GUARDIAN ANGELS

GUARDIAN ANGELS
Trouble?


__ADS_3

"Hanan benar. Kenapa kita harus mengalah? Mereka yang bersikap tidak baik padamu" Kata Yeri menatap yeoja itu satu-satu. "Karna senior bukan berarti bisa seenak nya dengan junior bukan? Lagi pula. Semua ini atas kerja keras mu" Lanjut Yeri.


Yeoja berambut coklat itu tertawa mendengar ucapan Yeri. "Kerja keras? Hahha.. " Kata Lee Ah. "Kamu fikir teman mu se naif itu? Coba tanyakan pada nya"


"Yeri. Hanan. Sudah."


"Lihat. Dia takut jika image nya sebagai wanita baik-baik di mata kalian rusak"


"Jaga ucapan mu" Kata Hanan tidak terima.


"Wae? Memang benar" Jawab yeoja lain. "Kalian tertipu dengan sikap polos nya. Dia tidak lebih seperti wanita murahan"


Hanan mempersempit jaraknnya dengan yeoja itu. Menatap nya tajam penuh intimidasi. "Apa kalian yakin kalian bisa terus berjalan di dunia entertainment dengan hal seperti ini?"


"Apa maksud mu?" Kata Lee Ah.


Hanan mengeluarkan ponsel nya dan memperlihatkan rekaman video dengan gambar tidak jelas. Namun suara cukup jelas. "Akan bagus jika ini tersebar"


"Yak!" Teriak yeoja berambut coklat itu ingin meraih ponsel Hanan. Dengan cepat Hanan menepis nya. "Shibball" Kata nya kesal.


"Ada apa disana?" Sebuah suara terdengar memasuki ruangan itu.


"Lee Ah. Kajja. Jika ketahuan manager habis kita" Ajak yeoja lainnya mengajak Lee Ah pergi.


"Gwanchana?" Tanya Yeri pada Sofia.


"Hem" Jawab Sofia dengan senyumannya.


"Ayo kita pergi dari sini" Ajak Yeri meninggalkan ruangan itu dan kembali ke studio.


"Sofia-ssi. Ayo bersiap-siap"


"Oh, nde" Jawab Sofia. "Aku akan bersiap-siapa dulu. Kalian tunggu disini saja" Kata Sofia.


Hanan dan Yeri memeprhatikan beberapa model yang sedang pemotretan. "Beruntung nya Sofia bisa melihat namja-namja tampan terus" Kata Yeri. "Aku akan selfi. Akan aku posting di SNS agar semua orang tau aktifitas Sofia yang pemotretan"


Beberapa model namja dan yeoja termasuk Sofia mulai berpose untuk pemotretan. Mereka terlihat sangat profesional. Seorang namja berbisik pada Sofia ketika mereka selesai pemotretan. Dan menghampiri Hanan dan Yeri.


"Hanan-ah" Panggil Sofia. "Ada yang ingin berkenalan dengan mu"


"Naega?"


"Hem. Kata nya dia malu jika berkenalan langsung" Kata Sofia pada namja bertubuh tinggi itu.


"Yak! Kenapa membuka kartu ku" Kata Namja itu.


"Aish.. Apa-apaan ini. Sejak kapan kamu bersikap sok manis" Kata Sofia. "Hanan perkenalkan ini teman ku di agency. Nama nya Haechan dan Jaemin" Kata Sofia.


"Annyeonghaseyo. Haechan imnida" Kata namja berwajah imut itu.


"Jaemin imnida" Kata namja lainnya yang tidak kalah tampan.


"Annyeonghaseyo. Hanan imnida" Balas Hanan.


"Ah, ini juga sahabat ku. Yeri" Kata Sofia pada Yeri yang sedang berpose.


"Oh, Annyeonghaseyo" Sapa Yeri.


"Jaemin imnida" Kata nya.


"Haechan imnida"


"Kalian sangat imut sekali." Puji Yeri. "Wajah kalian sangat kecil"


"Kamsahamnida" Jawab mereka.


"Kalian juga sangat cantik" Kata Haechan sambil melirik Hanan.


