GUARDIAN ANGELS

GUARDIAN ANGELS
New Friends


__ADS_3

"Oh, Kim Yuna tidak patah semangat heo mendekati Lomon" Kata Yeri.


Yeoja itu segera menatap Yeri dengan tatapan tajam tidak suka. Namun Yeri menanggapi nya dengan enggan. Beberapa yeoja yang bersama Yuna pun menatap Yeri dengan tatapan tidak suka.


"Kalian akan berkelahi disini?" Tanya Mark.


"Aku tidak. Aku ingin makan" Jawab Yeri santai.


"Hanan-ah. Makan ini" Kata Lomon memberikan daging nya seolah tidak terjadi apa-apa. Sedangkan mata Yuna memperhatikan setiap gerak-gerik Lomon pada Hanan.


"Kajja" Ajak Yuna akhirnya pergi meninggalkan mereka.


"Menyebalkan sekali" Gerutu Yeri ketika mereka pergi.


"Sudah. Kita selesaikan makanan kita saja" Kata Hanan. Mereka pun kembali menyantap makanan mereka sambil mengobrol ringan.


"Kalian harus ikut menonton pertandingan kami. Setelah nya kita ke Sofia. Dia pasti senang jika kita datang menemaninya pemotretan"


"Aku setuju" Jawab Lomon dengan mulut penuh makanan.


"Makanlah yang benar. Nanti tersendak" Kata Hanan mengingatkan.


...


"Ayo.. Ayoo.." Teriak Yeri dan Hanan memberi dukungan pada Lomon dan Mark yang sedang bertanding. Dan berteriak senang ketika mereka mendapatkan point.


Pluit tanda pertandingan berhenti terdengar. Segera Yeri dan Hanan menghampiri ke bangku pemain. Terlihat sudah ada Yuna dan dayang-dayangnya disana yang sedang memberikan minuman dingin pada para pemain.


"Kalian keren" Kata Yeri memberi Aplaus pada Mark dan Lomon.


"Tentu saja. Kita paling ditakutkan" Kata Lomon.


"Ini handuk mu" Kata Yuna memberikan handuk kecil pada Lomon. "Selamat yah. Kamu memang hebat" Kata Yuna.


"Gomawo" Kata Lomon mengambil handuk dari Yuna dan memberikan senyumannya.


"Untuk merayakan kemenangan. Bagaimana jika kita pergi makan" Ajak Yuna.


"Ah, Mian. Setelah ini aku ada acara"


"Ah" Jawab Yuna dengan wajah kecewa.


"Hanan, kau haus?" Tanya Lomon pada Hanan.


"Anni" Jawab Hanan polos.


"Kau pasti haus. Wajah mu memerah" Kata Lomon memberikan botol minuman nya pada Hanan. Sedangkan mata Yuna tidak lepas menatap Hanan dengan kesal melihat itu.


"Ayo kita berfoto" Ajak Yeri mengambil ponselnnya. Mereka segera mengambil pose. "Aku akan upload atas kemenangan kalian. Dan memberi tahu Sofia" Kata Yeri. "Hana.. Dul.. Set" dan mereka mulai berpose.


"Oh, Hanan. Kenapa kamu sangat cantik" Kata Mark melihat hasil foto yang di ambil Yeri. Hanan memberikan wajah manis nya ketika di puji Mark. Dan namja itu memberikan sign heart dengan tangannya.


"Kajja" Ajak Mark merapihkan barang-barang nya.


"Kalian duluan saja. Aku akan ke kamar kecil dulu" Kata Hanan.


"Baiklah. Kami tunggu di parkiran"


"Okay" Jawab Hanan dan segera menuju kamar kecil terdekat. Setelah selesai Hanan membuka pintu kamar mandi yang terdapat beberapa sekat. Terlihat beberapa yeoja sedang menunggu nya di dalam ruangan kamar mandi. Hanan tau siapa mereka. Tadi mereka sempat bertemu di kantin dan lapangan. Dengan santai Hanan mencuci tangannya tanpa memperdulikan mereka. Lalu bersiap keluar. Namun beberapa yeoja menghalangi nya.


