GUARDIAN ANGELS

GUARDIAN ANGELS
Go to home


__ADS_3

"Siwon. Sebaiknya kamu segera mengambil keputusan" Kata Appa sebelum Siwon pergi.


Hanan dapat melihat wajah kesal dan beban berat yang di pikul oppa nya itu. Setelah bertemu Haraboeji kemarin. Oppa terlihat sangat tertekan dan murung. Bukan hanya Siwon, tetapi Appa juga.


"Aku sudah selesai" Kata Hanan segera mengejar sang Oppa. Hanan mencari sosok Oppa nya. Terlihat namja tampan bertubuh tinggi itu sedang duduk di bangku taman dengan tatapan lurus dan jauh. "Oppa" Panggil Hanan pelan.


"Eoh." Jawab Siwon menatap sang dongsaeng. "Kenapa kamu keluar?"


"Hanya ingin menemani mu" Jawab Hanan. "Seperti nya seseorang sedang butuh teman" Hanan memberikan senyum lembutnya untuk sang Oppa.


"Benarkah?" Kata Siwon.


"Boleh aku duduk?" Tanya Hanan.


"Tentu chagiya" Kata Siwon mempersilakan Hanan duduk di samping nya dengan menepuk tempat kosong itu. "Come to Oppa"


Hanan segera duduk di samping Siwon dan masuk kedalam dekapan Oppa nya dengan manja. "Oppa"


"Hem" Kata Siwon lembut sambil mengusap anak rambut Hanan yang berantakan.


"Kau tau bukan jika aku menyayangimu?"


"Tentu" Jawab Siwon dan mengecup kening adiknya dengan sayang. "Dan kau juga tau bukan. Jika Oppa jauh lebih menyayangi mu" Kata Siwon yang di balas anggukan Hanan. "Waeire? Tiba-tiba adik Oppa ini sangat manja, hem?" Siwon mengeratkan pelukannya ketika angin berhembus lebih kencang agar Hanan tidak kedinginan.


"Memang tidak boleh bermanja pada Oppa?"


Siwon menatap adik nya itu. Lalu mengecup sekali lagi kening Hanan. "Tentu saja boleh. Kapan pun. Dimana pun" Kata Siwon. "Bahkan itu harus"


Mendnegar itu Hanan tersenyum puas. "Oppa"


"Hem"


"Aku akan menyetujui permintaan Haraboji" Kata Hanan


"MWO?" Kata Siwon terkejut mendengar perkataan Hanan dan melepaskan pelukan nya.


Hanan menatap namja tampan yang amat sangat dia sayangi itu dengan senyuman nya. Senyuman hangat yang tidak ada yang tau bagaimana isi dalam nya. "Gwanchana"


"ANDWAE!!" Kata Siwon segera dengan wajah serius. "Oppa tidak akan membiarkan itu" Kata Siwon bangun dari bangku nya. "Tidak akan pernah"


"Oppa, dengarkan aku" Kata Hanan meraih tangan Siwon. Meminta perhatian Oppa nya itu. "Jeongmal Gwanchana" Kata Hanan memeberi keyakinan dengan ucapannya. "Hanya Korea"


"Oppa bilang TIDAK! Ya TIDAK!!" Kata Siwon penuh dengan penekanan.


Hanan meraih tangan Oppa nya, menggenggam nya dengan erat. "Oppa.. Bisa kah sekali saja percaya padaku?"


"Bukan Oppa tidak percaya padamu. Hanya saja-" Kata-kata Siwon terhenti.


"Aku akan baik-baik saja." Kata Hanan. "Percalah padaku satu kali saja." Hanan menatap Oppa nya dengan dalam. "Dan berikan aku satu kali saja kesempatan untuk melakukan sesuatu untuk mu" Batin Hanan dan menggenggam tangan Oppa nya dengan erat.


"Oppa juga tidak akan setuju" Sahut suara lain dengan tegas tak terbatahkan.


