
"Kamu sudah selesai?" tanya Eomma melihat Siwon keluar dari dalam kamarnya dengan pakaian santai.
"Hem" Jawab Siwon yang sudah mengganti pakaian nya dengan kaos dan celana santai. "Sudah harum" Kata Siwon memeluk Eomma nya. "Itu bukan ponsel Hanan?" tanya Siwon melihat Eomma nya emmbawa ponsel milik adiknya.
"Hem. Eomma sedang cash. Seperti nya mati. Dia belum mengecash nya" Kata Eomma. "Sudah sana. Di dalam ada Minho. Suru dia mandi. Eomma akan menyiapkan makan malam."
"Nde Eomma" Kata Siwon dan masuk kedalam kamar Hanan. Terlihat Hanan sedang tertidur. Dan di sebelah nya Minho juga sedang tertidur sambil menggenggam tangan Hanan. "Aish.. Dia malah tertidur" Kata Siwon dan menyelimuti kedua adik nya.
Tok-tok.
Seorang namja bertubuh tamban terlihat di ambang pintu. "Maaf Sajangnim" Kata nya.
"Minho sedang tidur. Ada apa?"
"Ah. Baiklah" Kata namja itu yang telah menjadi Assiten Minho. "Bagaimana keadaan Hanan?"
"Sudah membaik. Dia Demam dan sempat tak sadarkan diri tadi. Tapi, sekarang sudah baik-baik saja"
"Syukurlah" Kata namja bernama Han Seo itu.
"Bagaimana jadwal Minho? Apa terganggu?"
"Tidak. Tadi kami di infokan Hanan sakit tepat setelah kami turun dari pesawat dan telah menyelsaikan schedule hari ini. Dan besok juga kebetulan hanya ada acara di malam hari" Jelas Han Seo.
"Baiklah" Kata Siwon.
"Euhm.. Sajangnim" Panggilnya pelan. "Boleh saya foto mereka?" Tanya nya melihat Minho dan Hanan sedang tertidur pulas sambil bergandengan.
"Kamu tau peraturannya kan?" Kata Siwon dengan tegas.
"Ne" Jawab namja itu takut. "Anni.. Aku mengambil untuk dokumentasi pribadi Minho."
"Jika memang untuk dokumentasi pribadi, ambil lah. Tapi, jika dia ingin memposting, pastikan wajah Hanan tidak terlihat"
"Nde" Jawab nya mengambil ponsel dan mengambil gambar beberapa kali sebelum memberikannya pada Siwon untuk di cek.
Siwon melihat beberapa gambar yang di ambil Han Seo. "Benar ternyata. Jika Minho mempunya asisten yang pintar mengambil gambar" Kata Siwon.
"Ah, bukan begitu. Aku hanya senang memotret saja" Kata nya merasa tidak enak.
"Tolong kirimkan juga padaku" Pinta Siwon.
"Baik. Kalau begitu saya permisi" Kata nya.
Siwon mengecek ponsel nya dan Ipad nya sambil menunggu Hanan. Lalu membaringkan tubuh nya di sisi lain tubuh Hanan sambil mengecek beberapa pekerjaan yang sempat tertunda.
Eomma masuk kedalam kamar Hanan dan melihat ketiga anak nya sedang tertidur.Yang satu tertidur dengan nyaman sambil bergandengan, dan anak sulungg nya tertidur di sisi lainnya dengan dua gadget di dekatnya.
"Ommo. Tidak biasa nya melihat pemandangan ini" Kata Appa Choi pada istri nya.
"Benar. Melihat mereka tidur dengan pulas bertiga terakhir kali ketika Hanan berumur 8 tahun." Kata Eomma mengenang kenangan nya.
Appa Choi memeluk istri nya dari belakang. "Sudah sangat lama" Kata nya. "Saat itu juga ketika Hanan habis terjatuh dan menangis tanpa henti menunggu Oppa nya pada pulang"
"Benar" Kata Eomma Choi. "Mengapa mereka cepat sekali besar" Eomma Choi menseka mata nya. Seperti nya air mata mengalir begitu saja. Sedangkan suami nya mengusap pundak tangan istrinya.
