
"Terima kasih sudah mengkhawatirkan Hanan" Kata Minho. "Maaf jika Hanan merepotkan"
"Aku tidak merepotkan" Kata Hanan.
"Benar. Hanan sangat baik dan manis" Jawab Yeri. Dan Hanan tersenyum puas.
"Benarkah? Mengapa di rumah tidak seperti itu? Dia sangat pemarah dan manja"
"Itu karna Oppa menyebalkan" Kata Hanan. Minho mengelus kepala Hanan dengan sayang.
"Baiklah. Nikmati makanan kalian. Dan titip Hanan. Jika dia nakal. Cubit saja pipi nya" Kata Minho. "Oppa masuk dulu. Sebentar lagi Oppa kan di jemput" Kata nya pada Hanan.
"Nde Oppa" Jawab Yeri.
"Baik Hyung" Jawab Mark dan Lomon. "Kamsahamnida" Kata mereka ketika Minho pamit pergi.
"Daebak. Hanan-ah. Oppa mu Minho" Kata Yeri masih terkejut. "Tunggu, jika Oppa mu Choi Minho. Berarti Oppa satu lagi?"
"Choi Siwon Super Junior?" Kata Mark.
"Heol. Daebak. Pantas saja rumah mu di jaga ketat oleh penjaga" Lanjut Mark.
"Tidak.. Tidak.. Aku bukan siapa-siapa. Penjaga hanya untuk melindungi dari paparazi. Yang terkenal Oppa-oppa ku saja." Jelas Hanan.
"Tetap saja" Kata Yeri.
Mark memperhatikan ponsel nya yang sesekali mencari informasi dengan kata kunci Choi Siwon. "Choi Siwon seorang chaebol. Anak sulung dari pengusaha kaya raya Choi Kiho pemilik-" Belum selesai Mark menyelesaikan bacaan nya. Hanan sudah keburu membungkam mulut namja manis itu.
"Yak!" Omel Hanan. "Diam atau aku tidak kasih makan"
"Hemm.. Hemm.. " Kata Marka mencoba bicara di dalam bekapan Hanan. Setelah di lepaskan Mark menarik nafas nya. "Arra.. Arraa"
"Sudah. Cepat selesaikan" Kata Yeri. Setelah nya mereka kembali berbincang dan bercanda seperti semula.
"Baiklah. Kita pamit pulang. Terima kasih atas jamuan makannya" Kata Yeri ketika mereka akan pamit pulang dan memeluk Hanan.
"Nde. Terima kasih karna sudah menjenguk ku"
"Sehat-sehat Hanan-ah. Cepat kembali ke sekolah" Kata Mark.
"Nde"
"Kami pulang dulu." Kata Yeri sudah naik ke atas motor Mark. "Yak! Park Solomon. Kamu tidak akan pulang?" Tanya Yeri melihat Lomon masih terdiam.
"Sudah. Sebaik nya kita duluan saja" Kata Mark. "Bye Hanan-ah."
"Sampai jumpa disekolah besok" Kata Yeri pergi. Meninggalkan Hanan dan Lomon yang masih berdiam.
"Mian" Kata mereka barengan setelah beberapa saat terdiam. Dan saling bertatapan ketika mereka mengatakan maaf barengan.
"Kamu duluan saja" Kata Lomon.
"Aku ingin meminta maaf karna." Hanan menjeda ucapannya. "Mengingkari janji padamu" Lanjut Hanan. "Aku berjanji padamu akan memberikan kabar jika mematikan ponsel."
"Aku fikir hanya aku yang masih mengingat janji itu" Sarkas Lomon.
"Arra. Aku tau aku salah. Hanya saja kemarin setelah pulang aku tidak mengecek ponsel. Itu pun Eomma yang mencharge nya" Jelas Hanan.
"Kamu tau. Aku sangat khawatir. Aku takut terjadi sesuatu padamu kemarin" Kata Lomon khawatir.
"Mian" Jawab Hanan.
Lomon menatap yeoja di hadapamnya itu. "Jadi, janji itu masih berlaku bukan?"
"Nde" Jawab Hanan.
"Dan aku pun ingin memimta maaf. Karna kemarin berkata kasar padamu" Kata Lomon. "Aku tidak bermaksud seperti itu. Terkadang aku terlalu emosian" Jelas Lomon sambil menundukan kepala nya. Hanan memperhatikan namja yang sedang tertunduk itu. "Aku sungguh sangat minta maaf. Dan juga terima kasih" Kata Lomon menatap Hanan.
"Gwanchana" Jawab Hanan. "Aku tau kamu hanya emosi. Dan kamu hanya ingin melindungi Sofia"
"Aku merasa bertanggung jawab melindungi Sofia. Karna orang tua Sofia adalah teman baik orang tua ku. Dan mereka menitipkan nya" Jelas Lomon. "Kami tidak ada hubungan apapun. Ke khawatiran ku Pure seperti seorang kaka ke adik dan sahabat nya" Jelas Lomon lagi mendetail.
"Arra" Jawab Hanan dengan senyumamnya. "Kamu tidak perlu menjelaskan nya secara detail" Kata Hanan.
Lomon menatap Hanan tepat kemanik-manik mata nya. "Aku ingin kamu tau" Kata Lomon. "Aku tidak ingin kamu salah faham"
Hanan mengerutkan kening nya. "Wae?"
Lomon memalingkan pandangannya ketika Hanan bertanya. "Itu-" Kata Lomon bingung. Sedangkan Hanan dengan wajah polos masih menunggu jawaban namja itu. "Sudah kamu masuk. Nanti masuk angin" Kata Lomon menyudahi pembicaraan dan mendorong Hanan masuk kedalam rumah.
"Yak!" Protes Hanan.
"Masuk. Tidak baik terlalu lama di luar. Nanti terkena flu." Kata Lomon dan kembali ke atas motor nya. "Jangan lupa makan dan minum obat"
"Hem" Jawab Hanan.
"Besok jika sudah enak, pergi sekolah"
"Hem" Jawab Hanan lagi.
"Jangan abaikan telfon ku"
"Ne.. Nee.." Kata Hanan. "Sana pergi" Protes Hanan dan menyunggingkan senyumannya.
Lomon memberikan senyumannya sebelum menutup kaca helm nya. "Aku pulang" Pamit Lomon.
"Bye" Kata Hanan melambaikan tangannya sambil menyunggingkan senyumannya.
"Ehem" Kata sebuah suara di belakang Hanan.
"Oh, Minho Oppa" Kata Hanan terkejut dengan sosok Oppa nya.
"Pakai ini" Kata Minho memakaikan selimut pada tubuh Hanan. "Nuguya?" Tanya Minho menggoda.