"Minho Oppa?" Kata Hanan terkejut kehidaran Oppa nya itu.


"Tidak ada alasan apapun" Kata Minho dengan tegas.


"Oppa, aku mohon. Percayalah pada ku satu kali saja" Kata Hanan memohon pada kedua Oppa nya. "Hanya kali ini" Kata Hanan lagi menahan tangis nya.


Siwon mengusap wajah nya dengan kasar. Menahan semua amarahnya yang ingin sekali meluap keluar yang selama beberapahari tertahan. Bukan marah pada adik nya. Justru Siwon merasa marah pada dirinya sendiri. Bagaimana dia tidak becus menjadi kakak yang baik bagi adiknya. Hingga membuat adik kecil nya bahkan berkorban agar dirinya terhindar dari masalah.


Siwon meraih tangan adiknya. Berlutuh dihadapan Hanan yang terduduk di hadapannya. "Chagiya~" Kata Siwon dengan suara bergetar. "Mianhe" Kata Siwon lirih. "Mianhae karna-" Kata-kata Siwon terhenti. "Oppa tau. Kamu melakukan ini. Agar haraboji tidak menjodohkan Oppa dengan salah satu cucu relasinya." Kata Siwon lagi dengan hati-hati takut jika emosinya membuat suara nya bergetar. Takut jika air mata nya meluncur begitu saja. "Tapi rasanya, itu tidak sepadan"


"OPPA!!" teriak Hanan.


"Oppa tidak bisa" Kata Siwon melepaskan genggaman tangannya dari Hanan dan memalingkan wajahnya. Sepertinya air mata nya tidak bisa lagi ditahan. Rasa takut dan rasa bersalah kembali menyeruak merasuki tubuhnya ketika mengingat kejadian 10 tahun silam.


Hanan tau apa yang di takuti Oppa nya itu. Sejujurnya masih ada rasa takut, tapi bagaimana pun. Itu sudah 10 tahun lalu. "Oppa" Kata Hanan menghampiri Siwon dan memeluk namja itu dari belakang. Karna Hanan tau jika saat ini Oppa nya sedang menangis. Dan dia tau, jika Siwon tidak ingin Hanan melihat jika dirinya sedang menangis. "Percayalah padaku. Semua akan baik-baik saja" Jelas Hanan. "Aku. Sudah besar. Aku bisa menjaga diriku dengan baik."


Minho menatap adik dan hyung nya itu. Dia selalu tidak bisa mengatakan tidak pada adik nya. Dan melihat bagaimana ketulusan Hanan membantu Oppa nya. Membuatnya sadar. Jika dirinya pun ternyata tidak bisa melakukan apapun untuk hyung yang selama ini menjaganya.


Minho memeluk Hanan dari belakang dan sekaligus memeluk hyungnya. "Oppa percaya padamu" Kata Minho.


Siwon memalingkan wajahnya ketika mendengar ucapan Minho dengan kesal. Namun segera Minho menatap mata hyungnya dan meyakinkan hyungnya itu. Memberi keyakinan dan pengertian jika ini adalah salah satu cara agar adik mereka kembali.


"Kita mungkin belum percaya sepenuhnya." Kata Minho yang segera mendapatkan perotes Hanan. Namun di tahan Minho dengan masih memeluknya dari belakang. "Tapi.. Kita akan mencoba percaya" Kata Minho. "Karna ada kita yang akan selalu menjagamu dan selalu bersama mu"


"Oppa" Kata Hanan dan berbalik memeluk Oppa nya.


"Ahh.. Baiklah." Kata Siwon. "Oppa juga akan memberi kesempatan" Kata Siwon setelah mencoba dengan sekuat hati menahan ego nya. "Tapi-"


"Ssstttt" Kata Hanan dan Minho yang sudah tau apa yang akan di katakan Siwon. Yaitu sejuta syarat yang akan diberikan. Lalu mereka bertiga saling berpelukan.