"Choi Hanan. Anak pindahan baru, heo?" Kata seorang yeoja berambut Curly. Yuna.


Hanan menatap yeoja di hadapannya itu sengan santai. "Kamu ingin berkenalan dengan ku?"


Yuna menyunggingkan senyumannya dan tertawa skeptis. "Cih.. " Jawab nya.


"Lalu? Untuk apa kamu menyebut nama ku dan melakukan ini?"


Yuna berjalan maju beberapa langkah di hadapan Hanan. Yang dengan refleks Hanan memundurkan langkahnya. "Tentu untuk berkenalan.. " Kata nya pelan dengan mengintimidasi. "Tapi bukan untuk berteman" Kata nya.


Hanan terjebak di antara tembok. Dan yeoja di hadapannya masih mengintimodasi nya.


"Cantik" Kata Yuna sambil membelai wajah Hanan. "Apa dengan wajah cantik ini kamu akan merayu seseorang?" Tanya nya. Hanan masih terdiam. "Apa kamu fikir dengan wajah cantik mu bisa menggoda Lomon?" Lanjutnya.


Hanan menyunggingkan satu sudut bibir nya. Ah, Park Salomon. Batinnya. Hanan menatap yeoja tadi.


"Wae? Kenapa kau diam saja?" Kata Yuna masih terus memposisikan diri nya yang terus mengintimidasi. Hanan menatap yeoja di hadapannya itu tajam. "Wae? Kau tidak suka?" Kata Yuna melihat Hanan menatap nya.


"Anni" Jawab Hanan. "Aku merasa kasian padamu" Gumam Hanan. "Kau juga sangat cantik" Kata Hanan membalas Yuna dengan membelai wajah nya.


"Yak! Jauhkan tangan mu dari wajahku" Kata Yuna menepis tangan Hanan.


"Wae?" Kata Hanan kecewa. "Kamu melakukan itu padaku. Kenapa aku tidak boleh?"


"KAU!" Kata Yuna memojokan Hanan hingga terjepit. "Jauhkan tangan kotor mu itu dari wajah ku. Kau tidak pernah tau seberapa kotor tangamu itu" Cerocos nya.


"Omo! Benarkah?" Kata Hanan terkejut. "Bagaimana aku tau? Justru aku baru saja memegang hal menjijjkan." katanya dengan ekspresi menyenalkan. "Shibbal. Aku harus mencuci tangan ku" Kata Hanan panik dan segera mencuci tangannya.


"YAK!!" teriak Yuna kesal dan menarik Hanan dengan paksa yang sedang mencuci tangan. Dan dengan sengaja Hanan mencipratkan air ke wajah yeoja itu.


"Upsss.. Sorry" Kata Hanan dengan wajah tidak bersalah. "Kau harus mencuci wajah mu itu yang penuh kuman. Tangan ku gatal karna menyentuh wajah mu itu" Kata Hanan menatap Yuna dengan tajam.


"Berani sekali kau?" Kata yeoja lain.


Hanan maju selangkah demi langkah pada yeoja tadi. "Wae? Apa aku harus takut padanya?" Kata Hanan. "Kalian tidak melihat tangan ku memerah karna menyentuh nya?" Kata Hanan memperlihatkan tangannya yang memang memerah. Seketika mereka semua terdiam.


"Yak!!" Teriak Yuna kesal dan bersiap mendorong Hanan. Namun Hanan dengan cepat menghindar.


"Mian. Tapi aku sedang tidak ingin bermain dengan kalian. Aku takut alergi ini.." Hanan memperlihatkan tangannya yang memerah. "Menyebar" Kata nya sambil menatap tajam yeoja di hadapannya yang sedang kesal. "Bye-bye yeoja cantik" Kata Hanan dan keluar kamar mandi. Dan betapa terkejut nya dia. Di depan kamar mandi terdapat Lomon sedang menunggunya dengan santai menyender pada tembok dengan senyuman khas nya.


