GUARDIAN ANGELS

GUARDIAN ANGELS
Kedekatan


__ADS_3

"Hay" Sapa Lomon ketika Hanan sampai di gerbang sekolah.


"Oh, bintang sekolah sudah datang sepagi ini" Goda Hanan. Sedangkan Lomon hanya tersenyum menanggapi nya.


"Bagaimana keadaan mu?" Tanya Lomon.


"Aku? Aku baik" Jawab Hanan memperlihatkan keadannya. Melihat itu Lomon hanya mengangguk dan tersenyum. "Lalu. Bagaimana luka mu? Apa masih sakit? Bengkak?"


Lomon menarik blazer seragam nya dan memperlihatkan luka nya. "Sudah membaik karna di rawat dengan sangat baik" Kata nya.


"Chessy" Kata Hanan. "Pantas saja para yeoja begitu menggilai mu. Selain tampan kamu juga berkata sangat manis"


"Hey" Kata Lomon menjegat Hanan. "Aku tidak seperti itu" Protes nya.


"Baik lah. Baiklah" Kata Hanan.


"Mengapa terdengar seperti tidak percaya"


"Aku percaya" Kata Hanan tertawa.


"Hanan-ah" Teriak Yeri ketika melihat Hanan. "Gwanchananayo? Kamu sakit? Sakit apa?" Cerocos nya.


"Bagianmana yang sakit?" Tanya Sofia juga.


Hanan tersenyum melihat kekhawatiran teman-temannya itu. Ada rasa hangat tersendiri. "Gwanchanayo. Aku baik-baik saja. Hanya perlu istirahat" Jelas Hanan.


"Benarkah?"


"Nde"


"Mereka nyaris saja mengobrak-abrik ruang guru untuk melihat alamat rumah mu untuk menjenguk" Kata Mark.


"Ne. Kami sedih kamu sakit. Dan lebih sedih karna tidak tau dimana rumah mu" Kata Yeri.


"Mian"


"Oh. Lomon-ah. Kenapa dengan dahi mu?" Tanya Mark.


"Oh, benar. Ada apa? Kamu habis berkelahi?" Tanya Sofia.


Lomon memegang dahi nya yang di balut plester. "Gwanchana. Hanya kecelakaan kecil" Kata nya.


"Ciks.. Cikas..Lihat bagaimana kamu selalu terluka" Omel Sofia.


"Ohh.. Apakah ini berbau romansa? " Goda Yeri pada Lomon dan Sofia.


"Biar aku ganti plester nya" Kata Sofia mengambil plester di tas nya.


"Tidak perlu" kata Lomon menahan Sofia melepaskan plester di dahi nya.


"Wae? Itu harus sering di ganti"


"Aku baru memasang nya. Biarkan saja dulu" kata Lomon dan meninggalkan mereka. Sedangkan yang lain hanya menatap bingung.


...


"Sofia, boleh aku tanyakan sesuatu?" tanya Yeri.


"Apa?" Lata yeoja cantik itu sambil memakan snack nya.


"Kamu dan Lomon yakin tidak ada apa-apa?" Tanya nya.


Sofia terdiam sejenak seperti berfikir. "Tidak" Jawab nya mantap.


"Apa kamu sama sekali atau tidak pernah sekalipun merasakan sesuatu?" Tanya Yeri.


Sofia terdiam mencoba mengingat sesuatu. "Tidak. Dulu aku sempat berfikir menyukai nya. Tapi setelah beriiring berjalan nya waktu. Itu bukan rasa suka. Melainkan kehilangan seorang saudara pada saudara lainnya" Jelas Sofia. "Sama ketika Vernon lebih memilih pergi dengan kekasih nya di bandingkan dengan ku" Lanjut Sofia. "Perasaan itu sama seperti yang aku rasakan pada Lomon. Hanya merasa tidak suka karna berbagi perhatian, bukan cemburu karna orang yang kita cintai dengan yang lain. Tapi sekarang aku sudah biasa saja. Kami sudah besar, sudah punya kehidupan sendiri dan cinta sendiri-sendiri, jadi tidak terlalu masalah akan ketidak sukaan itu"


Mendengar ucapan Sofia tadi membuat Hanan terdiam. Dia teringat dengan keadaanya saat ini ketika melihat Siwon Oppa nya bersama kekasih nya.