"Saranghaeyo Oppa"


"Nado saranghaeyo chagiya~" Jawab Siwon memeluk Hanan erat.


"Nadoo" Jawab Minho yang memeluk Hanan juga.


.


.


.


Hanan menatap gedung sekolah baru nya dan tersenyum puas. Sesuai dengan permintaan nya pada Oppa nya agar di carikan sekolah yang tidak terlalu mencolok. Hanan berjalan memasuki area sekolah baru nya yang nampak asri dengan banyak pepohonan di sepanjang jalan masuk. Beberapa siswa lainnya pun sedang berjalan menuju kelas. Hingga sebuah sepedah motor memasuki perkarangan dan memarkirkan motor nya tidak jauh dari pintu masuk. Dan beberapa yeoja mulai saling berbisik ketika seorang namja turun dari motor itu dan melepaskan helm nya.


"Tampan nya" Bisik beberapa yeoja yang berdiri tidak jauh dari Hanan. Mendengar itu Hanan ikut memperhatikan namja bertubuh tinggi dengan wajah tampan itu lalu kembali melanjutkan aktifitas nya menuju ruang guru.


"Hallo semua nya" Sapa seorang yeoja. "Kita kedatangan murid baru hari ini. Semoga kalian bisa berteman dengan baik dengannya. Silakan masuk" Pinta yeoja itu. Hanan menarik nafas nya sebentar sebelum memasuki kelas baru nya. "Silakan perkenalkan diri"


"Annyeonghaseyo. Choi Hanan imnida" Kata Hanan memperkenalkan diri. Hanan memperhatikan beberapa teman kelas nya yang masih terdiam. Lalu sedetik kemudian mulai rusuh. "Mohon bantuannya" Kata Hanan.


"Baiklah, Hanan-ah" Kata yeoja yang menjadi wali kelas nya. "Kau duduk-" Yeoja itu mengotari kelas mencari tempat untuk Hanan. "Disana" Kata nya menunjuk salah satu bangku yang kosong.


"Good. Tempat yang sempurna" Batin Hanan. "Kamsahamnida" Kata Hanan dan berjalan menuju bangku nya.


"Baiklah. Tolong jangan berisik, ne"


"Baik ssaem" Jawab mereka sebelum wali kelas pergi.


Hanan duduk di bangku yang di tunjuk nya. Samping jendela adalah spot favorite nya. Sambil merapihkan barangnya, Hanan memperhatikan teman-teman sekelas nya.


"Hay" Sapa seorang yeoja di sebelah bangku Hanan.


"Hay" Sapa Hanan.


"Aku Kim Yeri" Kata yeoja cantik berambut panjang itu memperkenalkan diri.


"Choi Hanan" Kata Hanan.

__ADS_1


"Yak! Kau harus mencoba nya" Sebuah suara berisik memasuki ruangan. Dua orang namja sedang mengobrol dengan asik. "Tidak akan menyesal" Lanjut nya. "Oh, bangku nya?" Kata namja itu melihat bangku yang di tempati Hanan.


"Kalian berisik sekali" Omel Yeri pada dua orang namja itu


"Oh, ini tempat mu?" Kata Hanan merasa tidak enak dan bersiap bangun.


"Gwanchana. Aku akan duduk disini" Kata namja satu lagi yang yang dikenal Hanan. Namja yang tadi di lihat nya di parkiran depan sekolah.


"Kamu anak baru?" Tanya namja itu.


"Ne" Jawab Hanan sungkan. "Tidak apa-apa jika memang ini tempatmu. Biar aku yang disana" Kata Hanan.


"Gwanchana. Aku lebih suka disini. Jadi aku bisa tidur" Kata nya dengan senyuman manis nya.


