GUARDIAN ANGELS

GUARDIAN ANGELS
Musim Semi


__ADS_3

Hanan berjalan mengikuti langkah kaki nya yang entah kemana membawanya. Fikirannya masih belum bisa terlepas dari kejadian tadi. Melihat Siwon Oppa nya. Cinta pertama nya bersama orang lain. Rasa nya sungguh menyesakan. Hanan menatap beberapa orang yang melintas di hadapannya. Beberapa pasangan yang tertawa bahagia bersama dengan kekasih nya. Otak dan hatinnya terus saja berbicara, membuat nya pusing. Lalu Hanan memegang dada nya yang sejak tadi membuat nya sesak. Hanan berjongkok mencoba menghilangkan rasa sesak di dada nya sambil menahan air mata nya. "Tidak boleh menangis" Lirih nya sangat pelan sambil menahan tangisannya. Sedangkan beberapa orang yang lewat memperhatikan Hanan yang berjongkok di tengah jalan. Namun seperti nya itu tidak berhasil. Hanan malah meneteskan air mata walau diri nya sudah meminta bahkan semakin menangis dan terisak setiap kali dirinya meminta untuk berhenti.


"Gwanchana?" Tanya sebuah suara.


Hanan menghapus air mata di mata nya sebelum melihat orang yang berdiri di hadapannya dan bertanya. Seorang namja bertubuh tinggi dengan seragam yang sama dengannya sedang berdiri dihadapannya sambil mengulurkan tangannya. "Gwanchana?" Tanya nya lagi.


Hanan menatap namja dihadapan nya itu sebelum membalas uluran tangan nya. "Lomon?" Kata Hanan. Sedangkan namja tampan itu memberikan senyumannya dan membantu Hanan berdiri. Hanan menghapus seluruh air mata di wajah nya ketika mereka sudah saling berhadapan.


"Kenapa kamu berada disini sendiri?" Tanya Lomon sambil menatap Hanan intens. Sedangkan Hanan masih tidak percaya dengan sosok di hadapannya dengan menatap namja yang sangat amat tidak di duganya akan bertemu. Lomon menghapus sisa air mata di pipi Hanan dengan lembut. "Wae-" Belum sempat menyelesaikan kata-kata nya. Hanan segera memeluknya. Lomon yang tersentak dengan tindakan Hanan menahan nafas nya sebisa mungkin agar yeoja itu tidak mendengar degupan jantung nya yang sangat kencang.


Hanan segera melepaskan pelukannya sesaat ketika sadar atas tindakan nya yang keterlaluan. "Oh.. Mianhe" Kata Hanan merasa tidak enak. Terlebih dia ingat bagaimana sikap Lomon yang tidak nyaman pada nya waktu itu.


Lomon memberikan sebotol air mineral yang sudah di buka tutup nya pada Hanan ketika dirinya mengajak Hanan dari tempat tadi yang beberapa orang mulai memeprhatikan mereka. "Minumlah" Kata Lomon pada Hanan yang sudah terlihat lebih tenang.


"Gomawo" Kata Hanan.


"Gwanchana?" Tanya nya.


"Hoh?" Kata Hanan bingung.


"Kamu tidak masuk sekolah karna sakit bukan?"


"Ah" Jawab nya.


"Tapi terlihat seperti sedang bolos" Kata namja itu melihat Hanan masih menggunakan seragam sekolah.


"Ah.. Itu" Kata Hanan bingung. Lomon menatap yeoja di hadapannya itu. Dia tau jika saat ini Hanan sedang mencari alasan.


"Kamu sudah makan?"


"Sudah" Jawab Hanan. Tapi bertepatan dengan bunyi di perut nya. Lalu Hanan menatap namja di hadapannya itu dengan cengiran.


"Ais.. Perut dan ucapan tidak kompak" Gumam nya. "Kajja" Ajak Lomon.


"Kemana?"


"Tentu saja makan" Kata Lomon menggandeng tangan Hanan menuju pusat kota. "Kamu mau makan apa?"


Hanan mengitari pandangannya pada banyak nya tukang makanan yang sering di lihat nya di drama. "Entahlah. Aku belum pernah kesini" Kata Hanan menatap Lomon dengan polos.