"Oh.. Hanan saja yang cantik" Goda Yeri. "Ah, boleh kita foto bersama?"


"Tentu saja" Jawab Hechan. Mereka pun segera merapatkan diri dan berposs.


"Kamsahamnida" Kata Yeri. "Boleh aku upload di SNS ku?"


"Tentu" Jawab Jaemin.


"Kajja. Sambil menunggu, kita mengobrol disana" Ajak Sofia.


"Ah.. Jadi kalian teman satu sekolah Sofia?" kata Haechan ketika mereka mengobrol bersama.


"Ne" jawab Yeri. "Apa kalian satu sekolah juga?"


"Tidak. Jaemin sekolah di sekolah khusus karna dia masuk dalam naungan sebuah Agency" jelas Haechan.


"Oh.. Pantas saja wajah nya sangat imut. Ternyata calon Idol" kata Yeri pada Jaemin.


"Apa aku tidak tampan?" tanya Haechan membuat Yeri malu. "Aku hanya bercanda" kata namja tampan itu.


"Kamu di agency mana?"


"SM Entertainment" jawab Jaemin.


"Wah.. Itu Agency besar" kata Yeri. Dan mereka kembali mengobrol .


...


"Huaa.. Aku menang" Teriak Lomon girang sambil ber high five setelah memenangkan beatle di arcade.


"Kami tidak ada lawan" Kata Mark.


"Kalian sudah lihat foto update an terbaru Yeri bersama Sofia dan Hanan?" Tanya Min Su.


"Wae? Aku belum lihat"


Mark dan Lomon saling berpandangan sebelum mengecek SNS Yeri di ponsel Mark. Terlihat Yeri sedang berselfie seperti biasa.


"Siapa yang bersama Hanan? Seorang model?"


"Seperti nya dia sedang mendekati Hanan"


Mark menzoom latar belakang Yeri selfi. Terlihat Hanan dan seorang namja sedang bersalaman.


"Yak! Hanan cantik. Yeri dan Sofia juga. Jadi wajar bukan"


Mark melihat foto Yeri lainnya. Terlihat foto selca berlima dengan dua orang namja tampan. Dengan caption


"Mendapatkan teman baru yang tampan.. ㄱㄱㄱ"


Mark melirik Lomon yang terdiam. Lomon segera mengambil jacket dan kunci motor nya. "Oddiga?" Tanya Mark yang ikut segera merapihkan barang-barang nya melihat sahabatnya itu pergi.


"Kalian mau kemana?" Teriak Min Su yang di abaikan Lomon dan Mark.


"Dimana mereka?" Tanya Mark.


"Studio tempat Sofia biasa pemotretan" Jawab Lomon memakai jaket nya dan bersiap memakai helm nya.


Mark menatap sahabat nya itu, merasa di perhatikan Lomon melihat ke arah Mark. "Mwo?"


"Siapa yang kau sukai. Sofia atau Hanan?"


"Hah?" Kata Lomon.


"Apa hubungan mu dengan Sofia? Bukankah kalian dekat?"


"Tidak ada." Jawab Lomon memakai helm nya. "Kami hanya berteman. Tidak lebih" Jawab Lomon.


"Hanan?" Tanya Mark. Lomon terdiam ketika dirinya menyebut nama Hanan. "Kamu menyukai nya?"


Lomon terdiam sebentar lalu mengangguk pelan.


"Baiklah. Kajja" Kata Mark.


Mereka memarkirkan motor nya di depan gedung cukup tinggi. Bertepatan dengan Hanan dan Yeri yang baru saja keluar.


"Oh, sedang apa kalian disini?" Tanya Yeri melihat Mark dan Lomon.


"Kenapa tidak suka?" Tanya balik Mark. "Kalian bersenang-senang?"

__ADS_1


"Tentu." Jawab Yeri senang.


Sedangkan Lomon menatap Hanan dengan wajah tidak suka. Hanan mengangkat wajah nya seolah bertanya ada apa dengan tatapan namja itu pada nya. Sedangkan Lomon tidak menggubris masih dengan wajah cemebrut nya.