"Bagaimana dengan Lomon?"


"Sepertinya tidak juga" Jawab Sofia. "Setau ku ada seseorang yang di sukai nya saat ini"


"Benarkah? Nugu?" Tanya Yeri semangat.


"Entahlah. Dia tidak bilang" Kata Sofia. "Aku hanya melihat sesuatu yang berbeda saja dari dia" Lanjut Sofia menatap Hanan. Hanan yang menerima kontak mata Sofia menatapnya dengan bingung.


.


.


.


Vernon menjegat Hanan yang baru tiba di gerbang sekolah dengan mengulurkan tangannya meminta sesuatu. Hanan menatap namja itu dengan sebal lalu memberikan sebuah amplop pada nya. Vernon membuka isi amplop itu dan tersenyum puas.


"Kamu sungguh terbaik" Kata Vernon.


"Jangan ganggu aku" Ancam Hanan.


"Aku akan menuruti semua perintah mu" Kata Vernon sebelum pergi.


"Cih.. Namja aneh" Gumam Hanan.


"Siapa yang aneh?" Tanya sebuah suara dari arah samping.


"Oh, kamu mengagetkan ku" Kata Hanan pada Lomon yang tiba-tiba berada di sampingnya.


"Kenapa begitu terkejut?" Tanya nya lagi.


"Yah karna kamu tiba-tiba datang" Jelas Hanan bingung dengan pertanyaan namja itu.


"Seharus nya tidak terkejut jika kalian tidak ada apa-apa" Kata Lomon dengan nada sedikit kesal.


"Kami memang tidak ada apa-apa" Jawab Hanan polos.


"Lalu apa yang kamu berikan pada nya tadi?"


"Ah.. Itu.. " Hanan memberi jeda pada ucapannya sambil berfikir. "Dia meminjam salinan catatan padaku"


"Kenapa padamu? Bukan pada Sofia?" Cecar Lomon lagi.


"Aku tidak tau" Jawab Hanan menatap Lomon dengan tatapan mulai aneh. "Wae? Apa aku tidak boleh meminjamkan catatan pada Vernon?"


"Nde" Jawab nya cepat sambil menatap Hanan dan menghentikan langkah nya. Yang refleks membuat Hanan ikut menghentikan langkah nya.


"Wae?"


"Bagaimana jika buku catatan mu hilang? Atau rusak?"


"Aku memberikan copy an, bukan catatan buku asli." Jawab Hanan dan kembali berjalan.


"Tetap saja jangan pinjam kan apapun pada nya" Kata Lomon memberi ultimatum sebelum pergi. Sedangkan Hanan menatap bingung dengan sikap namja itu.


"Ada apa dengannya?" Kata Hanan sambil memiringkan kepala nya menatap pundak Lomon yang semakin jauh. Namun tiba-tiba berhenti.


"Kajja" Panggil nya menunggu Hanan.


"Yak! Lomon, mengapa beberapa hari ini kamu berangkat lebih pagi?" Tanya Mark ketika Lomon dan Hanan masuk kelas.


"Aku?" Tanya nya balik sambil melirik Hanan dengan sudut mata nya. "Tidak" Jawab nya dan menaruh tas nya.


"Tidak? Setiap kali aku ke rumah mu. Imo bilang kamu sudah berangkat sejak tadi" Jelas Mark.


Lomon kembali melirik Hanan di depannya yang sedang memperhatikan pembicaraan mereka. "Ann-ii" Jawab nya terbata.


"Oh, jangan-jangan kamu mengantar seseorang dulu?" Kata Yeri dengan nada menggoda. "Nugu? Nugu?" Cecar nya.


"Mengantar siapa?" Tanya balik Lomon.


"Oh.. Tidak mau bilang?" Goda Yeri. "Kami-" Kata Yeri pada dirinya dan Hanan. "Sudah tau. Kamu sedang naksir seseorang kan?"