"Teman" Jawab Hanan. "Tadi Oppa sudah berkenalan dengan mereka kan"
"Ah.. Tadi berkenalan dengan teman. Tapi berkenalan sebagai Crush belum" Goda Minho merekatkan selimut di tubuh Hanan dan merangkul nya agar adik nya tidak sakit lagi.
"Oppa" Protes Hanan. "Lomon hanya teman" Kata Hanan menjelaskan.
"Ne.. Ne.." Kata Minho sambil mengajak Hanan masuk. "Tapi Oppa menyukainya. Terlihat laki-laki bertanggung jawab. Dan dia tamapn"
"Oppa" Omel Hanan yang mendapat tawa Minho.
.
.
.
"Jangan lupa makan" Pesan Appa sebelum Hanan pergi.
"Nde Appa" Jawab Hanan.
"Appa tidak ingin anak Appa sakit lagi"
"Nde" Jawab Hanan. "Kata nya Appa ada meeting penting pagi ini, bukankah sebaiknya segera pergi"
Namja paruh baya itu hanya tersenyum. "Bye" Kata Appa.
"Bye Appa" Kata Hanan. Hanan memasuki gerbang sekolah. Dan melihat Lomon yang juga baru tiba sedang memarkiran motor nya. Dengan senyuman mengembang dia segera menghampiri namja itu. "Good morning" Sapa Hanan pada Lomon.
"Hay.. Good morning" Balas Lomon dengan senyuman manis nya pagi ini. "Aku fikir aku sudah datang pagi. Ternyata kamu lebih pagi"
"Aku tadi bareng Appa. Jadi berangkat lebih pagi" Jawab Hanan. Mereka pun berjalan bersama memasuki gedung sekolah.
"Ah, aku punya sesuatu untuk mu" Kata Lomon mengambil sesuatu dari dalam tas nya.
"Apa?"
Lomon memberika roti lapis pada Hanan yang sudah di bungkus rapih. "Untuk mu" Kata Lomon.
"Untuk ku?"
"Hem" Jawab Lomon. "Agar kamu tidak sakit lagi. Jadi harus sarapan tepat waktu"
Hanan mengambil roti lapis di tangan Lomon. "Gomawo" Kata Hanan.
"Mulai hari ini. Aku akan pastikan kamu tidak akan sakit" Kata Lomon dengan senyuman menawannya.
Hanan terdian menatap namja tampan itu. "Yak! Lomon. Kamu nyaris membuat ku berdebar" Kata Hanan menggoda Lomon.
"Kenapa hanya nyaris? Aku ingin kamu terus berdebar" Balas Lomon menatap mata Hanan tepat kemanik-manik mata nya.
"Benarkah?" Kata Hanan. "Maka kamu harus berusaha keras untuk itu" Hanan memberikan senyuman nya dan meninggalkan namja tampan itu. Mendengar itu Lomon hanya tersenyum.
...
Hanan menepuk Yeri memberikan semangat. "Kamu pasti bisa" Kata Hanan.
"Kenapa harus remedial?" Kata Yeri meratapi nilah Bahasa Inggris nya yang remedial. Sedangkan pelajaran itu adalah pelajaran yang tidak dia sukai.
"Aku akan membantu mu"
"Jinja?"
"Hem" Jawab Hanan mengelus kepala Yeri yang menyenderkan kepalanya pada pundak Hanan.
"Kenapa kalian se drama itu" Kata Mark yang baru tiba dengan nampan berisi makan.
"Diam. Kamu tidak tau bagaimana perasaan ku harus remedial bahasa inggris" Kata Yeri sedih.
Hanan memelototi Mark yang membuat Yeri kembali tersedu. "Wae?" Tanya Mark yang segera mendapatkan tendangan Hanan di kolong meja. Mark memberikan puding milik nya pada Yeri yang tidak mau makan.
"Apa ini?"
"Makanan. Makan lah, jangan sampai sakit" Kata Mark membukakan puding untuk Yeri. Sedangkan Hanan senyum-senyum menggoda.
"Kamu juga. Makan yang banyak" Kata Lomon memberin katsu nya pada Hanan.
"Oh.. Kalian ada apa?" Goda Yeri membuat Hanan dan Lomon salah tingkah.
"Apa?" Tanya Lomon. "Kamu mau?"
"Ne" Jawab Yeri
"Tidak" Kata Lomon dan memakan makananya.
"Lomon" Seorang namja menghampiri meja mereka dengan tergesa-gesa dan nafas tersengal. Sontak membuat perhatian mereka. "Tolonggg.." Kata nya. "Vernonnn"
"Ada apa dengan Vernon?" Tanya Mark.
"Dia akan menghabisi orang" Jawab namja itu.
"Nugu?"
"Kim Do Ha. Seorang produser" Jelas nya.
Mendengar produser. Sontak membuat mereka bangun dari tempat duduk nya dan berlari ke parkiran motor menuju tempat kejadian.
Buk-
Vernon menendang laki-laki yang sedang di pegangi kedua tangannya secara membabi buta. "Shibal" Kata Vernon. "Bangun" Kata Vernon menepak kepalannya yang sudah berlumuran darah.
"Vernon!" Panggil Lomon sesampai nya di tempat kejadian menarik namja bertubuh tinggi itu. "Kamu gila?"
Vernon menatap Lomon dengan tatapan penuh dengan marah. Sedangkan teman-teman Vernon segera melepaskan Kim Do Ha. "Tidak perlu ikut campur" Kata Vernon.
"Yak! Sadarlah" Omel Lomon. "Jika seperti ini. Kamu akan terkena masalah"
"Aku tidak perduli. Lelaki sialan itu" Tunjuk Vernon pada Kim Do Ha yang tersungkur yang sudah tak sadarkan diri.
"Sadarlah" Kata Lomon mendorong Vernon.
"Tidak perlu ikut campur" Kata Vernon mendorong Lomon. "Aku akan menjaga Sofia. Tidak akan kubiarkan lelaki sialan yang merusak hidup Sofia itu hidup"
"Apa yang akan kamu lakukan? Memukuli nya hingga mati? Lalu mendekam di penjara? Begitu?" Kata Lomon balik mendorong Vernon. "Setelah itu. Sofia akan sendirian. Merasa bersalah? Itu yg km mau?" Kata Lomon masih mendorong Vernon.
Kim Do Ha coba bangun, namun segera Vernon mendang nya hingga tersungkur tak berdaya. Hanan dengan segera menahan Vernon yang kembali akan menendang lelaki itu. "Cukup" Kata Hanan pada Vernon. Hanan menatap mata coklat Vernon yang penuh dengan amarah. Hanan menjauhkan Vernon dari Kim Do Ha dan mengajak nya sedikit menjauh ke tempat yang lebih sepi. "Jangan kotori tangan mu" Kata Hanan mencoba menenangkan Vernon.