Drett-drett


"Yaboseo" Sapa Hanan. "Oh, nde." Jawab Hanan dengan senyuman. "Jeongmalyo? Ah, kamsahamnida. Aku akan segera mengambil nya. Kamsahamnida" Kata Hanan menutup telfonnya.


"Siapa? Namja tampan dan imut itu?"


"Hoel, bagaimana kamu tau?" Kata Hanan terkejut mendengar tebakan Lomon dan menutup mulut nya. Sedangkan Lomon semakin mengerutkan dahi nya.


"Daebak. Itu Haechan? Waeyo?" Tanya Yeri penasaran.


"Anni. Kotak handband ku tertinggal" Jawab Hanan. "Aku akan mengambil itu dulu kedalam"


"Aku ikut" Kata Lomon. Hanan dan Yeri memperhatikan Lomon sesaat.


"Kenapa bisa tertinggal? Kenapa kamu begitu ceroboh?" cerocos Lomon di samping Hanan.


Hanan menatap Lomon dengan bingung. "Aku akan mengambil nya"


"Aku akan ikut" Kata Lomon mengekor Hanan. Sepanjang jalan Hanan dan Lomon hanya berdiam tanpa bicara. Hingga seseorang dengan barang banyak akan menabrak Hanan. Dengan cepat Lomon menarik tangan Hanan kesamping nya. "Gwanchana?"


"Hem" Jawab Hanan yang saat ini berada di samping Lomon.


"Hanan-ssi" Panggil seorang namja melambai pada Hanan dengan kotak di tangannya. "Ini punya mu tertinggal. Tadi Sofia meminta ku memberitahu mu"


"Ah. Kamsahamnida" Kata Hanan membungkukan badannya.


"Ah, tidak perlu sungkan" Kata Haechan sambil mengusap kepala nya grogi. "Maaf merepotkan menyuruh mu masuk. Karna aku tidak bisa keluar"


"Merepotkan" Gumam Lomon pelan.


"Gwanchanan. Kami masih di depan juga"


"Syukurlah" Jawab nya. "Ehm, boleh nanti aku menelefon mu lagi?" Tanya nya membuat Lomon menatap namja dihadapannya itu tidak percaya.


"Hah? Untuk apa?" Tanya Hanan.


"Sekedar mengobrol jika kamu tidak sibuk"


"Dia sibuk" Gumam Lomon lagi. Yang segera mendapatkan siku Hanan.


"Eh, ini?" Kata Haechan mulai terganggu dengan sosok diseblah Hanan.


"Ah, ini Park Solomon. Dia teman ku, Yeri dan Sofia juga. Kami teman sekelas" Jelas Hanan dengan detail. Sedangkan Lomon menatap nya kesal.


"Ah" Jawab Haechan. "Baiklah. Sampai jumpa nanti. Aku akan menghubungi mu" Pamit Haechan.


"Bye" Kata Hanan memberikan senyuman manis nya.


Lomon masih menatap Hanan dengan wajah tidak suka. "Teman? Apa harus sedetail itu menjelaskan siapa aku?"


"Aku takut dia salah faham" Jawab Hanan.


"Memang kenapa jika dia salah faham" Kata Lomon mulai kesal.


Hanan menghentikan langkah nya dan menatap Lomon tepat di manik-manik mata nya. "Sebenarnya ada apa dengan mu?"


"Aku? Kenapa?" Tanya balik Lomon grogi. Hanan menatap Lomon sebentar lalu melanjutkan langkah nya. "Yak! Choi Hanan" Panggil Lomon ketika Hanan meninggalkannya. "Jangan angkat telfon dari nya" Kejar Lomon.


Buk-


Lomon menabrak tubuh Hanan ketika yeoja itu berhenti tiba-tiba. "Hey" Omel nya dan segera Hanan menutup mulut Lomon dengan tangannya. Membuat wajah namja itu memerah.


"Oppa, kamu seharus nya membelaku. Mengapa kamu diam saja?" Terdengar suara Sofia di balik tembok.


Hanan dan Lomon saling bertatapan. Lalu Hanan mengintip ke arah asal suara. Terlihat Sofia dan seorang lelaki dewasa sedang mengobrol. Lagi, Hanan dan Lomon berpandangan.