Lomon sontak terkejut dan segera membatah nya. "Aa-nnii" Kata nya dengan gagap. "Yak! Jangan sok tahu" Kata Lomon grogi.

__ADS_1


"Lihat. Wajah mu memerah" Goda Yeri. "Oh.. Park Solomon. Kamu menyukai siapa?" Kepo Yeri lagi. "Katakan padaku. Nanti pasti aku akan membantu mu"


"Tidak akan" Kata Lomon. "Sudah-sudah. Kembali ke bangku mu" Usir Lomon. Dan melirik ke arah Hanan yang masih melihat nya dengan serius.


"Lomon. Kau di panggil ke ruang guru"


"Baik lah" Jawab nya dan segera pergi dan menghela nafas nya lega.


"Aku akan mengangkat telfon dulu" Kata Hanan ketika ponsel nya berdering dan meminta izin sebelum menerima telfon.


"Hey.." Panggil Mark pada Yeri.


"Wae?"


"Kamu tau dari siapa Lomon sedang suka seseorang?"


"Narasumber terpercaya" Jawab Yeri. Namun Mark menatap Yeri meminta spesifikasi. "Sofia" Jawab nya. Mendengar itu Mark menganggukan kepala nya. "Wae?"


Mark menatap yeoja cantik berambut panjang itu. "Kamu tidak tau siapa orang nya?" Tanya Mark.


"Tidak. Maka nya aku bertanya pada nya"


"Pabbo" Gumam Mark. "Kamu memang tidak peka" Lanjutnya.


"Wae?" Tanya Yeri. "Kamu tau sesuatu? Katakan padaku?" Cecar Yeri pada Mark.


"Shirro" Jawab Namja itu santai.


"Yak!" Omel Yeri.


"Jika kamu peka maka kamu akan mengetahui nya." Kata Mark. "Maka nya aku selalu bilang. Untuk lebih peka terhadap orang sekitar"


Yeri mepoutkan bibir nya. "Ish.. Kamu saja yang terlalu sensitif" Kata Yeri dan kembali ke bangku nya.


...


"Kajja.. Kajja.. Kita makan" Kata Yeri. "Mari kita makan.. Makanan utama" Sorak nya senang.


"Kalian duluan saja. Aku masih harus menyelesaikan ini" Kata Lomon pada buku catatannya.


"Baik lah. Jangan lupa bilang Hanan jika dia sudah kembali dari toilet"


"Hem" Jawab Lomon. Lomon merapihkan buku-buku nya kedalam tas.


"Pada kemana?" Tanya Hanan melihat teman-teman nya sudah pergi.


"Mereka sudah ke kantin. Kita nanti di suruh menyusul" Kata Lomon sambil merapihkan tas nya.


"Baiklah" Kata Hanan. "Eh, cangkama" Kata Hanan menghampiri Lomon. Mendekatkan wajah nya ke wajah namja itu. Yang mendadak membuat Lomon tidak bisa bernafas.


"Wae?" Kata nya pelan.


"Plaster mu tidak di ganti?" Kata Hanan menyentuh plaster di kening lomon yang mulai terkelupas.


"Ah" Kata Lomon memegang plaster nya sambil sedikit menjauhkan wajah nya. "Aku tidak mengganti"


"Wae? Itu harus di ganti setiap hari." Omel Hanan dan meraih sesuatu di tas nya. "Jika tidak nanti akan infeksi. Bukankah seharus nya kamu tau itu dengan baik" Kata Hanan. Lomon hanya menganggukan kepala nya membenarkan. "Lalu kenapa tidak di ganti?"


"Karna tidak saja" Jawab Lomon asal.


"Aish.. Biar aku ganti" Kata Hanan melepaskan plaster di kening lomon. Membersihkan sebentar sambil mengecek bagaimana luka nya, dan kembali menutupi nya. "Cha. Sudah bersih dan baru" Kata Hanan senang.


"Gomawo" Kata Lomon menyentuh plester nya.


