
Oi,oi, 3 hari lagi loh bakal Umur tujuh belas kan? Naura berlari mensejajarkan langkah dengan Rani.
Yap, bener, kenapa emang nya? Jawab Rani diam ditempat. Dia tergesa ingin pergi ke perpustakaan karena Buku diary nya tertingg di perpustakaan. Tadi pagi dia sempat pergi ke perpustakaan untuk meminjam komputer. Untung saja, jam pertama adalah mata pelajaran informatika. Dan sepertinya, keberuntungan nya Rani membuatnya dapat mengambil buku diary nya karena gurunya yang seharusnya praktek izin karena ada acara keluarga.
Sesampainya di Perpustakaan, gadis berseragam batik warna biru dengan kuncir rambut dua itu segera mengambil buku diarynya. Seperti biasa Naura membantu nya membawa buku diary nya . Ya, Bukan Rani yang suruh tetapi Naura yang memaksa untuk selalu membawa buku Rani. Wajar saja Rani di kenal sebagai anak konglomerat dan dia menjadi gadis populer di SMA Negeri karena kekayaan nya. Semua siswa-siswi berebutan untuk menjadi Teman atau pasangannya. Tapi, karena Rani agak tidak suka dengan anak yang hanya Ingin kekayaan nya, jadi dia hanya ingin berteman dengan Naura, Putri, dan Lina.
"Btw, dimana Lina dan Putri? " tanya Rani dengan heran ke Naura karena cuma Naura yang ada disampingnya saja.
"Biasa Putri rapat OSIS, kalau Lina bucin di pojok belakang sekolah"Jawab Naura ke Rani.
" Tiap hari bucin, gak bosen apa"jawab Rani.
Tak lama kemudian ada guru yang menghampiri kelas Rani dan Naura. Rani dan Naura pun masuk ke kelas.
__ADS_1
"Darimana kalian? " tanya guru dengan marah.
"Kami habis ambil buku, bu guru" jawab Rani.
Lalu guru tersebut pergi ke kelas lain karena mendengar keributan yang besar di kelas lain.
"Btw, Rani, rencana loh mau adain pesta dimana? "Tanya Naura.
Seraya menulis buku diary, Rani bingung. Untuk seusianya, pesta ulang tahun nya yang ke tujuh belas itu amat penting baginya. Karena saat itulah, bagi Rani umur tujuh belas adalah umur yang memasuki fase remaja ke dewasa. Dia sudah bisa mempunyai KTP, SIM, dan berpacaran.
Untuk merayakan ulang tahun Rani, Tugas Rani hanya lah menyiapkan list apa yang dibutuhkan lalu menyerah kan nya kepada papa dan mama nya. Rani kan gadis terkenal, pasti banyak tamu yang harus diundang.
" Gampang itu, sekarang kita harus belajar. Habis ini mata pelajaran Bahasa Inggris kan? Mampus kalau gak belajar,enggak bisa dapat nilai tinggi nanti. "Ucap Rani.
__ADS_1
"Bukannya biasa nya kamu gak pernah belajar bahasa Inggris pas ulangan? Kenapa sekarang kau belajar?"Ucap Naura.
" hm, mau banggain orang tua aja"ucap Rani.
Pulang sekolah
Matahari bersinar terik meskipun waktu menunjukkan pukul tiga sore. Rani berdiri depan pagar terus menerus menatapi layar ponselnya. Sudah hampir satu jam, supir yang biasa menjemput Rani tak juga datang. Suasana sekolah telah sepi, hanya ada beberapa guru yang masih sibuk di kantor guru.
Kesal dan mulai tak sabar ingin pulang, Rani terus menerus menelpon supir yangbiasa mengantarnya. Namun hanya ada suara operator yang memberitahu jika nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif. Rani mulai emosi, dia terus mengatakan berbagai macam kata kotor. Karena menunggu terlalu lama, akhirnya Rani menelpon sang mama.kali ini mama Rani tidak mengangkat telpon dari Rani. Akhirnya Rani menelpon Sang papa. Kali ini, Rani beruntung karena papa nya mengangkat telpon Rani.
" Papa, kenapa Rani belum dijemput sih!?"Ucap Rani tanpa salam.
"Anak papa kenapa ngomel-ngomel tanpa salam nih? "
__ADS_1
"Rani, capek nunggu di depan pagar. Emang supir kita kemana sih? "
...Bersambung... ...