"Kamu belum pernah ke pusat kota?" Lomon memperjelas ucapan Hanan. Yang mendapat anggukan Hanan. "Baiklah. Kamu berada di tangan yang tepat" Kata Lomon dan mengajak Hanan ke sebuah kedai.


"Wah.. Terlihat enak" Kata Hanan melihat banyak nya makanan yang tersaji di sebuah mobil yang di sulap menjadi food truck. Sedangkan Lomon tersenyum melihat tingkah yeoja yang entah sejak kapan menjadi perhatiannya.


"Mau ini?" Tanya Lomon mengambil sosis.


"Hem" Jawab Hanan. Dan memakan sosis bakar. "Mashita" Kata nya senang. "Aku mau ini. Dan ini" Tunjuk Hanan pada beberapa menu makanan.


"Yak! Kamu yakin bisa menghabiskan nya?"


"Hem" Jawab Hanan menganggukan kepala nya yakin.


Lomon kembali tersenyum melihat tingkah menggemaskan Hanan. "Coba ini" Kata Lomon memberikan odeng. "Hati-hati panas" Kata nya meniup odeng nya sebelum di berikan pada Hanan. "Hati-hati" Katannya lagi pada Hanan.


Hanan memakan nya dengan hati-hati lalu menatap Lomon ketika makanan terbuat dari ikan itu masuk kedalam mulut nya. "Oh.. Mashita" Kata nya.


"Ini pesanan Anda" Kata Ahjuma itu memberikan Tokkboki dan beebrapa pesana lainnya.


"Kamashamnida" Kata mereka. Dan memakan makananya sambil berjalan dan mengobrol riang.


"Oh, ada Acrade Game?" Tanya Lomon yang mendapat anggukan Hanan segera.


"Aku ingin kesana karna seperti nya waktu itu kalian sangat senang"


"Sangat menyenangkan" Kata Lomon dan mengajak Hanan masuk. "Mari kita buat hal yang menyenangkan juga" Mereka pun mulai bermain beberapa permain dengan gembira. Bahkan seperti nya Hanan lupa jika ada hal yang membuat nya sedih pagi ini.


"Aku lelah" Kata Hanan membanting tubuh nya di bangku taman setelah selesai bermain.


"Wah.. Bagaimana bisa kamu memukul itu dengan keras?"


Hanan memperlihatkan tangannya. "Lihat.. Tangan ku sangat kuat" Bangga nya. Mereka pun tertawa.

__ADS_1


"Lain kali. Jika ingin membolos beritahu aku" Kata Lomon menatap Hanan.


"Hah?" Kata Hanan menatap Lomon yang sedang menatap nya dengan serius. Lalu menganggukan kepala nya faham dengan apa yang di maksud namja tampan itu. "Hem"


"Yakso?" Lomon mengajukan jari kelingking nya.


"Yak! Kau fikir anak kecil?"


"Palli. Kamu harus berjanji padaku"


Hanan memutar mata nya malas namun melingkarkan jari kelingkingnya pada jari Lomon.


"Berjanji jika bolos harus memberitahu aku"


"Ne" Jawab Hanan.


"Jika mematikan ponsel harus menghubungi ku dulu"


Baru akan menjawab Hanan sadar dengan pernyataan Lomon. "Mwo? Mengapa begitu?" Protes nya.


"Agar aku tau jika kamu baik-baik saja"


Hanan masih terdiam bingung. "Shirro" Kata Hanan mencoba melepaskan jari nya. Namun Lomon menahan nya.


"Ish.. Cepat"


"Yak! Kenapa kamu sangat bawel?" Protes Hanan lagi yang mendapatkan tatapan Lomon yang tajam. "Arra.. Arraa.." Jawab nya dan Lomon tersenyum puas. "Sudah puas?"


"Belum" Jawab nya senang.


"Apalagi" Kesal Hanan. "Kenapa hari ini kamu sangat bawel"


"Jangan lupakan ucapan mu"


"Ne.. Ne.. Park Solomon" Kata Hanan. Dan namja tampan itu tersenyum puas dan mengusap kepala Hanan dengan lembut.


"Good girl's" Kata nya. Yang membuat Hanan seketika terdiam.