"Sudah. Biarkan mereka istirahat" Kata Appa Choi.
.
.
.
Hanan menggerakan tubuh nya yang terasa berat dan sesak. Dan dengan enggan membuka mata nya. Dilihat nya di kanan dan kiri nya terdapat dua orang Oppa nya sedang tertidur pulas sambil bertumpu pada pundak nya. "Yak.. Oppa. Aku tidak bisa nafas" Kata Hanan menggeser Minho. Namun setelah menggeser, Minho kembali memeluk Hanan. Lalu Hanan menggeser Siwon. Namun Siwon sama sekali tidak bergerak. "Seperti nya aku akan mati di kedua tangan Oppa ku" Kata Hanan melihat kedua Oppa nya enggan bergerak.
Hanan duduk terdiam di meja makan memperhatikan dengan death glear kedua Oppa nya yang sedang duduk sambil terdiam dan menundukan kepala nya.
Eomma dan Appa Choi hanya dapat memperhatikan ketiga anak nya. Seperti nya mereka hanya manis ketika sedang tidur.
"Bagaimana keadan mu sayang?" Tanya Appa.
Hanan melirik kedua Oppa nya yang pura-pura sibuk. "Aku sudah lebih baik Appa. Jika saja tidak ada orang yang diam-diam ingin membunuh ku" Kata Hanan penuh penekanan.
"Nugu? Nugu?" Kata Minho dengan ekspresi terkejut. Lalu segera diam ketika Hanan melototinya. "Mian" Kata Minho.
"Kalian juga. Punya kamar sendiri. Kenapa harus tidur di kamar adik mu yang sakit" Kata Eomma memberikan pancake di setiap piring.
"Hyung yang tertidur. Aku menemani Hanan" Kata Minho.
"Yak! Minho-ia. Kamu yang tertidur lebih dulu. Hyung hanya tidak sengaja. Melihat kalian tidur begitu nyaman, membuat Hyung ingin tidur juga" Jelas Siwon.
"Kalian ini" Kata Appa. "Jangan ganggu adik mu. Biarkan dia beristirahat"
"Nde, Appa" Jawab Minho dan Siwon.
"Hanan, karna Oppa masih free sampai sore. Ayo kita main game" Ajak Minho.
"Hem" Jawab Hanan senang.
"Aku ikut" Kata Siwon.
"Hyung tidak bisa bermain game" Protes Minho.
"Benar" Timpal Hanan. Membuat Siwon terdiam di tempat ketika kedua adik nya pergi bersama di ruang tengah.
"Hanan, minum obat mu dulu"
"Nde" Jawab Hanan.
"Bagaimana syuting mu? Bukan kah tidak baik jika menunda terlalu lama?" Tanya Eomma.
"Kebetulan hari ini tidak ada syuting. Mereka sedang mempersiapkan set baru" Jelas Siwon.
"Siwon. Tolong nanti kamu cek kerja sama kita dengan beberapa model yang bekerja sama dengan Hyundai. Dept. Kita membutuhkan beberapa kontrak kerja sama untuk model musim berikutnya"
"Baik Appa" Jawab Siwon.
"Kamu minum obat dulu. Oppa akan mengambil ponsel dulu" Kata Minho.
"Nde" Jawab Hanan dan masuk kedalam kamar nya. Mengambil beberapa butir obat yang sudah di sediakan.
Tokk-tokk
"Masuklah" Kata Hanan.
"Permisi Nona" Kata Kangin.
"Ah, Kangin Ahjussi"
"Bagaimana keadaan Nona sekarang?" Tanya namja tinggi nan tampan itu khawatir.
"Aku baik-baik saja" Kata Hanan memberikan senyuman. Dia tau jika Kangin sangat khawatir juga pada nya. "Bagaimana?"
