
"Ayoo.. " ajak Yeri pada Hanan. Hari ini mereka akan menemani Mark dan Lomon yang bertanding basket di luar sekiolah mereka. Yeri dan Hanan segera mengambil tempat di bangku penonton. Terlihat Mark dan Lomon nampak serius dengan pertandingan yang di menangkan sekolah lawan yang lebih unggul beberapa point.
"Hey, lihat. Pemain dengan nomer punggung 13 dan 10 sangat tampan" kata seorang yeoja di depan Yeri.
"Ia benar.. Apalagi nomer 13 selain tampan dia juga mencetak beberapa point" sahut yeoja lain. Sedangkan Hanan dan Yeri hanya saling bertatapan sambil tersenyum.
"Lihat. Bintang kita juga tidak kalah keren. Kim Jae Won." kata Yeoja lainnya sambil melihat ke arah namja bertubuh tinggi dan berwajah tampan.
"Wah.. Pertandingan ini menjadi mega bintang namja tampan" dan mereka pun tertawa.
Suara sorakan pun terdengar riuh di kala Lomon berhasil mencetak point dan menyamakan kedudukan.
"Sepertinya kita salah tempat" bisik Yeri ketika di sekitarnya berteriak kecewa ketika Lomon mencetak point. Dan bersorak gembira ketika sekolah lawan menambah point.
Hanan melihat sekitarnya. Kebanyakan memakai seragam yang berbeda dengannya. "Apa kita pindah saja?"
"Ayoo.. Pertandingan akan segera selesai juga" kata Yeri. Dan mereka pun bangun dari tempat mereka menuju tempat dimana teman-teman sekolah mereka berada.
Suara peluit panjang terdengar. Tanda pertandingan selesai. Yeri dan Hanan yang dalam perjalan melihat ke arah papan point yang memperlihatkan point sekolah mereka di bawah sekolah lawan tipis. "Kita ke bangku pemain saja" kata Yeri mengajak Hanan menuju bangku pemain tempat Mark dan Lomon berkumpul.
"Yak! Apa-apaan!!" kata sebuah suara membuat Hanan dan Yeri menghentikan langkahnya ketika beberapa orang di hadapannya beradu argumen.
"Kalian yang apa-apaan." kata seorang namja bertubuh tinggi. "Kalian sadar diri seharusnya. Jika memang club basket dan sekolah kami lebih unggul dari sekolah kalian itu"
"YAK!!" Kata seorang namja berseragam sekolah sama dengan Yeri dan Hanan. "Apa maksud kalian, heo? Sekolah kami tidak se elit sekolah kalian?"
Namja itu tersenyum tipis dengan sombong. "Tidak perlu aku jelaskan bukan?" kata nya mendorong lagi namja dari sekolah Hanan.
Baru Hanan akan maju, Yeri segera menahannya. "Jangan ikut campur. Jika sudah begini, akan panjang urusannya" kata Yeri pada Hanan.
"Tapi kita tidak mungkin diam saja" kata Hanan.
Mark dan Lomon melihat pertengkaran di pinggir lapangan, dan melihat Yeri dan Hanan disana pun segera menghampiri.
"Ada apa ini?" tanya Lomon.
"Kalian tidak apa-apa?" tanya Mark pada Yeri dan Hanan.
__ADS_1
"Hem.. Tidak apa-apa" kata Yeri.
"Lihat.. Lihatt.. Siapa ini" kata namja bertubuh tinggi tadi pada Lomon. "Park Solomon" kata nya.
Lomon menatap namja itu. "Hay" sapa nya santai. "Kalian sebaiknya pergi. Pertandingan sudah selesai." kata Lomon.
"Tapi_"
"Dengarkan kata ketua kalian. Park Solomon" kata nya memberi tekanan pada nama Lomon. Membuat yang mendengar nya kesal.
Lomon menatap namja di hadapan nya itu dengan sinis. "Ada apa? Bukankah kita sudah tidak punya urusan, Kim Min Jae?" kata Lomon memberikan penekanan juga di nama namja itu. Namja tampan itu menatap Lomon dengan tatapan tidak suka.
