GUARDIAN ANGELS

GUARDIAN ANGELS
Persimpangan


__ADS_3

"Hay" Sapa Lomon pada Hanan dan memberikan onigiri pada Hanan. "Sarapan mu. Dan makan sebelum jam masuk kelas" Kata Lomon.


"Arra" Jawab Hanan mengambil onigiri.


"Morningg" Sapa Yeri dan Mark. "Hoh.. Apa itu? Kenapa hanya Hanan yang di berikan?" Protes Yeri yang di abaikan Lomon.


"Kalian datang bersama?" Tanya Hanan melihat Yeri memakai sweater. Jarang melihay Yeri memakai sweater selain musim dingin.


"Ah.. Aannii" Jawab Yeri gugup.


"Ne" Jawab Mark yakin. Dan mendapatkan tatapan tiga pasang mata.


"Yak!" Omel Yeri memukul Mark.


"Wae? Memang benar" Jawab Mark. "Mulai sekarang aku akan mengantar jemput nya" Kata Mark yakin. Yang mendapat pukulan Yeri.


"Oh.. Akhirnya kalian kembali?" Goda Lomon.


"Yak!!" Omel Yeri.


"Yeri belum menjawab nya" Kata Mark. Lagi. Mendapatkan pukulan Yeri. "Wae? Mengapa harus ada rahasia?" Protes Mark. "Mereka teman kita. Bukankah wajar jika teman dekat tau hubungan kita dan tidak menutupi." Jelas Mark. "Aku tidak ingin menutup-nutupi" Lanjut Mark melirik Lomon dan Hanan.


"Wae?" Kata Lomon melihat Mark menatap nya seperti itu. "Aku tidak menutupi apapun"


"Benarkah? Jadi kalian mengakui jika kalian pacaran?" Tanya Mark.


"Ne/Anni" Jawab Hanan dan Lomon barengan. Lomon menatap Hanan tidak percaya dengan apa yang dikatakan yeoja di hadapannya itu. Sedangkan Yeri dan Mark hanya senyum-senyum melihat pasangan di hadapannya.


Melihat tatapan Lomon yang menatap nya dengan mata yang nyaris keluar karna dengar perkataannya. Hanan hanya mengangkat bahu nya santai.


"Woww.. Seperti nya akan ada pertengkaran. Sebaiknya kita pergi saja" Kata Yeri mengajak Mark pergi meninggalkan mereka berdua.


Lomon masih menatap Hanan menunggu penjelasan. Namun seperti nya Hanan tidak ingin mengatakan apapun dan hanya menatap nya dengan tatapan polos.


"Anni?" Tanya Lomon penuh dengan penekanan.


"Memang aku harus jawab apa? Dan mengapa kamu jawab ne?" Tanya balik Hanan.


"Wahh.. Choi Hanan.." Kata Lomon menatap Hanan tidak percaya. "Kamu.. Aish.. Jinjja" Kata nya pergi meninggalkan Hanan dengan kesal.


"Hanan. Kamu punya pensil lagi?" Tanya Jae Won.


"Tentu" Jawab Hanan memberikan pensil di dalam kotak pensil nya.


Dari belakang Lomon hanya memperhatikan Hanan dengan tatapan tajam dan kesal. "Anni?" Gumam Lomon pelan dengan kesal. "Bagaimana bisa Anni? Lalu semalam apa?" Kata Lomon pelan.


"Lomon-ah" Sapa Yuna menghampiri Lomon. "Ini. Uri Appa baru pulang dari luar negeri dan membawakan beberapa coklat. Ketika aku melihat ini aku teringat dengan mu" Kata Yuna memberikan sekotak coklat pada Lomon.


Lomon menatap Yuna di hadapannya lalu tersirat ide di kepala nya. "Gomawo Yuna-ah" Kata Lomon.


Mendengar Lomon memanggil nya seperti itu. Sontak membuat Yuna gembira dan geer. "Ne. Ehm.. Apa kamu mau makan siang bersama?" Tanya Yuna.


Lomon melirik ke arah Hanan yang sedang asik mengobrol dengan Yeri. "Hem" Jawab Lomon.


"Benarkah?" Kata Yuna senang sambil tersenyum pada teman-temannya. "Baiklah. Aku akan menjemput mu di kelas" Kata Yuna.