Kangin menceritakan jika setelah kejadian itu dia meminta anak buah nya membereskan sesuai perintah Hanan. Namun, sesampainya disana semua sudah clear. Bahkan tadi pagi berita terakhir yang di dengar nya jika sang PD yang kemarin itu sudah mengundurkan diri.
"Mengundurkan diri?"
"Ne." Jawab Kangin. "Namun seperti nya bukan keinginan sendiri. Terlihat bagaimana dia bersikap" Kata Kangin.
"Maksud mu?"
"Seperti nya ada orang lain yang mengurus itu" Jelas Kangin.
"Nugu?"
"Entahlah. Dan seperti nya juga dia mempunyai kuasa cukup besar hingga membuat PD mengundurkan diri dengan paksa" Hanan terdiam. Berfikir siapa orang itu.
"Baiklah." Jawab Hanan. "Terima kasih sudah membantu Kangin Ahjussi"
"Nde" Jawab Kangin. "Beristirahat lah dulu hingga pulih"
Ne" Jawab Hanan. "Kamsahamnida. Sebaiknya Ahjussi juga beristirahat"
"Chagiya.. Kajja" Ajak Minho.
Setelah mengantar Appa kedepan untuk pergi bermain golf, Eomma Choi masuk kedalam memperhatikan ketiga anak nya yang sedang berkumpul. Yang biasa nya sangat sibuk, kali ini mereka berada di rumah semua. Si sulung Siwon sedang sibuk dengan Ipad nya terkait pekerjaan sambil tertidur di pangkuan adik kesayangannya. Sedangkan Minho, sedang asik bermain game bersama Hanan dengan menyenderkan kepala nya di pundak Hanan. "Mereka ini" Kata Eomma Choi. Yeoja cantik itu ingat jika dia sejak semalam mencharge ponsel Hanan. Segera dia mengambil ponsel Hanan. Menyalakannya untuk memastikan jika sudah terisi.
Tring-tring
Beberapa pesan dan notifikasi masuk di ponsel anak nya. Tidak berapa lama sebuah panggil masuk di ponsel Hanan. Melihat Hanan sedang bermain game, Eomma Choi pun mengangkat.
__ADS_1
"Hanan-ah" Teriak sebuah suara di sebrang sana. "Yak! Kamu kenapa tidak masuk? Dan kenapa sangat sulit menghubungi mu? Apa yang terjadi? Kamu sakit?" Cerocos suara disana penuh khawatir.
Mendengar itu Eomma Choi tersenyum. Ternyata Hanan sudah memiiki teman yang baik dan perhatian pada nya.
"Hanan-ah. Wae? Kamu mendengarkan ku? Kamu masih sakit?"
"Yaboseo" Sapa Eomma. Seketika suara disana terdiam. "Benar ini nomer Hanan" Kata Eomma.
"Oh, Mianhe" Katanya.
Eomma melihat nama di layar ponsel Hanan. "Yeri-ssi?"
"Nde" Jawab Yeri. "Nuguseyo?"
"Ini Eomma Hanan"
"Oh, Hanan Eomma." Kata Yeri terkejut. "Mianhe Imo." Kata Yeri tidak enak sudah nyerocos begitu.
"Gwanchana" Jawab Eomma.
"Imo, apakah Hanan sakit? Mengapa ponsel nya mati?"
"Nde. Hanan sedang tidak enak badan sejak kemarin. Ponsel nya mati, ini baru Imo selesai Cash" Jelas Eomma Choi. "Kamu, teman sekolah Hanan?"
"Ne. Aku teman sekolah dan sekelas Hanan" Jawab Yeri. "Bagaimana keadaan Hanan sekarang? Apa sudah baik-baik saja? Apakah dia masih sakit?"
Eomma Choi kembali tersenyum membayangkan bagaimana anak perempuannya di kelilingi orang-orang yang protektif pada nya. "Hanan sudah baik-baik saja. Dia hanya demam."
"Ah, syukurlah" Kata Yeri lega. "Imo, boleh aku menjenguk Hanan?" Tanya nya hati-hati.
"Aku tidak bisa mengambil keputusan itu untuk saat ini. Bagaimana jika nanti Imo kabari?"