"Yak! Lalu aku harus apa? Tidak mungkin aku mengaku jika kita menjalin hubungan. Itu sangat gila" Kata lelaki itu.


"Tapi-" Kata Sofia.


"Sudah lah. Kamu yang memulai semua ini. Jadi sebaiknya rapat kan kisah asmara kita. Jangan sampai karir kita hancur karna isu perselingkuhan ini"


Mendengar itu Lomon akan menghampiri mereka. Namun Hanan menahan nya sambil menggelengkan kepalanya. Hanan mengajak Lomon pergi dari sana segera setelah Sofia pergi.


"Ada apa sebenarnya?" Tanya Lomon dan menceritakan apa yang terjadi tadi dengan apa yang di dengar mereka.


"Aku tidak percaya" Kata Lomon tegas. "Aku mengenal dia lebih dari siapapun"


Hanan hanya terdiam menatap namja di hadapannya itu yang sedang marah. Terlihat dari tatapan mata dan juga suara nya yang bergetar menahan marah. "Aku akan menanyakan pada mereka. Apa maksud ucapan mereka"


Hanan kembali menahan Lomon. "Untuk apa?" Tanya Hanan. "Kamu hanya akan membuat nama Sofia jelek di mata mereka"


"Lalu aku harus diam saja?" Kesal Lomon dengan deru nafas cepat. "Itu pencemaran nama baik. Dan dia berkata seperti itu pada orang yang sama sekali tidak mereka kenal"


"Tapi bukan berarti kita harus gegabah. Apa yang mereka katakan dengan apa yang kita lihat barusan"


"Jadi kamu membenarkan itu?" Kata Lomon pada Hanan dengan nada tinggi.


"Aku tidak membenarkan. Tapi bukan berarti aku juga tutup mata" Kata Hanan terbawa emosi. Hanan menaruh satu tanganya di pundak Lomon. Mencoba memberikan ketenangan pada nya. Hanan menggelengkan kepala nya ketika mata mereka bertemu.


Lomon melepaskan tangan Hanan di pundak nya. Dan segera kembali ketempat tadi mencari namja yang tadi bersama Sofia di dalam gedung. Hanan menutup mata nya sebentar, menahan sesuatu di hati nya ketika Lomon melepaskan tangannya tadi.


Lomon mencari sosok lelaki yang tadi di lihat nya dan nihil. Sedangkan para mata menatap nya aneh. Lalu terlihat namja yang dicarinya berjalan menuju parkiran. Segera Lomon menghampiri nya.


"Ne. Appa akan pulang" Kata nya di telfon.


Hanan mengejar Lomon ketika dilihat nya namja itu sedang mengejar lelaki tadi.


"Oh, Hanan mau kemana?" Tanya Yeri melihat Hanan berlari cepat. Dan mereka segera mengikuti arah tempat Hanan.


"Yak!" Panggil Lomon pada lelaki yang berada tidak jauh di hadapannya. Dan Bukk- Lomon meninju orang itu ketika dia menoleh di panggil Lomon.


"Yak! Michosseo?" Kata lelaki itu pada Lomon.


Lomon menatap lelaki itu dengan marah. Dia meraih kerah baju lelaki tadi dan menonjok nya lagi hingga lelaki itu tersungkur.


"Kamu gila, heo?" Kata lelaki itu segera bangun dan menghampiri Lomon. "Kamu fikir siapa kamu?" Kata nya mendorong Lomon.


"Lalu, Anda fikir siapa Anda?" Kata Lomon balik menantang. "Bisa seenaknya melakukan hal itu pada Sofia" Kata Lomon kembali menonjok lelaki tadi. "Kenapa bisa-bisa nya Anda merayu anak sekolah ketika Anda sudah memiliki keluarga, heo?" Omel Lomon kembali menonjol lelaki itu.


Hanan segera menahan Lomon ketika akan kembali memukul lelaki yang sudah babak belur itu. Hanan menarik Lomon agar sedikit menjauh. Diikuti Yeri dan Mark yang baru tiba juga.