Lomon segera bangun dari tempat duduk nya. Ketika melihat beberapa namja yang dulu pernah di laporkannya ke polisi akibat mencuri. Lomon menarik Hanan ke belakang nya. "Oh.. Ji Soo. Urimaneyo" Kata Lomon.


Namja itu menyunggingkan senyuman nya lalu tanpa aba-aba menonjok Lomon. Perkelahian pun tak terhindarkan. Hanan berdiri di belakang Lomon bersiap berkelahi.


"Wahh.. Ternyata kekasih mu kali ini selain cantik bisa berkelahi" Kata namja bertubuh kurus tinggi itu. "Setidak nya lebih baik di bandingkan kekasih mu yang dulu. Sofia" Kata nya.


"Diam kau" Kata Lomon memberikan pukulan pada namja itu. Hanan sempat terdiam lalu kembali fokus memukul beberapa namja yang datang pada mereka. Beberapa namja datang membawa balok ke arah Lomon dan Hanan. "Hanan -ah. Awas" Kata Lomon melihat Hanan akan di pukul. Lomon segera menendang balok tersebut. "Gwanchana?"


"Hem" Jawab Hanan. Dan mereka kembali berkelahi.


Namja bernama Ji soo itu mengambil balok yang tadi di tendang Lomon. Dan memulul pundak Lomon. Membuat namja bertubuh tinggi itu terjatuh.


"Lomon-ah" Panggil Hanan melihat Lomon jatuh. Segera Hanan menghampiri Lomon dan menendang namja itu. "Gwanchana?" Tanya nya pada Lomon sambil membantu Lomon berdiri.


"Awas" Teriak Lomon ketika melihat seseorang di belakang Hanan sedang mengayunkan balok besar pada nya. Segera Lomon menarik Hanan dalam pelukannya dan membalikan badan nya untuk melindungi Hanan.


Bukk-


Terdengar suara pukulan. Namun bukan balok yang mengenai tubuh Lomon. Tapi orang yang memegang balok itu yang terjatuh. Dan terlihat seorang namja menggunakan jas sedang bersiap.


"Oh, Kangin Ahjussi" Kata Hanan.


"Gwanchana?" Tanya nya menghampiri Hanan dan Lomon.


"Hem" Jawab Hanan.


"Serahkan pada ku" Kata nya meminta Hanan dan Lomon mundur. Dengan keahlian bela diri yang dimiliki namja bertubuh tinggi itu tentu dengan mudah di selesaikannya. Kangin mengangkat tubuh namja bernama Ji soo tadi. Melemparnya ketembok hingga namja itu melenguh. "Jangan pernah berurusan dengan mereka lagi." Kata Kangin memberi peringatan. "Jika kalian tidak ingin berurasan dengan ku" Kata Kangin meninju wajah namja itu hingga pingsan. Lalu Kangin menuju ke namja lainnya. Namja yang tadi akan memukul Hanan. "Dan kamu" Kata Kangin mengunci wajah namja itu dengan kaki nya. "Aku tidak akan membiarkan tangan kotor mu melukai nya" Lalu menendang perut nya.


"Kangin Ahjussi" Panggil Hanan segera meminta perhatian Kangin sebelum namja itu menggila. Dan namja bertunhh tinggi tegap itu mengalihkan perhatiannya.


"Gwanchana?" Tanya Kangin mengecek keadaan Hanan. Terdapat beberapa luka lecet di tangannya. "Aish.. Ku bunuh dia" Kata Kangin melihat lecet di tangan Hanan. Segera, Hanan menahan nya dan menggelengkan kepala nya. Dan segera mereka pun meninggalakan tempat itu.


"Aku tidak apa-apa" Jawab Hanan. "Ahjusis bagaimana?"

__ADS_1


"Aku tidak apa-apa" Jawab Kangin.


Hanan mengalihkan pandangannya ke Lomon "Gwanchana?" Tanya Hanan pada Lomon. "Sepertinya kamu memiliki banyak luka"


"Sebaik nya kita ke rumah sakit" Kata Kangin.


"Tidak perlu" Kata Lomon segera. "Aku tidak apa-apa"


"Akan aku ambilkan kotak obat di mobil" Kata Kangin.