"Tapi dia lelaki hidung belang sialan" Kata Vernon kembali marah.
"Aku tau. Dia pantas mendapatkan itu" Kata Hanan. "Tapi, jika terjadi apa-apa dengan mu. Sofia akan menjadi orang yang paling merasa bersalah. Dia akan menjadi orang yang sangat amat menyesal membuat saudara nya melakukan hal kriminal karna diri nya. Membuat masa depan saudaranya cacat karna hal ini." Jelas Hanan. "Aku tau perasaan itu. Itu.. Sangat tidak menyenangkan" Lanjut Hanan mengingat kejadian masa lampau nya.
Vernon terdiam mendengarkan ucapan Hanan. Emosi nya perlahan menguar.
"Cukup membuat dia menyesali perbuatannya. Dan fokus lah berada di sisi Sofia. Bantu dia kembali. Bantu dia bangkit" kata Hanan lagi mengingat bagaimana Oppa nya melakukan itu padanya.
Vernon menatap mata kelam Hanan. Entah apa yang dilakuakan Hanan pada nya. Emosi nya menguar begitu saja melihat Hanan di hadapannya.
"Jadilah lebih baik. Melangkah lah bersama. Tebus semua rasa bersalah mu"
"Boleh aku memeluk mu?" Tanya Vernon.
Hanan memberikan senyumannya dan merentangkan tangannya. Memberikan pelukan nya pada Vernon. Vernon masuk kedalam pelukan Hanan. Dia hanya terdiam tak berbicara. Hanan tau, jika Vernon sedang bergelut dengan hati nya saat ini. Karna pelukannya sangat erat. Deru nafas nya pun cepat. Hanan mengusap pundak Vernon dengan lembut.
Dari kejauhan terlihat sepasang mata memperhatikan mereka sejak tadi. "Sofia sudah datang" Kata Mark pada Lomon. Mark dan Lomon segera menghampiri Sofia.
"Terima kasih Hanan-ah" Kata Vernon melepaskan pelukannya.
"Hem" Jawab Hanan. "Menangis lah jika ingin menangis. Jika butuh teman. Aku akan dengan senang hati"
"Gomawo. Atas nasihat dan semuannya"
"Vernon" Teriak Sofia dan berlari menghampiri kembarannya. "Kamu bodoh, heo? Ingin mati?" Kata Sofia memukul Vernon asal sambil menangis. "Memang kamu fikir itu keren? Bagaimana jika terjadi sesuatu padamu?"
Vernon segera memeluk adik nya itu. Menahan nya agar tidak memgamuk. "Mian" Kata Vernon.
Melihat itu. Hanan meninggalkan kedua saudara itu untuk memberikan waktu privasi mereka. Hanan kembali ketempat tadi. Terlihat Kangin Ahjussi sudah berada disana. "Kangin Ahjussi" Kata Hanan.
"Nona. Anda baik-baik saja?"
__ADS_1
"Hem. Aku baik-baik saja" Kata Hanan. "Itu siapa?" Tanya Hanan melihat dua orang laki-laki bertubuh tinggi besar dengan jas hitam.
"Syukurlah." Kata Kangin. "Dia bodyguard Lomon" Jawab Kangin.
"Bodyguard?" Tanya Hanan bingung.
"Hanan. Ayo kita pergi" Ajak Lomon.
"Benar. Sebaik nya kalian pergi dari sini. Biar kami urus disini. Sebelum semua makin melebar" Kata salah satu laki-laki bertubuh tinggi itu.
"Mohon bantuannya Hyung" Kata Lomon yang segera dijawab bungkukan oleh lelaki itu.
"Benar. Sebaik nya Nona pergi dulu. Saya akan membantu disini membereskan semua dan meminta Eddie Hyung menjemput Nona" Kata Kangin.
"Tidak apa-apa Ahjussi. Sofia aku akan antar pulang" Kata Lomon.
Kangin sedikit ragu meninggalkan Hanan. Terlebih setelah kejadian hari ini dan tau ternyata Lomon yang membereskan semua waktu itu. Tapi melihat siapa Bodyguard Lomon, Kangin percaya jika anak laki-laki itu bukan orang sembarangan dan baik. "Baiklah. Boleh saya titip Nona Hanan pada Anda?"
"Tentu saja" Jawab Lomon menggandeng Hanan menuju motor mereka.
"Sofia dan Vernon?" Kata Hanan.
"Dia akan di antar supir" Jelas Lomon melepaskan jaket nya dan memakaikannya pada Hanan. Hanan menatap Lomon dengan tatapan banyak pertanyaan. "Jangan menatap ku seperti itu. Nanti kamu akan jatuh cinta" Goda Lomon dan memberikan senyuman nya.
"Ish" Kata Hanan dan naik ke atas motor Lomon. Mereka berjalan menuju ke arah salah satu bukit dekat sana. "Kenapa kita kesini?" Tanya Hanan sesampai di bukit.
"Aku tidak akan menculik mu" Kata Lomon yang mengerti apa yang ditakutkan Hanan. "Aku memberikan GPS ku pada Kangin Ahjussi"
Hanan mengangguk faham dan berjalan lebih dulu ke pinggir bukit. "Ada apa?" Tanya Hanan.
"Aku fikir. Kamu yang akan bertanya lebih dulu"
Hanan menyunggingkan senyumannya. "Aku penasaran. Hanya saja aku sadar diri. Tau jika aku tidak punya hak untuk tau privasi mu" Jelas Hanan.
"Aku senang jika kamu ingin tau privasi ku. Dan aku akan sangat senang jika kamu bertanya"
Hanan melihat ke arah namja bertubuh tinggi dan tersenyum manis itu. Membuat nya menahan senyuman. "Baiklah." Kata Hanan. "Siapa kamu? Dan siapa orang-orang itu" Tanya Hanan.
"Aku? Park Salomon" Jawab Lomon. "Dan mereka Bodyguard ku" Jawab Lomon.
"Seperti nya kamu tidak terkejut" Kata Lomon melihat Hanan terlihat biasa saja. "Aku juga tau kamu sudah tau sedikit banyak tentang ku bukan?"
"Sedikit. Tidak banyak" Jawab Hanan.
"Sedikit apa?" Tanya Lomon.
"Sekedar tau jika kamu adalah anak kedua Pemilik perusahan real estate dan inevestor asing yang cukup di kenal di dunia politik juga" Jelas Hanan.
Lomon memberikan senyuman nya. "itu benar" Kata Lomon. "Seperti nya bukan sedikit"
"Sedikit. Aku hanya tau sampai situ. Tidak tau mengapa anak seorang chaebol bersekolah di sekolah biasa. Tanpa Bodyguard. Tanpa embel-embel apapun" Tanya Hanan.
