GUARDIAN ANGELS

GUARDIAN ANGELS
Proses


__ADS_3

Yeri memperhatikan dengan seksama yeoja-yeoja di video yang bergerombol itu. "Ah, beberapa dari itu aku mengenal nya" Kata Yeri menunjuk yeoja berambut panjang dan seorang yeoja dengan masker.


"Bisa bantu aku mencari tahu? Dan menanyakan kebenarannya?" Tanya Hanan.


"Tentu" Jawab Yeri. "Tapi.. Apa hubungan mu dengan Kyuhyun?"


Mendengar itu Hanan terdiam. Dan Lomon disebelah nya menggenggam tangan Hanan.


"Kekasih nya Oppa ku" Jawab Hanan.


"Kekasih? Nugu?" Tanya Yeri. Dan sedetik kemudian Yeri membelalakan mata nya. "Choi Siwon?" Kata nya. "Ah, benar. Choi Minho adalah adik Choi Siwon. Daebak!" Kata Yeri menutup mulut nya terkejut. Hanan hanya tersenyum. Mark segera menyenggol Yeri agar bersikap biasa. "Ah.. Mian" Kata Yeri yang faham dengan keadaan.


"Gwanchana" Kata Hanan.


"Aku akan membantu mu mencari pemilik akun" Kata Mark.


"Aku akan menghubungi orang yang aku kenal tadi" Kata Yeri.


"Terima kasih teman-teman" Kata Hanan.


"Aku akan menemani mu" Kata Lomon mengangkat tangan mereka yang saling bergandengan ke atas meja agar di lihat Yeri dan Mark.


"Bichoseo?" Kata Yeri melihat tangan Lomon dan Hanan. "Kalian pacaran?" Tanya nya.


Hanan mencoba menarik tangannya. Namun Lomon menahannya. "Wae?" Kata Lomon. "Aku tidak ingin ada rahasian di antara kita"


"Hua.. Chukkae" Kata Yeri memeluk Hanan. "Bagaimana bisa kamu menaklukan bintang sekolah ini" Goda Yeri yang mendapatkan herdikan bahu dari Hanan. "Wah.. Ternyata orang yang di sukai Lomon adalah Hanan? Daebak"


"Kamu memang terlalu polos. Bukankah sudah jelas selama ini?" Kata Mark.


"Kau tau?" Tanya Yeri.


"Sofia dan Vernon pun aku yakin tau" Jawab Mark.


"Hanya aku?" Tanya Yeri lagi. "Yak! Kalian mempermainkan ku" Kata Yeri.


"Lalu kalian? Apa kalian sudah kembali bersama?" Tanya Lomon.


"Siapa?" Tanya Yeri pura-pura bodoh.


"Tidak perlu menutupi. Kalian juga terlihat jelas saling memberi perhatian belakangan ini" Kata Hanan.


Yeri memukul Mark. "Kamu memberi tahu mereka?"


"Kamu memang tidak pernah peka" Kata Mark. Dan membuat mereka tertawa.


...


Hanan memasuki gedung yang memiliki cafe sekaligus Agency itu. Ada beberapa hal yang harus di lakukan Hanan disana. "Aku akan keruangan Cyber sebentar" Pamit Kangin.


"Hem" Kata Hanan. "Aku akan menunggu disini saja" Kata Hanan duduk di ruang tunggu.


"Hey, kalian sudah dengar berita soal Kyuhyun-ssi?"


"Ah, berita dia mendorong fans nya? Aish.. Aku tidak percaya itu" Kata yeoja lain. "Kyuhyun-ssi orang yang baik. Tapi kata nya. Semenjak menjadi kekasih Siwon sajangnim dia bersikap arogan"


"Ia benar. Dia merasa menjadi seorang penting" Sahut yang lain.


"Ku akui dia memiliki suara yang bagus. Tapi wajahnya tidak setampan itu. Bagaimana bisa Siwon sajangnim menyukai nya?"