Hanan memperhatikan luka di pelipis Lomon dan tangannya. "Benar tidak apa-apa? Seperti nya ini cukup parah" Kata Hanan menunjuk tangan Lomon yang memar dan terluka.


"Tidak perlu"


"Ini" Kata Kangin memberikan kotak pada Hanan.


Lalu segera Hanan membersihkan luka Lomon dengan desinfektan "Aku akan pelan-pelan" Kata Hanan membersihkan luka Lomon di kening nya dengan hati-hati.


"Ah" Refleks Lomon ketika luka nya terkena obat.


"Mian" Kata Hanan dan meniup nya pelan ketika selesai memberikan obat merah pada luka nya.


Lomon memperhatikan dengan seksama sosok yeoja yang berada hanya beberapa senti dari nya. Hembusan nafas nya yang lembut membuat nya melupakan semua rasa sakit bahkan orang di sekitar nya.


"Ehem" Kata Kangin berdehem dengan kencang ketika Lomon menatap Hanan tanpa kedip. Membuat namja itu tersadar jika saat ini mereka tidak berdua saja.


"Semoga ini tidak akan memar terlalu lama" Kata Hanan setelah selesai memberi salep pada tangan Lomon. "Dan juga tidak memberikan bekas" Kata Hanan lagi ketika memakai kan plaster pada kening Lomon.


"Gomawo"


"Ehem" Lagi. Kangin mengingatkan keberadaan nya.


"Oh, bagaimana Ahjussi tau aku disini?" Tanya Hanan..


"Aku yang memberitahunnya" Kata Lomon.


"Kamu?" Kata Hanan tidak percaya.


"Kamu tau kalau?_" Kata-kata Hanan terhenti.


"Hem" Jawab Lomon. "Aku sudah tau sejak kita membantu Vernon saat itu. Aku melihat Ahjussi di kejauhan. Dan sebelumnya melihat nya di sekolah ketika kita bersama Vernon" Jelas Lomon. "Dan tadi, secara tidak sengaja bertemu dengan Ahjussi di lingkungan sekolah dengan wajah serius. Padahal kamu tidak ada disana. Jadi aku berinisiatif menanyakan apa yang terjadi"


Hanan melirik kearah Kangin dengan death glear nya. "Ahjussi" Panggil nya dengan penekanan.


"Salah siapa pergi tidak dengan ku?" kata Kangin dengan kesal dan membuat Hanan terdiam.


"Setelah tidak sengaja bertemu dengan mu. Aku mengabari nya untuk memberi tahu keadaan mu" Lanjut Lomon. "Ahjusi sangat mengkhawatirkan mu"


Hanan kembali melirik Kangin, lalu memeluk nya. "Mianhe Ahjussi" Kata Hanan.


"Jangan lakukan hal itu lagi"


"Nde" Jawab Hanan.


"Kamu juga sudah berjanji padaku" Kata Lomon mengingatkan janji nya pada Hanan.


"Arra.. Arraa.." Kata Hanan dan tertawa.


"Nona. Sebaiknya kita langsung pulang" Kata Kangin Ahjussi setelah mengecek ponsel nya dengan wajah serius.


Hanan segera faham maksud Kangin ketika sudah menggunakan nada serius seperti ini. Arti nya sesuatu terjadi. "Baiklah. Sampai jumpa besok" Kata Hanan pada Lomon.


"Hem.. Sampai jumpa besok" Balas Lomon.


Hanan masuk kedalam mobil nya di ikuti Kangin Ahjussi. "Seperti nya Tuan Choi sudah mengetahui jika Nona tadi ke agency" Lapor Kangin.


Hanan menyalakan ponsel nya. Selang berapa lama terdapat banyak panggilan tidak terjawab disana atas nama Siwon Oppa.


"Tadi Tuan Siwon menghubungi. Namun aku tidak mengangkat nya. Tapi, Eddie Sunbaenim memberikan ultimatum pada ku. Jika aku tidak memberitahu keaberadaan Nona dia akan menggunakan GPS dan seluruh tim"


Hanan menatap ke arah luar jendela dengan tatapan jauh "Baiklah. Kita segera pulang saja" Kata Hanan dengan ponsel nya yang terus bergetar karna terdapat panggilan.

__ADS_1


__ADS_2