"Kamu harus mengganti nya setiap hari" Kata Hanan merapihkan tempat plaster nya.


"Baiklah. Kalau begitu. Kamu harus menggantikan nya"


Hanan menoleh ke arah Lomon. "Wae?"


"Karna kamu yang memasang nya. Jadi.. Aku mau kamu juga yang menggantikan nya"


Hanan terdiam sejenak sambil menatap Lomon "Terkadang, aku suka tidak mengerti dengan mu" Kata Hanan. Mendengar itu Lomon hanya mengangkat bahu nya dan tersenyum.


"Tunggu. Aku harus buang ini" Kata Hanan memperlihatkan plaster Lomon tadi.


"Biar aku saja" Kata Lomon mengambil nya dan segera memasukan kesaku nya. "Tunggu" Kata Lomon ketika Hanan akan melangkah.


"Waeyo?"


Lomon berlutut di hadapan Hanan. Lalu mengikat tali sepatu Hanan yang terlepas. Setelah nya menatap ke arah Hanan yang menatap nya. Dan tersenyum. Hanan segera membuang muka nya.


"Yak! Nanti orang akan salah faham" Kata Hanan.


"Kenapa aku harus perduli dengan orang?" Tanya Lomon setelah kembali berdiri dan berjalan di sebelah Hanan.


"Entah lah" Jawab Hanan asal. "Lalu bagimana dengan ku?"


"Ada apa dengan mu?" Tanya balik Lomon.


"Bagaimana jika aku yang salah faham?"


Lomon menatap Hanan lekat-lekat tanpa berkedip lalu menyunggingkan senyuman nya. "Bagus" Kata nya masih menatap Hanan.


"Yak!" Teriak Hanan mengejar Lomon yang berjalan lebih dulu. "Tunggu aku" kata Hanan ketika berhasil mengejar Lomon.


"Lomon. Cepat" Teriak Mark pada Lomon yang baru tiba. Namja itu segera berlari ke gerombolan teman-teman nya.


"Hanan. Sebelah sini" Kata Yeri pada Hanan. Hanan menghampiri kedua temannya itu.


"Mereka tidak makan?" Tanya Hanan melihat Mark dan Lomon sedang asik mengobrol dan bersenda gurau bersama anak-anak lainnya.


"Biarkan saja mereka. Mereka akan melupakan apapun jika sudah bersama" Kata Yeri.


"Benar" Jawab Sofia. "Hari ini aku ada pemotretan. Kalian mau temani aku?"


"Pemotretan?" Ulang Yeri. "Dimana?"


"Di studio dekat sini" Jawab Sofia. "Tidak terlalu padat jadwal nya. Jadi aku bisa mengajak kalian. Otte?"


"Aku kebetulan tidak ada acara hari ini" Jawab Yeri.


"Nado" Jawab Hanan.


"Jinjja? Huaa.. Aku senang" Kata Sofia memeluk kedua sahabat nya. "Baiklah. Aku akan kirim kan alamat nya. Kalian kesana saja. Karna aku harus datang lebih awal"


"Baiklah" Jawab Hanan.


"Gomawo chagiya" Kata Sofia pada Yeri dan Hanan.


...


"Kajja" Kata Mark pada Lomon setelah jam pelajaran selesai.


"Kajjaa"


"Kalian mau kemana?" Tanya Yeri.


"Kami akan bersenang-senang" Jawab Mark.


"Mwo?"


"Wae? Kami akan bersenang-senang dengan sesama laki-laki. Jadi kalian tidak perlu tahu" Jelas Mark.


"Cih.. Siapa juga yang ingin tau" Kata Yeri memakai tas nya. "Kajja Hanan. Kita juga harus pergi"


"Hem" Jawab Hanan.


"Kamu bawa baju salin kan? Kita harus terlihat cantik" Lanjut Yeri sambil menggandeng tangan Hanan.


"Yak! Kalian mau kemana?" Tanya Mark menahan kedua yeoja itu.


Yeri membalikan kepala nya dan menatap dua namja yang sedang menunggu jawaban mereka. "Tentu saja bersenang-senang sesama wanita" Jawab Yeri.