"Nde Imo. Gwanchana" Kata Yeri. "Kamsahamnida" Kata Yeri menutup telfonnya.
Eomma segera memanggil Kangin setelah menutup telfonnya.
"Anda memanggil saya Nyonya?" Kata Kangin.
"Ne" Jawab Eomma. "Kamu tau teman-teman Hanan?"
"Sedikit banyak saya tau Nyonya. Ada apa Nyonya?" Tanya Kangin takut.
"Kami kenal anak yang bernama Yeri?"
Kangin melihat Nyonya besar nya itu dengan ragu. "Ne"
"Hanan seperti nya sudah bergaul di sekolah baru nya" Kata Eomma Choi
"Ne Nyonya. Dia mempunyai beberapa teman dekat yang cukup akrab" Jelas Kangin setelah faham jika Nyonya nya hanya ingin tau.
"Beberapa? Berapa banyak? Apa Hanan menyukai mereka?"
"Hanan berteman dengan 4 orang. Dua laki-laki dan 2 perempuan" Jelas Kangin. "Salah satu perempuan tidak sekelas dengannya. Sedangkan yang lainnya mereka teman sekelas" Jelas Kangin.
"Ah. Apakah menurut mu tidak apa-apa jika mereka berkunjung kesini?"
Kangin berfikir sejenak. "Seperti nya tidak apa-apa." Jawab Kangin. "Walau aku belum pernah mengecek latar belakang mereka. Tapi, selama ini mereka anak yang baik" jelas Kangin.
"Baiklah" Jawab Eomma Choi. "Kamu bisa kembali"
"Nde Nyonya"
Ketiga Choi Sibling itu masih di posisi yang sama ketika Eomma Choi kembali. "Kalian tidak ada kegiatan hari ini?" Tanya nya pada kedua anak laki-laki nya.
"Aku ada meeting malam nanti" Jawab Minho.
Siwon melihat ponsel nya. "Aku ada meeting siang ini di Hyundai" Jawab Siwon.
"Oppa. Apa model Hyundai Oppa yang menentukan?" Tanya Hanan.
"Tidak semua. Beberapa menggunakan Agency yang sudah bekerja sama" Jelas Siwon. "Waeyo?"
"Anni. Hanya bertanya" Jawab Hanan.
"Beberapa Agency dan model seperti nya ada yang bermasalah Hyung. Minta Kapala Min mengecek nya." Kata Minho.
"Hem... Baiklah" Jawab Siwon. "Lalu, kapan kamu ambil alih pekerjaan itu?" Tanya Siwon pada adik nya.
"Bantu aku urus beberapa hal di Hyundai" kata Siwon. "Atau kamu ingin mengurus Agency?"
"Aku akan membantu di Hyundai" kata Minho cepat.
"Tenang Oppa. Nanti aku akan membantu Oppa mengurus perusahan" Kata Hanan pada Siwon.
"Oh Uri Hanan memang baik" Kata Siwon mencium kening Hanan. "Oppa senang mendengarnya. Tapi bukan berarti kamu harus cepat besar, ne"
"Lalu aku harus kecil terus?"
"Ne" Jawab Minho dan Siwon bebarengan yang mendapatkan deat glear Hanan.
"EOMMA" Teriak Hanan sebal.
"Siwon sebaiknya kamu bersiap-siap. Dan Minho seperti nya baju-baju mu masih berada di koper" Kata Eomma.
"Ne" Jawab mereka segera pergi. Sedangkan Hanan menghampiri tempat duduk Eomma nya dan masuk kedalam pelukan Eomma nya. "Oh, Hanan. Ini ponsel mu" Kata Eomma memberikan benda pipih itu.
"Oh, aku fikir aku meninggalkan di kamar" Kata Hanan.
"Semalem Eomma mengambil nya untuk di cash. Karna tidak menemukam di kamar mu, Eomma menggunakan cashan milik Eomma" Jelas Eomma Choi.
"Kamsahamnida" Kata Hanan.