"Kudengar dia operasi plastik juga"


"Benarkah? Pantas saja. Dia dahulu tidak setampan itu" Sahut lainnya.


Mendengar itu Hanan mengepalkan tangannya. Menahan emosi nya.


"Hey, kalian dengar juga tidak. Kata nya adik Siwon sajangnim tidak menyukai nya. Bahkan kata nya anak bungsu Presdir Choi menentang habis-habisan"


"Jinjja?"


"Hoh.. Sepertinya dia tau jika Kyuhyun hanya memanfaatkan Oppa nya saja untuk kepentingan nya. Aku kasihan dengan Siwon sajangnim, dia terlihat sangat di manfaatkan Kyuhyun. Bahkan Siwon sajangnim saja rela bertengkar dengan adik kesayangannya. Maka nya bungsu Choi sangat membenci Kyuhyun"


"Wah.. Daebak"


"Oy" Kata Hanan pada yeoja-yeoja itu. "Kalian sudah pernah melihat anak bungsu keluarga Choi itu?" Tanya Hanan.


Para yeoja itu saling berpandangan bingung.


"Kalian bahkan belum pernah melihat nya tapi bisa mengatakan hal itu" Kata Hanan. "Tidak aneh sih. Karna kalian saja bisa membicarakan orang yang kalian kenal saja seperti sangat mengenal nya dengan baik"


"Hey, kami berbicara benar. Tidak mengada-ngada" Kata salah seorang yeoja.


Hanan menyunggingkan satu sudut bibir nya. "Benarkah? Bagaimana kalian bisa mengatakan itu padahal kalian juga mengenal Kyuhyun Oppa?"


Yeoja itu menatap Hanan dari ujung kaki hingga ujung kepala Hanan. Lalu tersenyum skeptis. "Ah.. Kamu pasti fans nya Kyuhyun-ssi"


Hanan berdiri dan menghampiri yeoja itu. "Walau aku bukan fans nya pun. Aku buhkan tidak berhak berkata seperti itu. Terlebih lagi berkata Jika aku sangat membenci Kyuhyun Oppa"


"Nona" Kata Kangin menghampiri Hanan.


Para yeoja itu menatap Kangin dengan Shock. Siapa yang tidak mengenal 5 Bodyguard utama keluarga Choi. Hanya melihat saja mereka tau jika salah satu keluarga utama Choi berada disekitarnya.


Hanan menatap yeoja di hadapannya. Melihat name tagge nama-nama yeoja itu. "Hyon Ji-ssi, Kim Min Sul-ssi, Su Dae Yong-ssi" Kata Hanan. "Kuperingatkan kalian." Kata Hanan menepis jarak antara mereka. "Jangan pernah menjelek-jelekan orang yg tdk benar-benar kalian kenal. Dan memperumit keadaan dengan Menjudge orang lain, padahal kalian juga makan dari hasil kerja keras nya" Kata Hanan menatap para yeoja itu tajam. "Dan asal kalian tau. Aku tidak pernah membenci Kyuhyun Oppa. Jadi. Jangan suka mengambil kesimpulan"


"Nona" Kata Kangin menahan Hanan agar tidak kelewatan batas. Karna beberapa orang sudah memperhatikan mereka. "Ayo" Ajak Kangin segera mengajak Hanan turun.


Sedangkan di kejauhan. Beberapa pasang mata memperhatikan Hanan yang pergi begitu saja ketika sudah memberikan ultimatum nya pada para yeoja itu. Siwon, Kyuhyun dan beberapa manager utama mereka. Siwon menggandeng tangan Kyuhyun. Sebuah senyuman terukir di wajah tampannya.


"Yak! Mereka semua tidak tahu diri" Gerutu Hanan. "Bagaimana bisa dia berkata seperti itu?"