"Akan ku laporkan kalian jika berkelahi" sebuah suara mengintrupsi para murid dari sekolah lain itu. Terlihat di balik orang-orang tadi seorang yeoja bertubuh tinggi berkulit putih dan berambut hitam panjang lurus berjalan memberlah kerumunan itu dengan tatapan tajam.
"Yak!!" kata namja bernama Kim Min Jae tadi pada yeoja itu.
"Aku tidak hanya menggertak" kata Yeoja itu ketika berhadapan dengan Kim Min Jae.
"Shibbal" kata namja itu kesal ketika merasa yeoja di hadapannya itu tidak main-main.
"Yak.. Joy" kata Min Jae. Sedangkan yeoja itu tak perduli, membuat Min Jae dan teman-temannya pergi dengan kesal.
"Maaf karna ketidak nyamanan nya" kata yeoja bernama Joy tadi.
Dan membuat teman-teman sekolah Hanan yang lain pergi juga ketika Lomon memberi intruksi. Baru akan pergi, yeoja itu menyapa Lomon.
"Urimaneyo Lomon-ah" kata nya pada namja tampan.
"Ne" jawab Lomon dengan wajah datar.
"Cih.." kata Yeri pelan menyinggung kan senyuman malas nya. Dan itu membuat Hanan kembali melihatnya.
"Apa kamu akan langsung pergi? Bagaimana jika kita pergi minum dulu sebagai permintaan maaf ku karna teman-teman sekolah ku tadi" kata Joy.
Lomon melirik ke arah Hanan dan juga Mark Yeri. "Ah.. Mianhe Joy. Kebetulan kami sudah ada acara" kata Lomon. "Terima kasih atas ajakannya."
Yeoja itu tersenyum kecut, lalu mengarah kan pandangannya ke Hanan. "Aku kenal Yeri dan Mark" kata nya menunjuj Mark dan Yeri. "Dan ini..??" tanya nya pada Hanan.
__ADS_1
Melihat Joy memperhatikan Hanan, refleks membuat Yeri memegang tangan Hanan dan memajukan tubuh nya melindungi Hanan. Walau biasa terbalik karna sudah pasti jika ketika berkelahi Hanan melindunginya, entah kenapa kali ini dirinya refleks melakukan itu.
"Ini-" baru akan Lomon memperkenalkan, Yeri sudah memotong.
"Kajja. Kita sudah di tunggu" ajak Yeri. "Mianhe Joy-ssi. Mereka sudah di tunggu teman-teman yang lain" kata Yeri menunjuk tim basket mereka di pintu masuk. "Kajja" ajak nya menarik Hanan dan mendorong Mark.
Melihat kepergian Lomon dan teman-temannya, Joy hanya menatap hingga menghilang. Dan itu tidak luput dari sepengetahuan Yeri.
"Wahh.. Aku tidak menyangka akan bertemu dengan yeoja gila itu" kata Yeri sesampainya di parkiran. "Aku fikir dia sudah pergi entah kemana"
Hanan hanya terdiam mendengar celotehan Yeri sejak tadi. Dia enggan bertanya, karna sepertinya bukan hal tepat bertanya saat ini.
"Pakai ini" kata Lomon memkaikan helm pada Hanan sebelum pergi.
"Kamu kesal karna tidak menang?" tanya Hanan di perjalanan.
"Tidak" jawab Lomon. "Waeyo?"
"Hanya bertanya" jawab Hanan. Lalu Lomon mengeratkan pelukan tangan Hanan di pinggangnya lebih erat. Mendapatkan Act of Language dari Lomon, membuat Hanan tersenyum dan menyenderkan wajah nya pada namja itu.
"Mau makan dulu?"
"Ice cream boleh?" tawar Hanan memberikan senyumannya pada Lomon yang sedang menatapnya di spion motor ketika mereka berhenti di lampu merah.
"Makan dulu. Lalu Ice cream?"
Hanan memberikan pout nya. Lalu melihat Lomon menatap nya dengan sudut mata nya membuat Hanan menyerah. "Arra" jawabnya yang mendapatkan senyuman Hanan.
"Kajja" kata Lomon mengusap tangan Hanan sebelum melajukan motornya.
Di samping mereka, di dalam mobil terlihat sepasang mata sedang memperhatikan mereka.
.
.
.
__ADS_1