
"Jeongmal mianhe" Kata Hanan sambil menyatukan kedua tangannya memohon maaf.
"Gwanchana. Uri Hanan punya sesuatu yang pribadi." Jelas Sofia. "Lagi pula kita yang mendadak"
"Kamsahamnida" Kata Hanan.
"Jangan lupa. Beri tahu aku apa yang terjadi padamu dan Vernon" Kata Sofia lagi.
...
"Yaboseo" Jawab Hanan pada seseorang di telfon. "Bye" pamit Hanan pada Yeri tanpa suara dan bergegas pergi.
Sebuah mobil sedan hitam sudah menunggu Hanan tidak jauh dari sekolah. "Aku tidak terlambat bukan? " Kata Hanan setelah masuk kedalam mobil.
Kangin Ahjussi melihat jam di tangannya. "Seharusnya tidak" Kata namja tampan itu. Dan segera mengendarai mobil sedan hitam itu dan membelah kota Seoul yang mulai padat. Dan berhenti di sebuah gedung tinggi di daerah Gangnam. Kangin membuka kan pintu Hanan. "Nona, sebelah sini" Kata Kangin memberi tahu jalan Hanan.
"Kamsahamnida" Kata Hanan.
"Ini baju yang di berikan Nyonya Choi. Sebaiknya anda mengganti baju dahulu"
"Baiklah" Kata Hanan.
"Dimana saya bisa menggunkan kamar ganti khusus?" Tanya Kangin pada receptionists. Yeoja itu sedikit bingung. Namun segera Kangin mengeluarkan kartu akses khususnya. Dengan segera yeoja itu memberi tahu tempat mengganti baju khusus yang di ikuti oleh beberapa penjaga lainnya ketika memperlihatkan kartu akses khusus miliknya. "Silakan" Kata Kangin setelah mengecek ruang ganti.
Hanan keluar dari ruangan ganti dengan pakaian yang lebih santai. Selain untuk kenyamanan, hal itu juga untuk privasi nya. "Kajja" Ajak Hanan. "Wait" Kata Hanan menghentikan langkahnya, ketika beberapa namja mengikuti nya. Segera Hanan menatap Kangin dengan tatapan tajam.
"Ah." Kata Kangin mengerti lalu memberi intruksi. "Kalian. Tunggu disini. Dan beberapa menunggu dengan jarak jauh" Perintah Kangin yang di mengerti.
Hanan memasuki lift. "Otte? Aku cantik kan?" Tanya Hanan pada Kangin. "Apa aku terlihat aneh?" Tanya Hanan lagi.
Kangin membuat kontak mata dengan Hanan, lalu berkata "Kau cantik. Kau rapih dan kau adalah Choi Hanan" Kata Kangin tepat di manik-manik mata Hanan. "Dan kau yang terbaik. Okay?"
"Okay!" Kata Hanan menghembuskan nafasnya ketika pintu lift terbuka. Dilihat beberapa orang berlalu lalang. Kangin berjalan lebih dulu untuk memastikan area sekitar. Beberapa bodyguard lain membantu Kangin mengecek keadaan.
"Chagiya~" Sebuah suara yang sangat amat di kenal Hanan. Namja tampan dengan senyum menawan menghampirinya. "I miss youu" Kata nya memeluk Hanan dengan erat.
"Oppa.. Oppa.. Kau mau membunuhku?" Omel Hanan.
"Mian" Kata Minho melepaskan pelukannya. "Itu karna aku sangat merindukan mu. Dan Oh.. " Minho melihat adik nya itu dengan seksama. "Kamu sangat-sangat cantik"
Hanan memutar badannya dan memberikan wajah imut pada Oppa nya. "Tentu saja" Jawab Hanan.
"Ah.. Aku gemas" Kata Minho ingin menggigit adik nya namun ingat jika mereka ada di keramaian. "Kajja. Kamu sudah di tunggu oleh Choi Sajangnim" Ajak Minho.
Hanan memperhatikan acara semi private yang di adakan agency Oppa nya itu. Melihat ada beberapa fans datang, Hanan menanyakan hal itu pada Oppa nya. "Apa ada acara fansign?"
"Bisa di bilang begitu. Bisa juga tidak" Jawab Minho yang membuat Hanan bingung. "Jadi, acara ini lebih ke private fansign sih. Hanya mamber-mamber ACE tertentu yang bisa ikut acara ini." Jelas Minho.
"Ah" Jawab Hanan.