Kangin hanya terdiam mendengar omelan Nona muda nya. "Aku berfikiran sama dengan mereka" Kata Kangin. Membuat Hanan menatap tidak percaya pada nya. "Bukan soal video dan sikap Kyuhyun" Ralat Kangin. "Soal Nona tidak menyukai Kyuhyun-ssi karna hubungan dengan Siwon"


Hanan berfikir sejenak. "Aku tidak benar-benar membencinya. Aku hanya sedang berproses. Tapi bukan berarti ada orang lain yang boleh mengatakan hal buruk pada nya" Kata Hanan.


"Ah" Jawab Kangin.


"Ah?" Kata Hanan merasa Kangin sedang mengolok-olok nya.


"Anni. Hanya saja aku faham. Arti nya, tidak boleh ada yang menganggu Kyuhyun-ssi selain Nona" Jelas Kangin. "Kalian memang benar bersaudara. Karna Siwon pun seperti itu"


"Aish.. Molla" Kata Hanan keluar lift. Ketika mereka akan keluar gedung beberapa staff keamanan menghampiri Kangin memberitahukan jika di luar banyak wartawan menunggu klarifikasi. Jadi saat ini mereka tidak bisa keluar untuk sementara.


Hanan melihat banyak nya wartawan di luar gedung. Beberapa staff keamanan berjajar menjaga agar tetap tertib.


"Hanan" Panggil suara Barito.


"Oh, Siwon Oppa" Kata Hanan melihat Siwon.

__ADS_1


"Jangan disini. Sebaiknya kamu tunggu di ruangan Oppa saja" Kata Siwon mengajak Hanan ke ruangannya. Dan meminta Kangin dan Son Guk mengawasi semua.


Sesampai nya di ruangan Siwon, terlihat Kyuhyun dan beberapa orang menunggu. "Sebaiknya kamu tunggu disini. Oppa tidak akan tenang jika kamu keluar"


"Baiklah" Jawab Hanan.


"Mianhe Hanan-ssi. Membuat mu terganggu" Kata Kyuhyun.


"Gwanchana" Kata Hanan.


"Oppa akan melakukan rapat mendadak. Tidak apa-apa bukan jika berada disini?"


"It's okay" Kata Hanan. "Aku tidak masalah. Aku justru takut jika kalian tidak nyaman jika aku berada disini"


"Tentu tidak" Jawab Kyuhyun. "Aku sangat senang. Setidak nya kamu harus tau jika semua berita itu tidak benar" Kata namja berwajah manis itu yang terlihats sedikit kusut dengan wajah bare face nya. Siwon mengusap tangan Kyuhyun memberi semangat.


Rapat pun segera di mulai di ruangan Siwon dengan orang-orang terbatas. Hanan mendengarkan laporan mereka yang sudah menemukan pemilik akun tersebut. Dan tidak berhasil mendapatkan CCTV di cafe itu yang entah mengapa justru mati. Siwon mengusap wajah nya dengan kasar. Terlihat sangat lelah dan stress. Bukan hanya karna kekasih nya saja. Tapi memang sudah tanggung jawab Oppa nya membereskan hal-hal seperti ini di agency.


"Jadi, kita tidak bisa mendapatkan hal apapun? Bagaimana dengan pemilik akun?"


"Dia sangat sulit di hubungi. Seperti nya dia bukan orang sembarangan. Kita masih membutuhkan waktu untuk melacak nya"


"Bagaimana dengan surat pernyataan? Para fans sudah mulai menanyakan pernyataan agency"


Hanan memperhatikan Kyuhyun yang terlihat bersalah. "Seharusnya aku tidak bersikap seperti itu" Kata Kyuhyun. "Apa sebaiknya aku membuat pernyataan?"


"Yak! Kamu gila? Pernyataan itu tidak akan mereda tanpa ada nya bukti. Lagi pula itu hanya memperburuk image mu" Kata Siwon.