"Hem" Jawab Lomon namun masih memperhatikan Hanan yang sepertinya sama sekali tidak mendengarkannya.


"Hanan. Mau makan tteokbokki?" Tanya Jae Won.


"Tteokbokki?"


"Eung.. Eomma ku menjal Tteokbokki. Kamu mau?" Kata namja bertubuh tinggi berkacamata itu membuka bekal makanannya.


"Wah.. Seperti nya enak. Apa aku boleh?" Tanya Yeri.


"Tentu saja" Kata Jae Won.


"Gomawo Jae Won-ah" Kata Hanan. "Jalmoksimnida" Kata Hanan memakan makanannya dan tertawa senang. Sedangkan Lomon hanya bisa memperhatikannya dengan kesal.


"Kajja" Kata Mark menepuk pundak sahabatnya itu yang sejak tadi terlihat kesal. Mark mengajak Lomon ke lapangan basket agar sahabatnya itu melupakan kekesalannya.


"Park Solomon" Kata Seon Ho melihat Lomon datang bersama Mark. "Bagaimana jika kita bertanding one by one saja"


"Kenapa harus one by one?" Tanya Lomon.


Seon Ho mendekatkan diri pada Lomon. "Tentu saja bertanding" Kata nya.


"Aku sedang tidak berminat" Kata Lomon setelah beberapa saat bertatatapan, dan memilih duduk di bangku pinggir lapangan.


Seon Ho menahan Lomon. "Wae? Takut?" Kata nya.


"Aku hanya sedang tidak ingin bertengkar" Kata Lomon dengan tatapan tajam. Lalu pergi meninggalkan lapangan. Lomon memilih duduk di taman belakang sekolah sendirian menatap langit biru yang cerah, namun hati nya sedang kesal.


Hanan memperhatikan Lomon yang sedang duduk sendiri di bawah pohon. Setelah Mark memberi tahu nya jika mood Lomon benar-benar sedang tidak bagus karna kejadian tadi pagi, Hanan pun mencari namja itu.


"Hay" Sapa Hanan duduk di sebelah Lomon.


Lomon hanya melirik Hanan dengan sudut mata nya. Terlihat jika namja itu sedang dalam mood tidak baik.


"Wae?" Tanya Hanan.


"Mwo?" Tanya balik Lomon.


"Kamu marah dengan ku?" Tanya Hanan. Lomon hanya terdiam. "Waeire?" Lomon masih terdiam. Enggan menjawab. "Mian" Kata Hanan.

__ADS_1


Lomon menatap Hanan di sebelah nya. "Untuk apa?"


"Entahlah. Seperti nya aku merasa kamu marah padaku" Kata Hanan.


"Cih.. Jika tidak tau apa kesalahan mu kenapa meminta maaf?" Kata Lomon kesal.


"Kamu merajuk?" Goda Hanan.


"Nugu? Naega?" Kata Lomon. Melihat itu Hanan menahan senyumannya.


Drett-drett..


Lomon meraih ponsel nya. "Aku akan angakat telfon dulu"


"Hem" Jawab Hanan.


"Ne" Sapa Lomon. "MWO??" Teriak nya. "Aku akan segera kesana" Kata Lomon bangun.


"Ada apa?" Tanya Hanan ikut bangun dan panik melihat Lomon bangun dengan wajah panik. Lomon menatap Hanan bingung dan segera berlari.


"Dimana Lomon?" Tanya Mark sambil mengatur nafas nya karna berlari.


"Baru saja pergi setelah menerima telfon" Jawab Hanan. "Ada apa?" Tanya Hanan melihat Mark yang berwajah panik juga.


"Miriam adik Lomon dilarikan ke IGD setelah keluar darah dari hidung dan mulutnya"


"Mwo?"


Mark menjelaskan keadaan adik Lomon yang sudah mempunyai penyakit bawaan sejak kecil dan hanya di perkirakan hidup selama beberapa tahun saja. Sudah hampir 1 tahun Miriam adik Lomon bulak balik Rumah Sakit. Namun penyakit yang di deritanya cukup langka, jadi memang sangat sulit di sembuh kan. Lomon dan Miriam mempunyai jarak usia yang cukup jauh. Namun hal itu justru membuat nya sangat dekat dengan Miriam.