"Mau minum sesuatu? Oppa akan ambil kan"
"Dengan senang hati" Jawab Hanan. Hanan memperhatikan sekitar nya ada beberapa orang dengan atribut fandom yang sedang mengantri. Tiba-tiba mata Hanan tertuju pada sesuatu yang tidak asing bagi nya. Hanan menyipitkan mata nya dan memperjelas lagi sambil menghampiri seseorang yang di kenal nya. "Mwo?" Kata Hanan menutup mulut nya tidak percaya ketika memastikan dugaannya yang sejak tadi coba ditepisnya. "VERNON?" Panggilnya tidak percaya.
Sedangkan namja tampan itu terkejut bukan main ketika melihat Hanan hingga mata nya melotot dengan wajah pucat. "Yak! Sedang apa kau disiini?" Tanya nya.
Hanan mengedipkan mata nya beberapa kali. Bukankah seharusnya dia yang bertanya? Batin Hanan. "Bukankah seharusnya aku yang bertanya?" Kata Hanan dan memperhatikan tempat Vernon berbaris. Barisan untuk fansign Krystal Eonni. "Aahh.." Goda Hanan.
"Yak!! Yak!!" Kata Vernon salah tingkah dengan wajah merah padam coba menutup mulut Hanan dengan tangannya. "Yak! Jangan berisik"
"Wae?" Kata Hanan melepaskan tangan Vernon.
"Aish.. Sial" Gerutu Vernon kesal sekaligus malu.
"Gwanchana-gwanchana" Kata Hanan menepuk pundak Vernon. Sedangkan namja itu hanya melirik tajam ke arah tepukan Hanan. "Maju lah. Sudah bergerak" Kata Hanan memempersilakan Vernon pergi sambil tertawa puas.
"Nuguya?" Tanya Minho melihat Hanan mengobrol dengan seseorang sambil memberikan segelas minuman pada Hanan.
"Teman sekolah ku" Jawab Hanan. "Oppa, tadi Oppa bilang yang bisa ke acara ini hanya ACE member?"
"Hem.. ACE member khusus" Jawab Minho. Mendengar itu pun Hanan tertawa puas di dalam hati. "Waeyo?"
"Anniyo" Jawab Hanan.
"Dasar" Kata Minho mengelus rambut Hanan dengan sayang. "Kajja, kita kesana. Siwon Hyung sedang disana. Oppa akan bersiap untuk fansign" Ajak Minho.
Hanan berdiri sambil menahan tawa nya ketika seorang namja berjalan ke arah nya dengan wajah memerah sambil sesekali menutupi wajah tampannya. "Tidak perlu tertawa" Kata namja itu dengan wajah sok sangar.
"Wae? Apa ada larangan tertawa?" Goda Hanan. Sedangkan namja itu semakin memperlihatkan sok sok wajah cool.
"Memang tidak boleh ikut acara ini? Krystal nuna sangat cantik dan keren. Dia cocok jadi panutan" Jelas Vernon menjelaskan.
"Aku tidak bertanya" Kata Hanan lagi. Membuat namja itu kalah telak.
"Lalu untuk apa kamu disini? Acara fansign juga kan? Nugu? Oppa-oppa tampan NCT?" Kata Vernon melihat ke arah barisan fans NCT.
"Anni" Jawab Hanan. Lalu menunjuk ke arah meja lain. Meja milik SHInee. "Uri Oppa" Kata Hanan dengan senyuman bangga melihat ke arah Minho yang sedang memberikan fanservice nya. Lalu kembali ke Vernon. "Sepertinya akan jadi hal bagus seorang Vernon yang cool dan di segani datang ke acara private party fansign"
"Yak!" Omel Vernon sedangkan Hanan tertawa puas. "Sudah ku bilang kan. Krystal Nuna sangat keren. Aku.. Tidak bisa jika melewatkannya" Jelas Vernon sedikit terbata dan malu sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Arra-arra" Jawab Hanan. Tapi Vernon malah menatap Hanan seperti tidak percaya dengan kata-kata nya.
"Awas saja jika mereka tau" Ancam Vernon.
"Mereka siapa?" Tanya Hanan dengan wajah mengejek.
"Aish.. Yeoja ini" Omel Vernon. Membuat Hanan kembali tertawa puas.
"Aku akan menutup mulut ini rapat-rapat" Kata Hanan menutup mulutnya dengan rapat sesaat. "Tapi tentu tidak gratis bukan?" Kata nya lagi memberikan senyuman nya yang penuh dengan strategi.
