
Author___
Malam pun tiba, Zae dengan cepat dia langsung mengemasi barang-barang yang akan dia butuhkan nanti di hutan ilusi.
Barangnya tidak lain seperti roti, apel, air, dan beberapa ramuan obat-obatan. Zae sangat yakin jika dia berhasil menemukan pangeran Han, pasti dia sangat membutuhkan ini.
Zae pun segera menyembunyikan perlengkapan barangnya di bawah kolong, dia takut jika sampai kakaknya atau Alex melihat, pasti rencana ini akan gagal total.
Sekarang Zae hanya berpura-pura tidur, sambil menunggu pagi buta datang.
_______
Saat hari masih gelap, dan belum ada tanda-tanda matahari akan muncul Zae segera mengganti dress putihnya dengan baju unik, lebih mirip seperti baju khusus ketua geng mafia.
Setelah dirasa cukup, Zae pun mulai mengendap -endap pergi dari dalam kamarnya. Suasana di dalam istana nampak sepi, namun kesepiannya tidak berlaku lama ketika Zae mendengar derap langkah kaki seseorang.
Buru-buru Zae pergi untuk bersembunyi, namun langkahnya terhenti ketika ada seseorang yang memanggilnya dari samping.
"Kakek guru !." Ucap Zae tercekat.
Kali ini dirinya benar-benar ketakutan, dia takut jika rencananya akan gagal karena kakek mengetahuinya. Namun dugaannya salah ketika kakek menarik tangannya tanpa mengeluarkan satu patah kata pun.
"Jika kau lewat sini akan lebih aman." Ucapnya sambil menuntun Zae yang ada di belakangnya.
Sedangkan Zae hanya menurut mengikuti langkah kaki kakek gurunya ini.
"Cepatlah kembali, dan ingat satu hal. Jangan pernah menggunakan Cosmo, dan kekuatan elemen mu di hutan ilusi. Karena itu sangat berbahaya." Ucapnya pada Zae memberikan arahan, dan amanat.
Zae hanya menganggukkan kepalanya tanda ia paham dengan yang di katakan oleh kakek gurunya. Zae pun membawa kuda putih miliknya keluar kerajaan, Zae sengaja melakukan karena dia takut jika menungganginya di sini suara kudanya akan terdengar oleh orang-orang istana.
"Aku pamit pergi kek." Ucap Zae berpamitan pergi. Dan di balas anggukan kecil oleh kakek.
"Kau pasti bisa menemukannya." Ucapnya lirih.
Zae pun tak lagi menoleh ke belakang, karena waktu terus berjalan. Hingga jauh dari istana, barulah Zae menunggangi kudanya.
__________
Shaining___
Entah kenapa malam ini begitu meresahkan bagiku, aku merasa akan ada sesuatu yang terjadi. Aku tetap berpikiran positif dengan apa yang akan terjadi, namun rasa meresahkan masih saja selalu menghantuiku.
Sebenarnya apa yang terjadi ?.
Kenapa aku jadi seperti ini, apa yang sebenarnya ku rasakan.
Tengah malam aku tak dapat tidur dengan tenang, rasanya masih saja aku resah dengan perasaan ini. Apakah akan terjadi sesuatu pada Zae ?, aku rasa tidak ! karena Zae sudah berjanji padaku untuk tidak meninggalkan istana apapun itu. Tapi siapa yang tahu bukan, bisa saja dia berbohong.
__ADS_1
Dari pada aku terus berpikiran tidak-tidak, aku lebih baik memeriksa Zae sendiri ke kamarnya. Sesampainya aku di kamar Zae, aku menghela nafas lega.
Dia sedang tidur pulas rupanya. Batinku.
Aku merasa tenang melihatnya, ternyata dia sedang tidur. Di rasa cukup aku pun kembali ke kamar, dan merebahkan diriku di kasur berharap mata ini ingin tertutup.
Keesokan paginya___
Disaat mentari baru menampakkan dirinya malu-malu, aku segera beranjak dari kasur.
"Pelayan." Teriakku.
"Cepat siapkan air hangat untukku mandi." Ucapku memberi perintah pada pelayan.
"Segera hamba siapkan pangeran." Ucapnya berlalu pergi ke kamar mandi.
Tak berapa lama pelayan pun datang.
"Semuanya sudah siap yang mulia." Ucap pelayan itu, dan langsung berlalu pergi keluar kamar.
Dengan cepat aku pun mandi, dan mempersiapkan diriku dengan rapih. Ku gunakan jubah berwarna putih khas dari kerajaan matahari, dan tak lupa aku pun memakai kalung khas dengan liontin matahari.
"Shaining..." Ucap Alex tergesa-gesa.
Aku mengernyitkan alisku tak paham dengan apa yang sedang terjadi sekarang.
"Zae..." Ucapnya menggantung.