Hanan memperhatikan Lomon yang sedang terduduk di depan ruang operasi dengan wajah panik dan khawatir menunggu operasi adik nya. Disebelahnya terdapat yeoja yang masih cantik sedang duduk dengan wajah tak kalah kacau dari Lomon. Mata nya sudah sembab dengan rambut berantakan dan baju rumah biasa. Seperti nya itu adalah Eomma Lomon. Terlihat Lomon terkadang menguatkannya walau Hanan tau dia sendiri butuh seseorang. Hanan menghampiri Lomon diikuti Mark dan Yeri.


"Bagaimana keadannya?" Tanya Mark.


"Entahlah. Mereka masih di dalam" Kata Lomon. "Aku takut" Kata nya menutup wajah nya dengan tangannya.


Hanan mengusap pundak Lomon dengan lembut. Hanan tidak mengherti dan tidak tahu apa yang harus di lakukan nya pada Lomon disaat seperti ini. Padahal, ketika dirinya sangat terpuruk. Lomon selalu bisa menjadi tempat nya mengadu. Menjadi sandarannya. Menasehati nya. Namun saat Lomon membutuhkannya. Diri nya tidak bisa berbuat apapaun. "Aku takutt.." Kata Lomon lagi.


Hanan meraih satu tangan Lomon dan menggenggam nya erat.


"Pagi tadi Miriam masih baik-baik saja. Dia bilang akan sehat dan bermain dengan ku siang ini. Dan aku berjanji.." Kata Lomon. Air mata keluar begitu saja. "Akan memperkenalkan mu pada nya" Kata Lomon mengingat kejadian pagi tadi sebelum pergi dan ketika Lomon menceritakan sosok Hanan pada nya. Hanan memeluk Lomon untuk waktu yang lama. Menenangkan namja itu.


Beberapa orang dokter segera keluar. Dan kedua orang tua Lomon dan Lomon menghampiri. Dan seketika suara tangisan pecah. Eomma Lomon menangis di pelukan suami nya. Sedangkan Lomon terdiam di tempat sambil menutup wajah nya. Mark memeluk Yeri ketika mendengar jika Miriam adik Lomon sudah tidak bisa di selamatkan. Hanan terdiam di tempat. Mencoba merasakan apa yang dirasakan Lomon. Shock, sedih, marah semua hal bercampur.


...


Hanan menghampiri Lomon yang sedang duduk menyendiri di atas atap rumah duka dengan jas serba hitam nya. Sesekali terlihat pundak nya bergetar menangis. Hanan menghampiri Lomon dengan perlahan. Memegang pundak namja itu. Lomon melihat Hanan dan memeluk nya dengan erat. Hanan pun balik memeluk Lomon dengan erat. Diam dan mendengarkan tangisan Lomon hingga namja yang entah sejak kapan itu mencuri perhatiannya, hingga puas dengan semua kesesakan dan kesedihan yang dirasakannya.


Setelah cukup lama menangis di pelukan Hanan. Hanan melepaskan pelukannya dan mengusap air mata di wajah tampannya. "Selesaikan semua kesedihan mu. Amarah mu. Dan segala hal hari ini." Kata Hanan mengusap air mata di wajah Lomon dengan lembut. Lalu merapihkan rambut nya yang berantakan. "Aku yakin. Miriam sudah bahagia saat ini." Hanan mengusap lembut rambut Lomon yang di rapihkannya. "Jangan buat Miriam merasa bersalah dengan kepergian nya yang membuat semua kesakitannya hilang." Hanan menangkup wajah Lomon untuk menatap nya. "Menangis lah hingga kamu lelah. Setelah itu. Kembali lah tersenyum untuk nya" Hanan memberikan senyuman manis dan lembut nya pada Lomon. Melihat itu, Lomon kembali memeluk Hanan.


Dari kejauan seorang yeoja berambut panjang dengan gaun hitam memperhatikan mereka. Lalu menyunggingkan senyumannya sedikit walau dengan mata sembab nya.


Pemakaman segera di mulai. Hanan, Yeri dan Mark masih setia mendampingi Lomon hingga acara pemakaman Miriam. Daddy Lomon memberikan beberapa kata sambutan ketika tubuh Miriam akan di masukan. Hanan, menggenggam tangan Lomon. Memberikan kekuatan pada nya.