Vernon menatap yeoja di hadapannya itu jengkel. Bisa-bisa nya dia bertemu Hanan dari sekian banyak orang.
.
.
.
"Selamat pagi" Sapa Hanan ketika memasuki gerbang melihat Vernon sedang berjalan.
"Sial" Gerutu Vernon. "Mau apa kau?" Tanya nya ketus.
"Tidak ada." Jawab Hanan. "Hanya menyapa seseorang yang baru saja bertemu dengan ku kemarin" Goda Hanan.
__ADS_1
"Yak!" Omel Vernon dan membekap mulut Hanan yang tertawa. "Kau bilang akan menutup mulut mu" Kata Vernon melihat ke arah sekitar nya. Takut-takut ada yang mendengar.
"Hemm.. Hemm.. " Kata Hanan berbicara dengan mulut di tutup oleh tangan Vernon. Hanan menginjak kaki namja tinggi itu dengan kencang, hingga Vernon melepaskan tanganya dari mulut Hanan dan mengaduh.
"Yak!" Omel Vernon.
"Kau ingin menutup mulut atau membunuhku, heo?" Omel Hanan sambil bersiap memukul Vernon. Sedangkan namja itu hanya melayangkan cengiran nya.
Dari kejauhan dua pasang mata memperhatikan mereka. "Aku yakin seperti nya ada sesuatu dengan Hanan dan Vernon" Kata Sofia dengan wajah serius memperhatikan Vernon dan Hanan. "Benarkan?" Tanya nya pada seseorang di sebelahnya yang ikut memperhatikan.
"Entahlah" Jawab Lomon sambil mengembangkan senyumannya. "Kajja" Ajak nyanya di ikuti Sofia.
"Good morning" Sapa Hanan sesampai nya di kelas.
"Hanan-ah. Sayang sekali kemarin kamu tidak ikut" Kata Yeri segera mendekatkan bangku nya ke meja Hanan.
"Waeyo? Apa ada sesuatu yang menyenangkan terlewat?"
"Hem" Jawab Yeri. "Kemarin Lomon kalah bermain dengan Sofia. Dan kita memberikan challange pada nya" Kata Yeri mengeluarkan ponselnnya.
"Yak! Yak!" Omel Lomon ketika Yeri mengeluarkan ponselnnya. "Kamu bilang akan menghapus nya"
"Kamu percaya?" Tanya Yeri. "Tentu tidak bukan?" Kata nya.
"Yak.. Kim Yeri" Kata Lomon mencoba merebut ponsel di tangan Yeri.
"Lihat.. Lihat.." Yeri memperlihatkan foto mereka ber-empat dengan ekspresi wajah lucu. Sedangkan seseorang dengan wajah pasrah dengan wig berwarna pink, lipstik merah merona dan blushon pink bulat sedang menahan malu.
Hanan melihat gambar itu dan melihat ke arah Lomon bergantian dengan wajah berkedip lucu. "Wah.. Kamu ternyata mempunyai sisi lain" Goda Hanan.
"Yak!" Lomon segera meraih ponsel Yeri dengan wajah memerah. "Sudah-sudah. Pelajaran akan segera di mulai. Kamu kembali pada tempat mu" Kata Lomon pada Yeri.
"Ishh.." Omel Yeri kembali ketempat nya.
Hanan membalikan badannya ke arah meja Lomon yang berada tepat di belakang nya. "Kamu punya sisi feminim?" Tanya Hanan dengan wajah di buat polos.
"Yak.." Kata Lomon. Sedangkan Hanan tertawa melihat ekspresi kesal namja tampan itu.
"Sayang sekali aku melewatkan nya" Kata Hanan lagi masih ingin menggoda Lomon.
"Memang." Kata Lomon. "Lain kali jangan melewatkan moment" Ucap nya dengan menatap Hanan serius. Sedangkan Hanan hanya tertawa.
...
"Hari ini di jam terakhir adalah jam olahraga di kelas kalian bukan?" Kata Sofia.
"Hem" Jawab Lomon sambil menyantap makananya.
"Lihat. Dia lebih hafal jadwal pelajaran kelas kita di banding kelas nya" Kata Mark.
"Tentu. Karna impianku adalah satu kelas dengan kalian" Kata Sofia.
"Aku akan makan disini" Kata Vernon yang tiba-tiba saja datang dan duduk di depan Hanan dengan membawa nampan makanannya.
"Yak! Kau kesambet?" Tanya Yeri melihat Vernon yang tiba-tiba saja bergabung makan. Sedangkan namja itu malah cuek makan tanpa perduli.