Lelaki itu meludahkan darah yang keluar dari mulut nya. "Kamu fikir aku merayu nya?" Tanya lelaki itu dan tertawa sambil menyeka darah di sudut bibir nya. "Coba kamu tanyakan pada teman mu. Siapa yang merayu dan di rayu"


Hanan menatap lelaki itu dengan nanar. Sedangkan Lomon bersiap akan kembali memukul namja itu andai Mark tidak menahannya.


"Kalian fikir teman kalian gadis baik-baik, heo? Apa kalian tidak dengar berita tentang nya? Jika dia tidak sebaik itu. Dia yang tergila-gila padaku." Kata lelaki itu. "Bahkan dia menyerahkan tubuh nya padaku" Kata nya dengan bangga.


Mendengar itu, Lomon semakin marah dan kembali memukul lelaki itu tanpa ampun. Bahkan Mark yang tadi menahan nya melepaskan Lomon begitu saja.


"YAK! PARK SOLOMON" teriak sebuah suara dan segera menghampiri mereka. Sofia menarik Lomon agar melepaskan lelaki tadi. "Hentikan" Kata nya menarik Lomon dengan kasar sambil menangis. Sedangkan lelaki itu sudah nyaris kehilangan kesadarannya. "Kamu gila, heo?" Omel Sofia ketika berhasil menghentikan Lomon.


"Kamu yang gila" Teriak Lomon pada Sofia. "Kamu tau kan jika dia sudah berkeluarga? Lalu kenapa masih berhubungan dengannya?"


Sofia memeluk lelaki yang penuh luka lebam itu kedalam pelukannya sambil menangis. "Ini bukan salah nya. Ini salah ku" Jelas Sofia. "Aku yang menggoda nya. Aku yang menginginkan hubungan terlarang ini" Jelas Sofia.


"Sofia" Kata Yeri tidak percaya. "Sadarlah"


"Aku memcintai nya. Apa aku tidak boleh mencintai orang?"


"Bukan berarti kamu harus merusak keluarga orang lain" Kata Lomon. "Dia bahkan tidak mencintai mu. Dia hanya mempermainkan mu"


Lelaki itu menyunggingkan senyumannya. "Lihat kan. Bukan aku yang merayu. Dia saja murahan" Kata lelaki itu.


Mendengar itu, Lomon kembali marah dan kesal. Bersiap memukul lelaki itu dengan sangat kesal. Namun segera Hanan menahan Lomon dengan memeluknya. Lalu menatap Lomon tepat ke manik-manik mata nya lagi, sambil menggelengkan kepala nya memohon untuk tidak melakukan nya.


Lomon menatap Hanan di hadapannya yang sedang menatap nya dengan amat tegas kali ini. Amarah nya sedikit menguar ketika menatap mata kelam Hanan yang tajam.


"Biar aku selesaikan urusan ku" Kata Sofia memohon pada Lomon sambil menangis.


"Cih" Kata lelaki itu membuang ludah nya. "Kalian anak-anak tidak tahu tata krama. Anak-anak yang tidak punya masa depan seperti nya" Kata nya pada Sofia.


Bukk-

__ADS_1


Seketika namja itu tak sadarkan diri setelah Hanan menendang kepalanya dengan kencang. "Brengsek" Kata Hanan.


Yeri segera menghampiri Sofia yang masih shock dengan semua nya. Bahkan melihat lelaki yang dicintai terkapar. "Kajja" Ajak Yeri pada Sofia yang menangis.


"Ayo kita pergi" ajak Lomon pada Sofia.


"Tidak.. Tidak.. " kata Sofia di sela tangisannya. "Ini tidak benar. Bagaimana ini? Apa yang akan terjadi?"


"Gwanchana" Kata Lomon pada Sofia yang terlihat shock ketika mereka sudah pergi dari tempat tadi. Lalu segera memeluknya erat dengan wajah bersalah.


"Tapi--" kata Sofia bingung sambil menangis.


k


"Sudah.. Sudah.. Aku sudah di sini. Semua akan baik-baik saja" Kata Lomon sambil mengusap pundak Sofia dengan lembut.