Melihat tangannya di genggam Hanan. Lomon memperhatikan yeoja di sebelah nya itu yang sedang melihat acara pemakaman. Yeoja yang menemani nya, memeluk nya, menggenggam tangannya terus sejak awal. Yeoja yang bukan hanya mengisi hati nya. Tapi memenuhi seluruh ruangan di hati nya dengan kasih dan sayang nya. Lomon mengeratkan genggamannya pada Hanan. Mengusap nya lembut hingga Hanan menatapnya dan memberikan senyumannya. Lalu Lomon mengalihkan pandangannya di sebelah sisi lainnya. Terdapat Mark dan Yeri disana sedang bergandengan tangan. Mereka juga sejak pertama menemani nya hingga saat ini. Lomon melihat ke pusaran adik nya. "Gomawo Miriam-ah. Sudah memberikan Oppa orang-orang yang menyayangi Oppa. Dan menemani Oppa agar tidak kesepian" Batin Lomon dan menyunggingkan senyumannya. Lomon merangkul Mark di sebelah nya. Hingga namja itu menatapnnya dan memberikan senyumannya. Juga Yeri yang mengusap tangannya.


"Yaboseo" Sapa Hanan mengangkat telfonnya dan menjauh.


"Mianhe Chagiya. Katakan pada Lomon. Appa dan Eomma tidak bisa datang. Penerbangan kami di batalkan karna cuaca disini sedang tidak bagus" Kata Eomma di sebrang sana.


"Gwanchana Eomma. Nanti aku sampaikan pada Lomon." Kata Hanan.


"Gomawo Chagiya. Jaga kesehatan mu"


"Nde Eomma. Eomma dan Appa juga" Kata Hanan. "Hati-hati disana. Hem.. Love u too" Kata Hanan menutup telfonnya. Hanan menutup panggilan dan akan segera kembali ke dalam ruangan. Namun langkahnya terhenti ketika seorang yeoja bertubuh tinggi semampai dengan rambut panjang dan gaun hitam berdiri di belakangnya. "Oh.. Annyeonghaseyo" Sapa Hanan membungkukan badannya pada yeoja yang dia tau adalah Eomma nya Lomon.


"Annyeonghaseyo" Sapa nya dengan senyuman cantik nya. Lalu yeoja itu mengulurkan tangannya yang segera disambut Hanan. "Kamsahamnida" Kata nya. Hanan sempat terdiam lalu memberikan senyumannya. "Jeongmal kamsahamnida Hanan-ssi" Kata nya.


"Ah.. Cheonmaneyo" Kata Hanan membungkukan badannya.


Yeoja itu mengajak Hanan duduk di bangku yang berada tidak jauh dari mereka. "Aku Mommy nya Lomon"


"Ne. Imo" Kata Hanan.


Yeoja itu tersenyum dan mengusap tangan Hanan. "Jika bukan karna mu. Mungkin saat ini, Lomon masih bersedih dan berdiam diri tanpa berbagi kesedihannya" Jelas Yeoja itu. "Aku banyak mendengar tentang mu baik dari Miriam yang setiap hari diceritakan Lomon sepulang sekolah nya. Atau dari Lomon yang bercerita begitu semangat ketika bercerita tentang bagaimana cantik dan menyenangkan dirimu. Atau mendengar dari Sofia." Kata Mommy Lomon mengusap wajah Hanan. "Dan ternyata. Semua ucapan Lomon benar. Bukan hanya berparas cantik. Tapi kamu berhati cantik"


"Anniyo Imo" Kata Hanan. "Semua orang akan melakukan hal sama pada Lomon. Karna dia seseorang dengan kepribadian sangat baik dan hangat"


Mommy Lomon menggenggam tangan Hanan. "Apapun itu. Imo sangat bersyukur atas kehadiran mu saat ini di kehidupan Lomon." Kata Yeoja cantik itu. "Tolong jaga dia. Walau terlihat cuek. Dia sangat amat perhatian pada siapapun. Walau terlihat kuat. Sebenarnya, Lomon adalah orang yang rapuh" Kata yeoja itu sambil menatap jauh sesaat lalu kembali pada Hanan. "Terima kasih atas semua nya"


"Gwachana Imo. Aku yang berterima kasih karna sudah melahirkan dan menjadikan Lomon pribadi yang baik" Kata Hanan. "Yang tidak pernah segan membantu siapapun"


"Boleh Imo memeluk mu?" Tanya Mommy Lomon.