__ADS_1


"Mwo?" Protes Mark.


"Kalian bisa bersenang-senang sesama laki-laki. Kenapa aku tidak boleh?"


"Boleh. Tapi kenapa harus berdandan cantik?" Cecar Mark.


"Ne" Timpal Lomon.


Yeri menatap Hanan lalu mereka mengabaikan kedua namja yang masih mengikuti mereka hingga toilet. "Yak! Kalian mesum?" Kata Hanan.


"Hey, kamu fikir aku apaan" Kata Lomon.


"Lagian bukankah kalian juga akan pergi. Kenapa masih disini? Sana pergi" Usir Yeri.


"Yah. Kami akan pergi" Kata Mark dan meninggalkan kedua Yeoja itu.


"Sana" Usir Yeri dan masuk kedalam toilet.


Mark dan Lomon saling bertatapan penuh arti.


"Kita naik bus atau taksi?" Tanya Yeri.


"Naik mobil ku saja"


"Mobil?" Tanya Yeri.


"Nde" Jawab Hanan pelan.


"Wah.. Aku tidak menyangka mempunyai teman kaya yang suka membawa mobil" Kata Yeri takjub.


"Bukan begitu" Jelas Hanan. "Karna jika tidak. Aku tidak akan mendapatkan izin pergi"


"Gwanchana" Jawab Yeri. "Itu lebih baik. Kajja" Ajak Yeri. Mereka pun keluar dari toilet. "Apa rambut ku bagus di kuncir?" Tanya nya.


"Bagus seperti itu" Jawab Hanan.


"Seperti nya dua orang itu sudah pergi" Kata Yeri melihat motor Lomon dan Mark sudah tidak ada di parkiran.


"Ayo" Ajak Hanan pada Hanan ketika terlihat mobil sedan mewah berwarna hitam sudah terparkir tidak jauh dari gerbang sekolah.


"Hanan" Panggil Yeri melihat mobil mewah di hadapannya. "Itu mobil mu?" Tanya Yeri melihat sebuah mobil sedan hitam dan seorang Ahjussi berdiri disana.


"Ne" Jawab Hanan.


"Silakan Nona" Sapa Kangin Ahjussi membuka kan pintu mobil untuk Hanan dan Yeri. Sedangkan Yeri masih terdiam terpaku melihat sosok Kangin Ahjussi yang bertubuh tinggi tegap dan tampan dengan balutan jas hitam.


"Yeri" Panggil Hanan ketika temannya tidak ada respon.


"Hoh" Jawab Yeri bangun dari dunia nya.


"Ini Kangin Ahjussi" Kata Hanan memperkenalkan Kangin pada Yeri. "Kangin Ahjussi. Ini Yeri. Teman sekelas ku"


"Annyeonghaseyo Yeri-ssi" Sapa Kangin mempersilakan Yeri masuk.


"Annyeonghaseyo" Sapa Yeri.


"Ayo" Ajak Hanan masuk kedalam mobil.


"Nyonya Choi tadi menelfon untuk memastikan" Kata Kangin ketika mereka sudah di dalam perjalanan.


"Hem. Baiklah" Jawab Hanan.


Yeri yang duduk di sebelah Hanan menatap Hanan dengan tatapan tidak percaya dengan apa yang yang terjadi.


"Silakan" Kata Kangin Ahjussi mempesilakan kedua yeoja itu keluar ketika mereka sampai di sebuah studio yang cukup besar.


"Kamsahamnida Ahjussi" Kata Hanan.


"Kamsahamnida" Kata Yeri juga membungkukan badannya.


"Aku akan mengantar" Kata Kangin.


"Anni" Kata Hanan cepat. "Sebaik nya Ahjussi tunggu disini saja"


"Tapi-"


Hanan memberikan death glear nya. "Awas jika mengikuti" Kata Hanan memberi ancaman. Melihat itu, Yeri hanya menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


"Dimana Sofia?"