"Sepertinya Sofia masih shock. Sebaiknya dia beristirahat dulu" Kata Hanan pada Yeri dan Mark. "Kalian pulang lah"


"Bagaimana dengan mu?" Tanya Yeri.


"Aku akan bersama Kangin Ahjussi" Kata Hanan memperlihatkan Kangin sedang menunggu nya di samping mobil. Lomon menatap Hanan seolah memberi tahu sesuatu. Namun Hanan segera memberikan senyumannya dan pergi.


"Silakan" Kata Kangin pada Hanan sambil membukakan pintu mobil nya. Sepanjang perjalanan Hanan hanya terdiam sambil melihat ke arah luar jendela. "Oppa, tolong bereskan yang tadi"


"Baik" Jawab Kangin sambil memperhatikan Hanan dari spion mobil.


.


.


.


"Hanan-ah" Panggil Eomma mengetuk pintu, tapi tidak ada jawaban. "Hanan-ah.." Panggil Eomma lagi masih tidak ada jawaban. "Eomma masuk ne" Kata yeoja paruh baya itu. Dan melihat putri bungsu nya masih tertidur di atas ranjang dengan selimut. "Bangun, sudah siang sayang" Kata Eomma membuka jendela kamar Hanan. "Kamu tidak sekolah heo?" Tanya Eomma menghampiri Hanan setelah membuka jendela kamar Hanan. Eomma Choi terkejut ketika tangannya mengusap wajah anak nya yang panas karna suhu badannya sangat tinggi. "Kamu demam?" Kata Eomma Choi panik. "Hanan.. Hanan.." Panggil Eomma ketika tidak ada respon dari putri nya.


"KANGIN!!" Teriak Eomma pada Kangin.


Setelah diperiksa dokter, dan sudah sadarkan diri. Hanan hanya terdiam melihat yeoja paruh baya yang masih sibuk dan panik itu. "Bagaimana keadaan nya?"


"Sudah tidak apa-apa. Nona Choi hanya demam. Dan seperti nya kelelaham" Jelas Dokter Jung.


"Aku tidak apa-apa eomma" Kata Hanan.


Eomma Choi memberikan death glear nya pada Hanan. "Tidak apa-apa bagaimana. Tadi kamu tidak sadarkan diri. Dan suhu badan mu sangat panas. Bagaimana bisa baik-baik saja, heo?" Omel Eomma Choi.


"Nona Choi tidak sadarkan diri seperti nya karna suhu tubuh nya yang tinggi. Dia menjadi lemas yang membuatnya kehilangan kesadaran. Dia sepertinya Nona Choi terkena radang usus" Jelas Dokter Jung. "Bagaimana dengan makan mu? Apa kamu sedang diet?"


"Diet? Siapa yang diet?" Tanya sebuah suara barito memasuki kamar Hanan. Siwon masuk ke dalam kamar dengan wajah serius. Terlihat namja itu sangat buru-buru hingga masih menggunakan baju syuting nya.


Melihat itu Hanan memutar mata nya malas. "Pasti akan drama" Gumam Hanan pelan yang dapat di dengar Kangin di sebelah nya. Lalu Kangin memberikan deat glear nya.


"Sebaik nya Nona Choi beristirahat dulu hari ini. Akan saya bantu infus untuk memulihkan tenaganya dan menurunkan demam" Kata Dokter Jung. "Saya juga akan meresepkan beberapa obat"


"Kamsanida Dokter Jung" Kata Siwon.


"Cepat sembuh Hanan-ah" Kata namja tampan berkacama itu mengelus kepala Hanan. "Istirahat lah. Aku akan membuat mu sehat kembali"


"Hem.. Kamsahamnida" Kata Hanan dengan senyuman lemah nya.


"Gomawo Dokter Jung" Kata Eomma mengantar Dokter muda itu.


Siwon segera menghampiri adik nya. Mengecek suhu tubuh Hanan dengan tangannya. "Suhu mu masih tinggi. Kembali istirahat" Perintah Siwon membantu Hanan kembali tidur dan memakaikan selimut nya. Hanan hanya pasrah jika Oppa nya satu ini sudah datang.