"Tapi hyung-" Kata Kyuhyun merasa jika hal ini membuat Siwon baik sebagai kekasih nya dan sebagai ketua berada di posisi buruk.


"Tidak" Kata Siwon dengan tegas. "Kalian, dalam waktu 2 jam harus segera mendapatkan informasi pemilik akun dan CCTV entah dari mana saja" Kata Siwon pada staff nya.


"Baik sajangnim" Kata mereka dan membubarkan diri.


"Sebaik nya kamu kembali ke Apartemen. Son Gok bilang area belakang sudah aman" Kata Siwon pada Kyuhyun.


"Tapi-"


"Istirahatlah Kyu. Aku tidak ingin kamu sakit" Kata Siwon membelai kepala Kyuhyun.


Hanan melihat itu mengalihkan pandangannya. Sepertinya hati nya belum terbiasa melihat kemesraan Oppa nya dengan orang lain.


"Baiklah" Kata Kyuhyun.


"Hyung akan mengantar mu" Kata Siwon. "Hanan. Kamu tidak apa-apa jika Oppa tinggal sebentar mengantar Kyuhyun?"


"Hem. Gwanchana" Kata Hanan datar.


"Oppa pergi dulu" Kata Kyuhyun pada Hanan. Yang mendapatkan lambaian tangan dan senyuman materil Hanan.


Hanan mengecek ponsel nya. Tidak berapa lama sebuah ketukan terdengar. Terlihat Kangin Ahjussi di ambang pintu. "Permisi Nona" Kata Kangin mengedarkan pandangannya mencari seseorang.


"Ahjussi mencari siapa?"


"Siwon sajangnim" Jawab nya.


"Oppa sedang mengantar Kyuhyun Oppa. Ada apa?"


Kangin sedikit gelisah sebelum mengutarakan maksud kedatangannya. Tapi setelah menimbang rasa nya nona muda nya memang harus tau. "Ketua Choi datang" Kata Kangin.


"Mwo? Haraboeji?"


Hanan menghela nafas nya berat. Yang di takutkan akan terjadi. Dan di waktu yang tidak tepat. "Baiklah. Aku akan menemui Haraboejo terlebih dahulu" Kata Hanan.


"Baik nona" Kata Kangin. Tidak berapa lama seorang lelaki yang masih gagah masuk kedalam ruangan Siwon setelah Kangin mempersilakan masuk.


"Oh, Haraboeji" Sapa Hanan pada Haraboeji nya dan memeluk lelaki tua yg masih terlihat tampan dengan jas nya.


"Oh.. Hanan-ah" Kata Haraboeji pada cucu kesayangannya. "Bagaimana kabarmu?"


"Baik" Jawab Hanan. "Bagaimana kabar Haraboeji?"


"Tentu saja baik" Kata lelaki tua itu. Mereka pun duduk di sofa ruangan Siwon. "Bagaimana sekolah mu? Menyenangkan?"


"Menyenangkan" Jawab Hanan memberikan senyumannya.


"Ngomong-ngomong ada apa kamu di sini? Tidak biasanya kamu mau berada di perusahan"


"Aku? Tentu bertemu dengan Siwon Oppa" Jawab Hanan. "Dan ralat. Bukan aku tidak mau. Hanya saja aku tidak suka semua perusahan kecuali agency ini" Kata Hanan membuat Haraboeji nya tertawa.


"Cucu ku sungguh sudah pintar berdebat, heo" Kata Haraboeji mengusap kepala Hanan sayang. "Jadi, dimana Oppa mu?"


"Siwon Oppa sedang keluar" Kata Hanan. "Ada apa sampai Haraboeji menghampiri Oppa. Bukankah itu juga tidak biasa?" Kata Hanan.


Lelaki tua itu tertawa mendengar ucapan cucu nya itu yang mengingatkan nya pada mendiang istri nya yang selalu berkata apa ada nya.