Lomon menatap Hanan dengan senyuman. "Lalu kamu bagaimana? Anak seorang pengusaha kaya raya memiliki perushaan raksasa ternama dan adik dari dua selebriti terkenal yang memilih sekolah biasa"
"Hey. Aku bertanya lebih dulu" Protes Hanan.
Baiklah-baiklah" Kata Lomon. "Aku? Karna aku memang biasa saja. Daddy membebaskan anak-anaknya memilih jalan nya sendiri" Jelas Lomon. "Selama kami bisa menjaga diri. Itu cukup"
"Tanpa Bodyguard?"
"Itu kesepakatan yang sedikit panjang hingga Yeon Hyung bisa melepaskan ku"
"Bagaimana?" Tanya Hanan penasaran.
"Aku tidak akan memberitahu mu" Kata Lomon. "Kamu tidak boleh lepas dari Kangin Ahjussi"
Hanan menyunggingkan satu sudut bibir nya dan menendang sesuatu di hadapannya. "Kamu pasti sudah tau" Kata Hanan.
Lomon membalik tubuh Hanan agar berhadapan dengan nya. "Tentu saja. Itu yang harus aku tau" Kata Lomon. "Karna aku akan melakulan hal sama jika itu menyangkut keselamatan orang yang paling ku sayang" Kata Lomon sungguh-sungguh.
"Cih.. Mulai" Kata Hanan.
Lomon hanya tersenyum. Dan mereka menatap pemadangan di bukit. "Lalu bagaimana dengan mu? Mengapa memilih sekolah biasa padahal di daftarkan di salah satu sekolah termahal di korea"
Hanan terdiam sejenak. "Aku, hanya ingin merasakan bagaimana mempunyai teman sesungguh nya tanpa embel-embel apapun. Merasakan bagaimana menjadi gadis 18 tahun korea dan kehidupannya tanpa mereka tau siapa aku"
"Itu alasan kenapa kamu meminta Kangin Ahjussi berjaga di luar sekolah?"
"Hem" Jawab Hanan. "Mana ada anak biasa kesekolah membawa Bodyguard" Kata Hanan. "Dan aku tidak bisa melepaskan Bodyguard jika ingin sekolah di sekolah ini."
"Cah. Sudah selesai bukan mengenal satu sama lain?" Tanya Lomon. "Tidak perlu ada rahasia lagi di antara kita"
"Benarkah?" Tanya Hanan. Lomon mengerutkan kening nya. "Kamu belum bilang siapa anak pertama"
Mendengar itu Lomon terdiam dan memandang jauh. "Aku mempunyai seorang Hyung yang sangat aku sayang dan aku banggakan. Dan seorang Dongsaeng cantik yang sangat menggemaskan. Nama nya Park Miriam." Jelas Lomon menyebut nama adik nya dengan senyuman, tapi tatapan sedih.
"Nama yang cantik" Kata Hanan.
"Hem" Jawab Lomon. "Secantik orang nya" Lomon memberikan senyuman pada Hanan.
"Dimana dia?"
"Dia di Rumah Sakit" Cerita Lomon. "Dia mengidap auto imun. Yang membuat nya terus berada disana sepanjang waktu" Cerita Lomon. "Walau begitu. Dia anak yang ceria dan tidak gampang mengeluh. Ketika bosan, dia akan berjalan-jalan keliling Rumah Sakit. Tersenyum dan berbagi makanan pada anak lain" Cerita Lomon dengan mata berbinar. "Dia.. Seperti malaikat"
"Dia pasti menggemaskan" Lanjut Hanan.
"Sangat. Jika dia berbicara dia selalu bersemangat. Dan dia..." Kata Lomon lagi dengan mata berbinar-binar. Sedangkan Hanan mendengarkan cerita Lomon dengan senang. "Nanti kamu harus bertemu dengan nya. Dia pasti akan senang jika teman-teman ku bermain bersama nya." Kata Lomon.
"Tentu" Jawab Hanan dengan senang.
.
.
.
Mark, Yeri, Hanan dan Lomon melambaikan tangannya pada Sofia dan Vernon yang menghampiri mereka. Hari ini, mereka akan pergi ke Kanada ke orang tua mereka dan menetap disana. Memulai semua dari awal.
"Rindukan aku" Kata Yeri pada Sofia. "Jangan cari teman baik seperti ku. Nanti aku akan terlupakan" Kata Yeri sambil menangis.
"Tidak akan. Aku tidak akan menemukan teman sebaik, secantik dan se rewel Kim Yeri" Kata Sofia memeluk sahabat nya itu.
"Itu pujian atau cibiran?"
"Dua-dua nya" Kata Sofia.
"Sofia. Nanti aku sangat merindukan mu. Merindukan teman yang paling cantik dan suka memberikan omelan"
"Kamu pumya Hanan sekarang. Dia juga tidak kalah cantik. Dan dia bukan hanya bisa menasehatimu. Tapi bisa menjaga mu dari orang jahat" Kata Sofia sambil mengusap tangan Hanan.
"Hati-hati di jalan. Walau singkat. Terima kasih atas semua hal nya. Aku sudah menganggap mu sahabat lamaku" Kata Hanan.
"Hanan-ah" Lata Sofia menangis dan memeluk Hanan. "Kamu sangat-sangat baik. Aku tidak bisa membencimu" Kata Sofia lagi.
Yeri ikut menangis dan memeluk kedua sahabat nya. "Aku juga" Kata Yeri. "Tapi kenapa kamu harus membenci Hanan?" Tanya Yeri melepaskan pelukan mereka.
"Karna Hanan merebut perhatian bodyguard ku" Kata Sofia melirik Lomon yang pura-pura membuang muka.
"Kemarilah" Kata Sofia pada Lomon dan memeluk nya. "Terima kasih banyak atas semua nya. Dan maaf atas hal ini" Kata Sofia.
"Gwanchana. Tidak usah di fikirkan lagi. Sekarang semua akan baik-baik saja" Kata Lomon mengusap pundak Sofia.
"Hem" Jawab Sofia. Lomon akan melepaskan pelukannya, namun Sofia menahannya dan berbisik. "Cepat bertindak. Sebelum seseorang mengambil itu." Bisik Sofia dan melepaskan pelukannya dari Lomon.
Lomon menatap Sofia dengan tanda tanya. Sedangkan Sofia hanya tersenyum dan memberi isyarat.
"Hati-hati" Kata Mark pada Vernon.
"Jaga Sofia. Jangan buat dia menangis" Kata Yeri memeluk Vernon.
"Nde" Jawab Vernon.