Hanan menatap namja dihadapannya itu tidak percaya. Dia sungguh akan mengikutinya untuk meyakinkan jika dirinya tidak akan mengatakan tentang fansign kemarin.
"Kamu tidak memakan ini?" Tanya Vernon meraih sosis Hanan. Dan segera Hanan menepis sumpit Vernon.
"Hanan" Kata Sofia ketika mereka selesai makan. "Kamu yakin tidak ada apa-apa dengan Vernon?" Tanya nya serius.
"Tidak ada" Jawab Hanan santai sambil mencoba membuka minuman kaleng nya.
"Hem" Kata Sofia masih penasaran. "Tapi sikap Vernon tidak biasa pada mu. Dia tidak akan bersikap tidak rasional dan selalu bersikap waspada."
Lomon meraih minuman di tangan Hanan dan membantunya membuka kan minuman nya. "Gomawo" Kata Hanan. "Entahlah" Jawab Hanan pada Sofia.
"Sudah lah. Kita biarkan mereka. Selama Vernon bersikap baik sama Hanan" Kata Yeri.
"Aku serius. Tidak ada apa-apa antara aku dan Vernon" Kata Hanan lagi mencoba meluruskan. Dan mereka hanya mengangguk paham terkecuali Lomon yang menatap nya. Hanan menghela nafasnya pasrah. Wajar mereka begitu. Hari ini saja namja itu sudah mengganggu nya di awal pagi dengan menyambut di gerbang, mengantar ke kelas, dan makan bersama di kantin.
Suara bel tanda pelajaran di mulai pun terdengar. Semua orang mulai masuk kedalam kelas masing-masing.
"Ayo kita satu kelompok dalam lari estafet" Kata Yeri ketika mereka menuju lapangan.
"Okay" Kata Mark.
"Tapi aku tidak bisa berlari cepat" Kata Hanan.
"Gwanchana. Lomon sangat cepat. Jadi dia akan menjadi yang terakhir. Benarkan sobat?" Tanya Mark.
"Serahkan padaku" Kata Lomon.
"Ayo kita pemanasan sebulum melakukan estafet" Kata guru olahraga kelas. Mereka pun segera melakukan peregangan.
"Bantu aku" Kata Yeri pada Mark untuk streaching.
"Jangan seperti itu. Nanti kaki mu keram" Kata Lomon ketika Hanan melakukan streaching. "Duduklah" Katanya dan memutat pergelanhan kaki Hanan juga membuat beberapa gerakan streaching.
"Kamu suka berlari?" Tanya Hanan.
"Tidak. Hanya saja kadang keadaan membuat ku harus berlari" Kata Lomon. Hanan memiringkan kepala nya bingung menatap Lomon. Sedangkan namja itu menahan senyumannya melihat ekspresi wajah Hanan. "Maksudnya, ketika aku terlambat masuk gerbang. Atau ketika di hukum karna terlamnat atau tidak membuat tugas"
"Ahhh.." Jawab Hanan faham.
"Yak. Kenapa ekspresi wajah mu begitu lucu" Kata Lomon.
"Wae?" Kata Hanan menyentuh wajah nya bingung. Sedangkan Lomon tidak bisa lagi menahan senyumannya.
Lomon mendekatkan wajah nya pada telinga Hanan. "Jangan seperti itu. Nanti jantung ku berdebar" Bisik nya sebelum pergi. Sedangkan Hanan terdiam bingung.
"Ayo kita bisa" Kata Yeri pada ketiga temannya. "Jangan terluka." Lanjutnya.
"Hwaiting" Teriak mereka. Dan mulai ke posisi masing-masing. Di mulai dengan Yeri yang berlari lebih dahulu, di lanjut Mark lalu ke Hanan.
Hanan dengan susah payah berlari secepatnya. "Aish.. Tau begini aku akan ikut Siwon Oppa joging tiap pagi atau malam" Kata nya sambil mengatur nafas.
"Hanan-ah. Kajja!!" Teriak Yeri memberi semangat.
Hanan mengambil nafasnya dan melihat Lomon yang berada masih jauh darinya. Sedangkan yang lain sudah hampir memberikan tongkat mereka. Hanan kembali berlari dengan sekuat yang dia bisa ketika terlihat hanya ada Lomon yang berdiri di garis. Namja itu tidak berteriak atau meminta nya cepat. Dia hanya tersenyum seolah memberi semangat. "Mian.. Hoshh.. Hosshh.." Kata Hanan memberikan tongkat estafet nya ke tangan Lomon dengan keringat bercucuran dan nafas tersengal.