"Sedang apa kamu? Mau mengintip?" Tanya Hanan. Sedangkan namja itu hanya mengangkat bahu nya dan berjalan bersama Hanan. "Ah.. Kamu ingin bertemu putri cantik mu itu?" Kata Hanan menunjuk ke arah kamar mandi tadi.


Lomon memperhatkan Hanan. Memperhatikan salah satu tangannya yang memang benar memerah seperti alergi. "Sudah lah. Kajja" Ajak Lomon menuju parkiran motornya.


"Lama sekali" Omel Yeri.


"Mian." Kata Hanan. "Kamar kecil sekolah seperti nya kotor. Banyak kuman disana"


"Benarkah?" Tanya Yeri.


"Hem.. Berhati-hatilah" Kata Hanan.


"Pakai ini" Kata Lomon memberikan helm nya pada Hanan. "Kalian duluan saja. Kita bertemu di studio saja. Aku akan kesuatu tempat dahulu"


"Kamu ada kepentingan? Kalo begitu aku pergi sendiri saja" Kata Hanan.


"Gwanchana. Hanya sebentar" Kata Lomon yang sudah naik motor lebih dulu. "Kajja" Kata nya lagi menyuruh Hanan naik ke atas motor nya.


"Baiklah. Kita akan menunggu di studio." Kata Yeri dan Mark yang lebih dulu.


"Kamu tidak akan berpegangan?"


"Hoh?" Kata Hanan bingung.


Lomon meraih tangan Hanan dan melingkarkan tangannya pada pinggang nya. "Pegangan. Jika jatuh, aku akan repot" Kata Lomon.

__ADS_1


"Yak! Dasar play boy" Kata Hanan.


"Hey, siapa bilang aku play boy" Kata Lomon protes.


"Angin yang berhembus" Jawab Hanan. Mereka berbincang ringan sepanjang perjalanan.


Sesaat Lomon memperhatikan tangan Hanan yang memerah tadi dan menyunggingkan senyumannya ketika mengingat kejadian di kamar mandi tadi. Mereka berhenti di sebuah toko. "Tunggu sini" Kata nya dan masuk kedalam toko obat. Lalu tidak lama kembali.


"Kamu sakit?" Tanya Hanan ketika Lomon kembali.


"Anni" Jawab Lomon dan mengeluarkan salep dari kantong yang di bawa nya dan meraih salah satu tangan Hanan.


"Hey" Kata Hanan terkejut tangannya di tarik Lomon.


"Untuk mu" Kata Lomon dan mengoleskan salep pada tangan Hanan. "Jika di biarkan terlalu lama. Ini akan membekas" Kata namja tampan bertubuh tinggi itu. "Kenapa bisa begini?" Tanya Lomon.


"Ah, itu karna aku tidak sengaja memegang bahan kimia tadi ketika praktek. Ternyata membuat kulit ku gatal dan alaergi" Jelas Hanan.


"Sebaik nya kamu lebih berhati-hati." Kata Lomon selesai mengolesi salep pada tangan Hanan. "Minum obat ini nanti. Biar radang nya tidak menyebar"


"Nde" Jawab Hanan. "Kamu mengerti obat-obatan?" Tanya Hanan melihat Lomon faham.


"Eonni ku seorang Dokter, dan Eomma ku seorang apoteker. Jadi sedikit faham mengerti tentang itu" Kata Lomon lagi.


"Ah" Kata Hanan. Tidak lama sebuah pesan masuk. Hanan meraih ponsel nya dan membuka isi pesan itu.


From : Kangin Oppa


I'am watching you 🧐


Lomon meraih ponsel nya yang bergetar. "Wae?" Sapa nya. "Aku? Masih di sekitar sekolah. Selesai membeli obat. Ada apa?"