"Hati-hati." Kata Lomon pada Vernon.
Vernon merentangkan tangannya pada Hanan. Lalu memeluk yeoja cantik itu. "Terima kasih" Kata Vernon. "Terima kasih atas banyak hal. Terima kasih sudah memberi ku nasehat yang sangat berarti." Kata Vernon dalam pelukannya membisikan itu pada Hanan.
Hanan menepuk pundak Vernon dan melepaskan pelukannya. "Jaga Sofia"
"Pasti" Kata Vernon dan memeluk Hanan lagi sambil membisikan sesuatu. "Terima kasih telah menjaga rahasiaku dengan baik" Kata nya dengan senyuman manis. "Aku tidak akan melupakan kebaikan mu"
Melihat Vernon dan Hanan berpelukan lama. Lomon segera memisahkan mereka. Dan menatap Vernon sebal.
"Wae?" Protes Vernon.
"Jaga dirimu baik-baik." Kata Hanan.
"Hem" Jawab Vernon. "Jangan abaikan telfon ku nanti"
"Yak!" Omel Lomon. "Sana pergi" Lomon mendorong Vernon agar segera masuk.
"Hey" Kata Vernon pada Lomon ketika mendorong nya. "Jaga Hanan untuk ku" Pinta nya.
"Tanpa kau suru. Aku akan menjaga Hanan. Dan aku menjaga Hanan karna aku memang akan menjaga nya" Ketus Lomon yang mendapatkan tawa Vernon.
"Jika kamu meninggalkan atau menyakiti nya. Aku akan kembali dan merebut nya"
"Aku tidak berniat sedikit pun menyakitinya atau pun meninggalkan nya. Jadi baik-baik lah disana" Kata Lomon.
"Bye" Kata mereka. Namun Sofia segera berlari ke arah Hanan dan membisikan sesuatu.
"Aku titip Lomon. Walau terlihat tegar, dia sangat mudah rapuh." Bisik Sofia. "Dia hanya dengar perkataan orang yang di cintai nya. Jadi.. Ku titipkan itu pada mu. Karna dia hanya mencintaimu" Kata Sofia dan tersenyum pergi sambil melambaikan tangan. Sedangkan Hanan terdiam menatap kepergian kedua saudara itu.
"Bye Sofia.." Teriak Yeri.
Lomon menghampiri Hanan yang terdiam. "Apa yang Sofia katakan?" Tanya Lomon penasaran hingga membuat Hanan terdiam.
Hanan menatap Lomon dengan seksama. Hingga membuat namja itu salah tingkah. "Wae?" Tanya nya.
Hanan semakin memperhatikan namja di hadapannya itu yang sedang salah tingkah. "Kajja" Kata Hanan pergi menyusul Yeri dan Mark.
Lomon menghembuskan nafas nya lega. Sejak tadi nafas nya seperti tertahan sesuatu. Dan menatap Hanan yang pergi lebih dulu. "Yak! Apa yang dia katakan" Kerjar Lomon
.
.
.
Drett-drett
Hanan merain ponsel nya. Terlihat nama Oppa nya disana. Dengan segera Hanan membuka pesan dari Oppa nya.
Siwon Oppa
Chagiya, apa kah malam ini kita bisa makan malam?
Hanan
Boleh.
Siwon Oppa.
Baiklah. Oppa akan reservasi restaurant favorite mu. Ehm, boleh Oppa ajak seseorang?
Hanan menatap ponsel nya. Dia tau siapa yang di maksud Oppa nya. Seperti nya waktu nya tiba. Memperkenalkan Kyuhyun Oppa sebagai kekasih nya. Bukankah itu yang di tunggu nya? Dan bukankah itu lebih baik? Hanan menghela nafas nya.
"Waeyo?" Tanya Lomon yang duduk di sebelah nya.
"Anni" Jawab Hanan memberikan senyumannya.
Hanan.
Nde Oppa
Hanan menutup mata nya. Walau sudah mempersiapkan akan hal ini. Tetap saja rasa nya ada sesuatu yang membuat nya tidak nyaman.
Siwon Oppa
Gomawo Chagiya. Oppa akan menjemputmu.
Hanan
Tidak perlu Oppa. Aku akan berangkat dengan Kangin Ahjussi saja.
Terlalu jauh jika Oppa. harus menjemputku.
Siwon Oppa
Tidak apa-apa. Oppa sangat senang jika harus menjemputmu.
Hanan
Gwanchana. Aku akan bersama Kangin Ahjussi saja.
Mian Oppa, aku akan masuk kelas. See you tonight.
Balas Hanan.
"Bagaimana Hyung?" Tanya Kyuhyun di sebelah Siwon penasaran.
Siwon memberikan senyuman nya pada namja manis itu. "Dia mau" Jawab Siwon.
"Ah.. Syukurlah" Jawab Kyuhyun. "Aku harus pakai baju apa yah?" Kyuhyun mulai sibuk mencari-cari pakaian di lemari nya.
Sedangkan Siwon hanya tersenyum melihat tingkah kekasih nya. Dan terdiam ketika melihat percakapannya dengan Hanan tadi. Dia tau jika ada sesuatu dengan adik nya. Namun Siwon tidak bisa berbuat apa-apa. Karna saat ini. Dia yang membuat goresan itu.
...
Eomma merapihkan pakaian Hanan yang malam ini akan makan malam bersama Oppa nya. "Cantik" Kata Eomma Choi pada anak nya.
"Tentu saja. Seperti Eomma" Kata Hanan.
__ADS_1
"Chagiya" Panggil Eomma.
"Hem" Jawab Hanan.
"Kamu sudah tau soal hubungan Siwon dan Kyuhyun bukan?" Tanya Eomma hati-hati.
Hanan terdiam sebentar lalu menganggukan kepala nya dengan senyuman. "Hem" Jawab Hanan. "Kalian semua sudah tau bukan?" Kata Hanan dengan nada dingin. "Hanya aku yang tidak tahu disini"
"Hanan. Dengarkan Eomma" Kata Eomma Choi mencoba menjelaskan.
"Gwancahan" Kata Hanan memberikan senyuman skeptis nya. "Aku tau aku hanya kecil. Dan aku tidak berhak berpendapat"
"Bukan begitu sayang"
Hanan meraih tas nya dan segera pamit. "Aku pergi" Kata Hanan dan meninggalkan Eomma Choi begitu saja. Hanan menahan dengan kuat air mata nya hingga mobil. Setelah Kangin Ahjussi membuka kan pintu nya dan diri nya masuk mobil. Tangis Hanan pecah.
Kangin masuk kedalam mobil dan hanya dapat memperhatikan Nona muda yang sudah di anggap adik nya itu menangis. Dia tau apa yang terjadi. Pasti akan berat bagi nya mengetahui jika semua orang membohongi nya.