Deg
Saat aku mendengar nama Zae di panggil, aku segera berlari keluar menuju kamar Zae di lantai atas kerajaan. Perasaan resah ku kini kian menjadi ketika Alex mengucapkan nama Zae.
Aku tidak tahu apa yang akan terjadi nanti jika aku melihat Zae tidak ada di kamarnya, seketika aku pun mendengar bisik-bisik dari para pelayan, dan juga prajurit bahwa...Zae hilang.
Brakk
Aku membuka pintu kamar Zae keras, ku edarkan semua pandangan ku untuk menilik semuanya yang ada di kamar Zae. Dengan cepat aku pun mengobrak-abrik semua barang-barang milik Zae, berharap aku bisa menemukan sesuatu.
Namun hasilnya nihil, aku tidak menemukan apapun di sini, yang ku curigai adalah. Kemana perginya busur panah milik Zae ?, dan kemana baju mengembara milik Zae yang berwarna hitam ?.
Aku terduduk ke lantai, aku merasa tulang-tulang ku ini sudah tak dapat menopang berat tubuhku sendiri. Dan seketika aku teringat omongan kakek guru waktu itu.
"Cahaya yang berkilau akan datang, dan mutiara akan keluar dari kubangannya." Ucap kakek ambigu.
Apa maksud kakek adalah...Cahaya yang berkilau itu adalah Zae, dan mutiara yang akan keluar dari kubangannya adalah Han.
Dugaanku benar, Zae adalah pemilik elemen Cahaya, dan aura yang di keluarkan oleh Zae begitu terang dan silau. Itu artinya Cahaya yang berkilau akan datang adalah... perumpamaan untuk Zae, sedangkan Mutiara yang akan keluar dari kubangannya adalah... Han. Karena Han yang telah menghilang di hutan ilusi selama 2 tahun, dan hutan ilusi sendiri adalah arti dari kubangannya.
Kenapa aku baru tahu semua ini sekarang.
__ADS_1
Zae...aku harus segera mencari Zae !.
_________
Azaela___
Aku mulai mengendarai kuda dengan kecepatan penuh, ku lihat matahari sudah mulai menampakkan sinarnya dari arah timur. Kini aku semakin menaikan kecepatan kudaku, aku tidak mau jika aku pergi semua orang istana pasti akan mencari ku.
Walau bagaimanapun itu aku harus cepat-cepat sampai kedalam hutan ilusi itu. Perjalanan memakan waktu hampir 3 jam perjalanan. Lelah, lapar, haus, dan itu menjadi satu yang kurasakan sekarang. Itu wajar karena saat aku berangkat, aku belum makan dan belum minum sama sekali.
Karena sudah terlalu lelah akhirnya aku memutuskan untuk beristirahat sebentar, aku mengikat tali kuda pada batang pohon yang akan menjadi tempat dudukku. Aku pun mulai menikmati makanan alakadarnya saja yaitu 1 roti, dan 1 apel serta air mineral dalam wadah.
Serasa istirahat ku telah cukup, aku pun melanjutkan perjalanan menuju hutan ilusi. Mungkin semuanya bertanya-tanya, kenapa aku mau membahayakan diriku sendiri demi pangeran Han ?. Jawabannya hanya 1, dia adalah pangeran putra mahkota dari kerajaan es yang memiliki tanggung jawab untuk menjaga inti kristal.
Aku berhenti saat aku berada di dalam hutan yang sangat gelap, aku yakin ini pasti hutan ilusi yang di ceritakan oleh nenek tua penjaga perpustakaan itu. Dengan langkah pasti aku memasuki hutan itu.
Sungguh aura yang sangat membunuh !. Aku hampir saja pingsan jika aku tidak menyeimbangkan aliran Cosmo hitam pekat ini.
Tanpa ingin membuang waktu lebih lama lagi aku pun turun dari kuda kesayangannya ku, sengaja aku tidak membawanya masuk kedalam karena aku takut itu akan sangat berbahaya baginya nanti.
Kresek
"Hah." Aku terkejut.
Ku usahakan diriku agar tidak mengeluarkan elemen cahaya, karena aku takut itu akan mengundang semua monster untuk menyerang ku.
Aku akui hutan ini tidak terlalu mengerikan, hanya saja hutan ini sangat gelap bahkan cahaya matahari pun tak dapat menembusnya.
Kresek
Suara itu lagi. Aku bahkan sudah mati-matian untuk menjaga aura Cosmo ku tidak keluar.
Aku tersadar jika aku sedang tidak sendirian di hutan ini, dengan was-was dan hati-hati aku mulai menyiapkan busur panah ku, takut-takut jika ada bahaya yang datang aku bisa langsung memanahnya.
Kresek
Ctak
Aku memanah tepat sasaran, yang ku panah pun jatuh ke bawah. Karena aku penasaran aku pun mendekat. Betapa terkejutnya aku setelah tahu...
"Kau..."
-
-
-
Bersambung...
__ADS_1