"Seperti nya banyak notifikasi"
"Hem.. Teman-teman ku" Jawab Hanan.
"Oppa berangkat" Kata Siwon setelah rapi dengan pakaian kerja nya. "Istirahat yang cukup yah chagiya. Makan yang banyak agar cepat pulih" Kata Siwon.
"Nde Oppa" Jawab Hanan.
"Kamu pulang dulu atau ke apartemen?" Tanya Eomma.
"Aku akan pulang ke apartemen. Dan berangkat syuting dari sana" Jawab Siwon. Mendengar itu Hanan terdiam. Fikirannya menerawang jauh. "Kenapa bengong?" Tanya Siwon pada Hanan.
"Anni" Jawab Hanan.
"Mianhe. Oppa tidak bisa menemanimu lebih lama. Tapi Oppa janji, setelah syuting dan konser selesai kita akan liburan bersama"
"Jangan membuat janji yang tidak bisa di tepati" Kata Hanan yang membuat Siwon terdiam seketika.
"Chagiya.. Ayo bantu Oppa bereskan barang. Sekalian Oppa perlihatkan barang belanjaan Oppa untuk mu" Kata Minho yang tidak sengaja mendengar percakapan Hyung dan adiknya. Dan segera Minho mencairkan suasana. "Kajja" Ajak nya menarik Hanan kedalam kamarnya.
Siwon masih terdiam di tempat. Perkataan Hanan membuat nya seperti tertusuk sesuatu. "Sudah. Pergilah" Kata Eomma. "Biar Minho yang mengurus Hanan"
"Tapi-"
"Gwanchana. Hanan hanya sedang sensitif. Selesaikan pekerjaan mu. Dan realisasikan ucapan mu tadi"
"Ne Eomma" Jawab Siwon. "Aku berangkat" Pamit Siwon mencium pipi Eomma nya.
"Lihat. Oppa membelikan mu coklat. Kamu pasti suka" Kata Minho memberikan beberapa coklat pada Hanan.
"Aku akan sakit gigi" Kata Hanan.
"Hanan" Panggil Eomma.
"Ne Eomma" Jawab Hanan. "Bukan aku tidak mau membantu Oppa. Tapi aku di panggil Eomma" Kata Hanan segera kabur.
"Yak! Chagiya" Teriak Minho yang di abaikan.
"Nde Eomma" Kata Hanan menghampiri Eomma Choi. Dan betapa terkejut Hanan melihat teman-temannya barada di depan rumah mereka. "Ini?" Tanya Hanan menunjuk layar di dekat pintu rumah nya yang menampilkan teman-teman yang sedang menunggu.
"Teman-teman mu ingin menjenguk mu" Kata Eomma dengan senyuman mengembang.
"Eomma?" Hanan menatap yeoja cantik itu yang tersenyum pada nya tidak percaya.
"Biar kamu tidak bosan dan cepat sembuh. Maka nya Eomma undang ke rumah"
"Kamshamnida Eomma" Kata Hanan memeluk Eomma nya.
Di luar.
__ADS_1
"Daebak. Ini rumah Hanan? Dia anak orang kaya raya?" Kata Yeri takjub melihat rumah Hanan yang terbilang besar dan cukup ketat keamanannya. "Sejak di depan tadi, terlihat pengawal dimana-mana"
"Aku tidak menyangka dia sekaya ini" Kata Mark ketika di persilakan masik oleh staf di rumah Hanan. "Lomon, rumah nya hampir sebesar rumah mu."
"Benar. Hanya saja rumah Lomon tidak memiliki banyak penjaga. Hanya di depan rumah saja"
"Sudah. Cepat masuk" Kata Lomon ketika pintu masuk utama terbuka. Terlihat Hanan sedang menyambut mereka.
"Hanan-ah" Sapa Yeri segera menghampiri Hanan dan memliknya. "Bagaimana keadaan mu? Apa yang sakit? Kenapa tidak ke rumah sakit?" Cerocor Yeri sambil mengecek keadaan Hanan dan memutar tubuh Hanan untuk di cek.