"Apa ini kaitannya dengan permasalahan Kyuhyun Oppa?"


"Salah satu nya"


"Wae? Haraboeji ingin meminta Siwon Oppa memutuskan hubungan dengan Kyuhyun Oppa?".


Lelaki tua yang selalu terlihat tenang itu hanya menyunggingkan sedikit senyumannya. "Kenapa Haraboeji harus melakukan itu?" tanya Haraboeji.


"Karna Haraboeji tidak menyukai itu" Jawab Hanan. "Bukankah sejak dahulu Haraboeji selalu ingin Siwon Oppa bersama dengan salah satu anak rekan bisnis Haraboeji?"


Mendengar itu, Haraboeji tertawa. "Kamu memang pintar menganalisa" Kata Haraboeji. "Benar. Haraboeji tidak menyetujui hubungan Siwon dan Kyuhyun. Terlebih ada video Kyuhyun yang bersikap tidak baik"


Hanan tersenyum. "Benarkah?" Kata Hanan. "Bukankah itu salah satu taktik Haraboeji agar nama Kyuhyun Oppa jelek dan meminta Siwon Oppa melepaskan Kyuhyun?"


Haraboeji menatap Hanan. Sepertinya berdebat dengan cucu nya satu ini akan memakan banyak waktu. Haraboeji menyunggikan senyumannya. "Bagaimana bisa kamu menuduh Haraboeji seperti itu?"


Hanan memperlihatkan sesuatu di ponsel nya. Sebuah transaksi perbankan atas nama salah staff Haraboeji yang mengirimkan uang ke semua fans yg datang di tempat kejadian video Kyuhyun.


Haraboeji menatap Hanan dengan seksama. "Benar. Lalu apa yang bisa kamu lakukan?" Tanya Haraboeji. "Bukan kah setau Haraboeji kamu juga tidak menyukai Kyuhyun-ssi"


Hanan tersenyum. "Mengapa semua orang berfikiran aku tidak mengetujui berarti tidak suka dengannya?" Kata Hanan. "Aku tidak menyetujui bukan berarti tidak menyukai nya." Jelas Hanan. "Dan juga bukan berarti menggunakan cara seperti ini" Lanjut Hanan.


"Lalu, kesepakatan apa yang akan kamu buat?"


"Tidak ada" Jawab Hanan. "Aku hanya ingin meminta Haraboeji untuk membiarkan Siwon Oppa memilih jalan hidupnya. Memilih apa yang diinginkannya" Kata Hanan. "Sudah cukup selama ini Siwon Oppa tidak bisa memilih keinginannya. Selalu menanggung banyak beban di pundaknya. Dan harus berbagi kehidupannya dengan pekerjaan yang menumpuk"


"Tidak bisa kah sekali saja Siwon Oppa mendapatkan kehidupannya walau sedikit?" Tanya Hanan. "Oppa sudah menanggung semuanya." Jelas Hanan. "Bisa kah aku memohon pada Haraboeji kali ini saja untuk membiarkan Siwon Oppa berbahagia?"


"Apa secara tidak langsung kamu bilang jika selama ini Haraboeji membuat Siwon Oppa mu tidak bahagia?"


"Ne" Jawab Hanan cepat. "Untuk kali ini saja aku memohon pada Haraboeji. Restui hubungan Siwon Oppa dengan Kyuhyun Oppa. Biarkan kali ini Siwon Oppa menentukan pilihannya" Kata Hanan. "Bukankah aku juga sudah mengabulkan permintaan Haraboeji untuk kembali ke korea"

__ADS_1


"Hanan" Kata Siwon yang sejak tadi mendengarkan percakapan adik dan Haraboeji nya di balik tembok. Siwon menghampiri Hanan dan menarik Hanan kebelakang badannya. "Mianhamnida Haraboeji" Kata Siwon membungkukan badan nya.