"Gwanchana. Serahkan padaku" Kata Lomon dan segera berlari secepat kilat.
__ADS_1
"Hanan-ah" Kata Yeri mengajak Hanan kepinggir lapangan sambil memperhatikan Lomon yang sedang berlari.
"Ya.. Ya.. Lomon-ah.. Kau bisa" Teriak Hanan kembali bersemangat ketika Lomon mulai melewati orang-orang. Dan berteriak kencang ketika namja itu mendekato finish dan menabrak tali. "Yeahhh..!!" Teriak Hanan dan Yeri senang. Mereka segera berlari ke arah Lomon. Segera Hanan memeluk namja itu girang sambil loncat-loncat.
Sedangkan Lomon yang mendapatkan kejutan tersontak dengan sikap Hanan. Dilihat nya yeoja itu masih loncat-loncat sambil merangkul kan kedua tangannya di leher nya. Senyuman bahagia terlihat jelas di wajah putih nya yang memerah akibat terkena sinar matahari. Mata kelam nya terlihat berbinar senang. Hanan melepaskan pelukannya pada Lomon dan berganti ke Yeri.
"Kita hebat" Kata Yeri memeluk Hanan.
Lomon memegang dada nya. Dirasakan sesuatu terdengar disana. Dirasa terdapat sesuatu di perut nya. Seperti sebuah kupu-kupu yang berterbangan, yang membuat aliran darahnya mengalir dengan sangat deras. Bibirnya terus saja tersenyum otomatis setiap kali melihat yeoja di hadapannya yang sedang berjjingkrak senang. "Sial" Gumam nya sangat pelan sambil melihat Hanan yang masih tertawa riang.
"Kalian hebat. Kamu memang tidak pernah mengecewakan" Kata Sofia ketika mereka bertemu di gerbang sekolah setelah selesai sekolah.
"Lomon-ah" Kata Yuna menghampiri. "Selamat. Kamu memang hebat. Bagaimana untuk merayakan kemenangan mu kita pergi makan?" Ajak Yuna lagi sambil melingkarkan tangannya pada tangan Lomon.
"Oh.. Lomon. Dia mengajak mu berkencan" Goda Mark. Mendengar itu Yuna tersipu malu sambil merapihkan rambut nya yang tidak berantakan.
Tinn-
Sebuah klakson motor membuat mereka yang berkumpul terpecah. Di lihat sebuah motor sport berwarna putih milik Vernon berhenti. "Kajja" Ajak nya. Semua orang saling bertatapan. Vernon menarik nafas nya dan menyerahkan helm yang di bawa nya pada Hanan. "Kau"
"Naega? Wae?" Kata Hanan.
"Mengantar mu pulang. Apalagi"
"Kenapa harus mengantar ku pulang?" Tanya Hanan lagi. Membuat namja blasteran itu sulit menjawab. "Shirro"
Melihat itu, Lomon segera menghamouri Hanan. "Dia pergi bersama ku" Kata Lomon menarik Hanan kesebelah nya. Setelah melepaskan rangkulan Yuna.
"Aku yang akan bersama nya" Kata Vernon turun dari motor nya. Dan dua orang namja itu pun saling bertatapan tajam.
"Yak!" Teriak Hanan kesal.
"Hanan-ah. Kamu tidak terlalu cantik. Tapi ternyata cukup populer" Kata Yuna dengan santai.
Hanan segera menghampiri Yuna dan menatap nya tajam. "Saat ini emosiku sedang tidak baik." Kata Hanan memberi peringatan. "Pilihan mu hanya diam atau ku rusak rambut mu" Mendengar itu Yuna membungkam mulut nya seketika. Juga Lomon dan Vernon. "Dan kamu" Kata Hanan pada Vernon. "Menjauh dari ku"
"Waeyo? " Protes Vernon. Hanan segera meninggalkan mereka tanpa perduli protesan Vernon.
"Sok cantik" Gumam Yuna.
"Apa kau bilang?" Kata Yeri naik pitam.
"Sok cantik" Ulang Yuna dengan ekspresi wajah menyebalkan.
"Dia memang lebih cantik dari mu" Kata Vernon sebelum pergi.
"Yak!" Omel Yuna dan menatap Yeri yang tertawa mendengar ucapan Vernon.
"Sudah jelas bukan? Perlu aku pinjami kaca mata?" timpal Yeri.