"Aku akan menelfonnya" Kata Yeri meraih ponselnya. "Tidak di angkat"


"Mungkin masih pemotretan"


"Sebaik nya kita masuk saja" Kata Yeri masuk ke dalam sebuah studio yang seperti gudang dan cukup besar. "Dimana Sofia" Kata Yeri masih mencoba menghubungi sahabatnya.


"Masih tidak di jawab?"


"Hem" Jawab Yeri.


"Maaf Tuan." Kata Hanan pada seseorang yang melewati mereka. "Apa Anda kenal Sofia? Dia model yang hari ini pemotretan" Tanya Hanan.


"Sofia?" Kata namja itu mengingat.


"Ah, mungkin yang kalian maksud. Yeoja blasteran yang tinggi itu?" Kata namja lainnya.


"Ah.. Ia benar" Jawab Yeri.


"Dia ada di belakang studio, seperti nya sedang berbicara dengan teman-temannya"


"Ah. Kamsahamnida" Kata Yeri dan Hanan. Mereka pun segera pindah ke belakang studi. Namun langkah mereka terhenti ketika di lihat tempat itu nampak lebih kosong. "Kenapa ini tidak seramai tadi"


Buk-


"Kamu ingin cari perhatian, heo?" Sebuah suara terdengar oleh Hanan dan Yeri. Mereka saling bertatapan. "Kamu fikir kamu secantik itu?"


Hanan mencari asal suara itu diikuti Yeri.


"Kamu fikir siapa? Kamu hanya anak baru" Kata seorang yeoja dan beberapa yeoja lainnya.


"Kenapa memang jika anak baru? Bukan aku yang meminta menjadi model utama di Pemotretan"


"Sofia?" Kata Yeri melihat Sofia dikerumunin oleh beberapa yeoja. Seperti nya teman-teman si agency nya. Hanan menahan Yeri yang akan menghampiri.


Yeoja itu tersenyum sinis dan menyudutkan Sofia ketembok. "Kamu fikir aku bodoh. Kamu merayu Kim PD kan agar mendapatkan project ini?"


"Tidak. Tidak mungkin seperti itu" Kata Sofia.


"Oh, sekarang sudah berani menjawab heo?" Kata nya mencengkram tangan Sofia. Hingga yeoja itu mengeluh.


"Yak!!" Teriak Hanan dan Yeri. "Apa saat ini aku sedang melihat pembullyan?" Kata Hanan.


"Hanan. Yeri" Panggil Sofia.


"Woww.. Woww.. Siapa ini? Teman-teman mu?" Kata yeoja itu pada Sofia. "Kau punya teman ternyata" Kata nya sambil mengangkat wajah Sofia. Sofia menatap yeoja di hadapannya itu. "Wae? Karna kamu punya teman sekarang berani?" Kata nya melihat Sofia.


"Lepaskan dia" Kata Hanan menghampiri mereka.


Yeoja itu melepaskan Sofia dan menghampiri Hanan. "Aku tidak ada urusan dengan kalian. Jadi.. Sebaik nya kalian pergi" Kata nya dengan penekanan.


Hanan menyunggingkan satu sudut bibirnya. "Yakin tidak ada urusan?" Kata Hanan. "Bagi ku kita berurusan ketika tangan kotor mu menyentuh teman ku"


"Ah" Kata Yeoja itu terkejut. "Tangan kotor ini" Kata yeoja itu memperlihatkan tangannya. "Sedang mengajari junior nya. Bukan sedang membully nya"


"Benarkah?"


"Hanan. Sudah" Kata Sofia pada Hanan.


"Alu tidak melihat seorang Senior sedang mengajari Junior nya." Kata Hanan. "Ah.. Apa begini cara belajar kalian? Dengan mengintimidasi?"


"Ciks.. Ciksss.. Lancang sekali mulut nya"


"Hanan sudah lah" Kata Sofia menarik Hanan. "Mianhamnida Lee Ah Sunbaenim. Dia tidak akan berkata seperti itu" Kata Sofia coba melerai. "Hanan. Sudah lah" Kata Sofia.

__ADS_1


"Wae?" Kata Hanan menatap Sofia.


__ADS_2