Haraboeji menatap kedua cucu nya itu. Lalu bangun dari tempat duduk nya. "Selesaikan segera skandal ini" Kata Haraboeji sebelum pergi meninggalkan kedua cucu nya.


Setelah Haraboeji pergi Siwon segera mengecek keadaan adik nya itu. "Gwanchana?" Tanya Siwon.


"Memang apa yang bisa Haraboeji lakukan padaku? Dia tidak akan bermain kasar secara terang-terangan" Kata Hanan masih dengan wajah kesal.


Siwon memperhatikan adik nya itu yang sedang duduk masih dengan wajah kesal. Siwon segera memeluk Hanan erat tiba-tiba.


"Waeyo.. Oppa?" Kata Hanan.


Sedangkan Siwon tidak menjawab nya. Hanya memeluk nya erat dan bangga. Karna sikap Hanan yang membela dirinya dan Kyuhyun di depan Haraboeji tadi. Walau tidak mendengar sepenuh nya percakapan mereka. Tapi Siwon dapat mendengar jika Hanan membela dirinya dan Kyuhyun. "Gomawo Chagiya" Kata Siwon. "Karna sudah berada di pihak Oppa" Kata Siwon membelai lembut wajah Hanan.


"Memang siapa lagi yang akan berada di pihak Oppa selain aku?" Kata Hanan.


"Arra. Hanya kamu" Kata Siwon. "Tapi, melawan Haraboeji seperti itu juga tidak baik. Kamu tau bukan jika Haraboeji bisa melakukan apapun. Oppa tidak ingin terjadi sesuatu padamu"


"Haraboeji tidak akan melakukan apapun. Walau dia sangat keras kepala, tapi aku yakin Haraboeji pasti memiliki hati yang baik" Kata Hanan.


"Nona. Mobil sudah siap" Kata Kangin masuk kedalam ruangan.


Hanan menutup matanya sejenak meyakinkan diri sebelum menghampiri Oppa nya dan memperlihatkan video yang dikirimkan Yeri padanya. "Anggap saja permintaan maaf ku pada kalian karna membuat makan malam waktu itu berantakan" Kata Hanan.


Siwon melihat video yang memperlihatkan beberapa rekaman fancam ketika acara tersebut yang mereka cari namun tidak di temukan sama sekali.


"Pemilik akun yang menyebarkan video itu bernama Sarah Hui. Dia pemilik dari cafe tempat kemarin Kyuhyun Oppa makan. Dan dia salah satu sasaeng Kyuhyun Oppa. Dia juga yang mengancam para fans yang saat itu datang agar tidak memberikan video asli ke publik" Jelas Hanan.


"Hanan-ah" Kata Siwon pada adik nya dan memeluk erat adik kesayanganya itu erat-erat. "Jeongmal kamsahamnida" Kata Siwon.


"Oppa.. Oppa.. Kamu mau membunuh.. Ku??" Kata Hanan merasa sesak nafas karna Siwon memeluknya sangat erat hingga kesulitan bernafas.


Kangin segera melepaskan Hanan dari Siwon dengan cepat. Walau dia tau jika Siwon sangat amat tidak mungkin melakukan itu.


"Gomawo chagiya. Oppa sangat berterima kasih" Kata Siwon mencium adik nya. "Oppa akan memberikan apapun itu sebagai ucapan terima kasih"


Hanan meraih tas nya. "Jangan mengatakan hal yang tidak bisa Oppa lakukan" Kata Hanan. "Aku pulang dulu."


"Langsung pulang" Kata Siwon memberi ultimatum. "Oppa akan pulang ke rumah hari ini"


"Ne" Kata Hanan dan memeluk Oppa nya.