"Gwanchana. Aku sudah tidak apa-apa" Jawab Hanan.
"Jinjja?"
"Hanan sudah tidak apa-apa. Kemarin dan semalam demam tinggi. Tapi pagi ini suhu nya sudah kembali normal" Jelas Eomma Choi yang seperti nya tidak terlihat karna yeoja di hadapannya sibuk dengan anak nya.
"Oh, Mianhe Imo" Kata Yeri malu yang mendapatkan senyuman Hanan.
"Eomma. Ini teman-teman ku." Kata Hanan. "Ini Yeri"
"Annyeonghaseyo, Kim Yeri" Kata yeoja cantik berambut panjang berpipi chubby membungkukan badannya.
"Ini Mark"
"Annyeonghaseyo, Lee Mark imnida" Kata namja tampan bersenyum manis itu memperkenalkan diri.
"Ini Lomon"
"Annyeonghaseyo, Park Solomom" Kata Namja bertubuh tinggi itu memperkenalkan diri dengan membungkukan badan.
"Selamat datang di rumah kami" Sapa Eomma Choi. "Saya Eomma nya Hanan. Kalian bisa memanggil Imo atau Eommanim biar terdengar akrab"
"Ne" Jawab mereka.
"Ayo masuk" Ajak Eomma. Mereka pun masuk kedalam rumah yang cukup besar dengan gaya klasik modern. "Duduklah. Biar Eomma siapkan makanan dan minuman"
"Kamsahamnida Imo" Kata Yeri.
"Hanan-ah. Rumah mu sangat besar" Kata Mark.
"Benarkah? Ini bukan rumah ku. Ini rumah Appa dan Eomma" Kata Hanan.
"Bagaimana keadaan mu?" Tanya Lomon.
"Seperti kalian lihat. Aku sudah baik-baik saja" Jawab Hanan dengan senyuman mengembang. "Mian tidak mengabari" Kata Hanan pada teman-temannya. Lalu menatap mata Lomon.
"Setidaknya kamu sudah baik-baik saja. Dan kami sudah tau rumah mu. Jadi jika ada apa-apa kami bisa langsung kesini mengecek keadaan mu" Kata Yeri.
"Hem" Jawab Hanan.
"Apa kalian suka cake? Karna mendadak. Jadi aku hanya mempunyai cake. Makanan lainnya sedang di beli oleh Ahjussi"
"Tidak apa-apa Imo. Kami tidak ingin merepotkan" Kata Yeri. "Kami sudah senang di undang ke rumah Hanan"
"Maaf jika Hanan sering merepotkan" Kata Eomma.
"Anni. Hanan anak yang baik dan manis. Dia tidak segan-segan membantu jika ada yang kesulitan" Jelas Yeri.
"Syukurlah. Takut jika dia sulit bergaul karna tinggal terlalu lama di luar negeri" Kata Eomma menepuk pundak Hanan. "Baiklah. Silakan kalian berbincang-bincang. Makanan sedang di siakan oleh Ahjuma Nim." Kata Eomma.
"Eomma mau kemana?" Tanya Hanan.
"Eomma mendadak ada meeting. Jika butuh apa-apa Eomma di ruang kerja Appa"
"Nde" Kata Hanan. "Kamaahamnida Eomma"
"Kamaahamnida Imo" Kata Yeri, Mark dan Lomon berdiri sambil memberi salah ketika Eomma Choi pamit.
"Hanan, Eomma mu sangat cantik" Puji Yeri.
"Benarkah? Berarti aku keturunan Eomma ku" Kata Hanan. "Bagaimana keadaan Sofia?" Tanya Hanan.
"Sofia? Dia baik-baik saja. Dia juga tidak masuk sejak kemarin." Kata Yeri. "Tapi sepertinya dia baik-baik saja" Lanjut Yeri menatap Lomon.
"Dia baik-baik saja. Sedikit terguncang. Namun seperti nya butuh waktu" Jelas Lomon.