"Permisi. Saya perawat Yoon yang akan membantu Nona Choi" Kata seorang yeoja masuk kedalam kamar Hanan dengan beberapa alat di tangannya.


"Ah, silakan" Kata Siwon mempersilakan yeoja itu masuk.


"Saya akan menginfus Nona Choi dengan cairan penurun demam dan setelah memberikan vitamin" Jelas Suster Yoon.


"Nde. Silakan" Kata Siwon mempersilakan yeoja itu melakukan tugas nya. Siwon menggenggam tangan Hanan dan memalingkan wajah Hanan agar tidak melihat jarum infus yang akan di tusukan ke tangannya. "Lihat Oppa saja" Kata nya.


Hanan melihat ke arah Siwon sambil sedikit meringis. Sedangkan Siwon memberikan senyuman penenang untuk Hanan sambil mengusap lembut punggung tangan Hanan. "Gwanchana" Kata Siwon lembut dan mencium kening Hanan.


"Sudah selesai Tuan. Saya akan tinggal. Nanti akan saya cek kembali"


"Baik. Terima kasih banyak" Kata Siwon membungkukan badannya. "Bagaimana? Masih pusing?" Tanya Siwon.


"Gwanchana" Jawab Hanan. "Oppa kenapa ada disini? Bukan kah masih harus di lokasi syuting hingga lusa?"


"Mana mungkin Oppa berada di lokasi syuting sedangkan pikiran Oppa disini karna mengkhawatirkan mu"


"Mian" Kata Hanan pelan.


"Wae?" Kata Siwon menangkup wajah adik nya yang memerah karna demam.


"Karna aku, Oppa jadi tidak tenang. Dan jadwal Oppa berantakan" Kata Hanan.


"Yak! Oppa tidak suka dengan kata-kata itu." Kata Siwon sedikit marah mendengar ucapan Hanan barusan. "Seolah-olah kamu hal yang merepotkan bagi Oppa. Dan terdengar jika Oppa hanya orang asing bagimu"


Hanan memeluk Oppa nya setelah mendengar ucapan Siwon. "Mianhe Oppa" Kata Hanan.


"Oppa bukan orang asing. Oppa adalah Oppa mu. Ketika kamu sakit, tentu sudah sewajarnya jika Oppa datang dengan segera."


"Ketika hanya sakit saja?"


Siwon melepaskan pelukan Hanan dan mengusap wajah adik nya dengan jemari nya yang di taruh di pipi Hanan. "Anni. Oppa ralat." Kata Siwon. "Ketika kamu membutuhkan Oppa. Kapan pun. Dimana pun" Jelas Siwon.


"Kamsahamnida Oppa" Kata Hanan memeluk Siwon lagi.


"Sekarang istirahat lah" Kata Siwon membaringkan Hanan dan menyelimuti nya. "Oppa akan menemani disini"


"Hem" Jawab Hanan. Dan tidak berapa lama Hanan sudah tertidur pulas.


"Tuan" Kata Kangin pada Siwon yang masih menunggu di samping Hanan yang tertidur.


"Katakan padaku apa yang terjadi ketika kalian ke agency" Kata Siwon. Kangin menceritakan semua kejadian hari itu. Tapi tidak dengan kejadian pergi nya Hanan sendiri. Siwon memijat kening nya. "Aku tidak ingin terjadi lagi ketika saat Hyung tidak bisa di hubungi" kata Siwon dengan tegas. "Hyung tau kan pasti bagaimana panik nya aku?"


"Tapi saya juga tidak bisa mengabaikan permintaan Nona muda" kata Kangin. "Bagaimana pun, Nona Choi adlaah prioritas utama saya" kata nya dengan penekanan.


Siwon mengusap wajah nya kasar. "Baiklah Hyung bisa pergi" Kata Siwon.


"Baik Tuan" Kata Kangin.