"Sekali lagi terima kasih banyak nae sarang" Siwon mencium kepala Hanan. "Oppa mewakilkan Kyuhyun pun mengucapkan banyak terima kasih padamu"


"Ne Oppa." Kata Hanan. "Sampaikan pada Kyuhyun Oppa maaf ku karna makan malam waktu itu" Kata Hanan. "Dan Lomon pun meminta maaf"


Siwon segera memelototi Hanan ketika mendengar nama Lomon. "Yak!" Omel Siwon. "Kamu beneran pacaran sama dia?"


"Ne. Kenapa aku harus berbohong" Kata Hanan.


"Oppa tidak merestui" Kata Siwon.


"Hem" Jawab Hanan.


"Hem?" Tanya balik Siwon.


"Aku tau Oppa tidak akan segera merestui" Jawab Hanan. "Sama seperti ku. Oppa nanti akan merestui"


"Yak! Choi Hanan" Kata Siwon kesal.


"Sampai jumpa Siwon sajangnim" Kata Hanan membungkukan badannya memberi salam dan segera pergi meninggalkan Oppa nya yang masih marah-marah.


.


.


.


"Bisa perlihatkan kartu akses nya?" Tanya keamanan ketika Hanan akan memasuk ke area Backstage.


"Dia datang bersama ku" Kata sebuah suara. Sontak beberapa staf keamanan segera membungkukan badannya memberi hormat.


"Maafkan kami Tuan Kang" Dan mempersilakan mereka masuk.


"Oh, Kangin Ahjussi. Kau sangat terkenal hoe?" Goda Hanan.


"Wajar bukan? Jika aku tidak di kenal itu jauh lebih bahaya bagi mereka" Kata namja tampan bertubuh tinggi itu dengan senyuman nya namun tetap mempertahankan sikap tegas nya.


"Oohh.. Seperti nya aku harus jadi pengawal agar mempunyai akses masuk kemana saja" Goda Hanan.


"Chagiyaa~" Teriak sebuah suara. Dan seorang namja tampan sedang merentangkan tangannya sambil setengah berlari. "Ahhh.. Bogoshipoyo" Kata nya dan memeluk Hanan.


"Yak Oppa!" Kata Hanan mencoba melepaskan pelukan Oppa nya. "Kau tidak malu, heo?"


"Wae? Kenapa harus malu" Kata Minho masih memeluk adik nya itu. "Wae? Kau malu?" Tanya Minho menatap Hanan.


Hanan memutar mata nya malas. Kenapa kedua Oppa nya selalu seperti ini. "Oppa, kamu sangat tampan" Kata Hanan mengalihkan pembicaraan.


"Benarkah?" Kata Minho sambil memperlihatkan kostum nya malam ini.


"Hem.. Sangat tampan." Puji Hanan. "Rambut mu tertata rapih. Style nya sangat cocok untuk mu" Komentar Hanan pada Minho yang malam itu bertema semi casual. Dengan kemeja yang di padukan jeans dan juga vest. "Sangat sempurna. Hanya saja, sebaik nya Oppa hapus glitter mata itu. Terlihat sangat tidak cocok di wajah manly mu"


"Wae? Bukankah make up glitter ini sedang trend?"


"Benar. Hanya saja tidak cocok dengan karakter Oppa dan SHinne"


"Baiklah. Aku percaya pada stylist ku" Kata Minho merangkul Hanan.


"Oppa akan tampil?"


"Hem.. Tapi masih nanti. Kamu harus melihat Oppa, ne"


"Tentu saja. Aku disini untuk melihat Oppa" Kata Hanan.


"Kajja. Oppa ajak ke ruang ganti" Ajak Minho menggandeng tangan Hanan. "Kenapa kamu tambah cantik heo?"


"Jinjja?" Kata Hanan. "Oppa mula cheesy"


"Oppa dengar kemarin kamu sempat bertengkar dengan Siwon Hyung?"


"Hem" Jawab Hanan.


"Lalu?"


"Lalu apa?"


"Sekarang bagaiamana?"

__ADS_1


"Sudah baik-baik saja" Jawab Hanan.


__ADS_2