"Tentu" Jawab Hanan. Dan segera Hanan memeluk Mommy nya Lomon. Hanan dapat merasakan kehangatan di tubuh yeoja itu. Sama dengan kehangatan yang dirasakan ketika bersama Lomon.


"Gomawo Hanan-ssi." Kata nya melepaskan pelukannya pada Hanan bertepatan ketika Lomon datang.


"Mom" Kata Lomon.


"Ah.. Baiklah. Pemilik nya sudah datang" Kata Mommy Lomon dan mengusap pundak anak nya. "Mommy akan meninggalkan kalian berdua. Tenang saja Mommy tidak menghalangi hubungan kalian" Goda Mommy Lomon sebelum pergi. "Sekali lagi. Terima kasih Hanan-ssi. Imo senang bertemu dan berkenalan dengan mu"


"Ne" Kata Hanan membungkukan badannya.


"Jaga Hanan dengan baik. Jangan sakiti dia" Kata Mommy pada Lomon dan meninggalkan Hanan dan Lomon berdua.

__ADS_1


"Mom" Kata Lomon.


"Sampai jumpa" Kata Hanan ketika Mommy Lomon pergi.


"Apa yang Mommy katakan?" Lomon duduk di sebalah Hanan.


"Tidak ada. Hanya saling sapa saja" Kata Hanan.


"Ah" Kata Lomon seperti sebuah kekecewaan. "Tidak membicarakan ku yang aneh-aneh bukan?"


"Contoh nya?"


"Ah..Itu.." Kata Lomon bingung.


"Ish.. Kepedean" Kata Hanan. "Mommy mu hanya mengucapkan terima kasih sudah datang" Jelas Hanan.


"Hanya itu?" Tanya Lomon lagi.


"Memang apa lagi?" Tanya Hanan bingung.


"Dia tidak membahas soal kedekatan kita?"


"Memang ada apa dengan kedekatan kita?" Tanya balik Hanan. "Apa yang harus di bahas juga?"


"Yak!!" Protes Lomon. Sedangkan Hanan menatap namja itu dengan wajah polos nya. "Kenapa tidak ada apa-apa antara kita?"


"Memang ada apa?" Tanya Hanan lagi. "Memang kita berpacaran? Aku tidak ingat kamu pernah mengatakan suka pada ku. Dan mengatakan jika kita berpacaran" Lanjut Hanan.


Dan segera Lomon mendekati wajahnya ke wajah Hanan. Sangat dekat hanya persekian inci saja jarak antara mereka. Lomon menatap intens Hanan tepat di manik-manik mata nya. "Saranghaeyo. Saranghanika. Saranghandago" Kata Lomon. "Sejuta kali pun akan ku katakan jika aku mencintaimu"


Hanan menahan senyumannya. "Benarkah?" Tanya Hanan. "Kamu rela mati demi aku?"


Lomon tidak melepaskan tatapan mata nya dari Hanan. "Tidak masalah. Kebetulan kita masih berada di rumah duka. Biar Mommy dan Daddy sekalian tidak perlu ganti baju duka nya." Kata Lomon dan bersiap pergi.


Namun segera Hanan menarik tubuh Lomon. "Yak! Kau bodoh hoe?" Kata Hanan. "Jika kamu mati disini. Aku yang akan menjadi tersangka utama nya" Omel Hanan. Sontak wajah Lomon berubah tidak percaya dengan ucapan Hanan barusan. Hanan sadar jika namja di hadapannya sudah kesal. Lalu Hanan menarik satu tangan Lomon. "Jangan tinggalkan aku hem" Kata Hanan mengaitkan satu tangannya dengan tangan Lomon.


Melihat itu Lomon tersenyum dan semakin mengeratkan genggaman tangannya pada Hanan. "Gomawo" Kata Lomon mencium puncuk kepala Hanan. "Jadi kita sudah resmi pacaran kan? Bukan hanya aku yang beranggapan kita pacaran?" Tanya nya. Yang mendapatkan anggukan Hanan.


.


.


.