"Ohh.. Park Salomon. Kamu sangat gentleman" Goda Yeri. "Tidak seperti teman mu ini"


"Wae? Kamu ingin di tempatku? Ayo kita tukar tempat" Kata namja tampan berwajah anak-anak.


"Shirro" Kata Yeri. "Hanan. Kamu harus abaikan mereka berdua. Mereka selalu berisik."


"Yak. Mengapa kamu menjelak-jelakan orang di depannya" Omel namja itu. "Jangan dengarkan dia. Dia hanya sirik saja" Lanjut namja itu. "Perkenalkan. Namaku Mark. Lee Mark"


"Choi Hanan" Kata Hanan.


"Ini teman ku yang paling tampan dan pemberani. Park Solomon"


"Yak! Kau gila" Protes namja tampan itu lalu menatap ke arah Hanan. "Hay" Sapa nya.


"Hay" Sapa Hanan.


"Hanan-ssi. Boleh aku memanggil Hanan-ah?" Tanya Yeri.


"Tentu saja" Jawab Hanan dengan senang hati.


"Oyy.. Kalian tidak akan ke kantin?" Tanya seorang yeoja di ambang pintu. Lalu perhatiannya teralihkan pada sosok baru yang di lihat nya. "Oh, ada anak baru di kelas mu?" Kata yeoja cantik berambut sebahu itu menghampiri Hanan. "Sangat cantik" Gumam nya. "Hay, nama ku. Sofia. Sofia Chuwe" Kata nya mengulurkan tangannya.


"Hay, Choi Hanan" Kata Hanan.


"Kajja" Ajak Yeri merangkul kedua temannya. Di ikuti oleh dua namja lainnya. "Kamu ingin makan atau hanya makan kudapan?"


"Snack Bar" Jawab Mark cepat.


"Aku sedang diet. Jadi mari makan kudapan saja" Kata Sofia.


"Kau masih diet? Mau apalagi yang di kecilkan?" Kata Lomon memperhatikan yeoja berawajah blasteran itu "Hanya pipi saja yang tidak kurus" Kata namja tampan itu sambil memencet pipi Sofia.


"Yak!" Omel yeoja cantik itu menepis tangan Lomon.


"Kamu?" Tanya Yeri pada Hanan.


"Aku?" Tanya balik Hanan. "Aku ikut saja. Aku tidak tau juga" Kata Hanan.


"Ah benar. Aku belum menjelaskan." Kata Yeri. "Disini terdapat dua kantin. Kantin utama berupa makanan berat, dan terdapat kantin kudapan atau kami menyebutnya snack bar yang berupa snack-snack ringan"


"Ah" Jawab Hanan. "Baiklah. Kita makan kudapan saja. Aku belum terlalu lapar"


"Kajja" Ajak Yeri senang. Mereka pun menuju kantin kudapan. "Ingin roti manis? Roti manis disini sangat enak" Kata Yeri ketika mereka sampai.


"Tidak perlu." Kata Sofia yang segera mendapat perhatian kedua yeoja itu. "Kita akan mendapatkan secara gratis" Gumam nya pada dua orang yeoja yang menatap nya bingung itu.


"Lomon-ah" Tidak lama seorang yeoja menghampiri mereka. "Kamu mau kudapan? Aku sudah membelikannya" Kata yeoja berambut panjang curly itu pada Lomon memberikan beberapa kudapan pada Lomon.


Sofia memberikan senyuman pada dua orang yeoja dihadapannya itu sambil mengangkat alis nya. "Kajja. Kita mencari tempat saja. Serahkan pada pangeran sekolah" Bisik Sofia pada Yeri dan Hanan.


Beberapa makanan di taruh di atas meja.


"Wahh.. Pesona Park Solomon memang tidak tergantikan" Goda Sofia melihat banyak nya makanan di atas meja.


"Kamu sengaja melakukan ini agar mendapat makanan gratis kan?" Kata Lomon pada Sofia. Sedangkan yeoja itu hanya mengangkat bahu nya tanpa perduli.