"Kangin hyung" Panggil Siwon lagi dengan lirih. "Terima kasih sudah menjaga dan selalu ada untuk Hanan" Kata Siwon dengan nada berat. "Tolong jaga dia. Aku.." Siwon menjeda ucapannya. "Mungkin akan telah mengecewakan nya"


Kangin menatap Siwon. Namja bertubuh tinggi dengan sejuta kharisma itu sedang terduduk dengan tatapan mata sedih. "Sebagai Hyung. Aku sarankan kamu segera jujur pada Hanan. Walau menyakitkan, setidak nya dia mendengar dari mu langsung, bukan orang lain" Kata Kangin dan izin keluar ruangan.


Siwon memperhatikan yeoja dihadapannya itu yang sedang tertidur pulas. Yeoja yang sudah mengisi seluruh hati nya sejak kehadirannya dulu. Segala nya akan di lakukan untuk nya. Tidak boleh ada yang menyakiti nya sedikit pun. Namun nyata nya. Saat ini, dirinya yang menyakiti Hanan. Siwon membelai lembut kepala Hanan. Adik nya yang sangat amat di sayangi nya. "Mianhe Hanan-ah" Kata Siwon. Mengecup tangan Hanan.


Sudah hampir seharian, demam Hanan masih naik turun. Terkadang Hanan hanya terbangun mengigau karna suhu badannya yang tinggi. Siwon masih dengan setia menemani adik nya walau sesekali meninggalkannya sebentar untuk mengangkat telfon.


"Siwon, sebaiknya mandi dan mengganti baju mu" Kata Eomma sambil membawa nampan makanan untuk Hanan.


"Tidak Eomma. Aku akan menunggu Hanan disini" Kata Siwon.


Eomma Choi menaruh nampan di nakas lalu menghampiri anak sulung nya dan membelai lembut rambut Siwon. "Mandi dan ganti baju saja dulu. Eomma akan menjaga Hanan"


"Tapi-"


"Hanan pasti akan sedih jika melihat Oppa nya masih disini menunggu nya sejak dia tertidur hingga terbangun" Kata Eomma. "Mandi dan makan lah. Eomma akan disini menjaga Hanan"


Siwon menatap adik nya yang masih tertidur. Mengecek suhu tubuh nya sebentar yang sudah baik-baik saja. "Baiklah. Aku akan mandi sebentar"


Siwon mencium kening Eomma nya sebelum keluar. Lalu Eomma Choi menatap anak perempuannya dan mengalap tubuh Hanan agar ketika Hanan bangun sudah jauh lebih segar. Eomma Choi merapihkan nakas Hanan yang terlihat berantakan oleh obat dan beberapa barang. Di lihat nya ponsel Hanan yang mati. "Oh, ini mati. Seperti nya belum di cash" Kata Eomma Choi mencari cashan ponsel di meja namun nihil.


"Chagiya" Panggil sebuah suara di luar kamar dengan lantang dengan nada khawatir. Segera Eomma memarahi pemililk suara. "Kecilkan suara mu Choi Minho" Omel Eomma. "Selain membangun kan Hanan. Kamu akan membuat Siwon marah"


"Mian" Kata Minho. "Bagaimana keadaan Hanan? Apakah demam nya sudah turun? Apa kata dokter?" Tanya Minho berderet.


"Aku mempunya anak perempuan satu. Namun seperti mempunya 2 anak perempuan yang bawel" Kata Eomma meratapi nasib nya. "Hanan sudah membaik. Demam nya mulai turun. Tadi beberapa jam sempat demam lagi. Namun Dokter Jung sudah memberikan obat" Jelas Eomma.


"Syukurlah" Kata Minho duduk disebelah adik nya. "Kasian uri Hanan ku"


"Kapan kamu tiba?"


"Baru saja. Aku segera kesini setelah di beri tahu manager jika Hanan sakit. Kenapa Eomma tidak memberitahu ku?"


"Karna Eomma pasti akan pusing seperti ini" Jawab Eomma asal. "Sebaik nya kamu mandi dan ganti baju dulu. Eomma akan menyiapkan makan malam untuk kalian. Pasti sebentar lagi Appa mu juga datang" Kata Eomma dan membawa ponsel Hanan untuk di Cash.

__ADS_1


__ADS_2