"Kau" Omel Yuna. Segera Lomon menahan yeoja itu.
"Sebaiknya kamu pulang. Aku tidak akan pergi dengan mu" Kata Lomon sebelum pergi meninggalkan yeoja itu.
"Wae?" Kejar Yuna. "Apa karna Hanan? Atau karna Sofia?" Tanya Yuna. "Kenapa harus mereka? Sadarlah Lomon. Sofia dengan kamu tidak mungkin bersama" Kata Yuna masih mengekor Lomon. Tidak ada tanggapan Yuna tau jika bukan Yeoja blasteran yang menjadi alasannya. "Hanan?"
Lomon menghentikan langkah nya dan menatap yeoja yang berdiri disamping nya. Dugaan Yuna benar. Bukan Sofia. Tapi Hanan. Yuna menyunggingkan satu sudut bibir nya sebelum melanjutkan. "Kenapa harus Hanan?"
Lomon menatap yeoja itu tepat di manik-manik mata nya. "Lalu aku harus menyukai siapa?"
"Yak.. Park Solomon!" Kata Yuna kesal.
"Sebaik nya kamu pergi" Kata Lomon meninggal kan Yuna.
"Kenapa harus Hanan? Dia hanya seorang yeoja gila" Kata Yuna setengah berteriak.
Lomon segera membalikan badannya dan menghampiri Yuna dengan tatapan marah. "Jaga ucapan mu Kim Yuna" Kata Lomon pelan namun penuh dengan penekanan.
Yuna menahan nafas nya ketika melihat namja yang disukai nya itu bersikap seperti itu. Lalu meninggalkan Yuna begitu saja.
"YAKK!!" Teriak Yuna kesal.
.
.
.
Hanan berjalan memasuki gerbang sekolah dengan santai. Hingga sebuah suara yang beberapa hari sangat di kenal nya ini menganggu ketentraman nya.
"Good morning Hanan-ah" Sapa nya dengan cengiran.
"Vernon" Kata Hanan dengan penekanan setiap huruf nya. "Bisa kah kamu membuat hari ku tenang?"
"Tidak" Jawabnya santai sambil berjalan di sebelah Hanan. "Karna aku pun tidak akan tenang" Kata nya memberikan senyuman nya.
Hanan menggaruk pelipisnya yang tidak sama sekali gatal. "Aku tidak akan bilang. Kau tidak percaya?"
"Hem" Jawab Vernon santai.
"Oh, Tuhan" Kata Hanan. Sedangkan namja di sebelah nya itu hanya tersenyum senang. "Baiklah" Kata Hanan menghentikan langkahnya diikuti Vernon. "Aku mempunyai penawaran"
"Apa?"
"Jangan ganggu aku. Maka akan ku beri penwaran menarik" Kata Hanan.
"Aku tidak percaya" Kata Vernon meninggalkan Hanan.
"Benarkah?" Kata Hanan sambil menyunggingkan senyumannya. "Walau itu Krystal" Kata nya.
Segera Vernon berbalik ke arah Hanan dan membungkam mulutnya. "Yak! Kau!"
Hanan melepaskan tangan Vernon dari mulut nya dengan menginjak kaki namja itu dengan kencang hingga namja itu mengaduh. "Sudah ku bilang aku punya penawaran" Kata Hanan berjalan lebih dulu.
"Yak!!" Kejar Vernon sambil menahan kaki nya yang sakit. Sedangkan dari kejauhan dua pasang mata menatap mereka dari tempat yang berbeda. Yuna dan Lomon.
"Apa?" Kata Vernon ketika mereka sampai di atap sekolah.
Hanan meraih ponsel nya dan menperlihatkan sesuatu pada namja bermata tajam itu. Vernon meraih ponsel Hanan dengan enggan. Lalu tidak berapa lama dia membulatkan mata nya tidak percaya. "Jeongmal?"
Hanan meraih ponsel nya kembali. Dan menatap Vernon dengan angkuh. "Akan ku berikan ini. Asal kamu tidak lagi mengganggu"
"Cih.. Kau fikir aku percaya padamu begitu saja?"
__ADS_1
Hanan sudah menduga. Pembicaraan nya dengan Vernon tidak akan mudah. "Kau bisa mempercayainya atau tidak itu urusan mu." Kata Hanan. "Hanya saja mana ada yang mau memberikan golden tiket seperti ini begitu saja untuk menutupi rahasia orang lain" Lanjut Hanan dan bersiap meninggalkan Vernon.