"Vernon?" Kata Lomon dan menatap Hanan. "Baiklah. Aku segera kesana" Kata Lomon menutup telfonnya.


"Ada apa?" tanya Hanan.


"Mark dan Yeri melihat Vernon." Kata Lomon. "Kajja" Mereka pun menuju tempat yang di katakan Mark. "Bagaimana?" Tanya LomonLomon ketika mereka sampai.


"Vernon dibawa oleh beberapa gerombolan disana" Kata Mark menunjuk sebuah gang yang tidak jauh dari mereka.


Lomon menatap Mark sebelum mereka mengikuti ke arah Vernon tadi memghilang.


"Hanan-ah" Panggil Yeri. Hanan segera menaruh ponsel nya ketika namanya di panggil. Dan segera mengikuti teman-temannya.


"Kalian fikir dengan datang beramai-ramai gini membuat ku takut, heo?" Kata Vernon.


"Tentu aku tau itu tidak menakuti mu" Kata seorang namja menghampiri Vernon. "Namun setidak nya. Bersama-sama lebih baik dari pada satu bukan" Lanjutnya. Vernon menatap tajam beberapa namja di hadapannya yang menggunakan pakaian bebas itu. "Sudah kubilang bukan, tidak usah ikut campur" katanya memperingati.


"Bukankah sudah ku bilang juga. Aku tidak akan ikut campur jika kalian tidak mengganggu teman-teman ku"


Namja itu tertawa. "Teman?" Ulang nya. "Sejak kapan kau punya teman?" Bukk. Sebuah tendangan mendarat di perut namja blasteran bertubuh tinggi itu. Lalu beberapa orang lain segera memegangi nya. "Kau fikir kau punya teman, heo?" Kata nya lagi dan kembali memukul wajah Vernon. Hingga sudut bibir namja itu berdarah.


"Wae? Kenapa harus di pegang? Tidak berani melawanku sendiri?"


Bukk. Tendangan kembali menghantam perutnya. Hingga terjatuh ke lantai.


"Woww.. Ternyata main keroyokan" Kata sebuah suara di arah belakang. Para namja itu melihat ke arah asal suara. "Sungguh tidak adil bukan" Kata Namja tampan bermarga Lee itu.


"Wohoo.. Menarik" Kata namja itu. "Ternyata benar kau punya teman?" Kata nya menghampiri Mark dan Lomon. "Membuat ku takut" Gumam namja itu.


Melihat kelengahan. Vernon segera mencoba melepaskan genggaman tangan yang memeganginya. Perkelahian pun di mulai dengan Vernon memukul seorang namja. Lalu diikuti Lomon dan Mark. Mereka terus bergulat. Namun seperti nya tidak ada habis. Hingga mereka bertiga berkumpul bersama.


"Yak! Mereka seberapa kuat? Mengapa bangun lagi? " Tanya Mark.


"Entahlah" Jawab Vernon dengan nafas tersengal.


"Kalian terlalu ikut campur" Kata namja yang tadi memukul Vernon menuju Lomon dan memukul nya. "Sebaiknya dari awal kalian tidak perlu ikut campur" Kata nya lagi memukul Lomon dan dengan cepat Lomon menahan juga membalasnya. Namun dari arah belakang, seseorang dengan sebuah tongkat kayu memukul kaki nya. Membuat Lomon terjatuh.


"Sudah ku katakan jangan ikut campur bukan?" Kata nya lagi memukul Lomon yang tersungkur.


"Shibbal" Kata Mark kesal yang masih bergulat dengan beberapa namja dengan kesal karna melihat sahabat nya di pukulin.


"Habis kau" Kata nya lagi bersiap meninjumeninju Lomon.


"Oyy!!" Panggil sebuah suara.


Namja bertubuh tinggi itu memalingkan wajah nya. Dan.