"Kerja bagus Sofia" Kata Mark memberikan high five.


"Yah, aku hanya memberi info pada fans mu si Yuna. Jika kamu akan ke kantin kudapan" Kata Sofia tanpa bersalah dan mengambil beberapa camilan. "Hanan-ah. Ayo makan"


"Hem." Jawab Hanan. Lalu memperhatikan beberapa item makanan di atas meja. Tatapannya tertuju pada cookies almond. Tangan Hanan terulur untuk mengambil nya. Bertepatan dengan tangan lainnya. "Oh" Jawab Hanan ketika tanganya bersentuhan dengan tangan Lomon.


Sedangkan namja itu hanya memberikan senyuman manis nya. Mengambil bungkus cookies itu dan memberikannya pada Hanan. "Kau suka ini?"


"Entahlah. Aku belum mencoba nya" Jawab Hanan. "Hanya terlihat menarik"


"Itu aku rekomendasi kan. Karna sesuai dugaan mu. Itu sangat enak"


"Benarkah?" Kata Hanan. "Apa kamu juga mau?" Tanya Hanan memberikan bungkus cookies yang di berikan Lomon tadi. "Sharing is caring" Kata Hanan membuat namja di hadapannya itu kembali tersenyum. "Wah.. Ini enak" Gumam Hanan ketika mencicipi cookies tadi.


"Benarkan" Kata Lomon.


"Dan dia rendah kalori. Sungguh membahagiakan bukan? Kau bisa memakannya lebih banyak tanpa takut gemuk" Kata Sofia.


"Tidak usah membahas soal diet terus. Memang kamu harus menurunkan berapa BB lagi?" Tanya Lomon.


"Tidak menurunkan. Aku hanya menstabilkan. Lusa ada pemotretan. Jadi aku tidak bisa terlihat gemuk"


"Sengsara nya menjadi model" Gumam Yeri.


"Sofia adalah model. Walau belum terkenal. Tapi jika kamu pergi ke Hyundai Department Store kamu akan melihat beberapa wajah nya disana" Jelas Mark pada Hanan yang terlihat bingung.


"Yah belum termasuk model. Aku hanya mendapatkan tawaran eksklusif di beberapa toko di Hyundai Dept. Store" Jelas Sofia.


"Ah" Jawab Hanan. Pantas saja dia sangat cantik dengan wajah dan tubuh yang sangat sempurna. Batin Hanan.


"Kamu pindahan dari mana?" Tanya Lomon.


"Oh, aku dari Singapore" Jawab Hanan.


"Singapore? Wah.. Kamu sejak dahulu di Singapore? " Tanya Yeri.


"Anni. Aku kecil tinggal di Korea. Namuan harus pindah ke Singapore karna kerjaan Appa harus pindah kesana" Jelas Hanan.


"Yak. Apa yang di lakukan mereka?" Kata Mark melihat beberapa namja membawa seorang namja lain. Sontak mereka semua melihat ke arah yang di tuju Mark.


"Bukankah itu, Yoon Jae ?" Kata Sofia.


"Park Yoon Jae?" Ulang Yeri. "Yang nerd? Apa yang mereka lakukan?" tanya Yeri melihat pada beberapa namja di kejauhan. "Oh, itu Vernon" Kata Yeri melihat seorang namja berjalan setelah gerombolan namja lainnya.


Hanan memperhatikan sosok namja bertubuh tinggi dengan muka blasteran itu.


"Yak! Dia mau apa" Kata Sofia segera bangun dari tempat nya dan menghampiri Vernon.


"Sofia. Kau mau kemana?" Tanya Lomon melihat Sofia pergi begitu saja. Dengan segera Lomon mengejarnya di ikuti Mark, Yeri dan Hanan.