"Aku berangkat" Kata Hanan mengambil roti yang di siapkan Eomma nya di atas meja. Lalu mencium cepat Eomma dan Appa nya.


"Hanan-ah. Kamu tidak lupa bukan jika kita akan makan malam di rumah Harabeoji?" Kata Eomma.


Hanan terdiam sesaat dan menganggukan kepala nya lalu pamit pergi. Di luar Kangin Ahjussi sudah menunggu nya di depan mobil. "Nona, sudah melihat video Kyuhyun yang tersebar di media sosial?"


"Video apa?" Tanya Hanan. Kangin memberikan ipad pada Hanan yang memperlihatkan video Kyuhyun.


"Video ini di ambil semalam oleh antifans" Jelas Kangin. "Tadi malam Kyuhyun baru saja selesai melakukan drama musikal nya dan makan malam juga minum bersama beberapa staff." Lanjut Kangin.


"Kyuhyun mendorong yeoja itu?" Tanya Hanan.


"Jika di lihat dari video memang seperti itu. Hanya saja.. " Kangin menjeda ucapannya. "Saya ragu jika Kyuhyun melakukan hal itu. Walau dengan kepribadian nya seperti itu.. Rasa nya tidak mungkin"


Hanan terdiam memperhatikan video Kyuhyun yang keluar dari bar dan menerobos gerombolan fans dan mendorong seorang fans yang menghalangi jalannya. Hanan menscroll beberapa komentat jahat untuk Kyuhyun.


"Lihat, dia benar-benar tidak tahu sopan santun. Bahkan dengan para member super junior saja yang lebih tua dia tidak tahu sopan santun"


"Hoel, sudah tidak aneh melihat berita ini. Kyuhyun sangat egois. Apalagi ketika berita dia berkencan dengan Siwon mulai mencuat. Ke angkuhannya semakin terlihat"


"Tidak benar. Kyuhyun tidak mungkin melakukan itu. Walau bermulut tajam, Kyuhyun sangat mencintai dan menjaga fans nya. Itu seperti potongan video yang terpotong"


Hanan memperhatikan kembali video itu. Di ambil di sebuah cafe di daerah Apgeunjeong. "Tidak ada video lain? Atau kesaksian fans?"


"Saat ini Siwon sajangnim dan agency sedang mencari tahu dari mana asal video itu"


"Bagaimana dengan Kyuhyun?"


"Sampai berita ini turun. Saya dengar pihak agency mencancel beberapa acara Kyuhyun untuk hari ini"


Hanan masih menscrol komentar-komentar di video dengan Headline " Evil Magnae Suju yang benar-benar bersikap seperti Evil"


Hanan membaca komentar yang menurut nya aneh. "Mianhe" Tulis nya. Hanan menscreen shoot dan memberikan Ipad nya pada Kangin ketika mobil mereka berhenti. "Cari siapa pemilik akun ini. Dan beberapa yeoja yang terdapat di video ini dan latar belakang yeoja yang di dorong Kyuhyun Oppa" Kata Hanan.


"Baik Nona" Kata Kangin.


"Hay" Sapa Lomon ketika Hanan keluar mobil.


"Apa aku terlambat?" Tanya Hanan melihat Lomon sudah tiba di cafe.


"Tidak. Kajja" Ajak Lomon masuk kedalam cafe yang terdapat Mark dan Yeri. Mereka duduk bersama. Hanan memperlihatkan video yang tadi di berikan Kangin Ahjussi pada teman-temannya.


"Cho Kyuhyun? Kyuhyun Super Junior?" Tanya Yeri.


"Hem" Jawab Hanan.


"Tidak mungkin dia melakukan itu. Aku pernah menjadi fans nya. Walau bermulut pedas seperti Heechul oppa. Rasa nya bersikap seperti itu sangat hal tidak mungkin" Kata Yeri.


"Wae?"


"Kyuhyun sering sekali memperingatkan fans untuk berhati-hati jika didekat nya agar tidak terluka. Bahkan Kyuhyun pernah marah pada fans yang berlari-lari hanya agar dekat dengannya dan terjatuh. Walau dengan nada tajam. Tapi Kyuhyun sangat perhatian" Lajut Yeri.

__ADS_1


Hanan menatap Yeri. "Apa kamu mengenal orang-orang ini?"


__ADS_2