Bukk- jatuh tersungkur begitu mendapatkan pukulan.


"Hanan?" kata Lomon melihat Hanan berdiri di hadapannya.


Seorang namja yang tadi memukul Lomon segera menghampiri. Dan tidak lama jatuh setelah mendapatkan tendangan di kepala.


"Gwanchanan?" Tanya Hanan mengulurkan tangannya pada Lomon.


Lomon menatap yeoja di hadapan nya itu sesaat, lalu meraih tangan nya dan memberikan senyumannya. "Gwanchana" Jawab Lomon.


"Ohoyy.. Choi Hanan. Kau sungguh luar biasa" Kata Mark yang sudah terbebas. "Mari kita selesaikan dengan cepat." Kata Mark ketika beberapa dari mereka kembali bangun.


Hanan mengambil alih beberapa namja itu. Tidak percuma Kangin Ahjusi dan Siwon Oppa mengajari nya beladiri segala jenis. Yang akhir nya bisa di praktekannya. Hanan menghampiri Vernon yang hampir kewalahan dengan beberapa orang yang menghampiri nya. Seperti nya tenaga nya cukup terkuras juga. Hanan memukul beberapa namja ketika dia akan memukul Vernon.


"Gwanchana?" Tanya Hanan berdiri di samping namja tampan itu. Lalu kembali memukul ketika seorang namja menghampiri mereka. Vernon menahan tubuh Hanan agar tidak terjatuh ketika Hanan menghindar dari kayu. Dengan segera Lomon menghampiri mereka dan menendang nya.


"Wah.. Keren" Kata Mark ketika berhasil menaklukan mereka.


"Kalian tidak apa?" Tanya Yeri menghampiri.


Hanan mengecek ponsel. "Kajja kita pergi" Kata Hanan.


"Ikut kami" Kata Lomon menarik Vernon. Diikuti yang lain. Lalu melepaskan cengkramannya pada Vernon di tempat yang dirasa cukup sepi. "Siapa mereka?" Tanya Lomon.


Vernon mengelap sudut bibirnya yang tadi berdarah. "Dia Mike." Jawab Vernon. "Dia orang yang mengajak teman-teman sekolah untuk berjudi pada nya."


"Kau gila?" Kata Yeri. "Kau mengganggu nya"


Vernon menyunggikan satu sudut bibir nya. "Kau fikir aku ingin berhadapan langsung dengan nya?" Kata Vernon pada Yeri kesal. "Dia memeras Ji Hae dan Hwang" Jelas Vernon. "Itu sudah gila. Dia bahkan meminta bunga di setiap hari nya" Lanjut Vernon menatap Yeri dengan tajam. Yeri terdiam ketika namja itu menatap nya tajam.


"Sudah" Kata Mark melerai. "Setidak nya kita tau alasannya. Dan kita sudah berhasil melewati nya"


"Tidak semudah itu" Jawab Vernon. "Boss mereka pasti tidak akan tinggal diam."


Drett-drett-


"Maaf, aku harus menerima telfon" Pamit Hanan. Dan mengangkat telfon nya. "Nde Oppa"


"Kau dimana?" Tanya suara barito.


"Aku?" Hanan mengitari sekitar nya. "Di taman dekat sekolah. Wae?" Tanya Hanan. Dilihat nya seorang namja dari dalam mobil memperlihatkan wajah nya.


"Mengapa belum pulang? Dimana Kangin Ahjussi?"


"Oppa. Kamu ingat peraturan nya bukan?" Kata Hanan mengingatkan kembali perjanjian mereka beberapa minggu lalu. Terdengar suara nafas berat di sebrang sana. "Aku masih bersama Kangin Ahjussi. Tapi tidak di dekat nya" Jelas Hanan.


"Baiklah. Segera pulang" Pinta Siwon tanpa bantahan.