__ADS_1


"Yak! Vernon!" Panggil Sofia pada namja blasteran itu. "Apa yang kau lakukan? "


"Wae?" Kata namja tampan bermata tajam itu. "Kau tidak perlu ikut campur urusan ku bukan"


Sofia menatap namja di hadapannya dengan tajam dan menatap namja di balik tubuh Vernon. "Lepaskan dia"


Vernon menyunggingkan satu sudut bibirnya. "Tidak perlu ikut campur" Gumam nya dan melanjutkan perjalanan.


"Yak!" Kata Sofia menarik tangan Vernon. Dan dengan cepat Vernon meraih tangan Sofia.


"Sudah ku bilang tidak usah ikut campur" Kata nya penuh penekanan.


Lomon yang baru tiba segera menepis tangan Vernon yang menggenggam tangan Sofia. "Tidak perlu kasar pada wanita bukan" Kata nya santai.


Namja berwajah tampan itu menatap Lomon dan Sofia bergantian. Lalu melihat ke arah Mark, Yeri dan berakhir di Hanan. Lalu menyunggingkan senyumannya. "Sebaik nya kalian pergi. Dan kamu, tentu tidak ingin bukan ada luka di tubuh mu" Kata Vernon menatap Sofia.


Lomon segera menarik Sofia mundur. Sedangkan diri nya dan Mark mulai berada di barisan depan. "Apa perlu kita lihat?" Kata Lomon dengan senyuman khas nya.


"Sofia. Gwenchana?" Tanya Yeri ketika Sofia berada disebelah nya.


"Hem" Jawab Sofia.


Sedangkan Lomon, Mark dan Vernon cs sudah bersiap akan berkelahi. Yeri segera membawa Hanan dan Sofia untuk minggir.


"Kalian sedang apa?" Tanya sebuah suara. Seketika aktifitas mereka terhenti.


Hanan melihat seseorang di kejauhan sedang memperhatikannya. "Kajja" Ajak Hanan pada Yeri dan Sofia. "Kajja" Ajak Hanan juga pada Lomon dan Mark. Mereka segera membubarkan diri. Kembali pada tempat mereka tadi. Hanan memperhatikan Sofia yang sedang duduk sendirian.


Yeri memperhatikan Hanan yang sejak tadi duduk tenang sambil kadang-kadang mengecek keadaan Sofia. "Yang tadi nama nya Vernon" Kata Yeri membuka percakapan. "Dia adalah kembaran Sofia"


"Mwo?" Kata Hanan terkejut. Hingga tanpa sadar meninggikan suaranya hingga membuat Lomon yang selesai memberikan minum pada Sofia menoleh. Dan sedetik kemudian menutup mulut nya.


"Kau terkejut bukan?" Kata Yeri tertawa. "Walau kembar mereka mempunyai sifat yang berbeda. Sofia ceria dan ramah. Sedangkan Vernon, dingin dan semau nya"


"Tapi jika ada masalah. Sofia pasti akan terbawa." Timpal Mark.


"Kenapa begitu?"


"Karna Sofia bertanggung jawab atas Vernon. Kedua orang tua mereka sering melakukan perjalanan luar negeri" Jelas Yeri.


"Ah" Jawab Hanan dan memperhatikan yeoja cantik itu yang menghampiri mereka.


"Mian. Karna aku kalian nyaris terkena masalah"


"Baru nyaris. Belum terkena" Jelas Yeri.


"Yak! Kau ini" Kata Sofia merangkul Yeri. Lalu menatap Hanan di hadapannya.


"Aku?" Ulang Hanan. "Aku tidak merasa mendapatkan maaalah" Jawab Hanan santai.


"Hoel, aku mempunyai teman yang keren" Kata Sofia merangkul Hanan juga. "Aku tidak akan melepaskan kalian" Kata nya senang.


"Habis lah kalian" Gumam Lomon meninggalkan mereka.


"Wae?" Protes Sofia pada namja tampan itu.


.


.


.