"Syukurlah" Jawab Hanan.
"Kamu besok akan masuk sekolah kan?"
"Hem. Tentu saja" Jawab Hanan.
"Permisi Nona." Kata Ahjuma. "Makanan yang Nyonya beli sudah datang. Mau disiapkan di meja makan atau taman belakang?"
"Taman belakang saja" Jawab Hanan.
"Baik Nona" Kata nya.
"Rumah mu cukup besar. Kamu mempunyai saudara?" Tanya Yeri.
"Aku punya 2 Oppa" Jawab Hanan.
"2 Oppa? Tidakah repot? Aku mempunyai 1 Oppa saja sungguh repot" Cerita Yeri.
"Benar." Kata Hanan membenarkan. "Mereka sangat merepotkan"
"Yak! Kalian tidak seberapa. Bagaimana jika kalian punya 1 orang Hyung dan 1 orang dongsaeng yang sangat kecil. Itu jauh lebih merepotkan" Kata Mark.
"Tapi adik mu lucu" Kata Yeri.
"Adik mu masih sangat kecil?"
"Hoh" Jawab Mark. "Dia baru berusia 3 tahun. Dan sangat cerewet"
"Adik Mark sangat cantik" Lanjut Yeri.
Lomon dan Hanan saling berpandangan menggoda. Lalu Yeri dan Mark malah jadi salah tingkah.
"Silakan Nona. Sudah siap" Kata Ahjumma.
"Oh, kamsahamnida" Kata Hanan. "Ayo kita ketaman belakang"
"Kamsahamnida Ahjumma-nim" Kata mereka.
"Laki-laki. Kalian bagian membakar" Kata Yeri memberikan capitan.
"Yak!" Protes Lomon.
"Biar saya saja yang membakar" Kata seorang namja setengah tua pada Lomon.
"Oh, gwachana. Biar saya saja" Kata Lomon.
"Tidak apa-apa Ahjussi. Biar kami saja." Kata Hanan.
Mereka pun mulai membakar beberapa daging sambil mengobrol. Dan menyiapkan beberapa makanan lainnya.
"Chagiya~" Teriak Minho keluar dari kamarnya. Namun ruang tengah kosong. Minho menuju kamar Hanan. Dan kosong. "Ahjuma, dimana Hanan?" Tanya Minho melihat Ahjumma masuk.
"Ada di halaman belakang ber-" Belum sempat selesai Minho sudah pergi.
"Chagiya" Teriak Minho dari dalam rumah menuju halaman belakang. Dan seketika beberapa pasang mata menatap ke arah nya. Melihat terdapat beberapa orang, Minho terdiam di tempat dan memberikan senyuman nya sebelum berlari ke arah adik nya. "Yak! Kenapa kamu tidak bilang jika ada teman-teman mu" Bisik Minho pada Hanan.
"Salah Oppa. Kenapa senang sekali berteriak" Kata Hanan.
Minho memberikan senyuman nya pada teman-teman Hanan. "Hay" Sapa nya.
"Perkenalkan ini Oppa ku. Choi Minho" Kata Hanan pada teman-teman nya.
"Choi Minho? Minho SHINee?" Kata Yeri terkejut. "Ommo" Kata nya menutup mulut nya.
"Annyeonghaseyo" Sapa Minho dengan senyuman menawannya.
"Ommo. Aku disenyumin Minho SHINee" Kata Yeri takjub.
"Teman mu sangat lucu" Kata Minho. "Kamu mengenal ku memang?"
"Aish.. Siapa juga yang tidak mengenal SHINee. Kelewatan jika mereka tidak mengenal. Aku sangat suka SHINee" Kata Yeri.
"Yeoja ini. Padahal dia menyukai NCT" Kata Mark yang segera mendapatkan cubitan manis Yeri.
Minho memberikan senyuman nya. "Kalian pasti menjenguk Hanan karna dia tidak masuk"
__ADS_1
"Benar Oppa. Kami sangat khawatir" Jelas Yeri yang mendapatkan cibiran Mark lagi.