__ADS_1


"Nde Oppa" Jawab Hanan. "Nado saranghae" Kata Hanan sebelum menutup telfonnya. Lalu menatap seorang namja yang berada di dalam mobil sejak tadi. Dan mengedipkan satu mata nya sebelum kembali ke taman-temannya. Hanan berpapasan dengan Vernon yang sepertinya akan pergi. Namja itu menatap nya dengan seksama.


"Hanan" Panggil Lomon. Dan segera Vernon pergi meninggalkan mereka. "Kau sudah selesai?"


"Hem" Jawab Hanan.


"Hanan. Apa kau terluka?" Tanya Yeri mengecek keadaan Hanan dengan seksama.


"Aku tidak apa-apa" Jawab Hanan.


Yeri menarik nafas lega. "Kau yeoja gila" Gerutu Yeri dan memberikan tas Hanan. Dia ingat tadi Hanan meminjam celana training nya dan memakai nya begitu saja. Lalu dengan senyuman manis nya yeoja yang saat ini sedang berada di hadapannya itu meminta nya menjaga tas dan jarak. "Dasar gila" Kata Yeri memukul Hanan. Seperti nya air mata akan keluar dari mata indah nya.


"Gwanchana" Kata Hanan memeluk Yeri.


"Hanan-ah. Kau sangat keren. Aku tidak menyangka jika wanita sepeti mu bisa berkelahi" Kata Mark takjub.


"Wanita seperti mu?" Ulang Hanan dengan wajah serius. Segera Mark merasa tidak enak atas ucapannya.


"Yak.. Maksudku.. " Kata Mark terbata. "Aku-"


Hanan tersenyum. "Terlihat seperti wanita manja dan imut" Kata Hanan membenarkan.


"Anni." Kata Mark. "Hanya saja. Kamu terlihat santai juga" Hanan memberikan senyuman manis nya.


"Dimana kamu belajar?" Apa aku harus belajar juga?" Tanya Yeri.


"Tidak perlu. Kamu cukup menjadi Yeri yang manis" Kata Hanan mengusap wajah Yeri.


Lomon memperhatikan yeoja yang dihadapannya itu yang penuh dengan hal tidak terduga. Dari menghadapi Yuna. Hingga berkelahi. Sungguh diluar nalar nya.


.


.


.


"Hay" Sapa Lomon pada Hanan yang duduk sendirian. "Dimana yang lain?"


"Entahlah. Seperti nya sedang mempersiapkan rapat"


"Rapat?"


"Hem. Rapat untuk acara akhir tahun" Jelas Hanan menjelaskan yang tadi Yeri katakan.


"Ahh" Jawab Lomon. "Mana tangan mu?"


"Tangan ku?" Kata Hanan dan menyerahkan tanganya pada Lomon.


Namja itu mengecek tangan Hanan. "Syukurlah. Seperti nya tidak berbekas" Kata Lomon memperhatikan tangan Hanan.


"Obat yang kamu berikan sangat ampuh" Kata Hanan senang. Karna malam nya, alergi itu tidak mengganggu nya.


"Benar kah" Kata Lomon. "Berarti aku bisa meminta bayaran"


"Bayaran? Oh.. Ternyata semua memang tidak gratis" Kata Hanan yang mendapatkan senyuman Lomon.


"Bayarannya adalah." Lomon memperlihatkan siku tangannya yang terluka. "Balutkan sesuatu disini" Kata nya.


Hanan memiringkan kepala nya sedikit bingung. Lalu faham dengan maksud Lomon. Segera Hanan mengambil Handband di tas nya dan menempelkan pada luka Lomon. "Cha" Kata Hanan selesai menempalkan pada tangan Lomon.


Sedangkan Lomon tersenyum puas. "Tuliskan nama mu disana" Pinta Lomon.


"Nama?"