"Hanan" Panggil sebuah suara yang di kenalnya. "Kau baru tiba?"


"Hem" Jawab Hanan.


Dari kejauhan, terdengar suara derungan motor yang semakin mendekat. Dan tidak lama melintas dua motor sport memasuki halaman sekolah yang membuat para yeoja mulai heboh.


"Si bintang sekolah" Gumam Yeri ketika melewati Lomon dan Mark.


"Kau terkesima?" Tanya Mark pada Yeri.


"Jika ia. Apa yang akan kamu berikan?" Kata Yeri.


"Kau ingin apa? " Tanya balik Mark pada Yeri yang berjalan duluan.


"Kamu sudah datang?" Tanya Lomon pada Hanan.


"Hem" Jawab Hanan. "Sangat populer, heo" Goda Hanan ketika para yeoja menatap mereka.


"Ketampanan ku tidak terkalahkan" Narsis Lomon. Membuat mereka tertawa. "Kau sudah mengerjakan tugas?"


"Tentu." Jawab Hanan. "Jangan bilang, jika bintang sekolah kita belum mengerjakan nya?"


"Cikss.. Justru aku ingin pamer padamu. Jika aku sudah menyelesaikan. Siapa tau kamu ingin melihat nya" Narsis nya lagi yang mendapatkan senyuman Hanan. "Awas!" Teriak Lomon ketika seseorang berlari di koridor dengan cepat dan akan menabrak Hanan. Lomon segera menarik yeoja itu dengan satu tangannya kedalam pelukannya hingga kedua mata mereka saling bertemu dan menatap selama seperkian detik.


"Oh, Hanan-ah" Kata Yeri melihat keadaan temannya ketika mendengar Lomon sedikit teriak.


"Gwanchana?" Tanya Lomon masih dalam posisi yang sama.


"Eoh. Gwanchana" Jawab Hanan memutus kontak mata mereka. Yang sontak membuat Lomon melepaskan pelukannya.


"Yak! Kau harus hati-hati" Teriak nya.


...


"Seperti dugaan ku. Kantin utama tidak begitu ramai di istirahat pertama" Kata Yeri senang. Mereka pun bersiap mengambil lauk makan siang mereka. "Kajja" Ajak Yeri.


"Imo. Boleh aku tidak memakai sayur?" Tanya Hanan pada pemberi lauk.


"Kamu tidak boleh memilih-milih makanan. Itu tidak baik" Cerocos yeoja setengah baya itu memberikan Hanan daging sayuran.


Hanan memperhatikan menu makanan di hadapannya. Lalu dengan perlahan memisahkan sayuran di sana sambil memperhatikan teman-teman nya berbicara.


"Sofia masih tidak masuk hari ini?" Tanya Yeri.


"Hem.. Dia masih ada pemotretan" Jawab Mark.


"Kau tidak suka ini?" Tanya Lomon pada Hanan pelan. Hanan sedikit terkejut. Ternyata namja itu memperhatikan nya sedang memisahkan sayuran. "Berikan padaku" Kata nya mengambil sayuran berwarna hijau di makanan Hanan.


"Oh, tidak perlu" Kata Hanan merasa tidak enak.


"Gwanchana. Aku suka sayuran" Kata Lomon dengan senyum manis nya sambil memindahkan sayuran dari tempat makan Hanan. "Cah, sudah bersih. Sekarang makan lah" Kata nya.


"Gomawo" Kata Hanan.


"Hari ini kita ada pertandingan basket bukan?" Tanya Mark pada Lomon.


"Hem" Jawab Lomon sambil memakan makanannya. "Setelah ini"

__ADS_1


"Lomon-ah." Seorang yeoja menghampiri mereka. "Kamu akan bertanding? Aku akan melihat nya nanti" Kata Yeoja cantik berambut curly itu.


"Hem" Jawab Lomon masih fokus dengan makanannya.


__ADS_2