Hanan membiarkan diri nya menangis sepanjang jalan agar air mata nya habis hari ini. Agar dia tidak perlu menangis di depan Oppa nya.
"Nona. Kita sudah sampai" Kata Kangin pada Hanan.
"Hem" Jawab Hanan menarik nafasnya.
"Sebaik nya Anda tenangkan diri dulu." Kata Kangin membalikan badannya ke arah bangku belakang. Mengusap sisa air mata di pipi Hanan. "Jika memang tidak ingin. Kita bisa pergi"
Hanan menggelengkan kepala nya. "Aku harus menyelesaikan ini bukan? Aku tidak boleh menunda nya" Kata Hanan coba menguatkan diri nya sendiri.
"Hem" Jawab Kangin mengusap pipi Hanan.
"Kamu semakin dewasa. Aku yakin kamu bisa mengatasi ini dengan baik"
Hanan menatap mata Kangin dan memeluk nya. "Gomawo Oppa. Oppa bukan hanya penjaga ku. Tapi Oppa adalah Oppa ku" Kata Hanan.
"Aku akan menjadi penjaga dan Oppa mu bersamaan" Kata Kangin. "Cah.. Bereskan make up mu. Oppa akan menunggu di luar" Kata Kangin.
"Hem" Jawab Hanan.
Siwon melihat mobil milik Hanan terparkir namun tidak kunjung turun. Siwon segera menghampiri mobil itu. Di lihatnya Kangin turun. Kangin memberi kode pada Siwon yang segera di pahami Siwon. Tidak berapa lama Kangin membukakan pintu mobil nya.
"Wah.. Adik ku sangat cantik" Kata Siwon melihat Hanan yang nampak cantik dengan dress selutut berwarna Mint.
"Gomawo" Kata Hanan memberikan senyumannya.
Siwon mengulurkan satu tangannya untuk menggandeng adik nya itu. Hanan segera meraih uluran tangan Siwon dan menggandeng nya. "Bagaimana kamu sangat cantik?"
"Karna aku anak Eomma Choi" Kata Hanan. Mendengar itu Siwon tertawa dan mengecup rambut Hanan. Mereka berjalan ke arah meja yang sudah Siwon reservasi. Seperti nya bukan hanya meja, tapi restoran nya juga. Karna Hanan tidak melihat ada orang lain disana selain mereka dan para staff. Hanan melihat Kyuhyun sedang berdiri disamping meja menunggu mereka.
"Hay Hanan" Sapa Kyuhyun.
"Annyeonghaseyo Kyuhyun Oppa" Sapa Hanan membungkukan badannya. Ada rasa berkecamuk di dada Hanan. Namun Hanan mencoba menahan sebisa mungkin.
"Ayo" Ajak Siwon mempersilakan Hanan duduk dengan menarikan bangku untuk nya. Lalu menarik bangku untuk Kyuhyun.
"Gomawo Hyung" Kata Kyuhyun memberikan senyuman manis nya.
Sejujurnya Hanan sangat menyukai Kyuhyun. Selain dia tampan dan pintar, Kyuhyun bisa membawa diri. Bahkan sebenarnya Hanan sangat suka kepribadian Kyuhyun yang suka blak-blakan jika berbicara seperti Heechul. Namun walau begitu tidak pernah ada yang sakit hati pada nya. Justru orang lebih menyayangi nya. Hanya saja, Hanan belum bisa menerima jika Oppa nya yang selalu memberikan seluruh perhatian dan kasih sayag untuk nya seorang membagi nya dengan orang lain.
"Oppa sudah pesankan makanan favorit mu" Kata Siwon. "Dan beberapa dessert yang di pilih Kyuhyun" Kata Siwon.
"Ne." Jawab Hanan dan menaruh ponsel nya.
"Silakan" Kata seorang pelayan memberikan pesanan mereka.
"Kamsahamnida" Kata Hanan ketika pelayan itu menuangkan saus di atas daging berwarna kemerahan itu.
"Bagaimana sekolah mu? Seperti nya Oppa belum mendengar tentang sekolah baru mu" Kata Siwon sambil menukar piring milik nya yang sudah di potong-potong daging nya pada Hanan.
"Baik dan menyenangkan" Jawab Hanan.
"Syukurlah" Kata Siwon sambil memotong kembali daging yang di piring dan di berikan pada Kyuhyun yang tidak luput dari pandangan Hanan. "Kyuhyun membantu Oppa mencari sekolah itu"
"Ah.. Kamsahamnida Oppa" Kata Hanan.
"Aku harap kamu menyukai nya. Walau tidak sebagus sekolah sebelum nya. Tapi kurikulum dan keamanaan disana tidak jauh berbeda"
"Hem" Jawab Hanan dengan senyuman. "Aku sangat suka disana. Teman-teman nya baik. Dan karna bersekolah disana aku mempunyai teman baik"
"Benarkah? Kamu tidak pernah bercerita pada Oppa" Kata Siwon.
"Benarkah? Mungkin karna Oppa terlalu sibuk. Sehingga tidak ada waktu untuk ku" Jawab Hanan sambil memasukan makanan ke dalam mulut nya mendengar itu Siwon hanya terdiam. Di bawah meja Kyuhyun menggenggam tangan Siwon menguatkan.
"Syukurlah" Kata Kyuhyun.
Siwon melirik ke arah Kyuhyun lalu ke arah Hanan. Siwon menghembuskan nafas nya pelan sebelum memulai bicara. "Boleh Oppa berbicara?" Tanya Siwon.
"Hem" Jawab Hanan.
Siwon menggenggam tangan Kyuhyun di atas meja. Hanan memperhatikan itu. "Oppa. Berpacaran dengan Kyuhyun" Kata Siwon.
Hanan memperhatikan Siwon dan Kyuhyun bergantian. "Chukkae" Kata Hanan datar dan meminum minumannya. "Aku juga akan memperkenalkan seseorang pada Oppa" Kata Hanan melihat seseorang masuk kedalam restaurant dan berdiri menghampiri Lomon dan menggenggam tangan Lomon menghampiri Siwon dan Kyuhyun. "Perkenalkan. Ini Park Solomon. Pacarku" Kata Hanan.
Sedangkan Lomon menatap Hanan bingung.
"CHOI HANAN!!" Kata Siwon meninggi kan suaranya bangun dari bangku nya.
"Wae?" Kata Hanan. "Kenapa kalian bisa membohongi soal hubungan kalian dan aku tidak?" Kata Hanan.