"Hem" Jawab Lomon. "Cepat"


"Kenapa tidak dari tadi" Protes Hanan. "Jika sudah di tempel seperti ini akan menyakitkan"


"Gwanchana. Aku akan menahannya" Kata namja tampan itu. "Palli"


Hanan menuliskan nama nya di handband milik Lomon. Dan namja itu tersenyum puas. "Dasar aneh"


"Chagiya~~" Sapa seorang yeoja cantik setengah berlari. "Hanan-ah.. Bogoshippo" Kata nya memeluk Hanan erat-erat.


"Yak! Kau akan membunuh Hanan?" Kata Lomon melepaskan pelukan Sofia pada Hanan.


"Mian" Kata Sofia. "Uri Lomon. Merindukan ku heo?" Kata Sofia memeluk Lomon dan merangkul nya.


"Bagaimana bisa aku merindukan orang yang selalu menghubungi ku setiap saat" Kata namja itu yang mendapatkan cengiran Sofia.


"Mana chagiya ku yang lain"


"Pergi" Jawab sebuah suara yang sangat dikenal mereka. Segera Sofia berlari menghampiri Yeri dan Mark. "Bogoshippo" Kata nya mencium Yeri dan Mark.


"Yak!" Omel Mark.


"Kau seperti Lomon kelamaan bermain dengan nya" Protes Sofia. "Kajja. Kita makan"


"Oh, yang sehabis pemotretan pasti di traktir kan?" Tanya Mark.


"Beli lah sesuka kalian" Kata Sofia. Mereka pun berjalan menuju Snack Bar dan memilih beberapa jajanan. Hanan berdiri di lemari cookies. Mencari sesuatu, lalu memasukan ke tas belanja. "Sudah?" Kata Sofia.


"Kamsahamnida sajangnim" Kata Mark ketika Sofia akan membayar makanannya.


"Aku sudah membeli ini" Kata Sofia pada Lomon. Menunjukan minuman lemonade kaleng.


"Biar aku bawa" Kata Lomon meraih tas belanjaan Sofia. Mereka pun menuju kasir untuk melakukan pembayaran.


"Sekalian" Kata Vernon memasukan barang nya pada tas belanja Sofia. Setelah di bayar, Vernon mengambil nya kembali dan berjalan menuju Hanan. "Untuk mu" Kata nya memberikan cookies almond pada Hanan.


Hanan memperhatikan namja tampan itu dari ujung kaki hingga ujung kepala tanpa berkata. "Wae? Bukan kah kamu menyukai ini?" kata Vernon.


Hanan meraih dua bungkus Cookies itu. "Gomawo" Kata Hanan sebelum namja blasteran itu pergi.


"Igemwoya?" Tanya Yeri masih tidak percaya dengan apa yang dilihat nya. "Dia datang dan pergi begitu cepat"


Segera Sofia menghampiri Hanan. "Apa yang terjadi pada mu dan Vernon?" Tanya Sofia kepo.


"Tidak ada" Jawab Hanan.


"Tidak mungkin" Jawab Sofia. "Dia" Kata Sofia menunjuk Vernon yang sudah menghilang "Tidak pernah memberikan sesuatu pada seorang yeoja jika tidak ada apa-apa" Hanan hanya mengangkat bahu nya tidak tahu dan mengerti.


"Wah.. Jangan-jangan Vernon menyukai mu?" Tebak Yeri.


"Entah. Aku tidak faham" Kata Hanan sambil melihat bungkus Cookies yang diberikan Vernon tadi. Di sebelah Hanan terdapat Lomon yang sejak tadi memperhatikan nya.


"Bagaimana jika sepulang sekolah kita ke arcade game?" Ajak Yeri.


"Ide yang bagus" Jawab Sofia.


"Aku ikut" Jawab Mark.


"Mian" Kata Hanan. "Aku seperti nya tidak bisa ikut"


"Wae?" Tanya Yeri.

__ADS_1


"Aku sudah ada janji hari ini sepulang sekolah" Jawab Hanan.


"Yak! Batalkan saja" Kata Yeri. "Pergi dengan kami"


__ADS_2