, dan belum lagi dengan rasa dehidrasi yang ia alami.
Tubuhnya begitu sangat lemas hingga untuk berjalan pun tidak mampu. Tanpa aba-aba lagi Zae sudah jatuh, namun sebelum dirinya menyentuh tanah ada tangan seseorang yang menangkap tubuhnya ke dalam dekapan orang itu. Sedangkan orang itu hanya menatap Zae garang.
"Aku tidak akan memaafkan mu!." Ucapnya penuh dengan nada penekanan, sedangkan Zae hanya tersenyum tipis hingga lantas dia sudah tidak sadarkan diri.
_________
Di kerajaan es
Han yang baru datang kembali ke istana membuat semua orang, tak terkecuali ibunya senang. Kembalinya Han ke istana es membawa angin segar pada mereka semua, kerajaan yang hampir 2 tahun ini selalu di liput kabut duka sekarang telah kembali menjadi kerajaan yang penuh keceriaan, dan kehangatan seperti dulu.
Sebelum menemui sang ibu yang sangat ia rindukan, Han memilih untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu. Setelah dia selesai bersiap-siap dia langsung menuju ruang keluarga kerajaan.
"Terimalah salam hormat dari ku ibunda, ayahanda." Ucapnya memberi salam pada kedua orangtuanya.
"Han..." Ucapnya lirih namun sangat menyayat hati bagi yang mendengarkannya.
"Iya Bu, aku sudah kembali..." Ucapnya lantas memeluk erat tubuh ibunya itu. Tak mau ketinggalan dengan peristiwa ini Angel pun ikutan memeluk anaknya, dan istri tersayangnya.
"Sudahlah semuanya akan baik-baik saja." Ucap Angel menenangkan mereka, dan mereka hanya menganggukkan kepalanya.
Zae...
aku masih penasaran denganmu...
apakah kau reinkarnasi dari Seiya, atau kau hanya kebetulan memiliki elemen yang sama dengan Seiya. Batin Angel.
____________
Azaela___
Aku mulai membuka mataku secara perlahan-lahan, dan orang pertama yang ku lihat adalah Kak Shaining, kakek guru, dan ayah. Mereka menatap ku dengan tatapan penuh rasa khawatir, terlebih lagi dengan tatapan kak Shaining yang begitu khawatir namun tajam serasa ingin membunuhku.
"Kau baik-baik saja Zae?." Tanya ayah khawatir, dan aku hanya menganggukkan kepalaku tanda bahwa aku baik-baik saja.
"Kalian semua pergilah, aku ingin berbicara empat mata dengan Zae." Ucap kakek guru tak terbantahkan.
__ADS_1
Mendengar itu mereka semua pergi, kecuali kakek guru. Sekarang di dalam kamar hanya ada aku dan kakek guru, ku lihat kakek guru berjalan menuju jendela kamarku, dan wajah lansia-nya melihat malam yang penuh dengan bintang lewat jendela kamarku.
"Kau sudah tahu, siapa dirimu sebenarnya Zae?." Tanya kakek guru tanpa melihat ke arahku sama sekali.
Aku yang mendengar itu langsung mengerti arah pembicaraan ini, lalu bagaimana bisa kakek guru tahu?.
"Belum." Jawabku seadanya. Ya karena memang aku belum tahu sama sekali.
"Mulailah lakukan kultivasi..." Ucap kakek guru menggantung.
"Dan pelajarilah seluk beluk dirimu yang sebenarnya."
"Kakek akan memberikan beberapa buku panduan dasar untuk berkultivasi padamu." Ucapnya lalu pergi dengan cepat ke luar kamarku.
Sedangkan aku yang mendengar kata-kata kakek lebih bingung lagi, pasalnya bagaimana kakek bisa tahu dengan apa yang telah terjadi padaku di hutan ilusi. Lalu siapakah lelaki yang mengaku bahwa aku ini adalah reinkarnasinya. Dan jika aku memang reinkarnasinya, seharusnya aku ini laki-laki bukan wanita, karena pria yang mengaku bahwa diriku adalah reinkarnasinya.
Aku kembali memikirkan perkataan kakek tadi jika diriku harus berkultivasi, sedangkan aku bahkan tak pernah melakukan yang namanya kultivasi. Aku memilih tidur lagi, karena badanku benar-benar masih sangat lemas sekarang.
Di alam bawah sadar ...
Lagi dan lagi aku harus terbangun di padang bunga ini. Aku akui ini sangat membuatku merasa tenang, dan damai rasanya aku tak ingin bangun dari sini. Belum lama ku pejamkan mata, tiba-tiba saja ada suara seseorang yang tak asing bagiku tengah memanggil namaku.
"Bangunlah Zae." Ucap suara pria itu. Dan ketika aku membuka mata ternyata pria itu sudah ada di sampingku.
"Apa." Ucapku singkat.
"Kau masih bingung yah rupanya..."
"Kau ini adalah reinkarnasi ku Zae." Ucapnya.
"Bagaimana bisa..." Ucapku langsung di potong olehnya.
"Lakukanlah kultivasi, aku yakin dengan sendirinya bayang-bayang tentangku di masa lalu akan terputar di memori otakmu itu." Ucapnya lalu kembali pergi.
Dan saat aku terbangun ternyata hari sudah pagi. Aku pun mulai mandi, dan bersiap untuk turun kebawah.
_
_
_
Bersambung...
____________
Cuap-cuap author...
Hai readers...
nggak bosen-bosennya author ingetin kalian..
__ADS_1
jangan lupa ya buat like, rate 5, vote, and komen ceritaku yaa...
karena bagiku satu like dan rate bagi reader sangatlah berharga bagiku...