Siwon menarik tangan Hanan agar berada disebelah nya. Namun Hanan menolak nya. "Mengapa kalian tidak terkejut ketika kalian melihat ekspresi biasa ku saat kalian memberi tahu soal hubungan kalian?" Tanya Hanan. Hanan menyunggingkan satu sudut bibir nya. "Kalian sudah tau kan jika sebenarnya aku sudah mengetahui hubungan kalian?" Tanya Hanan membuat Siwon dan Kyuhyun terdiam.
"Hanan. Dengarkan Oppa" Kata Siwon.
"Andai waktu itu aku tidak tau. Apa kalian akan memberitahu hubungan kalian?" Tanya Hanan menatap kedua namja di hadapannya yang terdiam. "Seperti nya tidak" Kata Hanan tertawa. "Jadi untuk apa kalian sekarang memberitahu ku? Bukankah aku hanya anak kecil?"
"Hanan" Kata Siwon meraih tangan Hanan. "Bukan seperti itu" Kata Siwon.
Hanan menepis tangan Siwon. Air mata tidak dapat lagi di bendung dari mata nya. Melihat itu Lomon mengeratkan genggaman tangan pada jemari Hanan. Walau tidak begitu faham, tapi dia tau. Saat ini, Hanan butuh seseorang. Dan itu dia.
Melihat genggaman tangan Hanan dan Lomon mengerat, Siwon mencoba melepaskan nya. "Lepaskan" Kata Siwon. Tapi Hanan menahannya.
"Oppa tau bagaimana perasaan ku??" Kata Hanan. "Oppa tau aku sangat marah. Aku kecewa" Kata Hanan di sela tangisannya. "Bukan aku tidak setuju dengan hubungan kalian. Tapi aku kecewa dengan cara kalian membohongi ku. AKU.. HANYA AKU YANG TIDAK TAHU" Kata Hanan marah. "WAAEEE?" Teriak Hanan.
Lomon segera memeluk Hanan ketika Hanan mulai histeris. Melihat itu Siwon dengan marah melepaskan pelukan Lomon pada Hanan dengan paksa dan mendorong nya. "Jangan sentuh Hanan ku" Kata Siwon dengan penuh marah dan penekanan.
"Hyung" Kata Kyuhyun menahan Siwon agar tidak lepas kendali.
"Kajja" Kata Hanan mengajak Lomon pergi dari situ. Siwon segera menahan tangan Hanan dan menarik paksa agar Hanan bersama nya.
"Oppa tidak izinkan!!" Kata Siwon dengan penekanan dan tanpa bantahan.
"Wae? Kenapa Oppa egois?" Kata Hanan.
Siwon mengeratkan genggamannya pada tangan Hanan. Membuat Hanan harus menahan rasa sakit di pergelangan tangannya. Lomon segera menggenggam tangan Siwon dengan erat. Meminta agar namja itu melepaskan nya. "Aku tau jika aku harus menghormati Hyung." Kata Lomon menatap Siwon. "Walau Hyung tidak merestui hubungan kami. Tapi aku tau satu pasti, kita mempunyai satu hal yang sama" Kata Lomon melepaskan genggaman Siwon dari tangan Hanan. "Yaitu menjaga Hanan" Kata Lomon menatap Siwon dan menggengam tangan Hanan.
Tatapan mata Siwon meluluh. Ketika melihat tangan Hanan memerah dengan cetakan tangan miliknya karna genggamannya tadi.
"Aku tau aku tidak bisa menjadi seperti Hyung. Tapi aku pastikan. Aku akan menjaga nya seperti Hyung menjaga Hanan selama ini" Kata Lomon. Hanan menatap Lomon tidak percaya dengan apa yang dikatakan namja itu. Lomon segera mengajak Hanan pergi dari situ.
Sedangkan Siwon terdiam sesaat dan mengusap wajah nya kasar.
"Nona" Kata Kangin ketika Lomon dan Hanan keluar dari restaurant.
"Aku akan pergi bersama Hanan. Dan mengantarnya pulang" Kata Lomon.
Kangin melihat Hanan berwajah merah akibat menangis dan marah. Dan menyetujui Lomon. Lomon dan Hanan pun pergi menggunakan motor Lomon setelah memakaikan jaket pada Hanan. Sepanjang jalan Hanan hanya terdiam. Lomon mengeratkan pegangan Hanan di pinggang nya.
Lomon memberikan minuman pada Hanan. Setelah melakukan perjalan cukup jauh. Mereka berhenti di pinggir pantai. Pemandangan pantai malam yang tidak terlalu gelap atau pun terang.
"Gomawo" Kata Hanan memberikan senyuman nya di mata sembab nya. "Mianhe" Kata Hanan. "Melibatkan mu dalam masalah ku" Kata Hanan lagi.
Lomon menatap Hanan yang sedang menunduk memainkan tutup botol minumannya.
"Gwanchana" Kata Lomon dan meraih tangan Hanan lalu mengoleskan salep di pergelangan tangan nya yang merah. "Aku bersyukur kamu mengajak ku kedalam masalah mu" Kata Lomon.
Hanan menatap Lomon bingung.
"Karna arti nya aku penting bagi mu" Kata Lomon memberikan senyumam manis nya.
"Yak!" Omel Hanan. Hanan kembali menatap jauh ke arah laut. "Aku bukan tidak setuju dengan hubungan Oppa ku. Aku hanya kecewa dengan sikap nya. Mengapa menyembunyikan hal itu dari ku? Dan.. Hanya aku seorang" Kata Hanan kembali mengingat bagaimana rasa kecewa dan marah nya ketika tau hanya diri nya yang tidak tahu apapun. "Aku fikir. Aku berarti bagi mereka. Tapi ternyata.."
"Kamu berarti bagi mereka" Kata Lomon. "Terlepas dari benar atau tidak nya Oppa mu menutupi itu. Dia hanya tidak ingin menyakiti mu"
"Tapi ini justru membuat ku sangat sakit" Kata Hanan memegang dada nya. Air mata sudah tidak lagi dapat di tahannya.
"Arra" Kata Lomon. "Tapi coba lah belajar melihat di satu sisi lainnya. Walau aku baru pertama bertemu dengan Oppa mu. Aku tau dia sangat amat menyayangi mu" Kata Lomon menghapus air mata di wajah Hanan. "Dia hanya takut. Takut sekali menyakitimu. Takut merasa jika hubungannya dengan kekasih nya akan membuat mu terluka. Takut jika kamu merasa kasih sayang nya pada mu berkurang. Takut jika kamu merasa perhatiannya terbagi" Jelas Lomon.
"Aku.." Hanan menggantung kata-kata nya. Memang benar. Itu semua yang di rasakannya.
"Dia bukan tidak mau. Tapi dia tidak bisa." Lomon menggenggam tangan Hanan dan mengusap nya. "Percayalah. Ini bukan hal yang mudah juga bagi mereka. Banyak hal yang meraka takuti dan mereka fikirkan. Takut terjadi hal seperti ini"
Hanan menatap Lomon di sebelah nya. Dia.. Batin Hanan.
"Masih ingin menangis?" Tanya Lomon. Hanan menganggukan kepala nya. "Baiklah. Menangis saja" Kata Lomon menepuk pundak nya agar Hanan bersandar pada nya sambil menangis.
Hanan menyandarkan kepala nya pada bahu Lomon yang lebar. Tapi air mata nya sudah tidak mau keluar. Hanya perasaan nyaman yang dirasakannya. Seperti ketika dirinya bersama Oppa-oppa nya ketika dia ketakutan dan terluka. Hanya rasa nyaman. Hanan melingkarkan tangannya di tangan Lomon.
Lomon menatap Hanan yang melingkatkan tangannya pada tangan miliknya. Dan menyunggingkan senyumannya. Lalu mengaitkan jari jemarinya pada Hanan.
"Apa aku akan kehilangan Oppa-oppa ku?"
"Aku rasa tidak" Jawab Lomon.
"Aku takut mereka akan meninggalkan ku"
Lomon membalikan badannya ke arah Hanan yang membuat Hanan ikut membalikan badannya ke arah Lomon. "Jika mereka meninggalkan mu. Aku.. Akan selalu bersama mu" Kata Lomon. "Aku akan menjagamu dan menemani mu" Lanjut Lomon mengusap wajah Hanan dengan ibu jari nya yang mulai memerah karna angin malam.
Hanan menatap Lomon tepat kemanik-manik matanya. Mencari sesuatu didalam sana. Perlahan jarak di antara mereka menipis, hingga mereka dapat merasakan panas nya nafas mereka, dan bibir mereka saling bertemu satu sama lain. Hanya ciuman singkat yang hangat tanpa gairah berlebih.
Lomon segera berdiri ketika mereka selesai ciuman. "Ayo kita pulang" Ajak Lomon.
Sedangkan Hanan menatap namja itu bingung, namun menyunggingkan senyumannya ketika melihat namja bertubuh tinggi athletis, tampan dan bersenyum manis itu merasa kikuk.
Lomon menghentikan motor nya di depan rumah Hanan. Membantu Hanan turun dari motor dan melepaskan helm nya. "Istirahat lah" Kata Lomon.
"Hem" Kata Hanan. "Jaket mu?" Kata Hanan akan melepaskan jaket Lomon yang di pakai nya sejak tadi.
"Pakai saja. Biar badan mu hangat" Kata Lomon malah memakaikan kembali jaket nya.
"Terima kasih untuk malam ini" Kata Hanan menyunggingkan senyumannya.
"Hem" Jawab Lomon. "Masuk dan istirahatlah."
"Kamu juga" Kata Hanan sambil menunggu Lomon pergi. Namun seperti nya namja itu masih berdiri di atas motor nya. "Kamu tidak akan pergi?"
"Kamu masuk dulu. Jika sudah ku pastikan kamu selamat sampai rumah. Baru aku akan pergi" Jelas Lomon.
"Nona" Kata Kangin keluar dari dalam rumah.
"Ada Kangin Ahjussi. Sebaik nya kamu pergi lebih dulu"
"Baiklah" Kata Lomon. "Jaljaa"
"Jalja" Kata Hanan melambaikan tangannya ketika Lomon pergi.
Kangin memperhatikan Nona muda nya. Seperti nya Lomon bisa membuat nona nya lebih tenang. Walau masih tersirat raut wajah sedih disana. "Semua orang mengkhawatirkan nona sejak tadi" Lapor Kangin. "Bahkan Minho pun menanyakan keberadaan Nona" Lanjut Kangin yang hanya di dengar oleh Hanan.
"Hem" Jawab Hanan.
"Presdir Choi sedang menunggu di dalam" Kata Kangin ketika Hanan akan membuka pintu. Hanan masuk kedalam rumah nya. Di lihat Appa nya sedang duduk di ruang santai sambil membaca buku. "Appa" Sapa Hanan menghampiri Appa nya.
"Oh, anak appa sudah pulang, heo" Kata Appa menaruh buku nya dan memeluk anak gadis nya. "Appa fikir tidak akan pulang" Goda Appa.
"Mau nya" Kata Hanan duduk di sebelah Appa nya. "Tapi aku tau batasan"
"Oh, anak Appa sudah besar ternyata" Kata Appa mengusap rambut Hanan dengan sayang. Hanan menyenderkan tubuh nya pada Appa nya dengan manja. "Wae? Ada yang mau di ceritakan dengan Appa?" Tanya lelaki paruh baya yang masih tampan itu.
Hanan menceritakan semua yang ia rasakan saat ini dan saat pertama kali tahu soal hubungan Siwon Oppa dan Kyuhyun Oppa. Hanan hanya berkaca-kaca. Tidak lagi menggebu dan menangis histeris.
"Cha, what do you feeling now?" Kata Appa menatap anak gadis nya.
"I'm feeling is good. Aku bisa mengerti. Aku terbawa emosi tadi. Dan saat ini, sepertinya sudah menguar" Jelas Hanan.
"Benarkah? Appa senang mendengar nya" Kata Appa mencium tangan Hanan. "Nugu?" Tanya Appa.
"Nugu?" Tanya balik Hanan.
"Orang yang membuat anak Appa menjadi lebih dewasa" Goda Appa.
"Appa"
"Apa yang tadi mengantar mu? Kekasih mu itu. Yang kata Siwon menyebalkan. Jelek"
"Yak! Appa" Protes Hanan.
"Siwon yang bilang. Bukan Appa" Kata Appa mengeles. "Berarti yang Siwon katakan pada Appa itu tidak benar."
"Ne. Itu hanya Siwon Oppa saja yang beranggapan."
"Baiklah. Kalau begitu apa dia tampan?"
"Hem" Jawab Hanan membayangkan wajah Lomon tadi yang sedang tersenyum menenangkannnya
"Apa dia baik?"
"Euhm" Jawab Hanan mengingat bagaimana Lomon memperlakukannya dengan baik. Seperti Oppa-oppa nya.
"Apa dia mencintaimu?"
"Hem" Jawab Hanan cepat. Dan sadar jika Hanan baru saja terkena jebakan Appa nya. "Appaaa" Kata Hanan sebal.
Appa menyentil hidung Hanan. "Anak gadis Appa benar-benar sudah besar, hem. Bahkan sudah tau mencintai" Appa memeluk Hanan erat. "Terima kasih sudah berbagi cerita dengan Appa chagiya"
__ADS_1
"Terima kasih juga sudah mau mendengar kan ku Appa."